DIVESTASI SAHAM : SIASAT AMANKAN FREEPORT
Pemerintah menyiapkan siasat agar bisa menekan biaya yang harus dikeluarkan untuk mendapatkan tambahan 10% saham PT Freeport Indonesia sebagai salah satu syarat perpanjangan izin operasi perusahaan tambang tembaga terintegrasi tersebut.n Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memastikan ada skema yang memungkinkan pemerintah melalui PT Mineral Industri Indonesia (Persero) atau MIND ID bisa mendapatkan tambahan 10% saham Freeport Indonesia dengan biaya lebih rendah, bahkan gratis. Skema tersebut pun disiapkan agar arus kas MIND ID sebagai badan usaha milik negara (BUMN) holding pertambangan tidak terbebani. Pasalnya, perseroan juga baru saja mengambil alih 14% saham PT Vale Indonesia Tbk. (INCO). “Jadi, tidak keluar uang lagi nanti MIND. Ada mekanismenya untuk mendapat tambahan share,” kata Menteri ESDM Arifin Tasrif akhir pekan lalu. Arifin hanya memastikan pemerintah bakal memberikan perpanjangan izin usaha pertambangan khusus (IUPK) kepada Freeport Indonesia hingga masa usia cadangan di wilayah kerjanya saat ini habis. Hal tersebut dilakukan untuk memberikan kepastian kepada perusahaan yang telah mengeluarkan dana cukup besar untuk membangun smelter tembaga.
Untuk diketahui, ketentuan perpanjangan kontrak tambang untuk Freeport Indonesia diakomodasi dalam Pasal 195B ayat (2) Peraturan Pemerintah (PP) No. 25/2024, yang menyebutkan bahwa perpanjangan diberikan selama ketersediaan cadangan dan dilakukan evaluasi setiap 10 tahun. Adapun, pemegang IUPK yang berpeluang mendapatkan perpanjangan seumur cadangan tambang tersebut harus memenuhi sejumlah kriteria. Berdasarkan beleid itu, terdapat enam kriteria yang harus dipenuhi. Pertama, pemegang IUPK harus memiliki fasilitas pengolahan dan/atau pemurnian terintegrasi dalam negeri. Kedua, memiliki ketersediaan cadangan untuk memenuhi kebutuhan operasional fasilitas pengolahan dan/atau pemurnian. Ketiga, sahamnya telah dimiliki paling sedikit 51% oleh peserta Indonesia. Keempat, telah melakukan perjanjian jual beli saham baru yang tidak dapat terdilusi sebesar paling sedikit 10% dari total jumlah kepemilikan saham kepada BUMN. Kelima, mempertimbangkan upaya peningkatan penerimaan negara. Keenam, memiliki komitmen investasi baru paling sedikit dalam bentuk kegiatan eksplorasi lanjutan, dan peningkatan kapasitas fasilitas pemurnian yang telah disetujui oleh menteri. Di tempat terpisah, Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal menegaskan bahwa pelibatan pelaku usaha lokal menjadi salah satu syarat dalam proses perpanjangan IUPK Freeport Indonesia nantinya, selain divestasi 10% sahamnya kepada MIND ID, dan membangun smelter di Papua.
Bahlil juga menjelaskan bahwa pihaknya tidak ingin ambil pusing dengan siapa yang akan menjadi pengendali Freeport Indonesia kelak. Dirinya hanya fokus agar keberadaan perusahaan tersebut bisa memberikan kontribusi yang optimal kepada negara dan masyarakat. “Sekarang sudah milik Indonesia, sudah 51%. Siapa yang mengerjakan itu penting, tapi jauh lebih penting pendapatan yang masuk ke negara,” katanya. Menurutnya, pemerintah bakal mengambil opsi yang paling optimal untuk negara. Dia mencontohkan, pemerintah bakal memilih agar Freeport Indonesia dikelola oleh McMoRan yang bisa menghasilkan 12 dibandingkan dengan lokal yang hanya 10. “Kalau pilihannya dikelola oleh orang Indonesia tapi pendapatannya di bawah dari kelolaan asing, kami cari pendapatan yang bagus. Apalagi, saat ini sekitar 96% pegawai di sana juga adalah tenaga kerja Indonesia,” ucapnya. Sementara itu, Freeport Indonesia langsung menindaklanjuti aturan soal percepatan pengajuan perpanjangan IUPK. Setelah dimungkinkan oleh aturan baru yang dikeluarkan pemerintah. “Terkait terbitnya PP No. 25/2024, kami segera susun perencanaan langkah-langkah selanjutnya,” kata EVP External Affairs PT Freeport Indonesia Agung Laksamana saat dihubungi beberapa waktu lalu. Rizal Kasli, Ketua Umum Perhimpunan Ahli Pertambangan Indonesia (Perhapi), menilai bertambahnya saham Indonesia di Freeport Indonesia akan berdampak positif bagi pemerintah, termasuk program penghiliran tambang mineral.
EMITEN PERDAGANGAN RITEL : ZONE Incar Rp845 Miliar
Emiten milik Hermanto Tanoko, PT Mega Perintis Tbk. (ZONE) membidik pendapatan sepanjang tahun ini bisa menembus Rp845 miliar atau meningkat 15% dibandingkan dengan 2023. Direktur Mega Perintis Luki Rusli menjelaskan perusahaan membidik pertumbuhan kinerja keuangan baik pendapatan maupun laba bersih sebesar 15% pada tahun ini. Menurutnya, ZONE menargetkan top line sebesar Rp845 miliar dan bottom line laba bersih sebesar Rp55 miliar sepanjang 2024. Untuk bisa mencapai target tersebut, imbuhnya, ZONE menganggarkan belanja modal atau capital expenditure (capex) sebesar Rp22 miliar yang akan digunakan pembukaan gerai baru dan revitalisasi toko yang telah ada. Pembukaan toko baru akan menggunakan belanja modal yang telah dianggarkan perseroan.
Sepanjang 2024, ZONE fokus pada penjualan luringbaik daring, melalui situs Manzone. Selain itu, penjualan melalui beberapa lokapasar seperti Shopee, Tokopedia, Zalora, Lazada dan Blibli.
Penjualan pada 2023 tersebut ditopang oleh penjualan pakaian sebesar Rp681,03 miliar dan penjualan aksesoris tercatat sebesar Rp54,42 miliar. Akan tetapi, laba bersih yang dapat diatribusikan ke pemilik entitas induk tercatat sebesar Rp46,97 miliar. Laba tersebut lebih rendah dibandingkan dengan periode tahun lalu sebesar Rp72,93 miliar.
Dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST), pemegang saham pun menyetujui penggunaan dana sebesar Rp100 juta sebagai dana cadangan umum. Dari sisi pergerakan harga sahamnya, Bloomberg mencatat bahwa ZONE terakhir ditutup pada Rp1.090 per saham. Sepanjang tahun 2024, harga saham ZONE terkoreksi 1,8%.
Perayaan Idul Adha di Asia Tenggara Serentak
Mayoritas Muslim di Asia Tenggara akan merayakan Idul Adha pada 17 Juni 2024. Sementara di Arab Saudi, rencana pergerakan jemaah terus dimatangkan. Waktu Idul Adha di Indonesia, bersama Malaysia, Singapura, dan Brunei Darussalam, serentak pada 17 Juni 2024. Keputusan Pemerintah Indonesia sama antara lain dengan Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) dan Pengurus Pusat Muhammadiyah. Hasil Sidang Isbat Awal Zulhijah 1445 yang disampaikan Wakil Menag RI Saiful Rahmat Dasuki, di Jakarta, Jumat (7/6) malam, menetapkan 1 Zulhijah 1445 Hijriah jatuh pada Sabtu (8/6). Dengan demikian, Idul Adha 10 Zulhijah 1445 H akan berlangsung pada Senin (17/6).
Ketetapan Indonesia diambil berdasarkan hasil hisab kemungkinan terlihatnya hilal dengan kriteria baru Menag Brunei Darussalam, Indonesia, Malaysia, dan Singapura (MABIMS). Artinya Idul Adha di mayoritas Asia Tenggara berbeda dari Timur Tengah. Laporan Proyek Pengamatan Hilal Global (ICOP) Pusat Astronomi Internasional (IAC) yang berpusat di Abu Dhabi, UEA, menyebut ada 20 negara merayakan Idul Adha pada Minggu, umumnya negara-negara Arab, baik di Jazirah Arab maupun Afrika. Negara itu adalah Arab Saudi, Aljazair, Bahrain, Djibouti, Irak, Kuwait, Lebanon, Libya, Mesir, Palestina, Qatar, Somalia, Sudan, Suriah,Tunisia, Uni Emirat Arab, Yaman, dan Jordania. Nigeria dan Turki juga merayakan Idul Adha pada 16 Juni 2024. (Yoga)
Kisah Keluarga Miskin Mencetak Sarjana
Lewat perjuangan amat keras, sejumlah keluarga miskin berhasil mencetak anak mereka menjadi sarjana, bahkan profesor. Sumirah (85) duduk di teras rumah bergaya arsitektur Jawa di Dusun Pengkol, Kulon Progo, Yogyakarta, Kamis (6/6). ”Rekoso tenan pokoke anak-anakku (pokoknya susah sekali anak-anakku),” kata Sumirah dalam bahasa Jawa mengenang masa-masa sulit saat membesarkan kelima anaknya, termasuk menjadikan anak keempatnya, Sarjiya, sebagai sarjana. Kini, Sarjiya bahkan telah menjadi profesor di Fakultas Teknik UGM sejak 1 Februari 2024. Dulu, keluarga Sumirah sangat miskin. Ia mencari nafkah sebagai pedagang gula jawa. Subuh-subuh dia berangkat dari rumahnya dengan bus ke Kota Yogyakarta membawa 60 kg gula jawa. Di kota itu, ia berjalan kaki dari pasar ke pasar sampai sore.
Suaminya, Tukijan, yang kini sudah almarhum, bekerja serabutan, mulai dari berjualan kerupuk keliling, menderes kelapa, sampai menjadi buruh tobong atau perajin gamping. Meski bekerja amat keras dari pagi sampai malam, pendapatan mereka tak seberapa. Bahkan, untuk makan sehari-hari saja tak cukup, apalagi membiayai pendidikan. Anak pertama dan kedua, Legiyanti serta Leginah, terpaksa putus SD karena tak ada biaya. Anak ketiga, Senen, memutuskan sekolah hanya sampai lulus SD agar adiknya, Sarjiya, bisa melanjutkan ke SMP Brosot. Sumirah dan keluarga menyadari keinginan Sarjiya sekolah demi mengangkat derajat keluarga sangat tinggi.
Maka, Sumirah dan suami setuju membiayai Sarjiya bersekolah di SMAN 1 Teladan Yogyakarta. Satu keluarga akhirnya bergotong royong dan bekerja mati-matian demi menjadikan Sarjiya sarjana. Uang kuliah Sarjiya setengahnya berasal dari hasil nggaduh sapi atau merawat ternak orang lain. Ayah, ibu, beserta anak-anak perempuan bekerja sebagai pembantu atau buruh agar bisa menutupi kebutuhan Sarjiya. Tanah warisan siap dijual kalau uang tidak cukup. Kerja keras itu berakhir manis. Sarjiya tidak hanya lulus S-1, tetapi juga S-2 dan S-3. Bahkan, Sarjiya berhasil menjadi guru besar. Masih banyak keluarga miskin lain yang berjuang mati-matian menjadikan salah seorang anak mereka sebagai sarjana di tengah tekanan biaya hidup dan uang kuliah yang membubung tinggi. Mereka tengah merangkak dari dasar lubang dan mungkin kelak bersinar di puncak kesuksesan. (Yoga)
Penegasan Komitmen untuk Papua di Kunjungan Keenam Wapres Ma’ruf Amin
Kebahagiaan tak bisa disembunyikan dari raut wajah Yohana Marini saat bertemu Wapres Ma’ruf Amin, Kamis (6/6) petang. Harapan Yohana dan para warga Kampung Nelayan Malawei, Distrik Manoi, Kota Sorong, Papua Barat Daya, untuk memiliki rumah yang layak huni akhirnya terkabul. Dari 350 rumah yang dijanjikan pada 2019 silam untuk dibangun, baru 40 unit yang terbangun hingga 2021. Wapres Amin menjanjikan sisa rumah nelayan sebanyak 310 unit akan segera dibangun pada 2025. Bahkan, ukuran rumah akan diperluas dari sebelumnya 36 meter persegi menjadi 45 meter persegi, sesuai aspirasi warga yang membutuhkan area dapur untuk memasak.
Kedatangan Wapres ke Kampung Nelayan Malawai, Sorong, merupakan salah satu rangkaian kunjungan kerja di Papua. Selama lima hari sejak Senin-Jumat (3-7/6), Wapres berkunjung ke tiga daerah otonom baru (DOB) di Papua. Saat di Merauke, Papua Selatan, Wapres Amin berdialog dengan pemda dan tokoh masyarakat setempat dan pencanangan pembangunan sentra Pemprov Papua Selatan. Di Wamena, Papua Pegunungan, Wapres mencanangkan program strategis nasional. Di Papua Barat Daya, Wapres menyerahkan beasiswa kepada calon guru, mengukuhkan Komite Daerah Ekonomi dan Keuangan Syariah, serta meluncurkan Rencana Induk Percepatan Pembangunan Papua (RIPPP) dan Sistem Informasi Percepatan Pembangunan Papua (SIPPP).
Kunjungan ke Papua ini merupakan kunjungan ke enam Wapres Amin sejak dilantik pada 2019. Sebagai Ketua Badan Pengarah Percepatan Pembangunan Otonomi Khusus Papua (BP3OKP), Wapres ingin memastikan program untuk kesejahteraan orang asli Papua (OAP) terlaksana. Terlebih saat ini era otonomi khusus (otsus) Papua memasuki jilid kedua setelah pengesahan UU No 2 Tahun 2021 tentang Otsus Papua. Amin menegaskan, pemerintah berkomitmen mempercepat pembangunan di Papua, termasuk empat DOB di Papua. Untuk itu, pemerintah akan terus menyiapkan infrastruktur pendukung pemerintahan berikut ASN di empat DOB. Kemudian, penyiapan infrastruktur dan program untuk mencapai tujuan Papua Cerdas, Papua Sehat, dan Papua Produktif. (Yoga)
Kapal Tak Bisa Sembarangan Lepas Jangkar
Kapal-kapal wisata kini tidak bisa melepas jangkar secara sembarangan di perairan Raja Ampat, Papua Barat Daya. Fasilitas mooring diaktifkan guna mencegah kerusakan terumbu karang di kawasan konservasi tersebut. Sistem mooring atau fasilitas tambat untuk kapal resmi beroperasi pada peringatan Hari Laut Se- dunia di Kabupaten Raja Ampat, Sabtu (8/6). Hadirnya fasilitas ini mengatur kapal wisata agar tak sembarangan melepas jangkar dan menyebabkan kerusakan terumbu karang. Kapal MV Aldo yang dinakhodai Kapten Yosina Padwa menjadi kapal pertama yang menambatkan tali di alat mooring yang terpasang di perairan Pulau Mioskun pada Sabtu siang. Kapal ini berukuran 28 gros ton (GT).
Pemasangan tali tambat di mooring disaksikan langsung wakil dari Pemprov Papua Barat Daya, Divisi Navigasi Sorong, Kantor Unit Penyelenggara Pelabuhan Raja Ampat, Pemkab Raja Ampat, dan Konservasi Indonesia dari Kapal Navigasi (KN) Yefyus. Selain di Pulau Mioskun, terdapat alat tambat kapal di perairan Pulau Friwen. Jarak kedua alat tersebut 1,85 km. Kadis Pertanian, Pangan, Perikanan, dan Kelautan Provinsi Papua Barat Daya Absalom Salossa di KN Yefyus mengatakan, pemasangan alat tambat kapal untuk berlabuh di Friwen dan Mioskun difokuskan untuk kapal yang membawa wisatawan. Upaya ini untuk mencegah kapal wisata melepaskan jangkar sembarangan hingga merusak terumbu karang.
Mooring digunakan demi pengelolaan pariwisata yang berkelanjutan di Raja Ampat. Sebab, pariwisata dianalogikan sebagai piring makan atau sumber penghasilan masyarakat Raja Ampat. Di Mioskun, alat dipasang pada kedalaman 44 meter, sementara di Friwen pada kedalaman 48 meter. Penyediaan fasilitas ini merupakan kolaborasi antara Konservasi Indonesia bersama Pemprov Papua Barat Daya serta Pemkab Raja Ampat. Pendanaan pemasangan mooring oleh lembaga Global Fund for Coral Reefs. ”Raja Ampat adalah jantung segitiga karang dunia dengan luas kawasan konservasi di bawah pengawasan kami mencapai 1,6 juta hektar. Bertepatan dengan Hari Laut Sedunia, fasilitas tambat labuh kapal resmi beroperasi demi melindungiterumbu karang di Raja Ampat,” kata Absalom. (Yoga)
Jaket! Rata! Gelegar ”Thrifting” Tetap Menyala di Pasar Senen
Jaket! Rata! Teriak laki-laki berkaus oblong bercelana jins belel itu memekakkan telinga. Teriakan yang terus diulang tersebut sekaligus aba-aba untuk memulai perburuan mencari baju bekas pakai. Ingat saja untuk selalu sabar, teliti, waspada, tetapi tetap santai, demi menemukan barang sesuai minat di antara lautan pakaian bekas, itu ilmu dasar berburu pakaian bekas di Lantai 2 Pasar Senen Blok III, Jakarta Pusat, itu. Pengumuman petugas dari pengeras suara berulang kali meminta kewaspadaan pengunjung terhadap copet yang menyaru sebagai sesama pembeli. Para pemilik dan penjaga kios berupaya mempermudah calon pembeli dengan mengatur barang dagangan sesuai kategori. Ada yang memisahkan jaket laki-laki dan perempuan, hoodie, kaus, rok, dan lainnya.
Ada pula kios-kios yang secara khusus menjual satu jenis barang, seperti hanya memajang aneka jas, sepatu, tas, atau pakaian dalam. Pembeli tidak perlu pusing tawar-menawar dengan pedagang. Penjaga kios dengan lantang berkata, ”Rata!” yang artinya semua barang di kios itu dijual dengan harga sama. Biasa dijumpai tulisan pada sesobek kertas atau kardus yang menginformasikan harga jual di setiap kios. Tak ketinggalan pesan tertulis ”Nawar Dosa”, ”Jangan ditawar. Dosa!”, ”Murah. Jangan Ditawar”, atau ”Kalau nawar gua cekek”. Disinilah seninya berbelanja di Pasar Senen Blok III. Alih-alih merasa terintimidasi, pengunjung harus tetap tenang dan fokus dengan tujuannya di tengah hawa yang panas.
Jika beruntung, bisa mendapat barang baru, tapi lama yang masih ada price tag dari toko di negeri asalnya. Tinggal telaten mencari dan bertanya. Nanti juga menemukan yang diidamkan meski tak menjamin selalu tersedia ukuran yang pas. Harga per helai pakaian paling murah Rp 10.000. Hoodie dan jaket dijual mulai Rp 50.000. Jaket untuk musim dingin dan kegiatan luar ruang paling murah Rp 150.000. Ada North Face, Salomon, Patagonia, dan merek ternama lain yang produknya dalam kondisi sangat baik. Pencinta tas kulit, sneakers, dan pernak-pernik pakaian lainnya juga berpeluang besar menemukan apa yang dicari.
Aktivitas di Blok III Pasar Senen menunjukkan jual beli pakaian bekas impor tak pernah mati. Kondisi yang tak terbayangkan, mengingat gencarnya penertiban impor pakaian bekas tahun lalu. Penertiban kala itu menjalankan Permendag No 40 Tahun 2022 tentang Barang Dilarang Ekspor dan Barang Dilarang Impor, demi melindungi pelaku UMKM yang bergerak di bidang produk tekstil. Pada 2023 itu, perekonomian beranjak pulih setelah pandemi Covid-19 mereda. Impor baju bekas dan penjualannya di berbagai kota di Indonesia meningkat, mencapai 26,2 ton pada 2022. Di sisi lain, nge-thrift makin menjadi gaya hidup kekinian, yaitu frugal atau hemat dan ramah lingkungan. Selain murah, membeli pakaian seken berarti menjalankan prinsip 3R (reduce, reuse, recycle). Saat ekonomi tak menentu seperti sekarang, baju seken bisa semakin menjadi pilihan. (Yoga)
Harga Mahal Batik Pewarna Alam
Pekerja terlihat sedang merendam kain batik dalam proses pewarnaan dengan pewarna alami di Sentra Batik Gunungpati, Kota Semarang, Jawa Tengah, Sabtu (8/6/2024). Penggunaan bahan alami memberi nilai tambah batik tulis. Batik tulis dengan warna alami ini dijual dari ratusan ribu hingga belasan juta rupiah. Bahan alami yang digunakan, antara lain, jalawe, tingi, secang, tegeran, jambal, mahoni, dan ketapang. (Yoga)
Pencurian Kopi di Gayo Meresahkan Warga
Pencurian kopi milik petani dan pedagang di dataran tinggi Gayo, Kabupaten Bener Meriah dan Aceh Tengah, Aceh, menimbulkan kegelisahan publik. Persoalan sosial dan ekonomi dinilai menjadi pemicunya. Reje atau Kades Paya Tumpi Baru, Takengon, Aceh Tengah, Idrus Saputra.pada Sabtu (8/6) menuturkan, pencurian kopi membuat warga gelisah. Sebab, kopi merupakan sumber penghidupan warga setempat. Idrus pernah menjadi korban pencurian. Pada 25 Mei 2024, sekitar 100 kg kopi miliknya yang disimpan di halaman raib digondol maling. Beberapa warga di desa itu mengalami kejadian serupa. ”Harga kopi sedang mahal, penjualan kopi juga mudah,” kata Idrus. Menurut Idrus, beberapa warganya juga mengalami peristiwa yang sama. Kopi yang disimpan di pekarangan rumah dicuri. Bahkan, beberapa petani kehilangan kopi di kebun. Buah kopi yang sudah masak dipetik pencuri.
Petani melaporkan kejadian tersebut ke pihak kepolisian. Sementara di Desa Paya Tumpi, warga telah sepakat untuk memasang kamera pemantau (CCTV). Bener Meriah dan Aceh Tengah merupakan sentra produksi kopi gayo. Sebagian besar warga di dua kabupaten itu bergantung hidup dari kopi. Kopi gayo jenis arabika umumnya diekspor ke luar negeri, sedangkan robusta banyak dipasarkan di dalam negeri. Ilham, warga Desa Kebet, Kecamatan Bebesan, Aceh Tengah, juga pernah kehilangan 60 kg kopi yang sedang dijemur di pekarangan rumah. Pencuri terekam di kamera pemantau. Namun, sang pencuri tidak tertangkap hingga kini. Harga kopi arabika gayo biji hijau (green bean) di tingkat petani mencapai Rp 90.000 per kg, sedang jenis robusta harganya Rp 60.000 per kg di tingkat petani di daerah itu. Hingga kini, harga kopi gayo di pasar dunia termasuk yang paling tinggi. (Yoga)
Jalan ”Ngenes” Berakhir Sukses
Soimah Pancawati (44) anak kelima dari enam bersaudara, masa kecilnya di tengah keluarga nelayan serba susah di Pati, Jateng. ”Lucu dan ngenes karena kekurangan, sampai pakaian dalampun harus berebut dengan tiga kakak perempuan saya,” ujarnya. Ia tak menyangka mampu melaluinya dan sekarang sukses sebagai penyanyi di dunia seni dan hiburan. Perjuangan Soimah berawal dari ekonomi keluarga yang serba mepet serta gemblengan ibu yang galak. ”Kami semua harus membantu ibu membersihkan ikan yang dibeli dari pelelangan, lalu ada yang dipindang, diasap, dan dijemur menjadi ikan asin,” ujar Soimah di Jakarta, Selasa (4/6). Selain mengolah ikan, Soimah dan kakak-kakaknya harus mengerjakan rentetan pekerjaan berat lainnya.
Ketika SMP, Soimah menyadari hidupnya berbeda dibanding teman-temannya. Tidak ada namanya dunia bermain. Di tengah kepenatan itu, menari adalah kegemaran Soimah di masa kanak-kanak hingga remaja. Ia sering tampil sambatan atau pentas tanpa bayaran untuk berbagai perhelatan di desa. ”Gusti ora sare, Tuhan tidak tidur. Menari mengantar saya masuk SMKI (sekolah menengah karawitan Indonesia) di Yogyakarta periode 1995-1998. Semula saya ingin masuk jurusan menari, tetapi penuh,” ujarnya. Ibu Soimah dari dulu sudah mendorongnya untuk aktif di dunia seni dan hiburan. Ketika sudah lulus SMKI dan menetap di Yogyakarta, Soimah mengaku pada Ibunya, dia sudah beberapa kali tampil di TVRI Yogyakarta.
Tidak puas, ibunya meminta Soimah pentas ditelevisi Jakarta yang siarannya bisa menjangkau Pati. Kiprah Soimah makin bersinar setelah sempat mengikuti dalang terkenal dan menjadi sinden di Yogyakarta. Soimah pernah juga aktif di kelompok Jogja Hip Hop Foundation. Keinginan ibunya agar Soimah terus tampil di siaran televisi nasional di Jakarta, diwujudkan sejak 2009 sampai sekarang.Selain Soimah, banyak pula artis dan penyanyi hingga dosen dan pengusaha dengan masa kecil yang “ngenes” hingga akhirnya menjadi sukses, seperti Tantri Kotak atau Tantri Syalindri, vokalis band Kotak, Mereka tidak hanya berhasil menggapai mimpi untuk sukses, tetapi juga bermakna untuk keluarga. (Yoga)









