Melesat Setelah Terlepas dari Jerat
Bagai burung lepas dari sangkar, harga saham emiten yang keluar dari papan pemantauan khusus (PPK) tahap II dengan skema full periodic call auction (FCA) melejit. Dari 25 saham yang keluar dari PPK selama sebulan terakhir, sebanyak 12 saham mencatatkan kenaikan harga. Sementara harga delapan saham turun, dan lima saham stagnan. Sebagai catatan, usai dihujani protes, Bursa Efek Indonesia (BEI) menerapkan revisi aturan tentang papan pemantauan khusus dengan skema FCA mulai kemarin. "Keputusan BEI merevisi aturan burs terkait penempatan efek di PPK agar mengurangi ketegangan," kata Jeffrey Hendrik, Direktur Pengembangan BEI, Jumat (21/6). Seiring revisi ketentuan papan khusus ini, BEI juga mencabut sejumlah saham dari papan khusus.
Ada enam saham emiten yang resmi dibebaskan BEI dari papan khusus. Yakni, saham PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN), PT Haloni Jane Tbk (HALO), PT Ladangbaja Murni Tbk (LABA), PT Maxindo Karya Anugerah Tbk (MAXI), PT Organon Pharma Indonesia Tbk (SCPI), dan PT Sejahteraraya Anugrahjaya Tbk (SRAJ). Usai lolos dari papan khusus pada 31 Mei lalu hingga 7 Juni 2024, transaksi rata-rata AGAR melonjak menjadi sekitar 22 juta saham per hari. Harga sahamnya juga melejit 281,63% ke posisi Rp 374 per saham. Usai lolos dari papan khusus pada 31 Mei lalu hingga 7 Juni 2024, transaksi rata-rata AGAR melonjak menjadi sekitar 22 juta saham per hari. Harga sahamnya juga melejit 281,63% ke posisi Rp 374 per saham.
BEI pun mensuspensi lagi saham AGAR sejak 10 Juni, karena harga kumulatif sahamnya naik signifikan. Namun, BEI tidak memasukkan AGAR ke papan khusus berdasarkan kriteria nomor 10, karena suspensi lebih dari sehari. Analis MNC Sekuritas Herditya Wicaksana mengimbau, meski sebagian besar saham yang keluar dari PPK harganya melesat, investor hendaknya tetap mencermati kinerja dan pergerakan harga sahamnya. Head of Research Kiwoom Sekurirtas Indonesia, Sukarno Alatas mengatakan, saham-saham yang keluar FCA bisa dilirik, jika fundamental dan teknikalnya menarik. Menurut Hendra Wardana, Founder Stocknow.id, yang menarik dilirik usai keluar dari FCA adalah saham yang menunjukkan stabilitas harga dan volume perdagangan naik. Dari segi teknikal, di jangka pendek, Sukarno menilai,BREN tergolong menarik karena masih punya potensi kenaikan, meski valuasi sudah kemahalan.
Tags :
#BursaPostingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023