Harum Aroma Cuan Kopi & Kakao
Bukan cuma kelapa sawit, Indonesia punya komoditas unggulan perkebunan lainnya, mulai kopi, kakao, teh, cengkeh, hingga rempah. Indonesia pernah berjaya dan dikenal dunia karena merupakan penghasil utama berbagai komoditas perkebunan tersebut. Sebut saja, kopi. Indonesia merupakan produsen terbesar ketiga di dunia, setelah Brasil dan Vietnam. Produksi kopi Indonesia mencapai 765. 415 ton pada tahun 2023. Kini, para pekebun kopi di dalam negeri tengah menikmati berkah lonjakan harga kopi khusunya robusta, akibat pasokan dari Vietnam sebagai produsen utama yang seret menyusul kekeringan. Tercatat, harga kopi robusta di pasar berjangka naik lebih dari 2% menjadi US$ 3.496 per ton di bursa London pada Kamis (9/5), setelah naik 1,1% sehari sebelumnya.
Ketua Kompartemen Kopi Specialty & Industri Asosiasi Eksportir Kopi Indonesia (AEKI) Moelyono Soesilo bilang, ekspor kopi Indonesia banyak mengisi pangsa pasar Amerika Serikat, Mesir, Malaysia, Jepang, serta Jerman. Harga kakao pun naik gila-gilaan tahun ini. Produksi yang lebih rendah di Pantai Gading, produsen kakao terbesar di dunia, menjadi faktor utama kenaikan harga kakao. Tak pelak, harga kakao untuk kontrak Juli 2024 di bursa komoditas berjangka New York melambung hingga 13,47% atau mencapai US$ 8.610 per ton. Harga saat ini jauh lebih tinggi dibanding rata-rata harga kakao global pada 2023 di kisaran US$ 3.000 per ton. Ketua Umum Asosiasi Petani Kakao Arief Zamroni mengungkapkan, Indonesia merupakan penghasil kakao terbesar keenam, menurut International Cocoa Organization (ICCO). Produksi kakao kita bisa terus digenjot lantaran tersebar di banyak wilayah, mulai Sumatra, Jawa, Kalimantan, Sulawesi, Jawa, NTT, hingga Papua.
Tak Ada Urgensi Merevisi UU Kementerian Negara
Pro dan kontra rencana penambahan nomenklatur kementerian oleh Pemerintahan Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka semakin santer. Wacana merevisi Undang-Undang (UU) Kementerian Negara pun menjadi sorotan publik. Hamdan Zoelva, pakar hukum tata negara, menilai, penambahan nomenklatur kementerian perlu dilihat secara mendalam. Dan, urgensi penambahan ini harus benar-benar dalam rangka efisiensi dan efektivitas penyelenggaraan pemerintahan. "Apakah jumlah kementerian yang ada tidak cukup mengakomodasi keperluan efektivitas dan efisiensi penyelenggaraan pemerintahan.
Saya melihat, 34 kementerian cukup memberi ruang bagi Presiden untuk melaksanakan programnya," katanya kepada KONTAN, Jumat (10/5). Menurut Hamdan yang pernah menjadi Ketua Mahkamah Konstitusi (MK), bila terdapat program kerja baru, Presiden cukup memerlukan focusing pada kementerian yang ada untuk menambah direktorat jenderal atau badan tertentu guna melaksanakan janji politik saat kampanye. Trubus Rahadiansyah, pengamat kebijakan publik, men, bilang, penambahan nomenklatur kementerian merupakan hak prerogatif Presiden terpilih. Sehingga, tak perlu merevisi undang-undang.
"Seringkali Presiden mengubah-ubah nomenklatur. Misalnya, dulu Kementerian Perdagangan dan Kementerian Perindustrian dipisah, sekarang mau dijadikan satu. Boleh saja, enggak perlu merevisi undang-undang," ujarnya. Dari kaca mata hukum, Trubus menjelaskan, memang perlu revisi UU. Tapi, yang perlu diingat, undang-undang bersifat jangka panjang. Jadi, ketika melakukan pengurangan maupun penambahan, tidak lantas ada revisi. Sebelumnya, Wakil Ketua Komisi II DPR Junimart Girsang mengatakan, wacana penambahan nomenklatur kementerian menjadi 40 harus merevisi UU Nomor 39 Tahun 2008.
"Sesuai UU Nomor 39 Tahun 2008 tentang Kementerian Negara, telah diatur mengenai jumlah bidang kementerian di Pasal 12,13, dan 14, paling banyak 34 kementerian, dengan perincian empat menteri koordinator dan 30 menteri bidang," katanya. Selain itu, menteri akan menerima berbagai fasilitas lain, antara lain jaminan kesehatan, mobil dinas, dan rumah dinas. Menteri juga mendapatkan fasilitas lain berupa dana operasional menteri yang melekat karena jabatannya. Alhasil, jika benar ada 40 menteri di kabinet mendatang, maka total gaji dan tunjangan menteri bisa mencapai Rp 745,92 juta per bulan.
Kerek Tax Ratio, Kemkeu Meminta Asistensi ke IMF
Penumpang Whoosh Naik 30% saat Long Weekend
Konflik dan Cuaca, Momok Emiten Sawit
Kinerja sejumlah emiten minyak kelapa sawit atau crude palm oil (CPO) masih mampu mencatatkan hasil positif pada kuartal I-2024. Meski ada emiten yang mencatatkan penurunan pendapatan di periode tersebut.Misalnya PT PP London Sumatra Indonesia Tbk (LSIP) mencatatkan pendapatan Rp 879,46 miliar di kuartal I 2024. Pencapaian ini turun 2,73% secara tahunan alias year on year (yoy). Namun laba bersih LSIP melesat 141% yoy menjadi Rp 269 miliar di kuartal I-2024. Sedangkan PT Astra Agro Lestari Tbk (AALI) mencatatkan kenaikan laba bersih 2,59% menjadi Rp 230,5 miliar di periode Januari-Maret 2024. Ini berkat kenaikan pendapatan bersih ALLI sebesar 0,8% menjadi Rp 4,79 triliun di kuartal I-2024.
Fenny Sofyan, Vice President Investor Relation & Public Affairs AALI memaparkan, hasil tersebut disebabkan kenaikan penjualan CPO dan turunannya sebesar 3,9% yoy. Analis Phillip Sekuritas, Marvin Lievincent melihat, kinerja keuangan mayoritas emiten CPO di kuartal I 2024 tercatat lebih baik dari periode serupa tahun lalu. Namun, ketidakstabilan akibat konflik geopolitik di Timur Tengah masih menekan harga saham emiten CPO. Equity Research Analyst Mirae Asset Sekuritas Indonesia, Rizkia Darmawan melihat kinerja emiten CPO di kuartal I-2024 masih dipengaruhi el nino pada akhir 2023. Untungnya, sejumlah emiten memiliki tanaman sawit di usia prima. Alhasil, produksi tanaman sawit mereka lebih tinggi dibandingkan emiten lainnya. Sedangkan transisi cuaca dari El Nino ke La Nina ia nilai bisa mengganggu produksi tanaman. Namun, di sisi lain, harga pupuk di tahun ini masih bisa lebih rendah, sehingga bisa mengurangi biaya operasional para emiten.
Berkah Bisnis Pengelolaan Limbah
Pengelolaan limbah menjadi unsur penting untuk mencapai pertumbuhan industri yang berkelanjutan. Apalagi di tengah tuntutan terhadap pemenuhan aspek environmental, social & governance (ESG) dalam bisnis perusahaan. PT Multi Hanna Kreasindo Tbk (MHKI) menjaring peluang dari meningkatnya kebutuhan akan pengelolaan limbah. Berdiri pada 23 September 2004, MHKI bergerak di bidang pengolahan limbah bahan berbahaya dan beracun (B3) maupun non-B3. Operasional bisnis MHKI terintegrasi ke dalam beberapa kegiatan. Di antaranya adalah usaha pengangkutan, pengumpulan, pengolahan serta pemanfaatan limbah B3 dan non-B3, yang telah mendapatkan izin resmi dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan.
Alwi, Direktur dan Sekretaris Perusahaan Multi Hanna Kreasindo mengatakan, prospek pertumbuhan bisnis pengolahan limbah di Indonesia masih sangat besar. Kondisi ini sejalan dengan meningkatnya aktivitas industri yang akan mendongkrak produksi limbah B3 maupun non-B3. Jasa pengelolaan limbah menjadi segmen bisnis utama MHKI dengan kontribusi sekitar 65% terhadap kinerja keuangan. MHKI berhasil menggandeng sejumlah perusahaan besar sebagai klien, seperti Pertamina, Astra, PLN TJB, YKK, Smart dan Panasonic. Dalam menopang operasional bisnisnya, saat ini MHKI memiliki satu pabrik pengolahan di Kota Bekasi. Untuk menangkap peluang bisnis yang terus berkembang, MHKI pun menggelar ekspansi dengan membangun pabrik baru di Lamongan, Jawa Timur. Dalam ekspansi tersebut, MHKI telah mengakuisisi lahan seluas 3,7 hektare.
MHKI menargetkan pabrik baru di Lamongan ini dapat beroperasi pada awal tahun 2025 sebagai unit pengumpul limbah, dan akan berproses setiap tahun dengan memiliki unit pengolahan dan pemanfaatan limbah. Langkah ini diharapkan bisa memperluas jangkauan bisnis MHKI dari yang saat ini masih bertumpu di Pulau Jawa. Untuk memenuhi kebutuhan investasi dalam rencana ekspansinya, MHKI telah menghimpun dana lewat initial public offering (IPO). Dengan melepas sebanyak 750 juta saham atau setara 20% dari modal ditepatkan dan disetor penuh, MHKI berhasil menghimpun dana segar sebesar Rp 120 miliar.Pada tahun 2024, MHKI menargetkan pertumbuhan pendapatan di level 15% hingga 20% secara tahunan. Seiring kenaikan pendapatan, Alwi optimistis laba bersih MHKI juga akan bertumbuh
Unitlink Saham Dolar Mekar
Produk asuransi yang dikaitkan dengan investasi (Paydi) alias unitlink saham berbasis dolar Amerika Serikat (AS) mencatat kinerja positif per April 2024. Infovesta Utama mencatat, sejumlah unitlink berbasis dolar AS mencetak return dua digit. Contohnya unitlink besutan Prudential Life Assurance, yakni PRULink US Dolar Global Technology Equity Fund. Unitlink ini mencetak return 17,29% sejak awal tahun ini. Unitlink saham berbasis dolar AS milik Allianz Life, yakni Smartwealth Dollar Equity World Opportunities Funds US$, juga mencetak return dua digit di level 11,21% secara year to date. Sedangkan unitlink lainnya masing-masing membukukan imbal hasil satu digit.
Research Analyst Infovesta Kapital Advisori Arjun Ajwani bilang, kenaikan kinerja unitlink saham berbasis dolar AS ditopang menguatnya pasar saham negeri Paman Sam sejak awal tahun. Chief Customer & Marketing Officer Prudential Indonesia Karin Zulkarnaen menyebut, di Prudential, PRULink US Dolar Global Technology Equity Fund mencetak imbal hasil tertinggi dibanding produk sejenis lainnya. "Ini ditopang naiknya saham sektor teknologi global selama Januari hingga April 2024," ujarnya, Kamis (9/5). Karin optimistis, PRULink US Dolar Global Technology Equity Fund masih berpotensi mencatat kinerja positif. Ini seiring potensi kenaikan saham-saham teknologi global. Plt Direktur Utama BNI Life Insurance Eben Eser Nainggolan menyatakan, suku bunga tinggi akan berangsur turun di 2024.
Pelaksanaan Kewajiban Spin Off UUS Berjalan Lamban
AS Akan Kerek Tarif Mobil Listrik China
Pemerintahan Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden akan membuat kebijakan baru terkait pengenaan tarif atau bea masuk dan pungutan terhadap produk-produk China. Menurut pemberitaan Bloomberg, Jumat (10/5), pengenaan tarif baru akan difokuskan pada sektor-sektor strategis. Sektor strategis tersebut antara lain kendaraan listrik, baterai dan peralatan pembangkit listrik tenaga surya. Kebijakan baru tersebut dikabarkan akan diumumkan Biden pada 14 Mei mendatang. Keputusan ini merupakan hasil dari peninjauan kembali atas aturan tarif dalam seksi 301, yang pertama kali diberlakukan di era pemerintahan Donald Trump. Pengumuman kebijakan tarif baru ini bisa saja tertunda. Tapi yang pasti, keputusan ini bakal jadi salah satu langkah terbesar Biden dalam persaingan ekonomi antara AS dan China.
Strategi Presiden China Xi Jinping meningkatkan manufaktur untuk menahan perlambatan ekonomi di dalam negeri telah memicu kekhawatiran di luar negeri. Para pemimpin AS dan Uni Eropa telah memperingatkan China bahwa subsidi negara yang berlebihan telah memicu membanjirnya produk ekspor murah China yang mengancam lapangan kerja di masing-masing negara. Peninjauan ulang aturan tarif ini sudah dimulai sejak 2022. Penjabat Kantor Perwakilan Dagang AS Katrine Tai mengatakan, pemerintah AS berupaya membuat tarif yang lebih strategis dan efektif. Biden pada Maret lalu telah mengusulkan tarif baru sebesar 25% pada produk baja dan aluminium China, yang merupakan bagian dari serangkaian langkah untuk menopang sektor baja Amerika. Langkah ini sekaligus upaya mengambil hati para pekerja sektor ini untuk mendukung Biden pada pemilu AS.









