;

PHK Tokopedia- Tiktok Shop Direalisasikan Pekan Ini

Yoga 20 Jun 2024 Kompas

Kemennaker mengonfirmasi kabar PHK di Tokopedia-Tiktok Shop. Menurut kementerian, pelaksanaan PHK akan dilakukan pekan ini. Untuk itu, pihak kementerian telah mendorong agar hak-hak karyawan yang terdampak dipenuhi perusahaan. ”Kami telah berkomunikasi dengan pihak Tokopedia-Tiktok Shop. Pelaksanaan PHK kemungkinan dilakukan pekan ini. Mungkin besok atau lusa,” ujar Dirjen Pembinaan Hubungan Industrial dan Jamsostek Kemenaker, Indah Anggoro Putri seusai menghadiri rapat dengar pendapat dengan Komisi IX DPR RI, Rabu (19/6) di Jakarta. Menurut dia, dari hasil konfirmasi dengan pihak manajemen Tokopedia-Tiktok Shop, keputusan PHK dilakukan sebagai konsekuensi atas konsolidasi Tokopedia dan Tiktok Shop pada Desember 2023, yang menyebabkan ada fungsi divisi ataupun jabatan yang sama.

Indah menyebutkan, ada 300 karyawan yang terdampak. Namun, dia memastikan para karyawan yang terkena PHK murni karena konsekuensi konsolidasi, bukan karena mereka akan digantikan tenaga kerja asing (TKA) asal China seperti rumor yang beredar. ”Bukan digantikan TKA. Kami mengawal assessment (keputusan restrukturisasi) yang Tokopedia-Tiktok Shop lakukan. Konsolidasi menyebabkan ada ’duplikasi’ fungsi divisi atau jabatan,” katanya Sesuai data yang tercatat di Kemenaker, jumlah pekerja yang terkena PHK selama Januari-19 Juni 2024 mencapai 27.000 orang, belum termasuk jumlah karyawan terkena PHK dari Tokopedia-Tiktok Shop. (Yoga)


Pekerjaan ”Gig” Diminati

Yoga 20 Jun 2024 Kompas

Para pekerja terlihat sedang membersihkan kaca jendela di gedung bertingkat di Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, Rabu (19/6/2024). Pekerjaan yang umumnya dijalin dalam kontrak jangka pendek ini menjadi bagian dari aktivitas gig yang kini diminati banyak pekerja. Jumlah pekerja gig, tenaga kerja yang identik dengan karyawan kontrak jangka pendek atau pekerja lepas, ini diperkirakan mencapai 2,3 juta orang di seluruh Indonesia. (Yoga)

Sentimen Negatif Pinjaman Daring Hambat Pembiayaan

Yoga 20 Jun 2024 Kompas

Pembiayaan di sektor produktif oleh industri pembiayaan berbasis teknologi dalam beberapa tahun terakhir terus menurun. Selain akibat sentimen negatif dari platform pinjaman daring ilegal, regulasi yang mengatur tingkat suku bunga dan besaran pungutan pajak turut membatasi ruang gerak pelaku industri dalam menyalurkan dana ke sektor produktif. Berdasarkan data OJK, jumlah penyaluran pinjaman industri financial technology peer to peer lending (Fintech P2P Lending) per April 2024 sebesar Rp 6,9 triliun. Meski secara tahunan tumbuh 7,5 %, porsinya dibandingkan dengan total pembiayaan terus menurun. Pada akhir 2021, porsi pembiayaan di sektor produktif mencapai 65,88 % dari total penyaluran pembiayaan, turun menjadi 42,04 % pada akhir 2022, lalu sebesar 31,83 % pada 2023, dan menjadi 31,86 % per April 2024.

Di sisi lain, jumlah outstanding pembiayaan pada April 2024 tercatat Rp 62,7 triliun atau tumbuh 24,15 % secara tahunan. Artinya, penyaluran pembiayaan oleh Fintech P2P Lending selama ini cenderung lebih banyak mengarah ke sektor konsumtif ketimbang sektor produktif. Padahal, OJK menargetkan porsi pembiayaan sektor produktif mencapai 70 % dari total pembiayaan pada 2028. Salah satu perbedaan antara pembiayaan sektor produktif dan sektor konsumtif adalah tingkat suku bunga yang dikenakan, masing-masing 0,1 % per hari atau 3 % per bulan dan 0,3 % per hari atau 9 % per bulan.

Besaran bunga tersebut secara bertahap akan diturunkan menjadi 0,067 % per hari untuk sektor produktif dan 0,1 % per hari untuk sektor konsumtif pada 2026. CEO sekaligus Co-Founder Koinworks Benedicto Haryono mengatakan, sentimen negatif platform pinjaman daring atau pinjol konsumtif dan ilegal berpengaruh terhadap citra industri Fintech P2P Lending.Tak jarang, pelaku UMKM meragukan akses pembiayaan yang diberikan karena menganggap fintech lending disamakan dengan pinjaman daring. ”Kami sering bertemu potential partner dan UMKM, yang begitu mendengar, ini Koinworks pinjol ya. Langsung mundur dan langsung takut. Padahal, kami sama sekali berbeda dengan pinjol,” katanya saat ditemui di Jakarta, Rabu (19/6). (Yoga)


Penurunan Nilai Ekspor Batubara dan CPO Diganjal Komoditas Lain

Yoga 20 Jun 2024 Kompas

Neraca perdagangan Indonesia masih surplus di tengah perlambatan ekonomi negara mitra dagang utama dan gejolak nilai tukar rupiah. Penurunan permintaan serta harga komoditas batubara dan minyak sawit juga mampu disubstitusi dengan sejumlah komoditas lain. BPS, Rabu (19/6) merilis, neraca perdagangan migas dan nonmigas Indonesia pada Mei 2024 surplus 2,93 miliar USD. Capaian itu membuat Indonesia mencatatkan surplus dagang selama 49 bulan berturut-turut sejak Mei 2020. Hal itu tidak lepas dari kinerja ekspor migas dan nonmigas yang tumbuh 13,82 % secara bulanan dan 2,86 % secara tahunan menjadi 22,33 miliar USD. Adapun impornya senilai 19,4 miliar USD atau naik 14,82 % secara bulanan dan turun 8,83 % secara tahunan.

Peningkatan nilai ekspor pada Mei 2024 tersebut terutama didorong peningkatan ekspor nonmigas. Secara umum, kinerja ekspor itu masih didominasi tiga komoditas utama, yakni bahan bakar mineral, termasuk batubara; lemak dan minyak hewani/nabati, termasuk CPO dan produk turunan; serta besi dan baja. Namun, pertumbuhan nilai ekspor tertinggi justru terjadi pada komoditas selain tiga komoditas ekspor utama itu. Sejumlah komoditas itu adalah alas kaki yang tumbuh 33,82 % secara bulanan; kendaraan dan bagiannya 26,8 %; nikel dan produk turunan 26,77 %; mesin dan perlengkapan elektrik beserta bagiannya; serta bijih logam,terak, dan abu 25,5 %.


Restorasi Vespa Tua

Yoga 20 Jun 2024 Kompas

Seorang montir terlihat sedang memperbaiki skuter Vespa di bengkel Gudang Teyeng, Desa Baturan, Colomadu, Karanganyar, Jawa Tengah, Rabu (19/6/2024). Skuter Vespa yang telah berusia tua semakin banyak direstorasi dan digunakan kembali sehingga nilai jualnya pun tinggi, bahkan mencapai puluhan juta dan menjadi salah satu wujud investasi berbasis hobi. (Yoga)

Presiden Joko Widodo Tinjau Program Pompanisasi di Karanganyar

Yoga 20 Jun 2024 Kompas

Presiden Joko Widodo menyaksikan para petani memanen sawahnya sewaktu meninjau program pemberian bantuan pompa air (pompanisasi) untuk pengairan sawah di Desa Krendowahono, Kecamatan Gondangsari, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah, pada hari Rabu (19/6/2024). Pompanisasi dijadikan upaya untuk mencegah kekeringan panjang. Diharapkan, langkah itu dapat meningkatkan produksi beras secara signifikan. (Yoga)

Mengusut Penjarah Blok C Rusunawa Marunda

Yoga 20 Jun 2024 Kompas

Sejak akhir tahun lalu terjadi penjarahan aset-aset Blok C Rusunawa Marunda, Cilincing, Jakut. Blok C1-Blok C5 Rusunawa Marunda dijarah setelah 451 keluarga direlokasi ke Rusun Nagrak dan Rusun Padat Karya pertengahan tahun 2023. Warga direlokasi karena seluruh blok dinyatakan tidak layak huni berdasar inspeksi bangunan oleh BRIN pada 2021 dan plang nama Blok C5 ambruk pada 30 Agustus 2023. Kondisi blok yang kosong dimanfaatkan penjarah. Mereka menggondol railing atau terali tangga, pagar pembatas, pintu, jendela, kaca, besi hidran pipa, kabel, sakelar, pagar, dan rolling door atau pintu geser dari seluruh blok. Pada Rabu (19/6) hanya tersisa jejak penjarahan di Blok C Rusunawa Marunda. Dari luar tidak ada lagi jendela pada ratusan unit hunian. Sama dengan kios di lantai dasar yang kehilangan pintu geser.

Dari lantai dasar ini terlihat pecahan dan retakan pada tembok yang kehilangan pagar pembatas. Kondisi serupa terjadi pada tangga-tangga tanpa terali. Unit-unit hunian juga tanpa pintu masuk, pintu kamar mandi, dan pintu kamar tidur. Seluruh instalasi listriknya hilang menyisakan bolong di dinding. ”Rolling door-nya habis,” ujar seorang pedagang berusia 45 tahun dari salah satu kios yang tersisa di Blok C. Di situ hanya tersisa dua kios yang masih utuh. Selebihnya tinggal tembok tanpa pintu geser dan instalasi listrik. ”Kios aman karena omong. Jangan ganggu warung ibu. Ibu, kan, baik sama kalian,” ujarnya. Penjual yang enggan disebut namanya ini menyaksikan penjarah beraksi pada siang dan malam hari. Mereka terdiri atas warga sekitar rusunawa dan warga luar yang datang membawa gerobak, sepeda motor, dan mobil angkut. Mereka datang, terus berantem sama petugas keamanan.

Tetapi, ada yang bilang mereka dapat izin dari orang kantor (pengelola Rusunawa Marunda). Sekarang sudah diganti,” ucapnya. Aksi penjarah menyerang petugas keamanan terjadi pada Selasa (2/1). Mereka mengeroyok petugas keamanan dan merusak fasilitas kantor pengelola rusunawa. Kejadian itu berawal dari petugas keamanan menangkap basah penjarah di Blok C, Minggu (31/12/2023). Buntutnya petugas keamanan membuat laporan polisi di Polres Metro Jakut dengan no LP/B/2/I/2024/SPKT/POLRES METRO JAKUT/POLDA METRO JAYA pada Rabu (3/1). Pj Gubernur DKI Jakarta Heru Budi Hartono memastikan sudah memantau penjarahan ini. Pemda telah melapor kepada polisi agar penjarah ditindak. ”Sudah koordinasi dengan polres dan polsek setempat. Harus ditindak karena melanggar hukum,” ujarnya. (Yoga)


Warga Miskin Bertahan di Tengah Keterbatasan

Yoga 20 Jun 2024 Kompas

Rohani (53) melayani konsumen di warungnya di Gang VI, RT 022 RW 017, Kelurahan Penjaringan, Jakut, pada Rabu (19/6), untuk memenuhi kebutuhannya setelah suaminya meninggal tiga tahun lalu. Di rumah 4 x 6 meter, Rohani bermukim, bersama anak yang berkeluarga. Walau tinggal berdesakan, sekarang sudah ada akses berupa jalan beton. Air pun sudah mengalir lebih lancar. ”10 tahun lalu, air sulit kami dapat. Jalan rusak karena hanya dibangun dengan bahan seadanya,” kata Rohani. Wakil Ketua RT 022 Armen mengatakan, ada 300 keluarga yang tinggal di kawasan tersebut. Sebagian besar penduduk bekerja sebagai pedagang, nelayan, dan buruh. Warga selalu waswas akan ada kebakaran. Terakhir, api mengamuk pada 2019. Saat itu, 11 rumah terbakar. ”Karena itu, sejak awal saya mengimbau warga agar menjaga sistem kelistrikan rumahnya untuk mencegah korsleting,” katanya.

Aspirasi warga terus disuarakan untuk membenahi permukiman ke musyawarah perencanaan pembangunan (musrenbang). ”Beberapa aspirasi dipenuhi, seperti pembangunan gorong-gorong dan jalan,” katanya. Hidup dalam keterbatasan juga dijalani Eta Zulkifli (57), warga RT 005 RW 012, Kelurahan Tanah Tinggi, Jakpus. Di rumah seluas 23 meter persegi, dia tinggal bersama 10 orang dari tiga keluarga. Jika ingin buang air, dirinya menggunakan kamar mandi 1 x 1 meter yang digunakan untuk sembilan keluarga lainnya. Eta bekerja sebagai pengemudi ojek daring yang memperoleh uang Rp 100.000 per hari. Sang istri membantu perekonomian keluarga dengan berjualan di depan rumah. Beruntung Eta menjadi 1 dari 11 keluarga yang mendapat bantuan pembangunan lingkungan berupa rumah sehat hasil kolaborasi Yayasan Buddha Tzu Chi dengan Pemprov DKI Jakarta yang dicanangkan pada November 2023.

Hunian sehat yang masih dibangun tersebut berbentuk rusun empat lantai seluas 222 meter persegi, dengan taman bermain anak, ruang terbuka hijau, ruang bersosialisasi, dan ruang untuk berusaha. Pj Gubernur DKI Jakarta Heru Budi Hartono menjelaskan, setiap warga berhak mendapatkan hunian yang laik (Kompas, 24/11/2023). Menurut BPS, rumah layak huni apabila luasnya minimal 7,2 meter per kapita serta memiliki akses air minum dan sanitasi layak. Berdasar rencana Pemprov DKI Jakarta 2023-2026, ditargetkan luasan kawasan kumuh berkurang menjadi 2,26 % pada tahun 2026. Pemprov DKI mencatat ada 450 RW kumuh dari total 2.744 RW. Sebanyak 200 RW sudah ditata, sisanya akan dibenahi bertahap hingga 2026. Data BPS DKI, ada 1,77 juta rumah tangga tak memiliki akses terhadap hunian layak dari 2,78 juta rumah tangga pada 2022. (Yoga)


Uyau Moris Menggaungkan Sape ke Dunia

Yoga 20 Jun 2024 Kompas (H)

Amoris (32) mengangkat status alat musik petik tradisional asal Kalimantan, sape, yang dulu dianggap kuno. Uyau Moris, nama beken musisi tersebut, memukau penonton hingga mancanegara. Ia merintis kiprahnya dengan merogoh kocek sendiri. Moris mengetengahkan penampilan teranyarnya untuk memeriahkan Pasar Indonesia yang dihadiri 11.000 pengunjung, nun jauh di Rijswijk, Belanda, selama dua hari yang berakhir Minggu (2/6/2024). Penampil berkostum hijau dan merah bertopeng mengiringi Moris dengan hudoq, tarian asal Kalimantan. Beberapa perempuan beranjak melenggang dan langsung memikat pengunjung, termasuk anak-anak, untuk ikut bergoyang. Sebagian audiens merekam dengan kamera ponselnya. Penonton membeludak hingga banyak yang rela berdiri. Pekikan khas Dayak, yang membuka lagu ”Menok Tawai Tuyang” tentang kerinduan terhadap sahabat, dituruti penonton tak kalah lantang. Bukan penghibur belaka, ia dan rekan-rekannya juga mengusung misi budaya.

Mereka memboyong sesepuh dengan tradisi telinga panjangnya yang menggelar ritual agar pergelaran berlangsung lancar. Pekan sebelumnya, Moris menyemarakkan Festival Budaya Meratus di Balangan, Kalsel. Seusai ”Menok Tawai Tuyang”, kemerduan sape yang melebur dengan musik kekinian menyusul berlagukan ”Laskar Pelangi”, ”Bercinta lewat Kata”, ”Kangen”, dan ”Sempurna”. Audiens dengan mayoritas anak muda yang berasak-asak melancarkan koor diselingi teriakan histeris untuk mengiringi nyanyian Moris. Ia menyuarakan sape dilengkapi dengan pakaian Dayak Kenyah berikut ikat kepalanya. Moris tak ingat jumlah pentas yang telah diramaikannya, tetapi ia sudah mengunjungi puluhan kota. Warga Malinau, Kaltara, tersebut telah melanglang buana di AS, Jepang dan Kazakhstan. Di Belanda, Moris berkelana selama dua pekan untuk berkonser di delapan lokasi. Ia bersiteguh menggaungkan sape ke dunia sekaligus pakaian adatnya dengan baju sapei, topi bluko, dan celana abet yang dipadu tenunan eksotisme Dayak.

Hasrat Moris menggeluti sape tumbuh bersama sang kakek yang mahir memainkannya. Moris kuliah etnomusikologi di Yogyakarta yang membuka jalan menuju beragam ajang untuk menggemakan sapenya. Ia memulai debutnya dengan menumpang kereta ke Jakarta tahun 2011. Demi menimba pengalaman, biaya harus keluar dari kantong pribadi. Tahun yang sama, Moris sudah menjejaki ajang mancanegaranya ke Malaysia, Thailand, dan Singapura. Ia sebenarnya nekat. Moris memanfaatkan liburan kuliah dengan mengontak pemilik kafe untuk mengenalkan sape. Pelancongan dengan biaya sehemat mungkin dilakoni dengan tiket pesawat yang dipesan berbulan-bulan sebelumnya demi tarif puluhan ribu rupiah. ”Enggak disangka, akhirnya kenalan sama musisi-musisi yang ngajak ikut festival. Jadi, terjalin network (jaringan) buat main lagi,” ucapnya.

Moris juga mengecap pahitnya memainkan sape sekadar melengkapi undangan mengobrol, salaman, dan bersantap. Untuk membetot perhatian khalayak, terutama anak muda. Moris memainkan lagu-lagu pop, rock, dan jazz untuk menautkan mereka dengan irama sape. Senar ditambah agar menjangkau nada-nada konvensional. Ia mengunggah kreasi-kreasinya ke media sosial yang disambut hangat penonton belia. Denting sape Moris semakin nyaring seiring kolaborasinya dengan musisi-musisi lain. Ia sudah menciptakan 80 lagu dan merilis tiga album. ”Liriknya Dayak Kenyah, ada yang berbahasa Indonesia dan instrumentalia. Ia menggencarkan animo masyarakat bermain sape dengan memproduksinya. Sape berjenama Uyau dengan harga mulai dari Rp 1,8 juta tersebut diproduksi di Yogyakarta dan Malinau, Kaltara. Moris juga menyediakan sape mini untuk anak-anak yang ingin belajar memainkannya dengan harga mulai dari Rp 1 juta. (Yoga)


Polemik Antarmenteri Picu Ketidakpastian

Yuniati Turjandini 20 Jun 2024 Investor Daily (H)

Polemik antarmenteri menjelang berakhir pemerintahan Jokowi memicu ketidakpastian di kalangan dunia usaha sekaligus mengikis kepercayaan publik terhadap pemerintah. Sebab, polemik itu melahirkan kebijakan inkonsisten yang merugikan dunia usaha. Ini terjadi dalam  kasus kisruh regulasi impor yang kini tertuang dalam Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) Nomor 8 Tahun 2024 tentang Kebijakan dan Pengaturan Impor. Beleid ini merupakan revisi ketiga dari aturan sebelumnya, yakni Permendag 36 Tahun 2023. Permendag 8/2024 dirilis untuk mengeluarkan 20 ribu lebih kontainer dari Pelabuhan Tanjung Priok dan Tanjung Perak. Intinya, dengan aturan itu, impor suatu barang tidak memerlukan pertimbangan teknis (pertek) dari Kementerian Perindustrian (Kemenperin). Kebijakan itu memang bisa mengeluarkan ribuan kontainer  dari pelabuhan. Akan tetapi, asosiasi manufaktur memprotes keras kebijakan ini, lantaran bisa memicu banjir barang impor. Imbasnya, produksi, penjualan, dan utilisasi pabrik, seperti sektor TPT bakal merosot dan PHK massal sulit dihindari. Deindustrialisasi pun sulit dibendung jika sektor andalan seperti TPT terpukul impor. (Yetede)

Pilihan Editor