;

Saham Komoditas dan Perbankan Semakin Menguat

Hairul Rizal 05 Aug 2024 Kontan
Saham berbasis komoditas dan perbankan masih mendominasi barisan top leaders penggerak Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). Sedangkan saham yang pergerakan harganya masih tertinggal (laggards) diisi emiten dari sektor beragam. Sejak awal tahun ini hingga perdagangan Jumat (2/8), 10 besar saham top leaders dihuni saham-saham dengan kapitalisasi jumbo (lihat tabel). Sedangkan top 10 saham laggards ditempati oleh PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM), PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI), PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO), PT Bayan Resources Tbk (BYAN). Lalu ada PT Astra International Tbk (ASII), PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN), PT Semen Indonesia Tbk (SMGR), PT Barito Pacific Tbk (BRPT), PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) dan PT Bukalapak.com Tbk (BUKA). Head Customer Literation and Education Kiwoom Sekuritas, Oktavianus Audi mengamati, pergerakan saham penggerak (movers) IHSG relatif sudah priced in dengan kinerja emiten dan prospek bisnis mereka. Faktor kondisi ekonomi makro akan tetap menjadi katalis penting yang dicermati pelaku pasar. Di sisi lain, suku bunga tinggi saat ini masih berkorelasi negatif terhadap sektor teknologi yang \ jadi pemberat indeks. Seperti GOTO, secara year to date mengakumulasi penurunan 38,37% dan BUKA melorot 45,37%. Analis MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana merekomendasikan spekulasi beli BBCA, ADRO, SMGR dan BRPT dengan target harga masing-masing Rp 10.550, Rp 3.500, Rp 4.200 dan Rp 1.250 per saham.

Kompetisi Ketat di Sektor Telekomunikasi

Hairul Rizal 05 Aug 2024 Kontan

Kinerja emiten telekomunikasi diprediksi masih akan tumbuh positif pada 2024. Didukung peningkatan penetrasi internet di Indonesia yang masih berlanjut. Pada sektor telekomunikasi, PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) dan Indosat Tbk (ISAT) telah memaparkan kinerja semester I-2024. TLKM masih mampu mencetak pertumbuhan pendapatan 2,47% secara tahunan atau year on year (yoy) menjadi Rp 75,29 triliun. Tapi laba bersih turun 7,8% menjadi Rp 11,76 triliun. Ini disebabkan kenaikan beberapa pos beban. Direktur Asosiasi Riset dan Investasi Pilarmas Investindo, Maximilianus Nico Demus melihat tren kenaikan penetrasi internet masih akan berlanjut, mengingat tingkat penetrasi internet di Indonesia masih rendah dibandingkan dengan negara Asia lain. Ditambah, perkembangan ekosistem digital di Indonesia masih berkembang. Namun, dia menegaskan ekosistem digital tidak akan ada artinya jika tidak didukung dengan infrastruktur yang dibangun. Apalagi seperti di luar daerah yang masih banyak merasakan susah sinyal.

Pembangunan Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara di Kalimantan Timur, juga dapat menjadi sentimen positif untuk meningkatkan kinerja industri telekomunikasi. Terlebih, ada rencana merger antara FREN dan EXCL akan menjadi katalis positif bagi industri telekomunikasi di Indonesia. Kepala Riset Kiwoom Sekuritas Indonesia, Sukarno Alatas mengatakan, sentimen pasar terhadap sektor emiten telekomunikasi saat ini cenderung positif, terutama dengan meningkatnya penetrasi internet dan kebutuhan akan konektivitas yang semakin tinggi. Untuk ISAT, meskipun mengalami pertumbuhan kinerja di semester I-2024, namun dengan peningkatan piutang usaha senilai Rp 3 triliun yang belum tertagih, dapat memberikan tekanan negatif terhadap harga saham ISAT. Dengan begitu, Sukarno merekomendasikan wait and see ISAT dengan target harga Rp 11.100–Rp 11.400 per saham. Untuk TLKM, Sukarno mengatakan kinerjanya secara jangka panjang masih baik, dari valuasinya yang semakin menarik. Hal ini tercermin dari harga saat ini yang sudah undervalued

Ekonomi Lemah menurunkan Daya Beli

Yuniati Turjandini 05 Aug 2024 Investor Daily (H)
Sejumlah ekonom menginformasikan daya beli masyarakat  melemah tahun ini, terlihat pada turunnnya penjualan semen dan otomotif, deflasi berkepanjangan, maraknya manufaktur pada Juli 2024, pertama sejak Agustus 2021. Keadaan ini dikhawatirkan bisa menggerus pertumbuhan ekonomi nasional. Per Juni 2024, berdasarkan data BRI Danareksa Sekuritas, penjualan semen turun 0,3% sedangkan di Juni turun 2,8%. Penjualan semen kantong menurun 1,9% sepanjang tahun ini. Sementara itu, penjualan mobil merosot 19% menjadi 408 ribu unit selama semester I-2024, sedangkan sepeda motor 1%. Selama ini, penjualan semen dan otomotif merupakan salah satu indikator daya beli masyarakat. (Yetede)

Tumbuh Kembang Asean di usia 57 Tahun

Yuniati Turjandini 05 Aug 2024 Investor Daily (H)
Pada tanggal 8 Agustus 2024 masyarakat di kawasan ini akan memperingati 57 tahun eksistensi Asean yang dibentuk pada tahun 1967 di Bankok oleh lima negara pendirinya- Indonesia ,Thailand Malaysia, Filipina, dan Singapura. Asean dibentuk pada masa Perang Dingin untuk mencipatakan stabilitas dan mendorong kerja sama disebuah kawasan yang sering diterjang  oleh turbulensi politik ini. Seiring berjalannya waktu, Asean memberikan penekanan lebih besar pada upaya pendorong pembangunan ekonomi dan pertukaran budaya diantara anggotanya, mempertahankan perdamaian dan stabilitas kawasan, dan membangun hubungan yang lebih erat dengan kekuatan-kekuatan asing yang dimiliki visi yang sama. Arti penting dan strategis antar Asia Tenggara tidak dapat  dianggap rendah. (Yetede) 

IHSG Bergerak Menguat

Yuniati Turjandini 05 Aug 2024 Investor Daily (H)
Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI diprediksi bergerak bervariasi dengan kecenderungan menguat (mixed to higher) pada pekan ini. Meski, potensi penguatannya cenderung terbatas, IHSG agar bergerak terus mencoba menguji resistance 7.354 dan selanjutnya di 7.423. "IHSG bisa mix to higher, terutama kita akan mencermati data GDP Indonesia yang akan diperkirakan bagus pada kuartal II. Jadi ini yang bisa membuat terhindarnya  dari resesi teknikal," kata Senior Technical Analyst Mirea Asset Sekuritas Nafan Aji Gusti. Nafan mengungkapkan, sentiman masih akan datang dari dinamika The Fed. "Adanya harapan kuat bahwa pasar memperkirakan bahwa The Fed akan melonggarkan kebijakan moneternya di bulan September," ujar dia. (Yetede(

Kredit Macet UMKM

Yuniati Turjandini 05 Aug 2024 Investor Daily

Prospek UMKM untuk bertumbuh masih besar, namun dampak dari berakhirnya kebijakan restrukturisasi terdampak Covid-19 diprediksi masih akan terasa bagi debitur UMKM. Hal ini akan mengakibatkan potensi risiko kredit macet UMKM juga akan naik, sehingga pemerintah tengah menggodok skema kebijakan restrukturisasi utamanya untuk kredit usaha rakyat (KUR). OJK menyatakan rencana berkepanjangan restrukturisasi KUR sedang dimatangkan oleh tiga kementerian. Ketua Dewan Komisioner OJK Mahendra Siregar menjelaskan, pemerintah mengusulkan skema atau kriteria yang perlu diberikan rileksasi kebijakan ini, termasuk periode akad atau pencairan kredit oleh debitur. (Yetede)

Dampak Buruk PHK Massal

Yuniati Turjandini 05 Aug 2024 Tempo
KEKACAUAN regulasi kembali menjadi petaka bagi sektor industri manufaktur. Pemutusan hubungan kerja (PHK) yang sudah menimpa puluhan ribu pekerja diperkirakan terus berlanjut jika pemerintah tidak bergerak cepat merombak total pelbagai kebijakan yang menjadi benalu bagi pelaku industri dalam negeri. Salah satunya mengkaji ulang kebijakan pelonggaran impor sejumlah barang.  Tanda bahaya datang dari industri garmen dan alas kaki di Jawa Barat serta Jawa Tengah, yang memangkas ratusan pegawainya pada Juni-Juli 2024. Menurut catatan Konfederasi Serikat Pekerja Nusantara, sejak awal 2024, sudah ada 13.800 pekerja di industri tekstil yang terkena PHK. 

Data yang lebih miris disajikan oleh Asosiasi Pertekstilan Indonesia Jawa Tengah. Ada 15 ribu buruh yang terkena PHK karena 10 pabrik tutup. Jumlahnya bisa lebih banyak karena tidak semua industri tekstil yang gulung tikar melapor ke asosiasi. Di Jawa Barat, data Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Ketenagakerjaan menunjukkan jumlah pegawai yang menjadi korban PHK mencapai 10.120 orang sejak Januari hingga Juni 2024.  Bukan hanya soal deretan angka jumlah pengangguran, pelbagai peristiwa PHK juga melahirkan persoalan yang tak kalah mengkhawatirkan, yakni besarnya jumlah orang yang putus asa memperoleh pekerjaan (hopeless of job). Badan Pusat Statistik mencatat jumlah orang berusia 15-29 tahun yang mengalami hopeless of job pada 2024 sebanyak 362.522. Kondisi buruk ini bisa menyebabkan anak muda mengalami frustrasi, putus asa, hingga depresi. (Yetede)


Masyarakat Berdaya Beli Lemah

Yuniati Turjandini 05 Aug 2024 Tempo
PUPUS sudah harapan Nauroh untuk membeli kendaraan bermotor tahun ini. Anak pertama dari lima bersaudara itu awalnya berniat membeli sepeda motor untuk alat transportasi keluarganya. Saat ini keluarga Nauroh hanya memiliki dua sepeda motor yang digunakan bergantian.  Meski tabungannya sudah cukup, Nauroh terpaksa mengurungkan niatnya demi berhemat. Pekerja lepas 28 tahun itu waswas dan berpikir dua kali sebelum membelanjakan tabungannya di luar kebutuhan primer. Terlebih, dia dan adik-adiknya masih membutuhkan uang untuk biaya pendidikan. 

"Sebetulnya butuh banget beli kendaraan," ucap pekerja bidang pendidikan anak di Jakarta itu kepada Tempo, Ahad, 4 Agustus 2024. Jumlah penjualan kendaraan bermotor tahun ini turun signifikan. Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia mencatat angka penjualan sepeda motor domestik sepanjang Januari-Mei 2024 turun 1,78 persen dibanding pada periode yang sama tahun lalu menjadi 2,65 juta unit. Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia pun mencatat jumlah penjualan mobil pada Januari-Mei 2024 turun 21 persen secara tahunan menjadi 334.969 unit.

Penurunan angka penjualan kendaraan bermotor diduga terjadi karena daya beli masyarakat yang makin lemah. Sinyal pelemahan daya beli juga makin terlihat dari deflasi yang terjadi selama tiga bulan berturut-turut. Badan Pusat Statistik mencatat tingkat deflasi secara bulanan pada Juli 2024 lebih dalam dibanding pada bulan sebelumnya, yaitu sebesar 0,18 persen. Pada Juni 2024, deflasi sebesar 0,08 persen, sedangkan pada Mei 0,03 persen. (Yetede)

Kunjungan Presiden ke IKN Bersama Jurnalis Vs Influencer

Yuniati Turjandini 05 Aug 2024 Tempo
AKHIR Juli 2024, Presiden Joko Widodo mengajak sejumlah influencer dan content creator pergi mengunjungi lokasi Ibu Kota Nusantara (IKN). Tak lama setelah itu kita segera melihat bagaimana kehadiran para pemengaruh di media sosial dan kreator konten tersebut memberikan "warna lain" terhadap citra pembangunan IKN selama ini. 

Aneka puja-puji dan keceriaan tergambar dari wajah para pemengaruh tersebut dalam berbagai konten yang tersebar lewat media sosial. Padahal, sebelum konten-konten itu berseliweran, kita mendengar dan menyaksikan banyak kabar buruk soal pembangunan IKN: target pembangunan yang tak tercapai, mundurnya ketua dan wakil ketua Otorita IKN, nihilnya minat investor asing di IKN, penyingkiran masyarakat adat, sulitnya air bersih, serta banyak masalah lainnya. 

Dari contoh kecil ini, kita bisa mendiskusikan lebih jauh ihwal keberadaan pemengaruh media sosial dan kreator konten yang dihadapkan dengan para jurnalis yang bekerja di berbagai media massa. Topik ini sebenarnya sudah banyak diangkat dalam sejumlah karya ilmiah di ranah jurnalistik dan komunikasi. Bahkan, dalam Digital News Report yang dirilis Reuters Institute, hal ini turut dibahas. 

Dalam laporan edisi 2024 yang dirilis pada Juni lalu, Reuters Institute mencatat: “Dalam hal sumber pemberitaan yang menarik perhatian utama orang-orang, kami melihat adanya kenaikan fokus pada para komentator yang partisan, influencers, dan kreator media muda, terutama yang menggunakan YouTube serta TikTok.” Laporan yang sama juga mencatat bahwa fenomena ini menimbulkan kekhawatiran bahwa banyak pihak menjadi sulit membedakan konten dalam platform online, antara yang dapat dipercaya dan tidak dapat dipercaya. (Yetede)

Berebut Pengaruh UU TNI dan Polri

Yuniati Turjandini 05 Aug 2024 Tempo
KETUA Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan Megawati Soekarnoputri menolak merevisi Undang-Undang Nomor 34 Tahun 2004 tentang Tentara Nasional Indonesia dan revisi Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2002 tentang Polri. Perintah tersebut diteruskan kepada para kader, termasuk mereka yang berada di Dewan Perwakilan Rakyat. Megawati menolak dua pasal penting dalam revisi UU TNI, yakni Pasal 47 ayat 2 tentang prajurit aktif yang boleh menduduki jabatan sipil dan Pasal 53 tentang penambahan batas masa pensiun TNI. Dua pasal ini akan mengembalikan dwifungsi ABRI yang dihapus sejak Reformasi 1998. Meski ada penolakan PDIP, Badan Legislasi DPR memastikan tetap melanjutkan pembahasan dua undang-undang tersebut dengan alasan surat presiden yang menjadi pengantar perubahan itu sudah terbit. Bagaimana sikap sejumlah fraksi? (Yetede)

Pilihan Editor