;

Pembangunan Ekosistem Kendaraan Listrik

Yoga 08 Aug 2024 Kompas

Presiden Jokowi meresmikan pabrik bahan anoda baterai litium milik PT Indonesia BTR New Energy Material di Kawasan Ekonomi Khusus Kendal, Jateng, Rabu (7/8). Pabrik yang segera memulai pembangunan fase kedua itu diproyeksikan menjadikan Indonesia sebagai produsen anoda baterai litium terbesar kedua di dunia. Presiden Jokowi menuturkan, pemerintah berkomitmen terus membangun ekosistem kendaraan listrik yang kuat dan terintegrasi. Hal itu bakal dilakukan dengan memanfaatkan sumber daya lokal, seperti nikel, kobalt, dan mangan. Posisi Indonesia diharapkan makin kuat dalam pasar baterai litium dan kendaraan listrik global.

Menurut Presiden, rencana pembangunan ekosistem kendaraan listrik yang diputuskan beberapa tahun lalu mulai menunjukkan hasil. Untuk kepentingan pembangunan ekosistem kendaraan listrik, pada tahun 2020, Presiden membuat kebijakan melarang ekspor nikel, yang menuai pro dan kontra dari sejumlah pihak. ”Kita juga sempat digugat oleh Uni Eropa dan kalah. Kemudian saya minta banding. Kalau kita kalah lagi, (setidaknya) kita sudah punya industri ekosistem besar dari EV (kendaraan listrik) ataupun EV battery (baterai kendaraan listrik),” ujar Presiden.

Presiden juga menyoroti perkembangan industri smelter nikel di beberapa daerah, mulai dari smelter nikel dan turunannya di Morowali dan Weda Bay hingga smelter nikel dari PT Freeport dan PT Amman di Sumbawa dan Gresik. Selain itu, presiden juga menyinggung soal perkembangan smelter bauksit di Kabupaten Mempawah, Kalbar. ”Kalau semuanya jadi, sekali lagi ekosistemnya akan terbangun. Kita akan bisa masuk ke global supply chain yang akan memberikan nilai tambah yang besar, baik masalah rekrutmen tenaga kerja maupun terhadap pertumbuhan ekonomi kita,” kata Presiden. (Yoga)


Pelatihan Kewirausahaan Digital di Belitung

Yoga 08 Aug 2024 Kompas

Sebanyak 12 pelaku UMKM, Mahasiswa dan Organisasi Perangkat daerah (OPD) mengikuti pelatihan kewirausahaan digital (Digital Enterpreneurship Academy) pada Senin (29/7) di UPT SKB Belitung, yang diselenggarakan Balai Besar Pengembangan SDM dan Penelitian (BBPSDMP) Kominfo Medan. Ketua Tim Kerja BBPSDMP Kominfo Medan Ghio Vani Debrian Soares mengatakan, kegiatan yang berlangsung selama 2 hari, 29-30 Juli 2024 ini, berfokus pada pemasaran digital dasar.

Para peserta berasal dari UMKM dan masyarakat umum di daerah Belitung dalam rangka mempersiapkan SDM yang unggul pada era digital. Mereka mempelajari dasar kewirausahaan dan pemasaran digital. “Jenis pelatihannya adalah desain grafis, kreator konten, video editing dan lainnya yang berkaitan dengan digitalisasi,” ujar Ghio. (Yoga)


Momentum Positif Rupiah di Tengah Peningkatan Cadangan Devisa

Hairul Rizal 08 Aug 2024 Bisnis Indonesia (H)

Rupiah sedang mendapat momentum positif. Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat pada awal semester II/2024, mendapat tenaga ekstra seiring cadangan devisa (cadev) yang makin berisi. Ditambah lagi ekspektasi penurunan suku bunga Federal Reserve lebih cepat pada tahun ini, yang diharapkan berimpak positif pada kurs rupiah. Menilik data termutakhir, rupiah memang lebih stabil memasuki paruh kedua tahun ini. Pada perdagangan kemarin, Rabu (7/8), rupiah ditutup di level Rp16.035 per dolar AS, atau terapresiasi sekitar 0,9% dari level penutupan sehari sebelumnya.

Nilai tukar rupiah menunjukkan penguatan signifikan pada awal semester II/2024, didukung oleh peningkatan cadangan devisa dan ekspektasi penurunan suku bunga oleh Federal Reserve. Chandra Wahjudi dari Kadin menilai bahwa peningkatan ekspor dan penanaman modal asing akan menjadi kunci penguatan lebih lanjut. Namun, Subandi dari Ginsi mengkhawatirkan volatilitas rupiah yang berdampak negatif pada impor. Sementara itu, Edi Susianto dari Bank Indonesia memperingatkan potensi risiko dari ketegangan geopolitik dan pemilu AS yang dapat mempengaruhi nilai tukar rupiah ke depan. Kepala Ekonom Bank Permata, Josua Pardede, menyoroti potensi arus modal masuk yang dapat meningkatkan cadangan devisa, tetapi juga memperingatkan risiko pelebaran defisit transaksi berjalan.

Stabilitas Rupiah Menguat di Tengah Ancaman Global

Hairul Rizal 08 Aug 2024 Bisnis Indonesia

Angin segar berembus ke perekonomian Indonesia, seiring torehan cadangan devisa (cadev) yang menanjak. Menurut data termutakhir yang dirilis Bank Indonesia, cadev pada akhir Juli 2024 sebesar US$145,4 miliar, meningkat ketimbang Juni yang tercatat US$140,2 miliar. Penarikan utang oleh pemerintah melalui sukuk global serta penerimaan pajak dan jasa menjadi pemicu kenaikan tersebut. Dus, kenaikan cadev pun membuat tameng moneter untuk menjaga stabilitas rupiah makin tebal. Cadev yang gemuk akan membantu otoritas moneter jika ingin bermanuver melalui intervensi pasar.

Cadangan devisa Indonesia mengalami peningkatan signifikan pada Juli 2024, mencapai US$145,4 miliar, yang memberikan perlindungan tambahan untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah. Kenaikan ini didorong oleh penarikan utang melalui sukuk global dan penerimaan pajak. Bank Indonesia dan pemerintah memaksimalkan berbagai instrumen moneter dan fiskal untuk menarik dana investor dan mempertebal cadangan devisa, termasuk melalui kebijakan baru seperti PP No. 36/2023 dan PP No. 22/2024. Selain itu, penggunaan mata uang lokal dalam transaksi ekonomi (LCT) juga didorong sebagai upaya memperkuat stabilitas rupiah. Namun, pentingnya koordinasi antara otoritas moneter, fiskal, dan pelaku usaha tetap menjadi kunci dalam menghadapi tantangan ekonomi global yang dinamis.

Harapan Emiten Peritel : Aliran Belanja Mendorong Pergerakan Bursa

Hairul Rizal 08 Aug 2024 Bisnis Indonesia

Kinerja emiten peritel yang cenderung bertumbuh, seiring dengan peningkatan belanja masyarakat diprediksi berimbas ke pergerakan sahamnya di Bursa Efek Indonesia (BEI). Berdasarkan data yang dihimpun Bisnis, dari 15 emiten ritel yang melaporkan kinerja keuangan semester I/2024, 12 emiten di antaranya melaporkan pertumbuhan pendapatan.

Kinerja emiten peritel di Indonesia menunjukkan pertumbuhan yang positif pada semester I/2024, didorong oleh daya beli masyarakat yang masih terjaga dan peningkatan belanja domestik. Tokoh seperti Maximilianus Nicodemus dari Pilarmas Investindo dan Nafan Aji Gusta dari Mirae Asset Sekuritas mencatat bahwa stabilitas ekonomi dan daya beli masyarakat menjadi katalis utama bagi pertumbuhan ini, meskipun tantangan seperti suku bunga tinggi dan persaingan dengan e-commerce tetap ada. Emiten seperti PT Erajaya Swasembada (ERAA) dan Grup MAP juga agresif dalam ekspansi gerai baru, yang diharapkan dapat meningkatkan kinerja mereka di masa depan. Analis dari MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana, merekomendasikan saham-saham seperti MIDI, AMRT, MAPI, dan MAPA sebagai peluang investasi.

Program Makan Bergizi Prabowo Bawa Berkah bagi UMKM Kuliner

Hairul Rizal 08 Aug 2024 Bisnis Indonesia

Pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah diperkirakan mendapatkan berkah dari program makan bergizi gratis 78 juta anak Indonesia yang dicanangkan Presiden Terpilih Prabowo Subianto. Menteri Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah (Menkop UKM) Teten Masduki mengatakan proyeksi itu sesuai dengan besarnya usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) yang bergerak di sektor kuliner.

Program makan bergizi gratis untuk 78 juta anak Indonesia, yang dicanangkan oleh Presiden Terpilih Prabowo Subianto, diperkirakan akan memberikan dampak positif bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), terutama yang bergerak di sektor kuliner. Menteri Koperasi dan UKM, Teten Masduki, berharap UMKM dapat dilibatkan dalam program ini, mengingat potensinya untuk memberikan dorongan ekonomi yang signifikan bagi sektor tersebut. Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra, Hashim Djojohadikusumo, juga menekankan pentingnya program ini, yang akan mencakup sarapan dan makan siang bagi anak-anak, serta nutrisi tambahan untuk ibu hamil, sebagai upaya berkelanjutan mengatasi masalah stunting di Indonesia.

Korporasi Menghadapi Musim Dingin: Dampak untuk Indonesia

Hairul Rizal 08 Aug 2024 Kontan (H)

Winter terjadi di bursa saham Indonesia. Kinerja emiten di semester pertama tahun ini tak menggembirakan. Tercermin dari pertumbuhan pendapatan korporasi yang cenderung melemah pada periode kuartal kedua 2024. Bahkan, realisasi belanja modal alias capital expenditure (capex) emiten turun pertama kalinya dalam tujuh kuartal terakhir. Riset terbaru Bank Central Asia (BCA) menunjukkan, pendapatan rata-rata korporasi Indonesia turun 2,3% pada kuartal kedua 2024. Selama ini, banyak emiten di Indonesia yang pendapatannya dipengaruhi oleh harga komoditas. Nah, pertumbuhan harga komoditas di 2024 tak terlalu istimewa. Di sisi lain, sektor seperti barang konsumen diskresioner dan sektor kesehatan memang masih mengantongi pertumbuhan pendapatan yang relatif kuat dan positif. Tapi perlu dicatat, sektor-sektor ini tidak berpengaruh besar terhadap kondisi perusahaan keseluruhan, karena ukurannya relatif kecil. "Pertumbuhan pendapatan di sektor kesehatan tampaknya didorong oleh ekspansi agresif penyedia layanan kesehatan ke kota-kota tingkat bawah, bukan dari pertumbuhan organik," tulis analis BCA Lazuardin Thariq Hamzah dan Barra Kukuh Mamia dalam riset 5 Agustus 2024.

Sektor yang serapan capexnya turun paling dalam adalah sektor jasa industri yang terkoreksi 48,2% yoy. Capex sektor tambang dan mineral juga turun 24,8% yoy dan sektor telekomunikasi turun 22,5% yoy pada kuartal II ini. Angka PMI manufaktur Indonesia pun mengalami kontraksi pada bulan Juli 2024, pertama kalinya sejak Agustus 2021. Hal ini menunjukkan periode yang lambat untuk investasi di masa depan. Pengamat Pasar Modal dari Universitas Indonesia Budi Frensidy tak menampik, saat ini sebagian besar harga saham tengah menurun. Cuma sedikit saham yang mencetak return bagus. Ini menandakan investor ritel dan investor institusi tengah menahan diri untuk bertransaksi di saham. "Emiten menunggu kabinet baru dan kebijakan presiden baru juga. Plus, ini untuk mengantisipasi resesi di beberapa negara besar," ungkapnya. Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas Maximilianus Nico Demus menilai, pada semester kedua, pertumbuhan pendapatan dan serapan capex diproyeksikan akan lebih tinggi. Sentimen positifnya berasal dari pilkada, pelantikan presiden, pemilihan kabinet baru, hingga potensi pemangkasan suku bunga Fed.

Cadangan Besar untuk Mempertahankan Kekuatan Rupiah

Hairul Rizal 08 Aug 2024 Kontan

Posisi cadangan devisa Indonesia kembali meningkat. Menguatnya cadangan devisa menandakan bank sentral punya amunisi berlimpah untuk menjaga pergerakan rupiah. Bank Indonesia (BI) mencatat, cadangan devisa per akhir  Juli 2024 mencapai US$ 145,4 miliar, naik US$ 5,2 miliar dari posisi bulan sebelumnya US$ 140,2 miliar. Cadangan devisa Juli 2024 adalah yang tertinggi setelah pada Desember 2023 tercatat US$ 146,4 miliar. Asisten Gubernur Departemen Komunikasi B, Erwin Haryono menjelaskan, kenaikan cadangan devisa tersebut terutama dipengaruhi penerbitan sukuk global pemerintah. Juga karena penerimaan pajak dan jasa. "Posisi cadangan devisa pada akhir Juli 2024 setara pembiayaan 6,5 bulan impor atau 6,3 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri pemerintah, serta berada di atas standar kecukupan internasional sekitar 3 bulan impor," kata Erwin dalam keterangan tertulisnya, Rabu (7/8). Lonjakan cadangan devisa juga didukung arus modal asing yang masuk ke Sertifikat Rupiah Bank Indonesia (SRBI).

Catatan BI sejak awal tahun hingga 1 Agustus 2024, net inflow ke SRBI mencapai Rp 173,32 triliun, lebih tinggi dibanding posisi 27 Juni 2024 sebesar Rp 123,21 triliun. Staf Bidang Ekonomi, Industri dan Global Markets  Maybank Indonesia, Myrdal Gunarto melihat, lonjakan cadangan devisa memberikan sinyal bahwa amunisi bank sentral untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah melimpah. Bahkan, masih ada peluang kenaikan cadangan devisa Indonesia ke depan. Pertama, potensi inflow di pasar obligasi sejalan dengan menurunnya imbal hasil obligasi global. Hal ini membuat investor masuk ke pasar obligasi RI yang menawarkan imbal hasil lebih menarik. Kedua, potensi inflow seiring berubahnya persepsi pelaku pasar terkait kebijakan suku bunga Bank Sentral Amerika Serikat (The Fed). Ketiga, fundamental ekonomi dalam negeri yang masih baik, sejalan dengan pertumbuhan ekonomi yang tercatat stabil. Berbagai kondisi itu membuat ruang penurunan suku bunga acuan BI alias BI-Rate semakin terbuka. Ramalan Myrdal, ada ruang penurunan BI-Rate hingga 50 basis poin (bps) secara bertahap. Dalam waktu dekat, ia melihat BI bisa memangkas suku bunga 25 bps terlebih dahulu.

Peralihan Aset Meningkat, Aktivitas Pasar Saham Meredup

Hairul Rizal 08 Aug 2024 Kontan
Investor nampaknya menahan diri bertransaksi di pasar saham. Kondisi ini tercermin dari nilai transaksi perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI) yang kembali sepi belakangan. Jika dibandingkan periode kuartal pertama lalu, Rata-Rata Nilai Transaksi Harian (RNTH) BEI semakin menyusut. Nilai transaksi pada perdagangan Rabu (7/8), hanya sebesar Rp 8,19 triliun. Sepanjang tahun berjalan ini, rata-rata nilai transaksi harian bursa mencapai Rp 11,81 triliun. Sedangkan rerata nilai transaksi di Juli hanya Rp 9,94 triliun, menyusut 22,64% secara bulanan dari Rp 12,84 triliun pada Juni 2024. Angka ini turun lebih jauh kalau dibandingkan posisi bulan Mei yang rata-rata mencapai Rp 14,38 triliun dan di bulan April 2024 yang sebesar Rp 13,98 triliun. Direktur Perdagangan dan Pengaturan Anggota Bursa Efek Indonesia Irvan Susandy mengatakan, penurunan rata-rata nilai transaksi harian bursa akhir-akhir ini disebabkan sejumlah faktor. Terkait penurunan RNTH ini, Irvan mengatakan, BEI terbuka dengan masukan dan melakukan evaluasi jika diperlukan. Terutama dalam memberikan stimulus untuk mendongkrak RNTH. Head Customer Literation and Education Kiwoom Sekuritas Indonesia, Oktavianus Audi mengatakan, ketidakpastian global ikut membuat perpindahan aset investasi, salah satunya ke kripto. "Investor mencari aset alternatif yang lebih defensif. Sehingga aktivitas transaksi saham dalam negeri menurun, ujarnya. Pengamat pasar modal sekaligus Direktur Avere Investama, Teguh Hidayat menilai, turunnya nilai transaksi BEI menandakan investor mulai kehilangan kepercayaan akan kinerja pasar modal domestik.

Bagian Kredit Bank untuk Sektor UMKM Tergerus

Hairul Rizal 08 Aug 2024 Kontan

Memburuknya kualitas kredit usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) tengah beberapa waktu terakhir berdampak pada porsi portofolio kredit di sektor ini. Porsi kredit UMKM yang dimiliki bank, dalam hal ini utamanya bank KBMI 4, terlihat mengalami penyusutan. Ambil contoh di PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BRI). Komposisi portofolio kredit bank ini mengalami perubahan per semester I-2024. Dalam setahun, porsi segmen kredit kecil turun dari 18,9% ke 17,4%, sementara segmen kredit mikro turun dari 48,1% menjadi 46,6%. Di sisi lain, BRI yang memiliki karakteristik bank UMKM justru meningkatkan porsi kredit korporasi. Di periode sama, kontribusi kredit segmen korporasi mencapai 18%, naik dari periode sama tahun lalu jadi sekitar 15,5%. Direktur Utama BRI Sunarso menuturkan, BRI selalu melihat potensi dari tiap segmen.

Jika memang sedang ada pemburukan kualitas di segmen tertentu, bank ini tidak akan memaksakan untuk tumbuh. Sunarso menambahkan, BRI memang memperketat kriteria risk acceptance dan guideline portofolio. Portofolio kredit yang sudah menjadi aset bank juga dipilah mana, yang masih baik dan mana yang bermasalah. Kondisi serupa terjadi pada PT Bank Central Asia Tbk (BCA). Bank ini mencatat porsi kredit UMKM di semester satu tinggal 13,7%. Sebagai perbandingan, pada periode sama tahun lalu, kredit UMKM berkontribusi 14%. Presiden Direktur BCA Jahja Setiaatmadja menuturkan, permintaan kredit dari sektor UMKM tengah lesu karena daya beli menurun, sehingga langkah ekspansif dari UMKM turut terhambat. Corporate Secretary Bank Mandiri Teuku Ali Usman menambahkan, dalam mendorong penyaluran kredit, Bank Mandiri mengedepankan prinsip kehati-hatian, dengan memperkuat sistem mitigasi risiko, melalui pengawasan dan analisa risiko pasar serta profil masing-masing debitur.

Pilihan Editor