Stabilitas Rupiah Menguat di Tengah Ancaman Global
Angin segar berembus ke perekonomian Indonesia, seiring torehan cadangan devisa (cadev) yang menanjak. Menurut data termutakhir yang dirilis Bank Indonesia, cadev pada akhir Juli 2024 sebesar US$145,4 miliar, meningkat ketimbang Juni yang tercatat US$140,2 miliar. Penarikan utang oleh pemerintah melalui sukuk global serta penerimaan pajak dan jasa menjadi pemicu kenaikan tersebut. Dus, kenaikan cadev pun membuat tameng moneter untuk menjaga stabilitas rupiah makin tebal. Cadev yang gemuk akan membantu otoritas moneter jika ingin bermanuver melalui intervensi pasar.
Cadangan devisa Indonesia mengalami peningkatan signifikan pada Juli 2024, mencapai US$145,4 miliar, yang memberikan perlindungan tambahan untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah. Kenaikan ini didorong oleh penarikan utang melalui sukuk global dan penerimaan pajak. Bank Indonesia dan pemerintah memaksimalkan berbagai instrumen moneter dan fiskal untuk menarik dana investor dan mempertebal cadangan devisa, termasuk melalui kebijakan baru seperti PP No. 36/2023 dan PP No. 22/2024. Selain itu, penggunaan mata uang lokal dalam transaksi ekonomi (LCT) juga didorong sebagai upaya memperkuat stabilitas rupiah. Namun, pentingnya koordinasi antara otoritas moneter, fiskal, dan pelaku usaha tetap menjadi kunci dalam menghadapi tantangan ekonomi global yang dinamis.
Postingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023