;

QRIS Jelajah Indonesia 2024

Yoga 19 Jul 2024 Kompas

Sejumlah peserta memperhatikan denah petunjuk penjelajahan melalui telepon genggam saat mengikuti QRIS Jelajah Indonesia 2024 di Kantor Perwakilan (KPw) BI Tegal, Jawa Tengah, Kamis (18/7/2024). Program QRIS Jelajah Indonesia diselenggarakan KPw BI Tegal yang diikuti 10 tim penjelajahdengan tema ”Jelajah Indonesia Makin Praktis Pakai QRIS” sebagai bentuk kompetisi untuk mengampanyekan QRIS dan sistem pembayaran digital kepada masyarakat sehingga diharapkan dapat menjadi agen perubahan dalam digitalisasi sistem pembayaran di Indonesia, khususnya dalam penggunaan QRIS. (Yoga)

Daya Beli Lemah, Penjualan Mobil Turun 19,43 Persen

Yoga 19 Jul 2024 Kompas

Menperin Agus Gumiwang Kartasasmita meminta pabrikan mobil menahan kenaikan harga jual mengingat pasar otomotif tengah lesu. Menurut dia, daya beli masyarakat sedang turun seiring penguatan nilai tukar dollar AS terhadap rupiah sehingga kenaikan harga jual akan memperlambat penjualan. Meski demikian, lesunya pasar dalam negeri diharapkan bisa diimbangi peningkatan kinerja ekspor mobil. ”Pada dasarnya pemerintah minta supaya produsen jangan menaikkan harga produknya karena sekarang pasar dan daya beli sedang lesu,” ujar Agus Gumiwang di sela-sela acara pembukaan Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2024 di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD, Tangerang, Banten, Kamis (18/7). Agus menjelaskan, kondisi ini disebabkan ketidakpastian global yang menguatkan nilai tukar dollar AS terhadap rupiah, yang memperlambat perekonomian dalam negeri.

Mengutip data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), penjualan mobil di Indonesia periode Januari-Juni 2024 sebanyak 408.012 unit, turun 19,43 % dibanding periode yang sama tahun lalu. di 506.427 unit. Chief Operating Officer Hyundai Motors Indonesia Fransiscus Soerjopranoto mengatakan, beberapa pabrikan mobil, termasuk Hyundai, memprediksi penjualan mobil tahun ini tidak mencapai 900.000 unit. Ia menjelaskan, penjualan mobil lesu lantaran tekanan ekonomi global, seperti kebijakan suku bunga tinggi dari bank sentral AS,The Federal Reserves (The Fed). Suku bunga acuan The Fed biasanya diikuti bank sentral negara lain dengan menaikkan suku bunga acuan mereka, yang memperlambat konsumsi dan pertumbuhan ekonomi. Selain itu, tahun ini Indonesia juga menjalani pemilu sehingga banyak konsumen menahan pembelian mobil baru. (Yoga)


Bisnis Kelola Sampah Bantu Ketahanan Pangan

Yoga 19 Jul 2024 Kompas

Indonesia menjadi pasar potensial bisnis pengelolaan sampah. Selain karena banyaknya sampah yang belum terkelola dengan baik, teknologi pengolahan sampah mampu menghasilkan banyak nilai tambah, termasuk bagi industri peternakan dan perikanan. Data Sistem Informasi Pengelolaan Sampah Nasional (SIPSN) KLHK melaporkan, jumlah timbulan sampah yang dihasilkan dari seluruh wilayah Indonesia mencapai 35,83 jutaton pada 2022. Dimana 13,39 juta ton atau 37,37 % belum terkelola. Masih banyaknya sampah yang belum dikelola menjadi peluang bagi bisnis pengelolaan sampah. Ketua II Asosiasi Black Soldier Fly (BSF) Indonesia, sebuah asosiasi pegiat larva lalat tentara hitam, Markus Susanto di sela-sela acara Festival Ekonomi Sirkular, di Jakarta, Rabu (17/7) menyebut bahwa peluang usaha yang menarik saat ini adalah pengelolaan sampah organik dengan teknologi larva lalat tentara hitam (black soldierfly) atau maggot.

Potensi bisnis pengolahan sampah dengan maggot sangat besar karena sebagian besar sampah yang dihasilkan di Indonesia berjenis organik, terutama dari sisa makanan. Berdasar data SIPSN KLHK, volumenya 40,7 % dari total timbulan sampah se-Indonesia. Pengolahan sampah oleh maggot menghasilkan beragam manfaat. Tak hanya mengurai sampah menjadi komponen pupuk tanaman, maggot yang dibudidaya dengan sampah juga bisa menjadi sumber pakan bagi hewan. ”Hampir semua TPA di Indonesia bermasalah dan potensi maggot yang besar belum dimanfaatkan. Di sisi lain, Indonesia butuh 20 juta ton pakan ternak dan 12 juta ton pakan ikan, tapi sebagian besar bahan bakunya impor. Indonesia juga masih menyubsidi pupuk Rp 40 triliun pada 2024. Jadi, bayangkan kalau ini semua disinergikan secara holistik, Indonesia akan menjadi salah satu negara produsen protein terbesar di dunia,” ungkap Markus. Implementasi ini telah diterapkan, termasuk di perusahaan pengolahan sampah yang Markus kelola, PT Maggot Indonesia Lestari. (Yoga)


Harga Cabai Rawit Melambung

Yoga 19 Jul 2024 Kompas

Pedagang yang menjual cabai di Pasar PSPT, Tebet, Jakarta, Kamis (18/7/2024), terlihat sedang memilah cabai rawit dagangannya. Harga cabai rawit merah pekan ini melambung tinggi dan dijual Rp 80.000 per kilogram setelah sepekan sebelumnya harganya berada di kisaran Rp 55.000 perkilogram. (Yoga)

Pembudidaya Lobster Mulai Berhenti Produksi

Yoga 19 Jul 2024 Kompas

Pembudidaya lobster mengeluhkan bisnis budidaya lobster semakin terpuruk. Harga benih bening lobster kian tak terjangkau, sedang harga jual hasil budidaya anjlok. Kebijakan membuka keran ekspor benih bening lobster dinilai tak berpihak pada usaha budidaya lobster dalam negeri. Abdullah, pembudidaya di UD Brilian Selatan, Kampung Lobster Lombok, NTB, mengungkapkan, harga benih lobster melambung tinggi dan sulit didapat, sedang harga pakan berupa rucah juga mahal. Harga benih bening lobster Rp 19.000 per ekor,sedangkan harga benih berukuran jangkrik berbobot 30 gram di kisaran Rp 25.000 per ekor. Pembudidaya tak sanggup menyerap benih lobster yang mahal.

Sebagian pembudidaya menyerap benih lobster yang sudah berubah warna dengan harga Rp 7.000 per ekor, tapi pasokannya sangat minim. Pengiriman benih bening lobster ke luar negeri, baik secara legal maupun ilegal, disinyalir menyebabkan benih lobster semakin langka dan mahal. Sementara, harga jual lobster hasil budidaya anjlok dibawah Rp 300.000 per ekor. Harga itu turun drastis dari biasanya Rp 500.000 per ekor. Akibat kerugian dan kondisi yang semakin tidak menentu, sebagian pembudidaya lobster di Lombok Timur mulai menghentikan usaha dan beralih pekerjaan.

”Lobster hasil budidaya terpaksa dijual untuk bertahan hidup. Kalau lobster konsumsi terus dilepas dengan harga rendah, pembudidaya pasti rugi. Tanpa solusi, budidaya lobster bakal ditinggalkan,” tutur Abdullah, Kamis(18/7). Abdullah menilai, pembudidaya lobster di Tanah Air seakan ditinggalkan di tengah upaya pemerintah mengejar PNBP dari ekspor benih bening lobster. Effendy Wong, pembudidaya lobster di Sibolga, Sumut, menyebut, kebijakan ekspor benih bening lobster mematikan budidaya lobster dalam negeri. Benih bening lobster semakin sulit didapat, sedangkan tidak ada jaminan dari pemerintah untuk mencukupi kebutuhan benih bagi usaha budidaya lobster dalam negeri. ”Tanpa keberpihakan, budidaya lobster di Tanah Air menunggu kehancuran,” ujar Effendy. (Yoga)


Jangan Sampai Asuransi Wajib Perburuk Nasib

Hairul Rizal 19 Jul 2024 Kontan (H)

Para pemilik kendaraan bermotor sebaiknya mulai bersiap untuk merogoh kocek lebih dalam. Pasalnya pemerintah tengah menyiapkan program asuransi wajib kendaraan bermotor yang di dalamnya berisi perlindungan tanggung jawab pihak ketiga alias third party liability (TPL). Hal ini merupakan mandat Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2023 tentang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan yang di antaranya mengatur bahwa pemerintah dapat membentuk program asuransi wajib sesuai dengan kebutuhan termasuk asuransi kendaraan berupa TPL. Program asuransi wajib TPL ini terkait perlindungan atas kecelakaan lalu lintas untuk memberikan perlindungan finansial guna mengurangi beban yang harus ditanggung pemilik kendaraan. Namun rencana ini dinilai akan makin membebani masyarakat. Kepala Bidang Pengaduan dan Hukum Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) Rio Priambodo menilai tidak semua masyarakat yang memiliki kendaraan merupakan orang berkecukupan. Pengamat Asuransi Irvan Rahardjo juga mengakui beban masyarakat bisa makin besar dengan adanya program asuransi wajib ini. Terlebih situasi ekonomi saat ini tidak baik-baik saja.

Karena itu, ia mengharapkan pemerintah dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bisa lebih bijak dalam menyusun aturan tersebut. Dari sisi industri, Marketing Director PT Great Eastern General Insurance Indonesia Linggawati Tok meyakini tarif asuransi wajib TPL tak akan memberatkan masyarakat. Sebab, perusahaan asuransi akan memperoleh jumlah nasabah yang sangat besar sehingga besaran premi yang ditawarkan akan sangat kompetitif. Senada, Wakil Presiden Direktur PT Asuransi Cakrawala Proteksi Indonesia (ACPI) Nico Prawiro meyakini premi asuransi wajib ini akan terjangkau. Ia memprediksi tarif premi asuransi wajib TPL akan dikenakan 1% dari nilai pertanggungan utama. "Kalau nilai pertanggungan mobil Rp 100 juta, bayar asuransi TPL-nya kira-kira sekitar Rp 1 juta per tahun," ujarnya. Kepala Eksekutif Pengawas Perasuransian, Penjaminan, dan Dana Pensiun OJK Ogi Prastomiyono bilang banyak manfaat yang bisa didapat dari program asuransi wajib TPL. Namun memang perlu kajian mendalam terkait penerapannya.

Tanda-Tanda Belanja Rumah Tangga Melambat

Hairul Rizal 19 Jul 2024 Kontan

Laju konsumsi rumah tangga berisiko melambat pada kuartal II-2024. Hal ini akan berdampak terhadap perekonomian, mengingat konsumsi masih menjadi penyumbang terbesar produk domestik bruto (PDB) RI. Melambatnya pertumbuhan konsumsi rumah tangga terindikasi dari sejumlah faktor. Pertama, Purchasing Manager's Index (PMI) Manufaktur Indonesia dengan rata-rata pada kuartal II-2024 sebesar 51,9. Angka ini melandai dibandingkan kuartal I-2024 dengan rata-rata sebesar 53,3. Kedua, setoran pajak konsumen alias pajak pertambahan nilai dalam negeri (PPN DN) yang turun. Dari data Kementerian Keuangan (Kemkeu), penerimaan PPN DN yang sepanjang semester I-2024 terkontraksi 11% year on year (yoy). Ketiga, proporsi pendapatan konsumen yang digunakan untuk berbelanja berdasarkan Survei Konsumen Bank Indonesia (BI) pada kuartal II rerata sebesar 73,5%. Angka ini sedikit lebih rendah dibanding kuartal I-2024 sebesar 73,7%. Pada kuartal I-2024, pertumbuhan konsumsi rumah tangga tercatat 4,91% yoy. Angka ini membaik setelah konsumsi rumah tangga mengalami perlambatan pertumbuhan sejak kuartal III-2023. Kepala Ekonom BCA David Sumual memperkirakan pertumbuhan konsumsi rumah tangga pada kuartal II-2024 mencapai 4,8% yoy. 

Artinya, konsumsi rumah tangga akan tumbuh melambat ketimbang kuartal sebelumnya yang meningkat 4,91% yoy. "Normalisasi setelah pertumbuhan di kuartal I yang cukup kuat didorong belanja pemilu dan Lebaran," kata David kepada KONTAN, Kamis (18/7). Selain itu, faktor liburan diperkirakan tak signifikan mendorong konsumsi pada periode tersebut. Kepala Ekonom Bank Permata Josua Pardede juga memprediksi, pertumbuhan konsumsi rumah tangga periode April-Juni 2024 hanya tumbuh 4,88% yoy. Selain melandainya optimisme konsumen dan peritel, penjualan otomotif masih mencatatkan kontraksi hingga paruh pertama tahun ini. Staf Bidang Ekonomi, Industri dan Global Markets Bank Maybank Indonesia Myrdal Gunarto lebih optimistis dengan proyeksi pertumbuhan ekonomi kuartal kedua tahun ini sebesar 5,04% yoy. Faktor pendorongnya adalah libur Idul Fitri dan pembayaran gaji ke-13 kepada pegawai negeri sipil (PNS).

Agar Arus Kas Seksi, Emiten Rilis Obligasi

Hairul Rizal 19 Jul 2024 Kontan

Memasuki semester kedua tahun ini, penerbitan obligasi masih marak dilakukan emiten. Terbaru, PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) menawarkan obligasi berkelanjutan IV Tahap VI Tahun 2024 dengan jumlah pokok senilai Rp 2,22 triliun. Dana hasil penerbitan obligasi akan dipakai MDKA untuk tiga keperluan dalam rangka melunasi obligasi, pembayaran utang serta modal kerja anak usaha. Pertama, Rp 1,08 triliun untuk melunasi pokok utang obligasi berkelanjutan IV tahap III tahun 2023 Seri A yang akan jatuh tempo pada 11 Agustus 2024. Kedua, sebanyak US$ 60 juta untuk pembayaran lebih awal seluruh pokok utang yang akan dibayarkan kepada sejumlah bank. Ketiga, sisa dari dana akan dipinjamkan kepada anak usaha MDKA yakni PT Bumi Suksesindo untuk modal kerja. 

Head Customer Literation and Education Kiwoom Sekuritas, Oktavianus Audi mencermati, penerbitan obligasi masih menjadi instrumen penghimpunan dana yang diminati emiten pada tahun ini. Audi merujuk data PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) yang mencatat penerbitan obligasi korporasi pada semester I-2024 mencapai Rp 61,29 triliun. Founder Stocknow.id, Hendra Wardana sepakat, penerbitan obligasi tetap menjadi instrumen menarik bagi emiten. Obligasi menawarkan kesempatan untuk mendapatkan dana dengan biaya tetap dalam jangka panjang. Selain itu, memberikan fleksibilitas dalam struktur pembayaran dibandingkan pinjaman bank. Pengamat & Praktisi Pasar Modal, Agus Pramono mengingatkan pelaku pasar tetap harus cermat melihat penerbitan obligasi emiten. Terutama, mencermati pemenuhan aspek good corporate governance (GCG) dan posisi arus kas perusahaan. Ini penting untuk mengukur komitmen dan kemampuan perusahaan dalam memenuhi kewajibannya, sekaligus untuk mengurangi risiko gagal bayar. Agus menilai, emiten di sektor komoditas punya kemampuan yang cukup dalam pembayaran utang.

Genjot Dana Kelolaan, MI Luncurkan Reksadana Baru

Hairul Rizal 19 Jul 2024 Kontan

Manajer Investasi (MI) di Tanah Air tetap rajin menerbitkan produk-produk baru untuk menggenjot dana kelolaan tahun ini. Seperti KISI Asset Management (AM) berencana meluncurkan Reksadana Global Sharia di semester kedua tahun ini. Reksadana global ini akan diinvestasikan dalam portofolio perusahaan teknologi ternama seperti Tesla, Nvidia, Google dan Apple. Direktur Investasi KISI AM, Arfan Karniody memproyeksi, perusahaan-perusahaan teknologi tersebut akan tumbuh dengan baik dalam jangka panjang. Selain diharapkan bisa memberikan potensi tingkat pertumbuhan tinggi, produk reksadana syariah global bisa menawarkan diversifikasi investasi yang lebih luas dengan investasi ke berbagai negara dan sektor. Direktur Utama KISI Asset Management, Mustofa mengungkapkan, akhir tahun lalu dana kelolaan KISI AM sekitar Rp 2,1 triliun. Sementara akhir tahun ini ditargetkan dana kelolaan mencapai Rp 3 triliun. Realisasi dana mencapai Rp 2,7 triliun per Juni 2024. Kontribusi dana kelolaan KISI AM umumnya disokong oleh kinerja produk reksadana campuran dan pasar uang. Sementara Mandiri Manajemen Investasi baru saja meluncurkan reksadana berbasis aspek environmental, social and governance (ESG) bertajuk Reksadana Mandiri ETF SRI-Kehati. Kebijakan investasi dari produk ini minimum 80% dan maksimum seluruhnya dari nilai aktiva bersih (NAB) pada efek bersifat ekuitas yang diperdagangkan di BEI dan terdaftar dalam Indeks SRI-KEHATI.

'FONDASI' KABINET PRABOWO

Hairul Rizal 19 Jul 2024 Bisnis Indonesia (H)

Suksesi kepemimpinan negara memang baru resmi Oktober nanti. Namun, manuver pemerintahan baru makin tampak setelah masuknya penggawa tim kampanye Presiden terpilih Prabowo Subianto, ke dalam kabinet Presiden Joko Widodo. Kemarin, Kamis (18/7), hanya beberapa jam seusai tiba dari kunjungan kenegaraan ke Uni Emirat Arab (UEA), Presiden Joko Widodo melantik tiga wakil menteri baru di Istana Negara. Mereka adalah Thomas Djiwandono, anggota Tim Gugus Tugas Sinkronisasi Prabowo-Gibran sekaligus Bendahara Umum Partai Gerindra, yang dilantik sebagai Wakil Menteri Keuangan II; Sudaryono, Ketua DPD Partai Gerindra Jawa Tengah, yang dilantik menjadi Wakil Menteri Pertanian, menggantikan Harvic Hasnul Qolbi. Presiden Jokowi juga melantik Yuliot Tanjung, Deputi Bidang Pengembangan Iklim Penanaman Modal Kementerian Investasi/BKPM, menjadi Wakil Menteri Investasi. Sejumlah kalangan pun berharap, para pejabat baru tersebut dapat bertugas dengan baik di tengah berbagai tantangan yang dihadapi Indonesia. 

Ketua Umum Kadin Arsjad Rasjid berharap ketiga wamen dapat menjalankan tugas dengan baik di tengah kondisi perekonomian yang penuh tantangan, seperti pelemahan nilai tukar rupiah dan konflik geopolitik yang berisiko memengaruhi stabilitas ekonomi, serta perubahan iklim yang mengancam ketahanan pangan nasional. "Kadin juga berharap agar Wakil Menteri Investasi [Yuliot Tanjung] dapat menggenjot investasi luar negeri ke Indonesia untuk menumbuhkan perekonomian dan kesejahteraan masyarakat," kata Arsjad, Kamis (18/7). Setali tiga uang, Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) juga berharap ketiga wamen baru tersebut dapat bekerja sama dengan pelaku usaha, baik untuk menciptakan iklim usaha dan investasi yang lebih efi sien, berdaya saing, maupun proproduktivitas. “Kami menantikan kinerja positif mereka hingga akhir masa jabatan,” ujar Ketua Umum Apindo Shinta W. Kamdani. Putra mantan Gubernur Bank Indonesia Sudrajad Djiwandono itu juga akan bekerja erat dengan Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati dan Wakil Menteri Keuangan I Suahasil Nazara. Menkeu Sri Mulyani berharap kehadiran Thomas Djiwandono sebagai Wamankeu II memudahkan transisi pemerintahan. 

“Dengan adanya Mas Thomas, [transisi] menjadi lebih mudah karena komunikasi sudah otomatis terjalin untuk menampung berbagai program prioritas Prabowo dan wapres terpilih Gibran,”ujarnya. Faktanya, Prabowo memang memiliki sejumlah program ambisius dan menantang dari segi fiskal. Misalnya, makan siang gratis yang pada tahap awal membutuhkan Rp71 triliun, atau Rp400 triliun jika diterapkan secara penuh, serta food estate. Belum lagi program melanjutkan Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara yang membutuhkan anggaran sekitar Rp400 triliun. Wakil Menteri Pertanian Sudaryono mengatakan program pangan pada era Presiden Jokowi akan dilanjutkan pada pemerintahan presiden terpilih Prabowo. Wakil Menteri Investasi Yuliot menyebut ada calon investor asing baru di IKN Nusantara yang sudah masuk ke tahap perizinan. Sementara itu, Direktur Eksekutif Pusat Kajian Politik Universitas Indonesia (Puskapol UI) Hurriyah berpendapat penunjukan tim Prabowo menjadi wamen menunjukkan bahwa Jokowi sedang berusaha menyenangkan Prabowo dalam rangka mengamankan koalisi politik yang terbangun lewat pasangan Prabowo-Gibran saat pilpres lalu.

Pilihan Editor