;

Cadangan Besar untuk Mempertahankan Kekuatan Rupiah

Ekonomi Hairul Rizal 08 Aug 2024 Kontan
Cadangan Besar untuk Mempertahankan Kekuatan Rupiah

Posisi cadangan devisa Indonesia kembali meningkat. Menguatnya cadangan devisa menandakan bank sentral punya amunisi berlimpah untuk menjaga pergerakan rupiah. Bank Indonesia (BI) mencatat, cadangan devisa per akhir  Juli 2024 mencapai US$ 145,4 miliar, naik US$ 5,2 miliar dari posisi bulan sebelumnya US$ 140,2 miliar. Cadangan devisa Juli 2024 adalah yang tertinggi setelah pada Desember 2023 tercatat US$ 146,4 miliar. Asisten Gubernur Departemen Komunikasi B, Erwin Haryono menjelaskan, kenaikan cadangan devisa tersebut terutama dipengaruhi penerbitan sukuk global pemerintah. Juga karena penerimaan pajak dan jasa. "Posisi cadangan devisa pada akhir Juli 2024 setara pembiayaan 6,5 bulan impor atau 6,3 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri pemerintah, serta berada di atas standar kecukupan internasional sekitar 3 bulan impor," kata Erwin dalam keterangan tertulisnya, Rabu (7/8). Lonjakan cadangan devisa juga didukung arus modal asing yang masuk ke Sertifikat Rupiah Bank Indonesia (SRBI).

Catatan BI sejak awal tahun hingga 1 Agustus 2024, net inflow ke SRBI mencapai Rp 173,32 triliun, lebih tinggi dibanding posisi 27 Juni 2024 sebesar Rp 123,21 triliun. Staf Bidang Ekonomi, Industri dan Global Markets  Maybank Indonesia, Myrdal Gunarto melihat, lonjakan cadangan devisa memberikan sinyal bahwa amunisi bank sentral untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah melimpah. Bahkan, masih ada peluang kenaikan cadangan devisa Indonesia ke depan. Pertama, potensi inflow di pasar obligasi sejalan dengan menurunnya imbal hasil obligasi global. Hal ini membuat investor masuk ke pasar obligasi RI yang menawarkan imbal hasil lebih menarik. Kedua, potensi inflow seiring berubahnya persepsi pelaku pasar terkait kebijakan suku bunga Bank Sentral Amerika Serikat (The Fed). Ketiga, fundamental ekonomi dalam negeri yang masih baik, sejalan dengan pertumbuhan ekonomi yang tercatat stabil. Berbagai kondisi itu membuat ruang penurunan suku bunga acuan BI alias BI-Rate semakin terbuka. Ramalan Myrdal, ada ruang penurunan BI-Rate hingga 50 basis poin (bps) secara bertahap. Dalam waktu dekat, ia melihat BI bisa memangkas suku bunga 25 bps terlebih dahulu.

Tags :
#Makro #Devisa
Download Aplikasi Labirin :