Revisi Kebijakan FCA jadi Katalis IHSG
Kredit Menganggur di Bank Capai Rp 2.078 Triliun
Dominasi Emiten Boy Thohir di Bisnis Pergudangan
Prospek bisnis pergudangan yang cenderung kebal (defensive) dan industri logistik-transportasi yang bertumbuh pesat selama tiga tahun terakhir, membuat bisnis pergudangan dan penyimpanan kelolaan PT Mega Manunggal Property Tbk (MMLP) tampak menggiurkan, Peluang itu tampaknya sigap ditangkap oleh PT Provident Investasi bersama Tbk (PALM) untuk menggemukkan portfolio dan mencetak pundi-pundi keuntungan di tahun ini. Tak tanggung-tanggung, emiten Garibaldi 'Boy' Thohir ini pun tengah melancarkan aksinya untuk menjadi pengendali utama MMLP.
Data Biro Pusat Statistik memperlihatkan, selepas pandemi Covid-19, industri logistik dan transportasi yang merepresentasikan 6% dari total ekonomi nasional, menjadi salah satu industri dengan pertumbuhan paling pesat, mencapai 20% pada 2021-2022 dan 14% di 2022-2023. Tak mengherankan, PT Suwarna Arta Mandiri yang merupakan anak usaha PALM, kepincut menggelar penawaran tender sukarela untuk menjadi satu-satunya pengendali saam MMLP. (Yetede)
Rancangan Revisi Papan Khusus Kurang Nyus
Bursa Efek Indonesia (BEI) akhirnya menyiapkan revisi ketentuan papan pemantauan khusus dengan skema full periodic call auction (FCA). Tapi, poin-poin revisi dinilai kurang nyus atau serba tanggung dan tambal sulam. Sebagai gambaran, penerapan papan khusus dengan skema FCA mulai 24 Maret 2024 itu telah memicu kontroversi. Apalagi setelah FCA menjerat saham PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN), pemilik market cap terbesar di bursa. Pasar saham sempat terguncang, dan aturan FCA pun dibanjiri protes. Nah, melalui rencana revisi, BEI akan mengubah sejumlah ketentuan papan pemantauan khusus. Berdasarkan draf revisi yang diterima KONTAN, dari 11 kriteria FCA yang bisa menjerat emiten, BEI merevisi empat kriteria, yakni kriteria nomor 1, 6, 7, dan 10. Usai direvisi, BEI menetapkan ketentuan masuk PPK FCA diubah jadi harga dalam tiga bulan terakhir kurang dari Rp 51. Emiten juga telah membagikan dividen tunai yang diputuskan dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS). Jika revisi kriteria ini kelar, saham BREN bakal lepas dari jerat FCA karena sudah menghuni papan FCA selama 18 hari sejak 29 Mei 2024.
Selain BREN, saham PT MNC Energy Investment Tbk (IATA) dan saham PT MNC Kapital Indonesia Tbk (BCAP) juga bisa keluar dari mekanisme perdagangan FCA. Dua emiten milik taipan Hary Tanoesoedibjo itu masuk papan khusus pada 31 Mei 2024. Secara umum masih banyak saham yang berpotensi keluar dari jeratan FCA jika BEI merevisi aturan tersebut. Sejauh ini, dalam catatan KONTAN, ada 230 saham dari 927 emiten di bursa yang terjerat FCA dengan berbagai macam kriteria. Direktur Pengembangan Bursa Efek Indonesia Jeffrey Hendrik mengatakan, saat ini BEI menunggu tanggapan dari pelaku pasar terkait revisi aturan Nomor I-X. "Kami masih menunggu tanggapan dari seluruh stakeholders sebelum memberlakukan peraturan," katanya, kemarin. Inarno Djajadi, Kepala Eksekutif Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyatakan, kehadiran papan khusus bertujuan untuk menciptakan pasar modal yang teratur, wajar, serta meningkatkan perlindungan investor. Ihwal poin-poin revisi kriteria FCA, Pengamat Pasar Modal dari Universitas Indonesia (UI) Budi Frensidy menilai rencana revisi FCA masih tanggung dan belum bisa memenuhi kebutuhan seluruh pelaku pasar.
Kinerja Ekspor Melejit, Emiten Perikanan Bisa Lebih Cuan
Komoditas udang menjadi kontributor terbesar terhadap kinerja ekspor sektor perikanan Indonesia di tahun 2023. Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) mencatat ekspor udang mencapai US$ 1,73 miliar atau berkontribusi 30,7% terhadap total nilai ekspor komoditas perikanan. Lalu, disusul ekspor tuna-cakalang-tongkol sebesar US$ 927,13 juta (16,5%), cumi-sotong-gurita US$ 762,59 juta (13,5%), rajungan-kepiting US$ 447,65 juta (7,9%), rumput laut sebesar US$ 433,72 juta (7,7%), mutiara US$ 112,90 juta (2,0%), dan tilapia sebesar US$ 81,77 juta (1,5%).
Equity Research Analyst Kiwoom Sekuritas Indonesia Miftahul Khaer melihat, peningkatan ekspor produk perikanan akan membawa sentimen positif bagi kinerja emiten. Terlebih, pemerintah menargetkan, penerimaan ekspor dari sektor perikanan bisa mencapai US$ 7,2 miliar. Miftahul menilai, proyeksi pertumbuhan ekspor tersebut didorong oleh peningkatan produksi produk perikanan, yang diperkirakan bisa mencapai 30,85 juta ton pada akhir 2024. Fixed Income & Macro Strategist Mega Capital Sekuritas Lionel Priyadi mencermati, kinerja sektor perikanan akan melambat tahun ini. Sebab, ada sejumlah sentimen negatif bagi emiten.
Tertekan Perang Dagang
Laba Bank Besar di 2024 Diproyeksi Tumbuh Tipis
Kinerja keuangan dan ekspansi kredit bank-bank besar yang tergabung dalam kelompok bank berdasarkan modal inti (KBMI) 4 diperkirakan akan tumbuh melambat tahun ini. Kredit ditargetkan hanya tumbuh satu digit dan laba diproyeksi akan naik tipis. Kondisi ini tak lepas dari besarnya tantangan yang dihadapi perbankan tahun ini. Bank-bank dihadapkan dengan kenaikan biaya dana saat suku bunga acuan tinggi dan meningkatkan rasio kredit bermasalah atau non performing loan (NPL). Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Dian Ediana Rae mengungkapkan, bank KBMI 4 telah melaporkan target kredit tahun ini sebesar Rp 3.984 triliun. Angka ini hanya tumbuh 7,4% dari Rp 3.707 triliun pada 2023. Tahun lalu, laju kredit bank KBMI 4 tumbuh 14,5% secara tahunan.
“Sementara laba KBMI 4 ditargetkan Rp 177,75 triliun tahun ini,” ujar Dian, Jumat (14/6). Angka tersebut tumbuh 2,43% dari 2023. Dian melihat, kondisi fundamental perbankan pada April 2024 tetap kuat, resilien dan stabil. Kondisi ini tercermin dari pertumbuhan kredit industri keuangan secara keseluruhan yang tercatat mencapai 13,09% dan pertumbuhan kredit bank KBMI 4 yang mencapai 15,75%. Target pertumbuhan kredit KBMI 4 sejalan dengan pernyataan Wakil Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Kartika Wirjoatmodjo belum lama ini. Ia menyebut, kredit dan laba Himbara akan melambat di 2024. “Memang tahun ini pertumbuhan akan single digit,” ujar pria yang akrab disapa Tiko ini, Jumat (7/6). Menilik laporan bulanan per April 2024, laba bank KBMI 4 tumbuh tipis. Kinerja paling apik ditorehkan BBCA dengan laba empat bulan pertama tumbuh 11,62% secara tahunan. Lalu, BRI mencetak laba Rp 17,82 triliun, naik 4,49%. Pendapatan bank ini masih tumbuh tinggi, tapi di saat yang sama biaya provisi melonjak 36,4%
Starlink dan Momentum Telko Menuju Techco
Kehadiran Starlink di Indonesia langsung memunculkan polemik. Dengan semua potensi yang di- bawanya, satelit orbit rendah atau low earth orbit yang jumlahnya sudah ribuan di atas Bumi, termasuk ratusan di antaranya di langit Indonesia, itu langsung menyengat pelaku industri telekomunikasi Indonesia. Tak hanya menawarkan kemampuan akses internet supercepat, yakni hingga 300 Mbps, Starlink bahkan diberitakan sudah menyiapkan telepon genggam khusus. Pelaku industri telekomunikasi (telko) ibarat kena prank. Sebab, awalnya mereka mengira Starlink hanya akan menawarkan layanan bisnis ke bisnis (B2B) dan operator telko lokal akan bisa mendapatkan peluang menjadi partner koneksi di Indonesia. Teknologi akses internet yang dimiliki Starlink akan terus berkembang.
Jika itu yang terjadi, cepat atau lambat, mereka bisa menggeser teknologi lama dan mendisrupsi kemapanan industri telko nasional. Diungkapkan atau tidak, para pelaku industri telko khawatir dengan sikap pemerintah yang terkesan memberi karpet merah kepada jaringan satelit milik Elon Musk tersebut. Keprihatinan itu ditambah pernyataan pemerintah, termasuk Menko Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan, yang mengatakan bahwa BTS tidak diperlukan lagi karena sudah ada Starlink. Sementara, penyedia aplikasi dan media berbasis internet atau pemain over the top (OTT), seperti Google, Meta,X,Youtube, Instagram, Netflix, dan Whatsapp, sudah lama menumpang secara gratis untuk berjualan di jaringan internet milik operator telko lokal.
Ironisnya, hingga saat ini pembuat regulasi belum juga menyusun aturan fair-share agar para pemain OTT tersebut membayar kompensasi ke operator pemilik jaringan ataupun membayar pajak kepada negara dengan efektif. Situasi ini menggambarkan bagaimana telko cenderung menjadi dumb pipe yang hanya berperan menyalurkan data bagi pelanggan, tetapi tidak mampu memonetisasinya secara efektif. Di sisi lain, operator telko sudah berinvestasi sangat besar untuk membangun jaringan dan membayar konsesi spektrum kepada pemerintah. Namun, karena persaingan yang ketat, mereka harus menjual paket internet dengan margin keuntungan yang relatif rendah.
Berdasar data Asosiasi Penyelenggara Telekomunikasi Seluruh Indonesia, tren kenaikan tipis atas pendapatan operator telko pada periode 2013-2022 hanya 5,6 %, lebih kecil dibanding tren kenaikan biaya hak penggunaan di 12,1 %. Apalagi, dibanding lonjakan data seluler yang mencapai 80,7 % pada rentang yang sama. Mengantisipasi hal itu, para operator telko harus siap bertransformasi, idealnya mereka harus bertransformasi menjadi perusahaan teknologi (techco). Sebagai techco, perusahaan telko tidak hanya menyediakan layanan yang bertumpu pada kepemilikan jaringan, tetapi juga menyediakan layanan digital inovatif yang menawarkan solusi dan memberikan nilai tambah bagi pelanggan. Di luar kontroversi yang terjadi, bukan tak mungkin kehadiran Starlink bisa memicu momentum bagi para operator telko lebih serius bertransformasi ke techco. (Yoga)
Pekerja Seni Tradisional, Sendiri dan Ditinggalkan
Seni pertunjukan tradisional sebagai benteng kebudayaan Nusantara berada pada posisi sendiri dan ditinggalkan. Tanpa strategi budaya nasional, Indonesia akan mengalami krisis identitas bangsa, kehilangan daya rekat antarkomunitasnya, dan gagal bertransformasi menuju Indonesia maju. ”Mengapa kita berusaha keras untuk melestarikan budaya dan membuatnya berkembang? Kebudayaan adalah sumber identitas dan kohesi masyarakat,” sebut UNESCO dalam artikel berjudul Cultural Heritage: 7 Successes of UNESCO’s Preservation Work. Keberagaman budaya dan kreativitas merupakan pendorong inovasi. Indonesia, sebagaimana temuan Kompas dalam jajak pendapat pada 5-8 Juni 2024 dan pantauan di sejumlah daerah pada pekan lalu, menghadapi tantangan besar dalam hal kebudayaan, terutama dialami pekerja seni pertunjukan tradisional, ini menuntut perhatian dan peran serius pemerintah, dunia usaha, akademisi, dan masyarakat.
Merujuk data Kemenparekraf pada 2023, ekonomi kreatif menyumbang PDB hingga Rp 1.419 triliun. Taksiran kontribusi subsektor seni pertunjukan sekitar Rp 5 miliar. Terdapat 84.006 pekerja seni pertunjukan atau 1,09 % dari total pekerja ekonomi kreatif pada 2021, meliputi perancang, pekerja teknis, dan penampil. Sebanyak 87,57 % pekerja seni pertunjukan memiliki upah di bawah rata-rata UMP/UMK. Rata-rata hanya Rp 1,9 juta per bulan. Khusus seni pertunjukan tradisional, rata-rata angkanya jauh lebih kecil lagi. Bahkan, banyak di antaranya tanpa pemasukan dalam sebulan karena tidak ada pentas. Awaluddin (53), anggota Ketoprak Dor Langen Bekti Setio Utomo, di rumahnya di Kabupaten Deli Serdang, Sumut, Jumat (14/6) mengatakan, ketoprak dor sudah lama menghidupi dia dan keluarganya.
Saat masih digandrungi masyarakat, kelompok ketoprak dor di Desa Cinta Rakyat, Kecamatan Percut Sei Tuan, itu bisa tampil setiap hari. ”Sudah lebih dari 10 tahun ini ketoprak dor tidak lagi diminati masyarakat. Kami paling bisa tampil satu kali dalam satu bulan. Saya harus seharian keliling jualan ikan agar bisa memenuhi kebutuhan keluarga,” kata Awaluddin yang tampil terakhir kali sebulan lalu di daerah Mabar, Kota Medan, untuk acara hiburan dalam hajatan sunatan. Sekali tampil, mereka mendapat Rp 2 juta. Uang itu dibagi untuk 20 anggota ketoprak dor. Setelah dipotong ongkos transportasi danoperasional, para pelaku seni mendapat sekitar Rp 80.000 per orang. ”Ketoprak dor ini sebenarnya tidak bisa lagi menghidupi kami para pelaku seni. Kami tetap melakoninya benar-benar karena kecintaan kami pada kesenian leluhur di Tanah Deli ini,” ucapnya. (Yoga)
Telusuri Aliran Dana Judi Daring
Penelusuran aliran dana dari judi daring diyakini bisa menjadi kunci untuk memberantas praktik perjudian di ranah siber tersebut, karena itu, Satgas Pemberantasan Perjudian Daring yang baru dibentuk Presiden Jokowi diminta fokus pada penelusuran dana itu selain membangun sistem pencegahan agar masyarakat memahami dampak buruk judi daring sekaligus menjadikannya sebagai musuh bersama. Permintaan agar Satgas Pemberantasan Perjudian Daring menelusuri aliran dana dari judi daring hingga ke penerimanya disampaikan anggota Komisi III DPR dari Fraksi Partai Nasdem, Taufik Basari, Senin (17/6). Penelusuran pun dimintanya tak tersekat oleh batas negara. Sebab, pengelola judi daring merupakan jaringan lintas negara.
”Penelusuran aliran dana menjadi penting untuk membongkar jaringan ini. Memetakan siapa saja yang terlibat lalu melakukan penindakan dan pencegahannya,” kata Taufik. Pada 14 Juni lalu, Presiden Jokowi telah menandatangani Keppres No 21 Tahun 2024 tentang Satgas Pemberantasan Perjudian Daring. Dalam satgas yang dipimpin Menko Polhukam itu, ada pula unsur dari PPATK yang selama ini bertugas menelusuri aliran uang hasil kejahatan. M Natsir Kongah dari Kelompok Substansi Humas PPATK mengatakan, sebelum ada Satgas Pemberantasan Perjudian Daring, PPATK sudah berkoordinasi dengan Bareskrim Polri terkait upaya pemberantasan judi daring. Koordinasi tersebut tentunya bakal lebih intensif setelah satgas terbentuk. Dalam diskusi yang digelar secara daring, 15 Juni lalu, Natsir mengungkapkan ada aliran uang dari judi daring ke luar negeri, yakni beberapa negara di Asia Tenggara. ”Di ASEAN ya. Thailand, Filipina, Kamboja seperti itu. (Vietnam) ada,” jelasnya. (Yoga)









