Posisi Politik Palestina di PBB Makin Menguat
Lolosnya Resolusi Majelis Umum PBB yang mengesahkan pemberian hak-hak istimewa bagi Palestina memperkuat posisi politik negara itu di forum internasional. Isu dan peran Palestina di PBB pun akan semakin meningkat. Indonesia menjadi satu dari 77 negara sponsor resolusi yang berjudul ”Admission of New Member in the United Nations” tersebut. Dalam pemungutan suara yang digelar di Markas Besar PBB di New York, AS, Jumat (10/5) resolusi itu didukung 143 negara. Sebanyak sembilan negara menolak dan 25 negara lainnya abstain. Kesembilan negara yang menolak itu adalah Israel, AS, Argentina, Ceko, Hongaria, Mikronesia, Papua Niugini, Nauru, dan Palau. ”Ini momen yang sangat bersejarah. Resolusi ini adalah sebuah terobosan bagi kesetaraan hak bangsa Palestina. Resolusi ini akan memberikan visibilitas politik yang lebih tinggi atas isu dan peran Palestina di PBB,” kata Menlu Negeri Retno Marsudi, Sabtu (11/5), di Jakarta.
Resolusi tersebut intinya memberikan hak istimewa bagi Palestina hampir sama dengan status keanggotaan penuh, kecuali hak voting. Ini pertama kalinya sebuah negara pengamat diberi hak dan kewenangan khusus mendekati anggota PBB lainnya. Sebelumnya, Palestina telah menjadi negara pengamat di PBB sejak tahun 2012. Status itu membuat Palestina hanya bisa menyampaikan pandangan. Palestina tidak bisa dipilih atau memilih dalam aneka persidangan atau proses di PBB dan badan-badan PBB. Status itu diperoleh setahun setelah Palestina gagal menjadi anggota penuh PBB. Meski gagal 13 tahun lalu, Palestina terus berusaha sampai sekarang. Kini, usaha itu tidak sia-sia. Meski tidak mengikat, resolusi Majelis Umum PBB tetap penting bagi upaya Palestina jadi anggota penuh organisasi tersebut. Resolusi meningkatkan derajat hak Palestina menjadi anggota. Pengesahan resolusi membuka peluang lebih besar bagi Palestina bergabung di berbagai badan dan kantor di bawah PBB. (Yoga)
Libur Akhir Pekan di Gembira Loka
Wisatawan terlihat menaiki wahana perahu cepat yang menjadi wahana favorit selain melihat binatang di Kebun Binatang Gembira Loka Zoo, Yogyakarta, Sabtu (11/5/2024). Momen libur cuti bersama dan akhir pekan mendorong peningkatan kunjungan wisatawan di sejumlah obyek wisata. Jumlah pengunjung kebun binatang Gembira Loka pada libur cuti bersama ini naik dari biasanya 2.000 orang per hari menjadi sekitar 7.000 orang per hari. Adapun tiket masuk di hari kerja Rp 60.000 sedangkan pada akhir pekan Rp 75.000 (Yoga)
Banjir Berulang, Warga Terjebak Lingkungan Kritis
Banjir membuat ribuan warga mengalami kesulitan berulang di tengah kritisnya lingkungan di Konawe Utara, Sultra. Semenjak banjir menerjang awal Mei lalu dan memutus jalan Trans-Sulawesi, rakit naik pamor. ”Cuma ini cara satu-satunya bisa menyeberang. Tidak ada jalan lain kalau mau ke Morowali,” kata Intan (29) Jumat (10/5) sore. Berangkat dari Konawe Selatan, Intan berencana ke Morowali, Sulteng, bersama anaknya Alea (18 bulan) mengunjungi suaminya yang bekerja di perusahaan pemurnian nikel. Bersama tiga rekannya yang juga ingin berangkat ke Morowali, mereka menyewa mobil bak terbuka senilai Rp 1,5 juta. Namun, banjir menghambat langkahnya. Hingga jelang malam, antrean masih mengular dan kendaraan yang ditumpanginya tidak bisa menyeberang.
Mereka akhirnya harus menginap di masjid bersama warga lain. Setelah menunggu lebih dari 24 jam, mereka memutuskan untuk menyeberang. Namun, sopir kendaraan yang disewanya tidak ingin menyeberangkan kendaraan. Di seberang ada kendaraan lain yang menunggu mereka untuk mengantar ke Morowali. Jarak wilayah banjir menuju tujuannya masih150 km lagi. Akses Trans-Sulawesi yang terputus di wilayah ini sepanjang 700 meter. Ketinggian air terdalam lebih dari 2 meter. Di tengah jalur, empat mobil terjebak. Satu mobil bahkan terbalik setelah berusaha menerobos banjir. Sejak Jumat (3/5), banjir menerjang wilayah Konawe Utara. Wilayah Oheo merupakan salah satu daerah langganan banjir, utamanya jalur Trans-Sulawesi di Desa Onembute. Akses penghubung satu-satunya antara Sultra-Sulteng ini pun terputus.
Agus (30) terjebak sejak hari pertama banjir melanda. Ia berencana ke Morowali membawa tiga pohon asam pesanan perusahaan. Namun, banjir memutus jalan, dan ia tidak berani menerobos. Terlebih, beberapa kendaraan yang nekat menerobos akhirnya terjebak dan tenggelam. Ia bersama kedua anak dan istrinya sudah seminggu di sini, Setiap hari, ia harus mengeluarkan Rp 200.000 untuk memenuhi kebutuhan makan dan keluarga. Untuk mandi dan istirahat, mereka memanfaatkan masjid yang berada tidak jauh dari lokasi banjir. Biaya operasional yang ia keluarkan telah begitu tinggi. Ia masih menunggu keputusan perusahaan apakah pesanan tersebut bisa dibawa kemudian hari.
”Saya di sini sudah habis. Mereka memang sudah bayar, tapi banjir ini tidak ada di hitungan awal,” ujarnya. Tak hanya biaya untuk menunggu yang tinggi, sejumlah warga juga mengeluhkan biaya rakit yang tinggi. Biaya untuk kendaraan minibus bisa mencapai Rp 800.000 sekali menyeberang. Sementara untuk satu buah motor berkisar Rp 100.000 dan warga Rp 30.000 per orang. Banjir telah merendam Konawe Utara selama lebih dari sepekan terakhir. Selain wilayah Oheo, lima kecamatan lain juga terdampak, yaitu Andowia, Asera, Langgikima, Landawe, dan Wiwirano. Seakan tak ada pilihan, warga harus menanggung akibat dari lingkungan yang kritis. Kini, warga hanya bisa menunggu solusi penanganan banjir dari pemerintah. (Yoga)
Bukit-bukit Rwanda Menjadi Saksi
Selasa (30/4) dini hari, udara terasa sejuk di Kigali, Rwanda. Tak lama hujan mereda, tampaklah burung-burung bermain-main pada dahan pohon di belakang balkon penginapan. Dari balkon itu tampak bukit-bukit hijau di kejauhan, berbaris indah mengelilingi kota. Wajarlah Kigali dikenal sebagai ”Kota Seribu Bukit”. Pesona lembah dan perbukitan kini menjadi andalan pariwisata Rwanda. Orang datang dan mengagumi wajah Kigali nan bersih yang membawa kota itu berjuluk kota terbersih di Afrika. Wisatawan pun memilih Rwanda sebagai tujuan ekowisata karena beragam pilihan yang ditawarkan, mulai dari mendaki gunung, menikmati danau-danau indahnya, bercengkerama dengan gorila gunung, melihat rombongan gajah, hingga mengamati burung-burung.
Ekowisata Rwanda menyuntikkan 80 % sumber pemasukan negeri itu, membawa kekaguman akan ekonomi berkelanjutan di negeri di bagian timur Afrika itu. Setelah genosida, yang membantai 800.000 jiwa minoritas etnis Tutsi hanya dalam 100 hari, Dalam 30 tahun kemudian, Rwanda tampil sebagai negara yang dikenal dengan warganya yang ramah. Pariwisata mendongkrak pertumbuhan Rwanda tercepat di Afrika, bahkan yang paling cepat pulih pascapandemi Covid-19. Pariwisata berhasil menyumbang pertumbuhan dengan angka yang spektakuler, melesat hinga 247 juta USD pada semester I-2023, naik tajam dibandingkan periode yang sama tahun 2022 sebesar 158 juta USD (Bank Dunia).
Pemandu wisata sekaligus pemilik usaha Fab Ecotour, Fabrice Mogabe, sambil berkeliling kota menceritakan kisah kebangkitan Rwanda. Genosida memberi pelajaran penting bagi Rwanda, betapa berharganya hidup dalam persaudaraan. ”Kini, kami tak lagi menyebut apakah kami seorang Tutsi atau Hutu, tetapi kami adalah Rwanda,” katanya. Fabrice membawa berkeliling ke Museum Kampanye Antigenosida, di Gedung Parlemen Rwanda yang hanya memakan waktu 15 menit berkendara dari penginapan. Iteru, pemandu museum menjelaskan dengan runut perjalanan Rwanda yang semula hidup dalam damai, berubah menjadi neraka. Seiring hadirnya kolonial di negeri itu, pemisahan identitas berdasarkan perbedaan etnis dinyalakan.
Kebencian dihidupkan bagi kelompok minoritas, yakni suku Tutsi dan Hwa. Akhirnya, melahirkan pembantaian massal. Tragedi yang berlangsung 100 hari, mulai 7 April hingga 15 Juli 1994, menewaskan 800.000 jiwa, artinya dalam sehari, 8.000 warga dibantai. Perjalanan singkat ini menghadirkan tekad besar Rwanda menata kembali diri. Rwanda telah membangun citranya menjadi harum. Di sepanjang perjalanan kami dalam kota Kigali, sampah tak terlihat. Bahkan, tak satu pun puntung rokok ataupun sebatang sedotan tampak tercecer di jalan. Gorong-gorong dan selokan juga bersih dari sampah. Bahkan, tak ada sisa lumpur mengendap di dasar selokan. Bukit-bukit yang berbaris indah itu menjadi saksi. Takkan ada lagi tangis dan darah selain pesona alam dan hangatnya persaudaraan. (Yoga)
Bertahan Hidup di Ujung Rawa Bunga
Ahmad (64) menata batu alam dan cincin ringnya di trotoar Jalan Bekasi Barat, Kelurahan Rawa Bunga, Jatinegara, Jaktim, Sabtu (20/4). Sudah 40 tahun ia berjualan di trotoar jalan tersebut. Ada puluhan pedagang kecil yang berjualan aneka barang di depan toko lama sepanjang Jalan Bekasi Barat dari ujung pertigaan Jalan Matraman hingga Stasiun Jatinegara. ”Dulu batu alam pernah berkibar pada masa jayanya sekitar tahun 2015, kini hanya terbatas pada pencinta batu alam saja,” kata Ahmad. Lapak penjual di trotoar dan pertokoan lama kini bernasib sama, sepi pembeli, dan hanya bisa bertahan tanpa bisa melihat masa depan. Pandemi yang disusul dengan maraknya penjualan daring semakin meredupkan aktivitas ekonomi di kawasan ini.
Sebagian toko mengurangi jumlah karyawan. Sebagian tutup. Hanya toko tertentu yang ramai pembeli pada akhir pekan. Sebuah toko sepatu yang dulu mempekerjakan 13 pegawai, kini hanya tiga pegawai. Toko kecil lainnya kini hanya mempunyai satu pegawai. Kawasan ini dari dulu dikenal ramai oleh lapak servis kacamata, servis jam tangan, servis jam dinding, lapak buku bekas, jasa pigura, toko sepatu, toko sepeda, toko barang pecah belah, hingga toko elektronik. Untuk melintasi trotoar saja dulu harus berdesakan dengan calon pembeli lain. Kini, trotoar kosong dan lega. Di satu sudut jalan, seorang tukang pijat tertidur menunggu pelanggan. Kini, lapak dan pertokoan hanya menunggu pelanggan setia mereka yang entah kapan datang. Menua dan sepi tergerus zaman. (Yoga)
DIVIDEN JUMBO PELECUT BURSA
Sejumlah emiten BUMN menggelontorkan dividen jumbo tahun buku 2023 di tengah upaya menghadapi penurunan kinerja indeks saham pelat merah sepanjang tahun berjalan serta dampak sell in May. Kedua fenomena ini telah menekan pasar saham domestik. Sejak awal tahun sampai sekarang (year-to-date/YtD), koreksi indeks harga saham gabungan (IHSG) tercatat 2,53%. Di tengah koreksi tersebut, kinerja indeks saham BUMN pilihan atau IDXBUMN20 turun lebih dalam hingga 7,39% (YtD). Adapun, tekanan dari ‘sell in May and go away’ biasanya memicu aksi jual yang dikhawatirkan dapat memberikan dampak kurang menggembirakan pada performa saham-saham BUMN.
Berdasarkan siklus pasar saham selama 3 tahun terakhir, kinerja indeks pada Mei selalu mengalami koreksi seperti pada Mei 2023 melemah 4,08%. Selanjutnya, pada Mei 2022 melemah 1,11%, dan pada 2021 terkoreksi 0,8%. Adapun, kinerja IHSG sepanjang Mei 2024 sudah terkoreksi 0,02%. Oleh karena itu, gelontoran dividen BUMN besar-besaran diharapkan dapat menjadi katalis positif yang mendorong perbaikan kinerja indeks ke depan. Berdasarkan data yang dihimpun Bisnis, sebanyak 11 dari 20 konstituen indeks BUMN 20 memutuskan untuk membagi dividen dari laba bersih 2023. Bagi-bagi dividen gemuk dalam waktu dekat setidaknya akan datang dari ANTM, PTBA, JSMR yang menggelontorkan dividen secara berurutan Rp3,07 triliun, Rp4,57 triliun, dan 274,8 miliar. Toto Pranoto, Associate Director BUMN Research Group Lembaga Management Fakultas Ekonomi Bisnis Universitas Indonesia (UI), mengatakan dividen yang dibagikan emiten BUMN memberikan sinyal bahwa kinerja pelat merah masih di jalur positif.
Di sisi lain, beberapa sektor akan menjadi pemberat indeks saham BUMN. Sebut saja sektor BUMN karya dan perusahaan pelat merah penghasil komoditas mineral dan batu bara, yang mengalami tren menurun akibat moderasi harga komoditas. Emiten anak usaha Pertamina, PT Pertamina Geothermal Energy Tbk. (PGEO) bakal menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) pada akhir Mei 2024, tepatnya pada Selasa (28/5). Emiten gas bumi ini pun menjanjikan rasio dividen meningkat. Direktur Keuangan PGEO Yurizki Rio mengatakan, dividend payout ratio (DPR) yang dibagikan perseroan akan meningkat dibandingkan dengan tahun sebelumnya. “Intinya, rasio kami dibandingkan dengan post-IPO naik dividend payout ratio-nya,” tuturnya. Pembagian dividen PGEO berdasarkan laba bersih periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada entitas induk sebesar US$163,59 juta, atau setara dengan Rp2,53 triliun sepanjang 2023. Angka tersebut naik 28,47% secara year-on-year (YoY) dibandingkan dengan 2022 sebesar US$127,34 juta.
Sementara itu, emiten grup holding tambang, PT Aneka Tambang Tbk. (ANTM) memastikan rasio pembayaran dividen yang mencapai 100% dari laba bersih 2023, tidak akan mengusik rencana investasi perusahaan pada tahun ini. Direktur Pengembangan Usaha Aneka Tambang I Dewa Wirantaya menyatakan pembagian dividen dari seluruh laba bersih 2023 tidak akan mengganggu rencana investasi perusahaan sepanjang tahun ini. Pada 2024, Antam mengalokasikan Rp4,5 triliun untuk investasi organik dan anorganik. Dihubungi terpisah, Tim Riset Kiwoom Sekuritas Miftahul Khaer menuturkan deretan saham BUMN saat ini masih cukup tergerus oleh maraknya sentiment negatif di pasar saham.
Menanti Tuah Dividen dan IPO Jumbo
Performa indeks harga saham gabungan atau IHSG dalam sepekan relatif memble. Tidak banyak katalis positif yang merangsang pergerakan indeks komposit. Padahal, aksi korporasi yang digelar emiten sejak awal pekan terpantau ramai. Ada dua penawaran perdana saham ke publik (initial public offering/IPO) yang dicatatkan oleh PT Remala Abadi Tbk. (DATA) pada Selasa (7/5) dan PT Xolare RCR Energy Tbk. (SOLA) yang digelar Rabu (8/5). Kedua saham anyar itu dicatatkan di papan pengembangan. Memang, tidak banyak dana yang diangkut dari lantai bursa. DATA, misalnya, hanya meraup Rp51,7 miliar dari 275 juta saham yang diterbitkan. Itu merepresentasikan 20% saham yang ditempatkan dan disetor penuh setelah IPO.
Menariknya, kedua saham IPO itu melejit di hari perdana pencatatannya di Bursa Efek Indonesia. Penggiat pasar dan investor sepertinya menaruh prospek yang baik terhadap DATA dan SOLA kendati tergolong saham-saham medioker.
Kami mencatat ada 15 emiten yang menjadwalkan cum dividen pada pekan ini. Tiga di antaranya bakal membagikan dividen yang relatif besar. Pertama, PT Prima Andalan Mandiri Tbk. (MCOL) telah mengunci daftar pemegang sahamnya di pasar regular dan negosiasi pada Selasa (7/5) lalu.
Emiten kedua yang pekan ini menyampaikan tenggat cum dividen yakni PT Astra Otoparts Tbk. (AUTO).
PT Asuransi Tugu Pratama Indonesia Tbk. (TUGU) menjadi emiten ketiga yang terpantau bakal cukup besar membagikan dividen dengan cum date terjadwal pekan ini.
ASII akan membayarkan dividen tunai senilai Rp17,04 triliun atau setara Rp421 per lembar untuk investor yang memiliki saham perusahaan sampai dengan Senin (13/5) di pasar reguler dan negosiasi. Adapun, TLKM juga bakal membagikan dividen senilai total Rp17,68 triliun dari laba tahun buku 2023.
Merger Tokped-Tiktok, Siapa Untung?
Merger antara PT Tokopedia dengan Tiktok dinyatakan telah tuntas oleh Kementerian Perdagangan (Kemendag). Konsolidasi antara Tiktok dengan Tokopedia diharapkan akan memberikan manfaat dan menguntungkan bagi pelaku UMKM lokal. Namun, apakah upaya pemerintah sudah cukup untuk menjaga kepentingan pengusaha UMKM di dalam negeri? Sejalan dengan kembali beroperasinya Tiktok Shop, para konsumen di Indonesia dapat mengakses berbagai macam produk dan jasa, baik produk UMKM lokal maupun produk impor yang didistribusikan oleh reseller lokal. Seiring dengan perubahan selera pasar dalam negeri dan semakin luasnya jumlah audience pengguna e-commerce, tak mudah bagi produsen UMKM lokal untuk beradaptasi dengan perubahan perilaku konsumen tersebut. Sependapat dengan Ajay Tawde, Head of Experience Ogilvy untuk Indonesia, ada kekhawatiran terjadinya ketimpangan kapasitas produksi antara pelaku bisnis besar dan produsen lokal (Campaign Asia, 2024).
Oleh karena itu, Tiktok dan Tokopedia perlu bertanggung jawab memastikan terjadinya persaingan yang adil bagi seluruh pelaku bisnis, dari kapasitas kecil hingga besar. Ada beberapa hal yang sepatutnya menjadi perhatian pemerintah dalam menyikapi beroperasinya Tiktok Shop di Indonesia. Pertama, perlu memahami bahwa integrasi antara e-commerce dan sosial media merupakan tren yang tidak bisa dihindarkan. Kedua, perlu strategi cermat untuk menyikapi penggunaan data pribadi konsumen oleh pemilik sistem platform. Keberadaan Tiktok Shop di Indonesia dikhawatirkan menyebabkan perusahaan asing dapat melacak data pasar dan konsumen di Indonesia, di mana pihak asing dapat mematok harga produk yang lebih murah sehingga dapat merugikan pasar dan pelaku bisnis di dalam negeri.
Di satu sisi, data dan informasi tentang preferensi pembeli serta dinamika kondisi pasar justru merupakan kunci untuk mengupayakan proses digitalisasi kegiatan ekonomi. Tanpa adanya big data, pelaku usaha tidak dapat menganalisis dan membuat keputusan bisnis yang tepat.
PASAR SBN : Aliran Keluar Modal Asing Mencapai Rp46,61 Triliun
Bank Indonesia (BI) mencatat aliran keluar modal asing di pasar Surat Berharga Negara (SBN) telah mencapai Rp46,61 triliun hingga 7 Mei 2024. “Selama tahun 2024, berdasarkan data settlement sampai dengan 7 Mei 2024, nonresiden jual neto Rp46,61 triliun di pasar SBN,” kata Direktur Departemen Komunikasi BI Fadjar Majardi dalam keterangan resmi, dikutip Jumat (10/5). Aliran modal asing yang masuk ke pasar saham tercatat sebesar Rp3,83 triliun hingga 7 Mei 2024. Sementara itu, infl ow di SRBI lebih tinggi, mencapai Rp31,43 triliun. Adapun, khusus pada pekan kedua Mei 2024, Fadjar menyampaikan terjadi aliran masuk modal asing sebesar Rp4,04 triliun. Perinciannya, pembelian SBN oleh nonresiden di pasar keuangan domestik sebesar Rp2,36 triliun pada 6—7 Mei 2024.
Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo sebelumnya menyampaikan bahwa kembali masuknya aliran modal asing di pasar keuangan domestik, salah satunya didorong oleh kenaikan suku bunga acuan atau BI-Rate sebesar 25 basis poin menjadi 6,25% pada April lalu. Pada perkembangan lain, Indonesia dan Uni Emirat Arab (UEA) menyepakati kerja sama penggunaan mata uang lokal masing-masing negara dalam transaksi perdagangan antara kedua negara. Kesepakatan ini ditandai dengan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) oleh Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo dan Gubernur Bank Sentral UEA Khaled Mohamed Balama.
AKSI KORPORASI : Peleburan BUMN Karya Ditargetkan Tuntas Kuartal III
Kementerian BUMN menargetkan penggabungan tujuh BUMN Karya menjadi tiga perusahaan bisa rampung pada September 2024. Penggabungan tersebut membuat perusahaan-perusahaan konstruksi pelat merah berjalan sesuai spesialisasinya. Tujuh BUMN itu adalah PT Adhi Karya (Persero) Tbk. (ADHI), PT Waskita Karya (Persero) Tbk. (WSKT), PT PP (Persero) Tbk. (PTPP), PT Wijaya Karya (Persero) Tbk. (WIKA), PT Hutama Karya (Persero), PT Brantas Abipraya (Persero), dan PT Nindya Karya (Persero). Rencananya, ADHI akan menjadi induk holding bagi Brantas dan Nindya, sementara Waskita akan bergabung ke Hutama Karya. Adapun PTPP dipasangkan dengan WIKA. “September, kita tunggu saja. Itu sudah semua. Mudah-mudahan semua BUMN Karya,” ujar Staf Khusus Menteri BUMN Arya Mahendra Sinulingga di Jakarta, Selasa (7/5). Selain jalan tol, berdasarkan paparan Kementerian BUMN dalam rapat dengan Komisi VI DPR beberapa waktu lalu, kedua perusahaan tersebut juga diarahkan untuk menggarap proyek nontol, institutional building, hingga residensial komersial. Sementara itu, WIKA dan PTPP fokus menggarap pelabuhan laut, bandara udara, EPC, serta residensial.
Adapun ADHI, Nindya Karya, dan Brantas Abipraya memegang spesialisasi konstruksi di sektor air, kereta, rel, dan beberapa sektor lainnya.
Dalam kesempatan sebelumnya, Sekretaris Perusahaan WIKA Mahendra Vijaya menyampaikan bahwa perseroan telah mempersiapkan sejumlah hal guna menyambut instruksi Kementerian BUMN terkait rencana peleburan tersebut.
Sementara itu, Direktur Utama ADHI Entus Asnawi Mukhson menyatakan telah menerima surat persiapan dari Erick Thohir perihal rencana pembentukan holding BUMN Karya. Entus menjelaskan bahwa saat ini perseroan sedang menghitung valuasi perusahaan secara mandiri, tanpa melibatkan Brantas Abipraya dan Nindya Karya.
Di sisi lain, Sekretaris Perusahaan PTPP Bakhtiyar Efendi menuturkan Kementerian BUMN telah melakukan kajian penggabungan antara PTPP dengan WIKA. Proses ini pun diperkirakan sudah menuai hasil.









