Briptu Fadhilatun dalam Kelindan Judi Daring
Briptu Fadhilatun Nikmah (28) anggota Polresta Mojokerto, Jatim, membakar suaminya, Briptu Rian DW (27), yang bertugas di Polres Jombang, hingga tewas, Sabtu (8/6). Fadhilatun dipindahkan dari rumah tahanan Polda Jatim ke RS agar tersangka kasus KDRT itu bisa merawat tiga anaknya yang masih bayi dan balita. Kabid Humas Polda Jatim Kombes Dirmanto mengatakan, setelah dikeluarkan dari rumah tahanan, Fadhilatun tetap ditahan. Namun, dipindahkan ke Pusat Pelayanan Terpadu RS Bhayangkara Samsoeri Mertojoso, Surabaya. ”Mengingat yang bersangkutan memiliki tiga anak balita yang harus dirawat sehingga ada hak inklusif anak, sesuai ketentuan undang-undang,” ujar Dirmanto, Senin (10/6) di Markas Polda Jatim.
Sabtu itu, awalnya, korban dan pelaku bertengkar di rumah dinas Asrama Polisi Kelurahan Miji, Kota Mojokerto. Tersangka kesal karena sang suami kerap menghabiskan gajinya untuk bermain judi daring (online). Padahal, gaji itu seharusnya untuk membiayai rumah tangga, terutama pendidikan ketiga anak mereka. Ia menyiramkan bensin ke tubuh suaminya. Setelah itu, pelaku menyalakan api sehingga menyulut bensin yang membasahi tubuh korban. Korban mengalami luka bakar 90 % di sekujur tubuhnya dan meninggal setelah dirawat di RS. Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigjen (Pol) Trunoyudo Wisnu Andiko, Senin, di Jakarta, mengatakan, persoalan ekonomi terkait judi daring yang diduga menjadi motif tindakan Fadhilatun kini masih didalami penyidik Ditreskrimum Polda Jatim.
Sosiolog Universitas Muhammadiyah Malang, Luluk Dwi Kumalasari, mengatakan, judi daring berkembang pesat di masyarakat belakangan ini seiring melesatnya perkembangan teknologi informasi. Luluk menyebut, judi konvensional dan judi daring sama-sama memicu kecanduan bagi penggunanya, yang memicu beberapa perilaku buruk, seperti suami yang tak mau menafkahi istrinya atau bertanggung jawab terhadap keluarganya karena lebih memilih menghabiskan uangnya untuk judi. Kecanduan judi mendorong orang mencuri uang, menjual semua hartanya, dan berutang. ”Penjudi juga banyak yang terjerat pinjaman daring agar bisa bermain terus-menerus. Pemain dibuat penasaran dengan tawaran bisa menang besar,” ujar Luluk. ( Yoga)
Bantuan Kartu Jakarta Pintar Plus Cair Pekan Ini
Program bantuan sosial untuk pendidikan melalui Kartu Jakarta Pintar atau KJP Plus tahap pertama tahun 2024 dipastikan cair pekan ini. Dinas Pendidikan DKI Jakarta menyeleksi ketat guna memastikan penerimanya adalah warga kurang mampu. Seleksi ketat berujung keterlambatan pencairan dana. ”Masyarakat calon penerima KJP Plus tidak usah khawatir karena saya pastikan bantuan cair minggu ini. Kami hanya ingin menjaga dan memastikan anggaran yang diperuntukkan bagi warga tak mampu ini tepat sasaran sehingga prinsip keadilan pada sektor pendidikan dapat kita wujudkan bersamasama,” ujar Plt Kadis Pendidikan DKI Jakarta Budi Awaluddin, Senin (10/6).
Budi memastikan penerima KJP Plus adalah warga kurang mampu atau warga rentan yang benar-benar membutuhkan. ”Bantuan ini distribusinya harus lebih selektif ke keluarga yang benar-benar membutuhkan dan terdata dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS). Dari jenjang SD sampai SMA/sederajat, baik sekolah negeri maupun swasta, jika tergolong warga tidak mampu, berhak mendapatkan program ini,” kata Budi. Saat ini, pencairan KJP Plus akan dibagi menjadi beberapa tahapan. Pencairan KJP Plus tahap pertama tahun ini ialah Mei hingga Oktober 2024.
Sementara untuk Januari hingga April 2024 sudah dicairkan. Pekan ini, menurut rencana, akan dicairkan bantuan untuk dua bulan terlebih dulu, yakni Mei dan Juni, dan seterusnya akan dicairkan secara bertahap. Sebelumnya, banyak masyarakat penerima manfaat KJP Plus protes karena pencairan bantuan KJP Plus bulan Mei tak kunjung diterima. Padahal, bulan sudah berganti,tetapi saldo rekening belum bertambah. Budi menjelaskan, distribusi pada tahap pertama 2024 terlambat karena perlu pemadanan dan verifikasi ulang. Penerima dipastikan agar warga Jakarta yang berdomisili di Jakarta. (Yoga)
Makan Bergizi Saja Tak Cukup, Pencegahan Tengkes Perlu Pendampingan Intensif
Penanganan stunting atau tengkes pada anak balita butuh perhatian dan pendampingan intensif yang kontinu. Pemberian makanan tambahan yang bergizi saja tidak cukup untuk mengurangi angka tengkes. Hal ini menjadi evaluasi penting dari program Cegah Stunting Emak-emak Magelang Sehat (Ceting Emas) yang dilakukan Tim Penggerak PKK (TP PKK) Kota Magelang dan didukung Yayasan Dana Kemanusiaan Kompas (DKK). Ketua Umum TP PKK Kota Magelang Niken Ichtiaty Nur Aziz, Senin (10/6) memaparkan hasil program Ceting Emas tahap II.
Pemberian makanan tambahan untuk 180 anak balita kurang gizi dan 20 ibu hamil kekurangan energi kronik (KEK) dilakukan pada 23 Januari 2024 sampai 1 Mei 2024. Makanan tambahan itu berupa nasi, sayur, dua macam lauk, dan makanan selingan. Makanan yang dipesan melalui katering itu dibagikan setiap hari satu kali pada siang hari. Hasilnya, anak balita yang masuk kategori gizi buruk berkurang dari 2,8 % menjadi 1,1 %. Anak balita yang masuk kategori gizi baik naik dari 72,2 % menjadi 76,7 %.
Analisis ini dilihat dari tinggi badan dan berat badan anak balita. Untuk 20 ibu hamil KEK, terdapat enam ibu hamil yang memiliki lingkar lengan atas di bawah 23,5 sentimeter. Mereka diberi makanan tambahan supaya mendapat berat badan ideal sehingga mengurangi potensi melahirkan anak tengkes. ”Kami sudah memberikan contoh bagaimana menu makanan yang bergizi. Semoga ini bisa diteruskan lagi oleh ibu-ibu,” kata Niken dalam acara Diseminasi Program Ceting Emas Tahap II, di Magelang, Senin pagi. (Yoga)
Protes Kian Marak, Kebijakan FCA Dievaluasi
Bursa Efek Indonesia (BEI) tengah mengevaluasi skema perdagangan full periodic call auction (FCA) yang diberlakukan untuk saham penghuni papan pemantau khusus (PPK). Hal ini bertujuan memastikan peraturan pasar modal terus relevan dan mendukung perkembangan investasi yang hebat. Evaluasi kebijakan ini dijadwalkan selesai mendekati 25 Agustus 2024 yang telah menuai kontroversi serta 'korban' sejumlah saham, lantaran harganya terus turun sejak masuk PPK. Tak ayal lagi, protes keras terhadap aturan FCA dari kalangan restor hingga emiten kian marak. Kini, muncul seruan terhadap investor untuk mogok trading saham sebagai bentuk protes kebijakan FCA.
Adapun dua emiten Group MNC Asia Holding Tbk (BHIT) secara tegas mengaku dirugikan oleh implementasi PPK dengan mekanisme FCA. Di sisi lain kalangan analis sepakat, FCA merupakan salah satu faktor yang menekan IHSG BEI. Sebab BEI malah memasukkan saham dengan market cap terbesar PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) ke PKK, yang membuat sahamnya tergelincir dan menyeret IHSG hingga dibawah 7.000. Saham BREN terkena autorejection bawah berjilid-jilid begitu masuk PPK pada 29 Mei 2024. Dalam sebulan saham BREN turun 32% ke level Rp 6.650.
Rugikan Industri, Permendag 8/2024 Layak Dicabut
NPL Naik, CKPN Kredit UMKM Capai Rp85,5 Triliun
Segmen UMKM di perbankan mengalami kenaikan rasio kredit macet (non performing loan/NPL) usai restrukturisasi kredit dampak Covid-19 dicabut OJK. Meskipun NPL kredit UMKM naik, namun perbankan telah mengalokasikan pencadangan yang memadai. Kepala Eksekutif Perbankan OJK Dian Ediana Rae mengatakan, kualitas kredit secara keseluruhan tetap terjaga meski ada peningkatan NPL, dimana NPL gross per April 2024 perbankan sebesar 2,33% angka ini lebih tinggi dibandingkan posisi Maret 2024 di level 2,25%. Sementara, NPL net April 2024 sebesar 0,81%, yang baik juga dari bulan sebelum 0,77%.
Adapun, NPL gross UMKM di April 2024 mencatat 4,26%, menanjak dibandingkan bulan sebelumnya 0,777%. "Peningkatan NPL gross UMKM utamanya pada segmen kredit kecil dan mikro yang naik menjadi 3,89%di April 2024, dari Maret 2024 3,65%. Walaupun demikian, perbankan telah menggantikan kenaikan NPL UMKM tersebut dengan membentuk CKPN kredit UMKM sebesar Rp 85,5 triliun, dengan perbandingan antara total CKPN UMKM terhadap total NPL UMKM," urai Dian. (Yetede)
Saham Banking Kembali Bangkit
Mengapa Produksi Batu Bara Rendah
Kian Deras Penolakan Izin Tambang Ormas
Transaksi Saham Sepi Akibat Investor Tak Hepi
Nilai transaksi harian saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) mulai sepi. Investor mengerem transaksi saham di bursa, salah satunya karena tak hepi dengan sentimen negatif penerapan papan pemantauan khusus dengan skema full call auction (FCA). Kemarin (10/6), Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berakhir di level 6.921,54 atau naik 0,34%. Nilai transaksi harian saham kembali di kisaran Rp 8,88 triliun. Alhasil, nilai transaksi harian saham secara beruntun berada di angka Rp 8 triliun per hari dalam tiga hari terakhir perdagangan saham. Khusus pada perdagangan saham kemarin, nilai transaksi saham PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) mencapai Rp 411 miliar. Saham yang terkena tato X dan ditransaksikan dengan skema FCA itu menopang 5% perdagangan harian di BEI.
"Penambahan kepemilikan saham Bapak Prajogo ini merupakan bentuk dari kepercayaan beliau sebagai Chairman Grup Barito atas langkah-langkah strategis pengembangan dan ekspansi usaha yang telah dilakukan oleh Barito Renewables bersama anak usaha, Star Energy Geothermal dan Barito Wind Energy," tulis Merly, Direktur dan Corporate Secretary BREN dalam keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (10/6). Sebagai gambaran, berdasarkan data terakhir Statistik Pasar Modal Otoritas Jasa Keuangan (OJK), rata-rata transaksi harian saham pada April 2024 senilai Rp 14,01 triliun. Pada pekan lalu, rata-rata transaksi harian di bursa sekitar Rp 10,38 triliun. Alhasil, rata-rata transaksi harian saham dalam tiga hari terakhir turun 40%.
Irvan Susandy, Direktur Perdagangan dan Pengaturan Anggota BEI mengatakan, memang dalam tiga hari terakhir nilai transaksi harian di bursa di bawah Rp 10 triliun. Tapi, kata dia, secara year to date (ytd) masih tumbuh 12,06%. "Terlalu dini untuk menilai faktor penyebab penurunan nilai transaksi," katanya kepada KONTAN, Senin (10/6). Head of Equity Research Bahana Sekuritas Satria Sambijantoro menilai sepinya transaksi di bursa saham belakangan ini dipengaruhi perginya dana investor asing ke negara lain. Kemarin, investor asing mencatatkan net sell sebesar Rp 296,06 miliar. Sepekan terakhir net sell asing mencapai Rp 2,34 triliun. Pengamat Pasar Modal dari Universitas Indonesia (UI) Budi Frensidy juga menandaskan, sepinya transaksi bursa beberapa hari terakhir merupakan efek dari papan pemantauan khusus. Oleh karena itu, Budi menyarankan BEI lebih transparan menjelaskan manfaat dan mudarat FCA. Salah satu investor di pasar saham yang enggan disebutkan namanya menilai BEI seharusnya memberikan wadah bagi setiap tipe investor. Sebab, jika hanya mengandalkan investor fundamental transaksi di bursa akan sepi.









