Jungkir Balik Pekerja Seni Tradisional
Zaman berubah, pekerja seni pertunjukan tradisional harus jungkir balik, tak hanya agar ”the show must go on”, tapi juga agar ”dapur tetap ngebul”. Di sejumlah daerah, frekuensi pementasan selama beberapa tahun terakhir semakin anjlok. Akibatnya, pendapatan kelompok untuk kesinambungan pertunjukan kian surut. Tak ada cerita penghasilan dari manggung bisa diandalkan untuk keberlanjutan kehidupan seni. Di Jakarta, kelompok yang mendapatkan bantuan dari Pemprov DKI Jakarta sekalipun harus ”berakrobat” untuk menjaga kelangsungan kegiatan seni. Paguyuban Wayang Orang (WO) Bharata, misalnya, rutin mendapat bantuan dari Pemprov DKI Jakarta. Namun, menurut Ketua Paguyuban Bharata, Teguh ”Kenthus” Ampiranto, pemasukan itu hanya cukup untuk modal pementasan. Kelompok masih harus mencari sponsor dari pihak lain guna menampilkan karya. ”Pemasukan hanya dari Bharata tidak bisa diandalkan. Tidak cukup jika dihitung secara matematika,” kata Teguh di Jakarta, Selasa (18/6).
Beberapa anggota WO Bharata menyiasati keterbatasan itu dengan menerima ”tanggapan” di luar gedung pentas, seperti di acara perkawinan dan khitanan. Sejumlah pekerja seni menjadi pengemudi ojek daring. Sebagian lainnya membuka warung. Situasi jauh lebih sulit bagi kelompok yang tak mendapatkan dana bantuan ajek dari mana pun. Ini dialami mayoritas kelompok seni pertunjukan tradisional di Nusantara. Contohnya pertunjukan seni wayang topeng Malangan di Pedepokan Asmorobangun di Malang, Jatim. Menurut pengelola pedepokan, Ki Soleh Adi Pramono (73), penghasilan dari pentas tak bisa mencukupi kebutuhan hidup karena jarangnya frekuensi pentas. ”Penghasilan seniman tidak bisa untuk menghidupi. Contohnya anak-anak lulusan sarjana seni, kalau hanya mengandalkan pentas saja, tidak makan. Maka dia punya usaha ngajar tari, wiraswasta, budidaya lele, ayam,” katanya. (Yoga)
China Mau Keamanan Pasokan Logam
Meski telah merajai pasokan logam tanah jarang global, China masih mengamankan rantai pasokannya, dengan memfokuskan kerja sama dengan Australia soal penambangan dan pengolahan logam tanah jarang. Beijing mau perusahaan tambang China tetap leluasa menambang dan mengelola logam tanah jarang di Australia. Adapun Australia menegaskan berhak menjual pasokan logam mereka kepada banyak pihak. Hal itu mengemuka dalam kunjungan PM China Li Qiang ke Perth, Negara Bagian Australia Barat, Selasa (18/6). Li berkunjung ke Tianqi Lithium Energy Australia, pabrik pengolahan litium yang 51 % sahamnya dimiliki perusahaan China dan sisanya oleh perusahaan Australia.
Australia Barat merupakan penghasil 39 % litium dunia. Bersama negara bagian selain Australia Barat, Australia memasok 52 % litium global. Mayoritas dari litium Australia ini diekspor ke China untuk diolah menjadi bahan baku baterai kendaraan listrik dan komponen peralatan elektronik. Australia baru-baru ini memulai industri pengolahan litium, sebelumnya litium diekspor sebagai mineral mentah. ”China mengharapkan Australia bertindak adil dalam menyediakan kesempatan yang setara bagi perusahaan-perusahaan China untuk berinvestasi. Jangan ada diskriminasi karena kerja sama adalah kunci kita bisa meraih kesejahteraan bersama,” kata Li, dikutip kantor berita nasional China, Xinhua.
PM Australia Anthony Albanese berbicara kepada sejumlah media Australia, salah satunya surat kabar West Australian, menegaskan, Canberra sangat terbuka terhadap investasi asing di semua bidang. Ia menekankan, Australia tidak bermaksud memutus rantai pasok ataupun merobohkan jembatan yang menghubungkan perekonomian dengan negara mana pun. ”Namun, patut dimengerti bahwa Australia juga menginginkan meragamkan pangsa pasar. China memang konsumen nomor satu kita. Akan tetapi, kita tetap perlu mencari negara-negara lain untuk menjadi konsumen dan melakukan diversifikasi,” katanya. (Yoga)
Kerja Keras Satgas Judi Daring
Melalui tajuk rencana edisi Sabtu (20/4) kita menggarisbawahi bahwa judi dalam jaringan (daring) atau judi online sulit diberantas karena kementerian dan lembaga bekerja sendiri. Kita mendorong penanganan komprehensif untuk menyelamatkan produktivitas masyarakat dari judi yang menjerumuskan. Pada Jumat (14/6) Presiden Jokowi menerbitkan Keppres No 21 Tahun 2024 tentang Satgas Judi Daring, yang langsung berada di bawah Presiden. Presiden menunjuk Menko Polhukam jadi ketua satgas yang dibantu dua ketua harian. Ketua harian pencegahan dipegang Menkominfo. Ketua harian penegakan hukum dipegang Kapolri.
Satgas Judi Daring pada intinya bertugas mengoptimalkan pencegahan dan penegakan hukum perjudian daring secara efektif dan efisien. Setelah keppres itu terbit, Menkominfo Budi Arie Setiadi mulai mengupayakan edukasi pencegahan judi daring lewat SMS blast setiap hari dengan menggandeng operator telekomunikasi seluler. Dalam SMS blast terbaru, Kemenkominfo mengingatkan warga mengenai bahaya judi daring. Kita menyambut positif Presiden Jokowi bertindak atas judi daring yang meresahkan masyarakat. Korbannya tidak hanya rakyat kebanyakan yang mudah mengakses akun judi daring, tetapi juga sudah merasuk ke lingkungan aparat pemerintah, termasuk Polri yang semestinya bertugas memberantas judi daring.
Masalah yang dipicu judi daring juga bisa berakibat fatal, seperti kasus Briptu Fadhilatun Nikmah (28), anggota Polresta Mojokerto, Jatim. Fadhilatun membakar suaminya, Briptu Rian DW (27) yang bertugas di Polres Jombang, Jatim, hingga tewas, Sabtu (8/6), dipicu kekesalannya karena suami menghabiskan uang untuk judi daring. Satgas tidak punya waktu banyak mewujudkan harapan Presiden memberantas judi daring. Sesuai keppres, masa tugas satgas berakhir 31 Desember 2024. Masa tugas ini hanya efektif hingga 20 Oktober 2024 saat presiden baru dilantik. Dalam empat bulan ini, satgas diharap fokus bekerja keras memberantas judi daring, di tengah pekerjaan lain menjelang berakhirnya masa jabatan Presiden Jokowi. (Yoga)
Gejolak Cuaca Ganggu Kalender Tanam
Gejolak cuaca menyebabkan kalender tanam yang biasanya mengikuti perhitungan tradisional pranata mangsa tak bisa diterapkan lagi. Para petani di pusat produksi padi di Pulau Jawa harus berjuang menghadapi ketidakpastian cuaca, nyaris tanpa pendampingan. ”Saat ini mangsa bodho (musim bodoh). Musim kemarau dan panas, tiba-tiba hujan. Musim hujan, bisa panas kering. Jadinya petani sering tertipu musim,” kata Wardiono (58), Ketua Kelompok Tani Manunggal Roso, Desa Sumber, Klaten, Jateng. Ditemui di sanggarnya, bersama belasan petani lain, Jumat (14/6) sore, Wardiono, yang dikenal sebagai penggerak petani alami, menyampaikan kian beratnya beban petani saat ini. ”Petani saat ini semakin terimpit keadaan. Harga jual pa nen tidak pasti, demikian juga cuaca. Sementara hama semakin banyak dan harga-harga kebutuhan semakin meningkat,” katanya.
Menurut Wardiono, perhitungan tradisional ini tak bisa lagi jadi patokan dalam pertanian. Situasi lebih sulit dihadapi para petani yang lahannya tak didukung irigasi dan bergantung pada tadah hujan. Bahkan, prediksi BMKG, menurut Tri Joko (52), petani di lahan tadah hujan dari Temu Wangi, Klaten, sudah tak dapat diandalkan. ”Lima tahun lalu prediksi BMKG soal kemarau panjang ternyata malah hujan. Petani tembakau di Klaten bangkrut, jagung juga hancur,” ucapnya. ”Belakangan, BMKG mulai tepat, tetapi masih sulit juga jadi pegangan karena belum rinci,” ujarnya. Menurut Tri, petani di lahan tadah hujan lebih rentan terhadap gejolak cuaca. ”Tanam padi di sawah kalau dua minggu saja tidak ada hujan bisa kekeringan. Di lahan kering juga gulmanya lebih banyak,” katanya.
Tamrin Khamidi, petani dari Desa Jembayati, Tegal, Jateng, mengatakan, cuaca tak menentu menjadi penyebab petani di wilayahnya gagal tanam padi. ”Tahun lalu hanya 50 % petani di Tegal yang bisa tanam saat MT 2 (musim tanam kedua),” ucap anggota Gerakan Petani Nusantara ini. Semakin sulitnya memprediksi cuaca dan banyaknya serangan hama menyebabkan banyak petani padi beralih menanam hortikultura. Pergeseran komoditas ini juga dipicu perubahan suhu yang kian panas. Fitriawati (45), petani dari Jembayat, Tegal, juga mengungkapkan, daerah tempatnya bertani menyerupai Bumijawa. ”Tanam padi lebih sering ruginya. Selain biaya mahal, cuaca juga tidak menentu. Akhirnya lebih banyak tanam mentimun dan kacang panjang,” katanya. (Yoga)
Industri Mencari Alternatif Solusi dan Tahan Ekspansi
Pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dollar AS dan tingginya tingkat suku bunga akan meningkatkan biaya produksi sehingga membuat sektor usaha terpukul. Pengusaha berusaha mencari alternatif solusi agar bisa bertahan dan menahan ekspansi bisnis.Tidak menutup kemungkinan terjadi penyesuaian harga produk ke konsumen. Namun, hal ini juga berpotensi semakin menggerus daya beli warga. Berdasarkan Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) pada perdagangan Jumat (14/6), rupiah ditutup pada level Rp 16.374 per dollar AS atau melemah 6,33 % dibanding penutupan akhir 2023. Sementara, data Bloomberg menunjukkan, indeks dollar AS terhadap mata uang utama per Selasa (18/6) siang tercatat berada pada level 105,4 basis poin (bps) atau menguat 0,09 % dibanding perdagangan hari sebelumnya.
Ketua Umum Gabungan Pengusaha Ekspor Indonesia Benny Soetrisno mengatakan, depresiasi rupiah meningkatkan biaya produksi. Kenaikan suku bunga juga turut memberikan beban tambahan sehingga semakin menyulitkan para pengusaha, baik yang berorientasi pasar dalam negeri maupun ekspor ”Sedangkan, daya beli masyarakat dalam negeri juga terpuruk dan negara-negara tujuan ekspor juga mengalami persoalan dalam logistik akibat konflik geopolitik yang terjadi. Pada akhirnya, para pengusaha mengalami kesulitan untuk mengembangkan usaha. Hal tersebut tercermin dari jatuhnya pasar saham saat ini,” katanya, Selasa. Kondisi serupa juga dirasakan industri makanan dan minuman Tanah Air.
Ketua Gabungan Pengusaha Makanan dan Minuman Seluruh Indonesia (Gapmmi) Adhi S Lukman menyampaikan, pelemahan rupiah akan memukul industri lantaran masih banyak bahan baku impor dan biaya-biaya lain yang dibayar dengan dollar AS. Apalagi, biaya pengapalan luar negeri saat ini melonjak hingga 3-4 kali lipat. Sementara pangsa pasar ekspor semakin kompetitif karena para pembeli tertekan sehingga mereka meminta harga lebih murah. ”Industri mengantisipasi dengan efisiensi serta mencari alternatif sumber daya yang berasal dari lokal atau negara lainnya. Selain itu, tentu setiap perusahaan akan menentukan sendiri apakah harus menaikkan harga, resize (memperkecil ukuran), atau alternatif lainnya agar tetap bisa menyesuaikan daya beli konsumen,” ujarnya. (Yoga)
Potensi Peningkatan Produksi Elpiji Dalam Negeri
Pekerja terlihat sedang menata tabung elpiji yang baru tiba di pangkalan elpiji di kawasan Pasar Rebo, Jakarta, Selasa (18/6/2024). Satuan Kerja husus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) mendorong peningkatan produksi elpiji dalam negeri. Dalam hal ini, SKK Migas bersama Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral telah mengidentifikasi ada sekitar 1,5 juta metrik ton gas per tahun yang berpotensi dijadikan elpiji. (Yoga)
Gen Z Merombak Bisnis Olahraga
Sebuah surat dari Direktur Komite Olimpiade Internasional Mark Adams termuat di rubrik Letter to Editor di Financial Times akhir Mei lalu, mengklarifikasi tulisan yang mengkritik komunikasi Olimpiade Paris 2024. Mark pun menjelaskan bahwa Komite Olimpiade Internasional (IOC) terus beradaptasi. Ada olahraga baru yang bakal ditampilkan di Paris, yaitu skateboard, panjat tebing, BMX gaya bebas, bola basket 3x3, dan tari patah (break dance). Semuanya berusaha menghadirkan penonton baru, lebih muda, tetapi juga tetap terhubung dengan penggemar lama. Mark memaparkan bahwa penonton yang lebih muda pasti memilih cara berbeda untuk mengonsumsi olahraga, melalui berbagai platform digital. Namun, dia mengingatkan, jika fundamentalnya bagus, jumlah penontonnya juga bagus. Berdasarkan pengalaman sebelumnya, pertandingan Olimpiade Tokyo 2020 ditonton lebih dari 3 miliar penggemar individu melalui berbagai kanal.
Jumlah view mencapai 28 miliar di platform resmi atau naik 139 % dibanding Olimpiade Rio 2016. Sementara, ada lebih dari 6 miliar view di media sosialnya. Panitia Olimpiade juga menyadari keinginan penonton muda. Mereka inilah yang menunjukkan ke mana arah olahraga harus dikembangkan. Mereka itu sering kali bermain di luar stadion dan di jalanan. Generasi Z ini lebih bersifat urban, lebih segar, lebih inklusif, dan lebih berpikiran berkelanjutan. Olimpiade tak bisa menghindar dari perkembangan ini sehingga mereka mengikutinya. Cabang olahraga lama tentu masih dipertahankan, tetapi kenyataan baru memang harus diadopsi. Contohnya tari patah yang memberi suasana lebih segar. Beberapa kalangan mungkin kagok dan melihat perubahan itu terkesan aneh, termasuk soal bagaimana menentukan tari patah itu sebagai pertandingan olahraga. Ada aturan dalam penilaian cabang olahraga yang satu ini. Atlet mendapatkan poin untuk kreativitas, kepribadian, teknik, variasi, performativitas, dan musikalitas.
Keberhasilan dalam olahraga ini memerlukan penggabungan gerakan tarian dari tiga kategori dasar: top rock, down rock, dan freeze. Tari patah dipastikan akan makin menarik para penonton muda dengan melihat gerakan-gerakan dinamis dan menantang. IOC harus melakukan perubahan yang drastis karena Budaya fandom tengah hadir. Fandom diartikan sebagai komunitas atau kelompok penggemar yang memiliki antusiasme yang tinggi terhadap orang, hobi, atau kegiatan yang sama, termasuk olahraga. Sebuah lembaga bernama Youth Lab membuat beberapa saran. Preferensi gen Z terhadap konten berukuran kecil di media sosial menandakan pentingnya membuat konten yang ringkas yang dapat dengan mudah dikonsumsi dan dibagikan. Mereka mendambakan keaslian dan mencari akses di balik layar pada kehidupan atlet. Mereka juga sadar pada isu-isu sosial. Merek perlu berkolaborasi untuk memperkuat jangkauan dan keterlibatan gen Z. (Yoga)
Harga Gula Masih Tinggi kendati Produksi Berlimpah
Harga rata-rata nasional gula konsumsi di tingkat eceran masih tinggi meskipun produksi gula pada musim giling tebu tahun ini berlimpah. Penyebabnya diperkirakan gula hasil produksi tersebut masih di pedagang dan belum didistribusikan secara merata. Berdasar Panel Harga Pangan Bapanas, per 18 Juni 2024 pukul 14.15 WIB, harga rerata nasional gula konsumsi di tingkat eceran Rp 18.220 per kg. Harga itu masih tinggi kendati mulai turun 0,55 % dibanding harga rerata Mei 2024 yang sebesar Rp 18.360 per kg. Namun, secara tahunan, harganya naik 19,9 %. Harga gula tertinggi berada di Papua Tengah, yakni Rp 40.000 per kg, jauh di atas harga acuan penjualan (HAP) sementara gula konsumsi di tingkat eceran di wilayah Papua, Maluku, dan daerah tertinggal, terdepan, terpencil, dan perbatasan (3TP) Rp 18.500 per kg.
Harga gula terendah berada di Jatim, yaitu Rp 16.660 per kg, di bawah HAP sementara gula konsumsi di tingkat eceran untuk wilayah di luar Papua, Maluku, dan daerah 3TP. Tenaga ahli Asosiasi Gula Indonesia (AGI), Yadi Yusriadi, Selasa (18/6) mengatakan, harga rerata nasional gula konsumsi di tingkat eceran memang masih tinggi. Penyebabnya diperkirakan bukan pada produksi, melainkan lebih karena gula hasil produksi Mei-medio Juni 2024 berada di pedagang dan belum didistribusikan secara merata. ”Dari sisi produksi relatif tidak ada masalah karena hampir semua pabrik gula (PG) mulai menggiling tebu sejak Mei 2024. Dalam sebulan, rerata produksi gula nasional berkisar 400.000-450.000 ton.
“Kalau untuk memenuhi kebutuhan bulanan gula, yakni sebanyak 240.000-250.000 ton, seharusnya cukup,” ujarnya. Bapanas memang menaikkan harga acuan pembelian (HPP) gula petani dari Rp 12.500 per kg menjadi Rp 14.500 per kg. Namun, seiring dengan mulai masifnya produksi gula nasional, harga gula petani justru turun dan cenderung berada di bawah HPP. Dalam lelang gula yang sudah dilakukan sejumlah PG, harga gula petani yang sempat tembus Rp 14.900 per kg, saat ini berada di kisaran Rp 14.200-Rp 14.500 per kg. ”Jadi, penyebab harga gula masih tinggi lebih pada distribusinya yang belum merata, karena itu, pemerintah diharapkan bisa mendorong agar distribusi gula semakin merata, terutama di wilayah timur Indonesia dan 3TP,” kata Yadi. (Yoga)
Ramai-ramai Tolak Wacana Pemblokiran Platform X
Wacana pemerintah memblokir platform media sosial yang memperbolehkan konten pornografi diproduksi dalam platform dianggap kurang tepat. Selain fungsi keseluruhanyang ada dalam platform ikut tertutup, pemblokiran platform media sosial juga melanggar kebebasan berpendapat. Tagar #tolakblokirx dan #elaelo ramai dibicarakan di media sosial sejak akhir pekan lalu. Pada Selasa (18/6) pukul 15.00 WIB, kedua tagar menjadi trending nasional urutan pertama dan kedua di platform X (dulu Twitter). Konteks kemunculan kedua tagar sebenarnya berkaitan. Banyak warganet menduga platform media sosial Elaelo sebagai pengganti X. Apalagi, X baru-baru ini dikecam oleh Pemerintah Indonesia karena kebijakan terbarunya yang memperbolehkan konten pornografi dewasa yang diproduksi secara suka sama suka asalkan ”diberi label dengan benar dan tidak ditampilkan secara mencolok”. Platform X juga diduga menjadi salah satu tempat maraknya konten judi daring.
Saat menghadiri raker dengan Komisi I DPR, Senin (10/6), di Kompleks DPR, Jakarta, Menkominfo Budi Arie Setiadi mengancam akan menutup X jika masih membolehkan peredaran konten pornografi. Kementerian telah bersurat ke X sebagai bentuk peringatan. Dalam siaran pers sesi Ngopi Bareng Kominfo, Jumat (14/6), Dirjen Aplikasi Informatika Kemenkominfo Semuel Abrijani Pangerapan mengatakan, pihaknya meminta platform media sosial yang beroperasi di Indonesia mematuhi aturan yang berlaku. Salah satunya tidak memuat konten yang mengandung pornografi ataupun judi daring. Menanggapi adanya platform media sosial yang memperbolehkan pengguna mengunggah konten yang mengandung pornografi, dia memastikan Pemerintah Indonesia akan memutus akses platform tersebut. (Yoga)
Proyek LRT Jakarta Fase 1B Velodrome ke Manggarai
Para pekerja terlihat sedang merampungkan pembangunan proyek kereta ringan (LRT) Jakarta Fase 1B Velodrome ke Manggarai di Jalan Pemuda, Jakarta, Selasa (18/6/2024). Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melanjutkan proyek LRT Jakarta. LRT Jakarta Fase 1B Velodrome ke Manggarai itu merupakan salah satu Proyek Strategis Nasional (PSN). Adapun estimasi realisasi investasi PSN secara nasional mencapai Rp 1.614 triliun dan menyerap 2,71 juta tenaga kerja. (Yoga)









