Rupiah Jeblok, Kinerja Industri Bisa Anjlok
Rupiah keok, terkapar di level Rp 16.412 per dollar Amerika Serikat (AS) pada pekan lalu. Meski di pasar spot, rupiah sedikit berotot ke Rp 16.370 (18/6), performa rupiah kali ini sudah mendekati masa krisis 1997/1998. Saat itu, nilai tukar rupiah jatuh ke level terendah. 17 Juni 1998, kurs rupiah di pasar uang spot antarbank Jakarta ditutup pada Rp 16.900 per dollar AS. Saat perdagangan pada 22 Januari 1998, rupiah bahkan menyentuh level Rp 17.000 per dollar AS. Dus performa mata uang garuda ini membuat tekanan industri manufaktur semakin menjadi-jadi. Tak hanya menghadapi rupiah yang loyo, industri manufaktur juga harus berhadapan dengan loyonya permintaan pasar domestik serta ekspor. Pelaku industri harus menanggung lonjakan beban biaya produksi dan biaya perusahaan akibat pelemahan nilai tukar rupiah. Industri yang berutang dollar AS, harus menghadapi kenaikan utang akibat kurs dan cicilan. Pun dengan industri yang mengandalkan bahan baku impor. Mereka tertohok denggan kenaikan biaya impor. Salah satu industri yang sudah mengeluh adalah industri makanan minuman.Gabungan Pengusaha Makanan Minuman Indonesia (Gapmmi) menyebut, pelemahan rupiah akan menggerus laba, lantaran sebagian bahan baku utama produk makanan dan minuman masih harus diimpor.
Antara lain: kacang kedelai, susu, garam, gula, jagung, hingga tepung terigu. Koreksi rupiah membuat harga bahan baku makin mahal, sehingga biaya produksi membengkak. "Di tengah pelemahan rupiah, biaya pengapalan luar negeri juga naik bahkan tiga sampai empat kali lipat," ujar Ketua Umum Gapmmi, Adhi S. Lukman, Selasa (18/6). Indonesia Packaging Federation (IPF) juga menyebut, pelemahan rupiah sudah terasa dampaknya bagi industri kemasan. Porsi impor bahan baku kemasan mencapai 50%. Alhasil, harga kemasan plastik terkerek sekitar 3%-5% atau bahkan lebih. Alhasil, "Strategi kami dengan membatasi impor bahan baku sesuai order saja, sehingga risiko kerugian akibat pelemahan kurs bisa dikurangi," ujar Business Development Director IPF Ariana Susanti, (18/6). Gabungan Perusahaan Elektronik (Gabel) bilang, mengerek harga jual memang menjadi cara paling lumrah dan mudah untuk mengantisipasi pelemahan rupiah.
Namun, upaya ini tidak mudah dilakukan karena pasar domestik belum stabil. "Bagi kami tak ada kurs rupiah yang ideal, yang penting bergerak stabil," imbuh Sekretaris Jenderal Gabel, Daniel Suhardiman, Selasa (18/6). Perkumpulan Perusahaan Pendingin Refrigerasi Indonesia (Perprindo) mengakui, tren koreksi rupiah membuat ongkos produksi pendingin refrigerasi, seperti lemari es dan air conditioner (AC) menjadi lebih mahal. Pelemahan rupiah juga mengancam industri alat berat nasional, mengingat 40% bahan baku masih impor. Biaya produksi alat berat meningkat. "Beberapa perusahaan bakan siap menaikkan harga jual berkisar 1,5%-3%," imbuh Ketua Umum Hinabi Giri Kus Anggoro, Selasa (18/6). Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Shinta W. Kamdani mengakui, kurs rupiah saat ini sudah sangat sulit ditoleransi pengusaha.
Kenaikan Daya Asing Bisa Menarik Investor Asing
Peringkat daya saing Indonesia pada 2024 meningkat. Kondisi ini akan menjadi salah satu modal bagi pemerintah untuk menarik lebih banyak investasi, termasuk para pemodal asing, ke dalam negeri. Dalam riset International Institute for Management Development (IMD) World Competitiveness Ranking(WCR) 2024, peringkat daya saing Indonesia naik ke posisi 27 di dunia, dari sebelumnya di level 34. Untuk kawasan Asia Tenggara, Indonesia berada di posisi tiga besar setelah Singapura yang berada di peringkat pertama dan Thailand di peringkat 25. Namun, Indonesia berhasil mengalahkan Malaysia yang berada di peringkat ke-34 dan Filipina di posisi ke-52. "Dalam beberapa dekade terakhir, negara-negara seperti Tiongkok, India, Brasil, Indonesia dan Turki mengalami pertumbuhan dan pembangunan pesat. Imbasnya kini mereka memegang peranan penting dalam perdagangan, investasi, inovasi dan geopolitik," kata Direktur World Competitiveness Center (WCC) IMD, Arturo Bris, dalam keterangan tertulisnya, Selasa (18/6).
Penilaian IMD WCR 2024 dilakukan berdasarkan kemampuan suatu negara untuk meningkatkan kesejahteraan dalam jangka panjang. Ada empat indikator yang digunakan untuk menentukan peringkat tersebut. Pertama, performa ekonomi yang naik ke posisi 24 dari sebelumnya di level 29. Terutama, didorong oleh performa ekonomi domestik yang menanjak 18 peringkat. Kedua, efisiensi pemerintah naik ke posisi 23 dari sebelumnya 31. Terutama, didorong oleh naiknya peringkat institutional framework. Ketiga, efisiensi bisnis yang naik dari posisi 20 ke peringkat 14. Keempat, infrastruktur. Sayangnya, Indonesia turun peringkat dari 51 ke 52. Terutama karena turunnya peringkat infrastruktur kesehatan dan lingkungan, pendidikan, sains, dan teknologi. Kepala Ekonom Bank Central Asia (BCA) David Sumual mengatakan, perbaikan daya saing bisnis, termasuk infrastruktur, logistik, sumber daya manusia (SDM), birokrasi dan perizinan, diapresiasi oleh IMD. Harapannya, investasi, termasuk penanaman modal asing (PMA) alias foreign direct investment bisa lebih deras lagi. Adapun PMA mendominasi realisasi investasi dengan nominal Rp 204,4 triliun atau 50,9%. Sementara realisasi investasi penanaman modal dalam negeri (PMDN) sebesar Rp 197,1 triliun atau 49,1% dari total realisasi investasi.
Efisiensi Belanja untuk Tekan Beban
DRMA Genjot Onderdil Kendaraan Listrik
Adu Kuat Sentimen Bunga & Pajak
Emiten saham properti Grup Sinarmas, PT Bumi Serpong Damai Tbk (BSDE), mencetak kinerja positif di kuartal I-2024. Tren positif ini diperkirakan berlanjut hingga akhir tahun. BSDE mencatatkan pendapatan Rp 3,77 triliun atau tumbuh 31,25% secara tahunan atau year on year (yoy). Laba bersihnya tercatat sebesar Rp 1,44 triliun atau melesat 62,55% yoy. BSDE juga mencetak pertumbuhan marketing sales sebesar 3% yoy menjadi Rp 2,22 triliun. Analis Maybank Sekuritas Indonesia William Jefferson mengatakan, kinerja di kuartal I tahun ini merupakan pendapatan kuartalan tertinggi kedua yang pernah dicapai BSDE. Hasil tersebut didorong pendapatan bisnis pengembang sebesar Rp 3,35 triliun, tumbuh 36,17% yoy. Senior Investment Information Mirae Aset Sekuritas Indonesia Nafan Aji Gusta bilang, BSDE menargetkan marketing sales 2024 sebesar Rp 9,5 triliun. Insentif Pajak Pertambahan Nilai Ditanggung Pemerintah (PPN DTP) akan menjadi pendorong.
Selain itu, Bank Indonesia (BI) diperkirakan akan melonggarkan kebijakan moneter, sejalan dengan rencana pemangkasan suku bunga the Fed sebesar 25 basis poin (bps). William sepakat insentif PPN DTP mendorong marketing sales Grand Wisata dan Kota Wisata, yang memiliki basis konsumen yang sesuai dengan insentif PPN. Hasilnya, kedua kota mandiri itu menyumbang 20% dari prapenjualan kuartal I-2024 atau sebesar Rp 444 miliar. Analis KB Valbury Sekuritas Benyamin Mikael mengatakan, KB Valbury mengantisipasi pertumbuhan laba BSDE sebesar 37,8% menjadi Rp 2,7 triliun di 2024. Ini disebabkan peningkatan marjin penjualan kavling tanah joint venture serta berkurangnya kerugian selisih kurs pada tahun 2023 setelah refinancing. Di sisi lain, Benyamin menilai depresiasi rupiah seharusnya tidak terlalu berdampak pada BSDE. Sebab, pinjaman dalam mata uang USD saat ini hanya sebesar US$ 88,9 juta atau sekitar Rp 1,4 triliun, atau setara dengan 3,7% terhadap ekuitas. KB Valbury melihat ada prospek pertumbuhan CAGR marketing sales BSDE yang kuat sebesar 6,8% dalam lima tahun ke depan, juga valuasi yang tidak terlalu tinggi, dan pengembangan yang berkelanjutan di BSD City. Itu menjadi sentimen positif bagi BSDE menurut KB Valbury.
Rupiah Terdampak Sinyal The Fed
Nilai tukar rupiah kembali terdepresiasi hingga menembus Rp 16.400 per dollar AS di akhir pekan menyusul kebijakan bank sentral AS, Federal Reserve atau The Fed, yang mengindikasikan pemangkasan suku bunga acuannya hanya akan terjadi satu kali pada akhir 2024. Ada pula faktor kekhawatiran investor terhadap kebijakan belanja pemerintahan Indonesia 2024-2029. Berdasarkan Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor), pada perdagangan Jumat (14/6) rupiah ditutup pada level Rp 15.374 per dollar AS, melemah 6,33 % dibanding penutupan akhir 2023, sekaligus menjadi level pelemahan terdalam rupiah selama kalender berjalan.
Kepala Ekonom Bank Permata Josua Pardede menjelaskan, data inflasi AS yang lebih rendah dari perkiraan membuat dollar AS melemah. Namun, hasil rapat Dewan Kebijakan Bank Sentral AS (Federal Open Market Committee/FOMC) per Juni 2024 mengindikasikan The Fed hanya akan memangkas suku bunga sebesar 25 basis poin (bps) sekali pada akhir 2024. Implikasinya, dollar AS kembali menguat. ”Dollar AS dalam sepekan terakhir tercatat kembali menguat terhadap mata uang global, baik mata uang negara maju maupun mata uang negara berkembang, termasuk rupiah yang melemah hingga ke level 16.400 per dollar AS,” katanya, Minggu (17/6). (Yoga)
Ketidakseimbangan Pasokan dan Daya Beli Hunian
Deretan permukiman kumuh dengan latar belakang menara apartemen tampak di kawasan Pluit, Penjaringan, Jakarta Utara, Minggu (16/6/2024). Tingginya kebutuhan hunian masyarakat belum sepadan dengan penyediaan pasokan rumah tinggal. Akibatnya, harga rumah atau properti meningkat relatif signifikan dalam waktu singkat. Di sisi lain, daya beli masyarakat terhadap hunian sangat terbatas karena kenaikan penghasilan yang belum memadai. (Yoga)
Dari Matahari ke Bulog Next
Logo Perum Bulog telah berubah dari matahari menjadi Bulog Next sejak 21 Mei 2024. Belum sebulan evolusi identitas dan visi-misi perusahaan berjalan, Presiden Jokowi meminta Bulog mengakuisisi sumber beras di Kamboja. Inikah kisah Bulog Next yang mengusung slogan ”mengantarkan kebaikan” ke depan? Dalam setahun terakhir, Bulog yang telah berusia 57 tahun ditempa dengan sejumlah tantangan. Bulog diminta pemerintah menstabilkan stok dan harga beras di saat produksi beras nasional turun akibat dampak El Nino. Di tengah situasi yang dibarengi tahun politik itu, Bulog juga diminta menyalurkan bantuan 10 kg beras bagi keluarga berpenghasilan rendah, yang menyasar 21,3 juta keluarga penerima manfaat (KPM) pada 2023 dan 22 juta KPM pada 2024.
Untuk itu, pada 2023, pemerintah yang masih memiliki utang kepada Bulog Rp 16 triliun meminta Bulog mengimpor beras sebanyak 3,5 juta ton. Bulog mampu merealisasikannya sebanyak 3 juta ton di tengah kesulitan finansial dan lonjakan harga beras dunia. Selain itu, Bulog juga diperintahkan menyerap gabah atau beras di dalam negeri. Pada Januari-medio Juni 2024, Bulog mampu merealisasikannya sebanyak 700.000 ton setara beras atau melebihi target 600.000 ton. Hingga akhir tahun ini, Bulog optimistis bisa menambahnya menjadi 900.000 ton. Sejumlah upaya itu membuat Bulog memiliki stok beras yang cukup kuat, yakni 1,8 juta ton per medio Juni 2024. Dari jumlah itu, 30 % merupakan hasil pengadaan gabah atau beras dalam negeri.
Pada 10 Juni 2024, Bapanas memperkirakan produksi beras pada semester II-2024 akan turun sehingga harga beras berpotensi naik pada 2-3 bulan ke depan (Kompas, 10/6/2024). Bulog juga menemukan sejumlah solusi atas problem yang ada, mulai dari penyelesaian piutang pemerintah, modal usaha, kanal penyaluran beras, modernisasi penggilingan padi, hingga model kemitraan dan bisnis. Bulog juga terus mengembangkan kemitraan dengan petani dan penggilingan kecil. Sejumlah upaya yang dilakukan, melalui mekanisme kontrak pertanian dengan petani dalam program Makmur dan mendistribusi beras bersama penggilingan-penggilingan kecil. Kendati begitu, sejumlah PR membayangi. Pertama, menjaga warung dan kios pangan pengendali inflasi di sejumlah daerah di Indonesia agar bisa menjadi kanal penyaluran beras Bulog permanen.
Kedua, belum ada aturan tegas tentang boleh tidaknya beras operasi pasar Bulog dioplos untuk dijual lagi dengan harga di atas HET. Seharusnya, beras operasi pasar Bulog tidak boleh dioplos dan dijual di atas HET. Ketiga, Bulog perlu memperbanyak kemitraan dengan penggilingan-penggilingan padi kecil di sejumlah daerah sentra beras. Keempat, Bulog perlu memiliki CPP, termasuk CBP ideal yang ditopang dengan peningkatan produksi dan produktivitas padi. Di tengah berbagai PR itu, pergantian logo matahari menjadi Bulog Next bakal membawa sejumlah konsekuensi. Perubahan itu diharapkan lebih membumikan peran Bulog yang semula sebagai sumber kehidupan menjadi sang pengantar kebaikan di dalam negeri. Kisah Bulog Next ke depan tidak hanya sekadar mengakuisisi sumber beras Kamboja, tetapi juga mampu menuntaskan sejumlah PR tersebut. (Yoga)
Hengkangnya Pendiri Tokopedia, Gojek, dan Bukalapak
Satu per satu pendiri Tokopedia, Gojek, dan Bukalapak mundur dari jabatannya. Mereka hengkang justru setelah perusahaan yang dulu mereka rintis itu berkembang menjadi unicorn dan decacorn. Cerita hengkangnya para pendiri perusahaan rintisan tersebut dibuka dengan mundurnya William Tanuwijaya, co-founder dan co-chairman GoTo. Merujuk informasi dari akun resminya di LinkedIn, William terdaftar sebagai co-founder dan co-chairman GoTo pada Mei 2021 sampai Juni 2024. GoTo adalah perusahaan hasil merger antara Gojek dan Tokopedia. Keputusan tidak lagi melanjutkan masa jabatannya sebagai co-chairman GoTo diumumkan pada RUPS Luar Biasa (RUPSLB) GoTo di Jakarta, Selasa (11/6). Pendiri lain Tokopedia adalah Leontinus Alpha Edison. Co-founder Tokopedia itu sempat memiliki saham seri A dan seri B di awal proses merger Tokopedia ke GoTo.
Namanya juga ”hilang” setelah merger resmi tuntas dan perusahaan melantai di BEI. Sebelumnya, para pendiri Gojek sudah terlebih dulu mundur, meliputi Nadiem Makarim, Kevin Aluwi, dan Michaelangelo Moran. Moran yang pertama kali mundur, ia mengumumkan mundur dari Gojek per 18 Oktober 2016. Bergabung sejak Gojek berdiri pada 2010, Moran menempati posisi terakhir sebagai brand director. Menyusul Nadiem yang kini menjabat Mendikbudristek. Ia mundur dari Gojek pada 2019 setelah diminta Presiden Jokowi bergabung di kabinet. Sementara, Kevin Aluwi, yang dulu adalah co-founder Gojek, juga mundur dari jajaran tertinggi GoTo. Kevin kini menjadi venture partner di Lightspeed, sebuah perusahaan modal ventura untuk usaha rintisan (start up). Fenomena serupa terjadi di Bukalapak. Achmad Zaky, salah satu pendiri Bukalapak, memutuskan mundur dari jabatan CEO Bukalapak pada Desember 2019.
Diikuti dua pendiri Bukalapak lainnya. Nugroho Herucahyono, yang menjabat sebagai Chief Technology Officer di Bukalapak dari November 2009, mundur per Maret 2020. Bersama Zaky, Nugroho bergabung dengan perusahaan modal ventura bernama Init6 sejak April 2020. Pendiri Bukalapak lainnya, Muhamad Fajrin Rasyid juga mundur dan kini menjabat sebagai Director of Digital Business Telkom Indonesia dari Juni 2020 hingga kini. Managing Partner Discovery/Shift Rama Mamuaya, Senin (17/6), di Jakarta, mengatakan, pendiri start up memiliki beberapa peran. Peran pertama adalah starter yang memulai ide sampai ide itu menjadi bisnis ukuran kecil atau menengah. Peran kedua ialah scaler yang bertugas melakukan ekspansi bisnis. Peran ini biasanya terjadi ketika suatu start up dapat kucuran investasi seri B hingga sebelum IPO.
Peran ketiga ialah menjadi pemimpin atau pembimbing. Dalam peran ini, biasanya mereka bertugas mengelola tim eksekutif agar tidak melenceng dari visi perusahaan. Ini biasanya terjadi pada saat kondisi start up sudah IPO atau menjadi perusahaan berskala sangat besar. ”Ada sejumlah pendiri bisa berkembang bersama perusahaan, seperti Steve Jobs dan Mark Zuckerberg. Akan tetapi, CEO pada start up tahap awal dan IPO berbeda. Oleh karena itu, kebanyakan pendiri akhirnya mengundurkan diri ketika sudah IPO atau sudah besar,” ujarnya. Para pendiri start up biasanya mulai dengan target ingin menjadikan start up tumbuh besar. Namun, ketika sudah menjadi besar, perusahaan akan diikuti dengan tujuan mengincar profit yang makin besar dan ekspansi pasar. Tidak semua pendiri start up mau dan cocok menjalani misi ini. (Yoga)
Pengepul Kulit Hewan Kurban
Pengepul meneliti kulit hewan kurban yang telah mereka beli di pinggir Jalan KH Mas Mansyur, Tanah Abang, Jakarta Pusat, Senin (17/6/2024). Saat Idul Adha, pedagang musiman membeli kulit hewan kurban hasil pemotongan. Kulit sapi dihargai oleh pengepul Rp 4.000 per kilogram, sementara kulit kambing atau domba dihargai Rp 10.000 per lembar. Kulit tersebut akan digunakan sebagai bahan baku kerupuk (rambak), beduk, atau jaket. Pengepul akan menjual kembali kulit itu kepada pengusaha kerupuk, beduk, atau jaket. Dalam dua hari musim kurban, biasanya pengepul memperoleh sekitar 500 kilogram hingga 1,5 ton kulit. (Yoga)









