;

Kapal Tak Bisa Sembarangan Lepas Jangkar

09 Jun 2024 Kompas
Kapal Tak Bisa
Sembarangan
Lepas Jangkar

Kapal-kapal wisata kini tidak bisa melepas jangkar secara sembarangan di perairan Raja Ampat, Papua Barat Daya. Fasilitas mooring diaktifkan guna mencegah kerusakan terumbu karang di kawasan konservasi tersebut. Sistem mooring atau fasilitas tambat untuk kapal resmi beroperasi pada peringatan Hari Laut Se- dunia di Kabupaten Raja Ampat, Sabtu (8/6). Hadirnya fasilitas ini mengatur kapal wisata agar tak sembarangan melepas jangkar dan menyebabkan kerusakan terumbu karang. Kapal MV Aldo yang dinakhodai Kapten Yosina Padwa menjadi kapal pertama yang menambatkan tali di alat mooring yang terpasang di perairan Pulau Mioskun pada Sabtu siang. Kapal ini berukuran 28 gros ton (GT).

Pemasangan tali tambat di mooring disaksikan langsung wakil dari Pemprov Papua Barat Daya, Divisi Navigasi Sorong, Kantor Unit Penyelenggara Pelabuhan Raja Ampat, Pemkab Raja Ampat, dan Konservasi Indonesia dari Kapal Navigasi (KN) Yefyus. Selain di Pulau Mioskun, terdapat alat tambat kapal di perairan Pulau Friwen. Jarak kedua alat tersebut 1,85 km. Kadis Pertanian, Pangan, Perikanan, dan Kelautan Provinsi Papua Barat Daya Absalom Salossa di KN Yefyus mengatakan, pemasangan alat tambat kapal untuk berlabuh di Friwen dan Mioskun difokuskan untuk kapal yang membawa wisatawan. Upaya ini untuk mencegah kapal wisata melepaskan jangkar sembarangan hingga merusak terumbu karang.

Mooring digunakan demi pengelolaan pariwisata yang berkelanjutan di Raja Ampat. Sebab, pariwisata dianalogikan sebagai piring makan atau sumber penghasilan masyarakat Raja Ampat. Di Mioskun, alat dipasang pada kedalaman 44 meter, sementara di Friwen pada kedalaman 48 meter. Penyediaan fasilitas ini merupakan kolaborasi antara Konservasi Indonesia bersama Pemprov Papua Barat Daya serta Pemkab Raja Ampat. Pendanaan pemasangan mooring oleh lembaga Global Fund for Coral Reefs. ”Raja Ampat adalah jantung segitiga karang dunia dengan luas kawasan konservasi di bawah pengawasan kami mencapai 1,6 juta hektar. Bertepatan dengan Hari Laut Sedunia, fasilitas tambat labuh kapal resmi beroperasi demi melindungiterumbu karang di Raja Ampat,” kata Absalom. (Yoga)


Download Aplikasi Labirin :