;

Penegasan Komitmen untuk Papua di Kunjungan Keenam Wapres Ma’ruf Amin

Yoga 09 Jun 2024 Kompas

Kebahagiaan tak bisa disembunyikan dari raut wajah Yohana Marini saat bertemu Wapres Ma’ruf Amin, Kamis (6/6) petang. Harapan Yohana dan para warga Kampung Nelayan Malawei, Distrik Manoi, Kota Sorong, Papua Barat Daya, untuk memiliki rumah yang layak huni akhirnya terkabul. Dari 350 rumah yang dijanjikan pada 2019 silam untuk dibangun, baru 40 unit yang terbangun hingga 2021. Wapres Amin menjanjikan sisa rumah nelayan sebanyak 310 unit akan segera dibangun pada 2025. Bahkan, ukuran rumah akan diperluas dari sebelumnya 36 meter persegi menjadi 45 meter persegi, sesuai aspirasi warga yang membutuhkan area dapur untuk memasak.

Kedatangan Wapres ke Kampung Nelayan Malawai, Sorong, merupakan salah satu rangkaian kunjungan kerja di Papua. Selama lima hari sejak Senin-Jumat (3-7/6), Wapres berkunjung ke tiga daerah otonom baru (DOB) di Papua. Saat di Merauke, Papua Selatan, Wapres Amin berdialog dengan pemda dan tokoh masyarakat setempat dan pencanangan pembangunan sentra Pemprov Papua Selatan. Di Wamena, Papua Pegunungan, Wapres mencanangkan program strategis nasional. Di Papua Barat Daya, Wapres menyerahkan beasiswa kepada calon guru, mengukuhkan Komite Daerah Ekonomi dan Keuangan Syariah, serta meluncurkan Rencana Induk Percepatan Pembangunan Papua (RIPPP) dan Sistem Informasi Percepatan Pembangunan Papua (SIPPP).

Kunjungan ke Papua ini merupakan kunjungan ke enam Wapres Amin sejak dilantik pada 2019. Sebagai Ketua Badan Pengarah Percepatan Pembangunan Otonomi Khusus Papua (BP3OKP), Wapres ingin memastikan program untuk kesejahteraan orang asli Papua (OAP) terlaksana. Terlebih saat ini era otonomi khusus (otsus) Papua memasuki jilid kedua setelah pengesahan UU No 2 Tahun 2021 tentang Otsus Papua. Amin menegaskan, pemerintah berkomitmen mempercepat pembangunan di Papua, termasuk empat DOB di Papua. Untuk itu, pemerintah akan terus menyiapkan infrastruktur pendukung pemerintahan berikut ASN di empat DOB. Kemudian, penyiapan infrastruktur dan program untuk mencapai tujuan Papua Cerdas, Papua Sehat, dan Papua Produktif. (Yoga)


Kapal Tak Bisa Sembarangan Lepas Jangkar

Yoga 09 Jun 2024 Kompas

Kapal-kapal wisata kini tidak bisa melepas jangkar secara sembarangan di perairan Raja Ampat, Papua Barat Daya. Fasilitas mooring diaktifkan guna mencegah kerusakan terumbu karang di kawasan konservasi tersebut. Sistem mooring atau fasilitas tambat untuk kapal resmi beroperasi pada peringatan Hari Laut Se- dunia di Kabupaten Raja Ampat, Sabtu (8/6). Hadirnya fasilitas ini mengatur kapal wisata agar tak sembarangan melepas jangkar dan menyebabkan kerusakan terumbu karang. Kapal MV Aldo yang dinakhodai Kapten Yosina Padwa menjadi kapal pertama yang menambatkan tali di alat mooring yang terpasang di perairan Pulau Mioskun pada Sabtu siang. Kapal ini berukuran 28 gros ton (GT).

Pemasangan tali tambat di mooring disaksikan langsung wakil dari Pemprov Papua Barat Daya, Divisi Navigasi Sorong, Kantor Unit Penyelenggara Pelabuhan Raja Ampat, Pemkab Raja Ampat, dan Konservasi Indonesia dari Kapal Navigasi (KN) Yefyus. Selain di Pulau Mioskun, terdapat alat tambat kapal di perairan Pulau Friwen. Jarak kedua alat tersebut 1,85 km. Kadis Pertanian, Pangan, Perikanan, dan Kelautan Provinsi Papua Barat Daya Absalom Salossa di KN Yefyus mengatakan, pemasangan alat tambat kapal untuk berlabuh di Friwen dan Mioskun difokuskan untuk kapal yang membawa wisatawan. Upaya ini untuk mencegah kapal wisata melepaskan jangkar sembarangan hingga merusak terumbu karang.

Mooring digunakan demi pengelolaan pariwisata yang berkelanjutan di Raja Ampat. Sebab, pariwisata dianalogikan sebagai piring makan atau sumber penghasilan masyarakat Raja Ampat. Di Mioskun, alat dipasang pada kedalaman 44 meter, sementara di Friwen pada kedalaman 48 meter. Penyediaan fasilitas ini merupakan kolaborasi antara Konservasi Indonesia bersama Pemprov Papua Barat Daya serta Pemkab Raja Ampat. Pendanaan pemasangan mooring oleh lembaga Global Fund for Coral Reefs. ”Raja Ampat adalah jantung segitiga karang dunia dengan luas kawasan konservasi di bawah pengawasan kami mencapai 1,6 juta hektar. Bertepatan dengan Hari Laut Sedunia, fasilitas tambat labuh kapal resmi beroperasi demi melindungiterumbu karang di Raja Ampat,” kata Absalom. (Yoga)


Jaket! Rata! Gelegar ”Thrifting” Tetap Menyala di Pasar Senen

Yoga 09 Jun 2024 Kompas

Jaket! Rata! Teriak laki-laki berkaus oblong bercelana jins belel itu memekakkan telinga. Teriakan yang terus diulang tersebut sekaligus aba-aba untuk memulai perburuan mencari baju bekas pakai. Ingat saja untuk selalu sabar, teliti, waspada, tetapi tetap santai, demi menemukan barang sesuai minat di antara lautan pakaian bekas, itu ilmu dasar berburu pakaian bekas di Lantai 2 Pasar Senen Blok III, Jakarta Pusat, itu. Pengumuman petugas dari pengeras suara berulang kali meminta kewaspadaan pengunjung terhadap copet yang menyaru sebagai sesama pembeli. Para pemilik dan penjaga kios berupaya mempermudah calon pembeli dengan mengatur barang dagangan sesuai kategori. Ada yang memisahkan jaket laki-laki dan perempuan, hoodie, kaus, rok, dan lainnya.

Ada pula kios-kios yang secara khusus menjual satu jenis barang, seperti hanya memajang aneka jas, sepatu, tas, atau pakaian dalam. Pembeli tidak perlu pusing tawar-menawar dengan pedagang. Penjaga kios dengan lantang berkata, ”Rata!” yang artinya semua barang di kios itu dijual dengan harga sama. Biasa dijumpai tulisan pada sesobek kertas atau kardus yang menginformasikan harga jual di setiap kios. Tak ketinggalan pesan tertulis ”Nawar Dosa”, ”Jangan ditawar. Dosa!”, ”Murah. Jangan Ditawar”, atau ”Kalau nawar gua cekek”. Disinilah seninya berbelanja di Pasar Senen Blok III. Alih-alih merasa terintimidasi, pengunjung harus tetap tenang dan fokus dengan tujuannya di tengah hawa yang panas.

Jika beruntung, bisa mendapat barang baru, tapi lama yang masih ada price tag dari toko di negeri asalnya. Tinggal telaten mencari dan bertanya. Nanti juga menemukan yang diidamkan meski tak menjamin selalu tersedia ukuran yang pas. Harga per helai pakaian paling murah Rp 10.000. Hoodie dan jaket dijual mulai Rp 50.000. Jaket untuk musim dingin dan kegiatan luar ruang paling murah Rp 150.000. Ada North Face, Salomon, Patagonia, dan merek ternama lain yang produknya dalam kondisi sangat baik. Pencinta tas kulit, sneakers, dan pernak-pernik pakaian lainnya juga berpeluang besar menemukan apa yang dicari.

Aktivitas di Blok III Pasar Senen menunjukkan jual beli pakaian bekas impor tak pernah mati. Kondisi yang tak terbayangkan, mengingat gencarnya penertiban impor pakaian bekas tahun lalu. Penertiban kala itu menjalankan Permendag No 40 Tahun 2022 tentang Barang Dilarang Ekspor dan Barang Dilarang Impor, demi melindungi pelaku UMKM yang bergerak di bidang produk tekstil. Pada 2023 itu, perekonomian beranjak pulih setelah pandemi Covid-19 mereda. Impor baju bekas dan penjualannya di berbagai kota di Indonesia meningkat, mencapai 26,2 ton pada 2022. Di sisi lain, nge-thrift makin menjadi gaya hidup kekinian, yaitu frugal atau hemat dan ramah lingkungan. Selain murah, membeli pakaian seken berarti menjalankan prinsip 3R (reduce, reuse, recycle). Saat ekonomi tak menentu seperti sekarang, baju seken bisa semakin menjadi pilihan. (Yoga)


Harga Mahal Batik Pewarna Alam

Yoga 09 Jun 2024 Kompas

Pekerja terlihat sedang merendam kain batik dalam proses pewarnaan dengan pewarna alami di Sentra Batik Gunungpati, Kota Semarang, Jawa Tengah, Sabtu (8/6/2024). Penggunaan bahan alami memberi nilai tambah batik tulis. Batik tulis dengan warna alami ini dijual dari ratusan ribu hingga belasan juta rupiah. Bahan alami yang digunakan, antara lain, jalawe, tingi, secang, tegeran, jambal, mahoni, dan ketapang. (Yoga)

Pencurian Kopi di Gayo Meresahkan Warga

Yoga 09 Jun 2024 Kompas

Pencurian kopi milik petani dan pedagang di dataran tinggi Gayo, Kabupaten Bener Meriah dan Aceh Tengah, Aceh, menimbulkan kegelisahan publik. Persoalan sosial dan ekonomi dinilai menjadi pemicunya. Reje atau Kades Paya Tumpi Baru, Takengon, Aceh Tengah, Idrus Saputra.pada Sabtu (8/6) menuturkan, pencurian kopi membuat warga gelisah. Sebab, kopi merupakan sumber penghidupan warga setempat. Idrus pernah menjadi korban pencurian. Pada 25 Mei 2024, sekitar 100 kg kopi miliknya yang disimpan di halaman raib digondol maling. Beberapa warga di desa itu mengalami kejadian serupa. ”Harga kopi sedang mahal, penjualan kopi juga mudah,” kata Idrus. Menurut Idrus, beberapa warganya juga mengalami peristiwa yang sama. Kopi yang disimpan di pekarangan rumah dicuri. Bahkan, beberapa petani kehilangan kopi di kebun. Buah kopi yang sudah masak dipetik pencuri.

Petani melaporkan kejadian tersebut ke pihak kepolisian. Sementara di Desa Paya Tumpi, warga telah sepakat untuk memasang kamera pemantau (CCTV). Bener Meriah dan Aceh Tengah merupakan sentra produksi kopi gayo. Sebagian besar warga di dua kabupaten itu bergantung hidup dari kopi. Kopi gayo jenis arabika umumnya diekspor ke luar negeri, sedangkan robusta banyak dipasarkan di dalam negeri. Ilham, warga Desa Kebet, Kecamatan Bebesan, Aceh Tengah, juga pernah kehilangan 60 kg kopi yang sedang dijemur di pekarangan rumah. Pencuri terekam di kamera pemantau. Namun, sang pencuri tidak tertangkap hingga kini. Harga kopi arabika gayo biji hijau (green bean) di tingkat petani mencapai Rp 90.000 per kg, sedang jenis robusta harganya Rp 60.000 per kg di tingkat petani di daerah itu. Hingga kini, harga kopi gayo di pasar dunia termasuk yang paling tinggi. (Yoga)


Jalan ”Ngenes” Berakhir Sukses

Yoga 09 Jun 2024 Kompas (H)

Soimah Pancawati (44) anak kelima dari enam bersaudara, masa kecilnya di tengah keluarga nelayan serba susah di Pati, Jateng. ”Lucu dan ngenes karena kekurangan, sampai pakaian dalampun harus berebut dengan tiga kakak perempuan saya,” ujarnya. Ia tak menyangka mampu melaluinya dan sekarang sukses sebagai penyanyi di dunia seni dan hiburan. Perjuangan Soimah berawal dari ekonomi keluarga yang serba mepet serta gemblengan ibu yang galak. ”Kami semua harus membantu ibu membersihkan ikan yang dibeli dari pelelangan, lalu ada yang dipindang, diasap, dan dijemur menjadi ikan asin,” ujar Soimah di Jakarta, Selasa (4/6). Selain mengolah ikan, Soimah dan kakak-kakaknya harus mengerjakan rentetan pekerjaan berat lainnya.

Ketika SMP, Soimah menyadari hidupnya berbeda dibanding teman-temannya. Tidak ada namanya dunia bermain. Di tengah kepenatan itu, menari adalah kegemaran Soimah di masa kanak-kanak hingga remaja. Ia sering tampil sambatan atau pentas tanpa bayaran untuk berbagai perhelatan di desa. ”Gusti ora sare, Tuhan tidak tidur. Menari mengantar saya masuk SMKI (sekolah menengah karawitan Indonesia) di Yogyakarta periode 1995-1998. Semula saya ingin masuk jurusan menari, tetapi penuh,” ujarnya. Ibu Soimah dari dulu sudah mendorongnya untuk aktif di dunia seni dan hiburan. Ketika sudah lulus SMKI dan menetap di Yogyakarta, Soimah mengaku pada Ibunya, dia sudah beberapa kali tampil di TVRI Yogyakarta.

Tidak puas, ibunya meminta Soimah pentas ditelevisi Jakarta yang siarannya bisa menjangkau Pati. Kiprah Soimah makin bersinar setelah sempat mengikuti dalang terkenal dan menjadi sinden di Yogyakarta. Soimah pernah juga aktif di kelompok Jogja Hip Hop Foundation. Keinginan ibunya agar Soimah terus tampil di siaran televisi nasional di Jakarta, diwujudkan sejak 2009 sampai sekarang.Selain Soimah, banyak pula artis dan penyanyi hingga dosen dan pengusaha dengan masa kecil yang “ngenes” hingga akhirnya menjadi sukses, seperti Tantri Kotak atau Tantri Syalindri, vokalis band Kotak, Mereka tidak hanya berhasil menggapai mimpi untuk sukses, tetapi juga bermakna untuk keluarga. (Yoga)


Acuan Baru Harga Beras Ditetapkan

Yoga 09 Jun 2024 Kompas

Pemerintah menetapkan harga pembelian pemerintah atau HPP untuk gabah dan harga eceran tertinggi atau HET untuk beras secara permanen. Bapanas menyebutkan, HPP gabah dan HET beras itu masih sama dengan HPP dan HET sementara atau relaksasi. Kepala Bapanas Arief Prasetyo Adi mengatakan, HPP gabah kering panen (GKP) di tingkat petani ditetapkan Rp 6.000 per kg. Adapun HET beras medium di tingkat konsumen ditetapkan permanen Rp 12.500-Rp 13.500 per kg sesuai zonasi. Sementara itu, HET beras premium ditetapkan Rp 14.900-Rp 15.800 per kg sesuai zonasi. Baik untuk HPP gabah maupun HET beras, besarannya masih sama dengan HPP dan HET pada saat kebijakan relaksasi kedua harga acuan atau patokan itu diterapkan tahun lalu.

”HPP gabah dan HET beras permanen berlaku per 5 Juni 2024 hingga ada perubahan aturan penggantinya,” ujar Arief, Sabtu (8/6). HPP gabah permanen diatur dalam Peraturan Bapanas No 4 Tahun 2024 tentang Perubahan atas Peraturan Bapanas No 6 Tahun 2023 tentang HPP Gabah dan Beras. Regulasi ini mengatur harga pembelian gabah dan beras berikut rafaksasi (standar mutu) kedua komoditas tersebut oleh Perum Bulog di tingkat petani dan penggilingan. Selain HPP GKP petani, pemerintah juga menetapkan HPP GKP ditingkat penggilingan, sebesar Rp 6.100 per kg dan HPP gabah kering giling (GKG) di penggilingan sebesar Rp 7.300 per kg. Harga GKG dan beras di gudang Bulog ditetapkan masing-masing Rp 7.400 per kg dan Rp 11.000 per kg. (Yoga)


Nestapa ABK di Kapal Ikan Asing

Yoga 09 Jun 2024 Kompas

Muslih, matanya sesekali berkaca-kaca saat menuturkan kisah muramnya menjadi anak buah kapal (ABK) selama dua bulan di kapal asing illegal, Run Zeng 03 yang ditahan di Pangkalan Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan Tual, Maluku, Senin (3/6). Bersama 10 ABK asal Indonesia lainnya, pria yang bertugas sebagai juru masak itu harus mengarungi lautan lepas dengan penuh tekanan. Iming-iming  agensi yang mengirimnya tak pernah terpenuhi hingga sekarang, termasuk gaji Rp 8 juta hingga Rp 11,5 juta yang seharusnya dibayarkan setiap bulan. Selain beban kerja yang tidak wajar, ABK asal Indonesia kerap mengalami perlakuan diskriminatif.

Kualitas bahan makanan yang mereka terima sering kali buruk, termasuk beras yang menjadi makanan pokok. Mereka juga dibatasi mengonsumsi ikan segar dan hanya boleh mengolah udang yang sudah terinjak. ”Kami bingung menuntut ke mana karena pimpinan di kapal orang China semua,” kata Muslih. Kisah pilu juga dituturkan Arifin, pria asal Pekalongan, Jateng, yang direkrut lewat agensi yang sama dengan Muslih. Pendapatan sebagai tukang ojek yang terus menurun memaksanya mengadu nasib di lautan. Dengan bekerja sebagai ABK, ia berharap bisa membawa pulang penghasilan yang cukup untuk melunasi biaya persalinan istri dan kebutuhan lainnya.

Namun, harapan itu pupus. Kapal ikan asing ilegal Run Zeng 03 justru membawa Arifin pada ketidakpastian.Seluruh ABK asal Indonesia di kapal tersebut harus tertahan sampai proses penyidikan selesai. ”Kalaupun enggak bisa dapat gaji, saya cuma berharap bisa pulang,” tutur Arifin. Penangkapan kapal ikan asing ilegal Run Zeng 03 oleh aparat pengawasan KKP justru menjadi hal yang melegakan para ABK asal Indonesia. Setidaknya, mereka memiliki kesempatan untuk pulang ke kampung halaman meski harus menunggu proses penyidikan selesai. (Yoga)


TABUNGAN PERUMAHAN RAKYAT : Gaduh Tapera Belum Akan Reda

Hairul Rizal 08 Jun 2024 Bisnis Indonesia

Meski implementasinya disiyalir ditunda, pro-kontra iuran dana Tabungan Perumahan Rakyat (Tapera) tampaknya belum akan mereda. Pasalnya, serikat buruh menuntut pencabutan. Presiden Partai Buruh sekaligus Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Said Iqbal menyebut, pihaknya tetap menekankan pemerintah tak hanya menunda, melainkan mencabut regulasi PP Nomor 21 Tahun 2024 tentang Tapera. “Cabut Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 21 Tahun 2024 tentang Tapera,” kata Said, Jumat (7/6). Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) Andi Gani Nena Wea mengatakan pemerintah perlu mempertimbangkan kembali implementasi Tapera. Andi Gani juga menyoroti sikap Menteri PUPR Basuki yang dinilai masih terkesan ragu-ragu dan tidak tegas dengan rencana implementasi Tapera. “Saya sendiri melihat Menteri Basuki yang sebagai Ketua Komite Tapera ragu-ragu karena gelombang penolakan sangat besar.”

Pasalnya, saat ini pekerja dan pengusaha sama-sama telah menanggung beban iuran berbagai program yang dinilai cukup besar nominalnya. “Menolak Tapera jika diwajibkan karena sangat memberatkan buruh yang sudah sangat berat dengan kondisi upah minimum yang sangat kecil kenaikannya. ”Sebelumnya, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) sekaligus Ketua Komite BP Tapera, Basuki Hadimuljono mengatakan, pemerintah mengkaji penundaan implementasi program Tapera setelah ramai mendapat penolakan. Dia telah melakukan pembicaraan dengan Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati untuk menunda implementasi Tapera. 

Isu Tapera bertambah panas seiring dengan munculnya tiga temuan masalah Badan Pemeriksaan Keuangan (BPK). Salah satunya terdapat 124.960 orang yang belum menerima pengembalian dana Rp567,45 miliar. Bila mengambil angka rerata dari nominal tersebut, setiap orang memiliki dana sekitar Rp4,5 juta yang masih menyangkut di Tapera. Bukan hanya itu, masalah peserta pensiun ganda 40.266 orang senilai Rp130,25 miliar. Terkait hal itu, Kepala Kantor Staf Presiden (KSP) Moeldoko angkat bicara. Menurutnya, masalah dana yang tak bisa dicairkan oleh Aparatur Sipil Negara (ASN) merupakan persoalan program Badan Pertimbangan Tabungan Perumahan (Bapertarum).

ISU KELEMBAGAAN : Pergantian Jubir KPK Mendadak

Hairul Rizal 08 Jun 2024 Bisnis Indonesia

Kepala Bagian Pemberitaan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Ali Fikri buka suara setelah pimpinan menunjuk pengganti juru bicara (jubir) lembaga tersebut. Dalam keterangan tertulis kepada wartawan, Ali mengatakan tidak bisa berkomentar ihwal isu kelembagaan tersebut. Namun, dia mengungkap terdapat informasi bahwa penggantiannya sebagai jubir bersifat mendadak. Namun demikian, pejabat KPK berlatar belakang jaksa itu memastikan patuh terhadap aturan tersebut sepanjang proses terkait dilakukan dengan benar. “Sebagai pegawai saya tentu patuhi aturan sepanjang benar prosesnya karena bagaimanapun KPK itu lembaga role model bagi lembaga lain sehingga mesti ada transparansi dalam setiap kerjanya,” tutur Ali. Sebelumnya, pimpinan KPK telah menunjuk jubir baru untuk menggantikan Ali Fikri yang saat ini juga menjabat sebagai Kepala Bagian Pemberitaan. Dia merupakan jaksa yang sebelumnya menjabat sebagai Plt. Jubir KPK menggantikan Febri Diansyah. Kini, pimpinan KPK telah mengangkat jubir KPK secara defi nitif yaitu Tessa Mahardika Sugiarto. Tessa diketahui berasal dari kalangan penyidik.

Pilihan Editor