STRATEGI PEMASARAN : GERILYA DESSERT PREMIUM DI MEDIA SOSIAL
Persaingan di pasar bisnis makanan dan minuman, terutama untuk kategori camilan, sangat dinamis dan kompetitif di Indonesia. Untuk menaklukkannya diperlukan strategi yang tepat, apalagi jika bermain di segmen premium. Rasa-rasanya mayoritas orang Indonesia menyukai camilan. Apalagi camilan manis yang dipercaya dapat mengembalikan mood seseorang. Tak heran bila banyak pelaku usaha yang menjajakan berbagai produk camilan atau dessert, mulai dari kaki lima (street food) hingga yang premium. Untuk mengembangkan bisnis dessert premium, dibutuhkan strategi khusus dalam meningkatkan brand awareness sehingga bisa mendapatkan potensi pasar yang tepat. Salah satu strategi yang dimanfaatkan pelaku bisnis adalah digital marketing melalui media sosial.
Hal ini pula yang dilakukan oleh Fildzah Shabrina, Founder Dizzy Miss Fudgy yang memulai bisnisnya pada 2020. Ketika itu dia baru saja menginjak usia 25 tahun dan sedang berada pada fase quarter life crisis yang sempat membuatnya stres. Bukanya tenang, Fina malah merasa semakin bete hingga akhirnya dia mencoba membuat sendiri makanan manis di rumah dengan menggunakan alat yang terbatas dan tanpa memiliki kemampuan membuat kue sama sekali. “Ketika aku buat ternyata enak dan sesuai dengan lidah sendiri, aku suka dan mood aku jadi membaik,” ucapnya. Dari sinilah ide bisnis itu tercetus. Fina mulai melakukan trial and error hingga pun berhasil menemukan formulasi yang tepat. Perempuan yang pernah bekerja di salah satu perusahaan media digital ini mengatakan ada beberapa strategi yang dilakukan untuk membuat produknya laris manis meski dijual dengan harga yang premium. Pertama harus memiliki karakter yang menarik dan unik untuk membedakannya dengan dessert lain. Kedua, memiliki kemasan yang menarik.
Packaging merepresentasikan produk yang dijual dan memberikan kesan pertama bagi konsumen.
Ketiga, membuat berbagai konten di media sosial yang memang sedang ramai dibicarakan dan berhubungan dengan apa yang terjadi di masyarakat, mulai dari meme, informasi dan hiburan, story telling, hingga edukasi.
Sementara di TikTok, Fina akan memperbanyak story telling dengan menceritakan proses di balik layar, termasuk melakukan siaran langsung pada saat memproduksi kue atau mengemas pesanan.
Pelaku usaha lainnya yang juga memaksimalkan strategi digital marketing adalah Saprian, Co-Founder Dream Puff, produsen dessert asal Yogyakarta yang saat ini sedang viral dan tengah menjadi incaran wisatawan.
Sama seperti Dizzy Miss Fudgy, Dream Puff juga diluncurkan pada saat pandemi sekitar awal 2021. Saprian tidak menyangka bahwa bisnis yang dia kembangkan bersama sang istri, Nurul Maulidiya mendapat sambutan hangat dari masyarakat hingga mampu menjual ribuan produk per bulan. Untuk viral, Saprian memikirkan betul strategi yang akan dilakukan saat memanfaatkan media sosial.
Postingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023