Momentum Positif Rupiah di Tengah Peningkatan Cadangan Devisa
Rupiah sedang mendapat momentum positif. Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat pada awal semester II/2024, mendapat tenaga ekstra seiring cadangan devisa (cadev) yang makin berisi. Ditambah lagi ekspektasi penurunan suku bunga Federal Reserve lebih cepat pada tahun ini, yang diharapkan berimpak positif pada kurs rupiah. Menilik data termutakhir, rupiah memang lebih stabil memasuki paruh kedua tahun ini. Pada perdagangan kemarin, Rabu (7/8), rupiah ditutup di level Rp16.035 per dolar AS, atau terapresiasi sekitar 0,9% dari level penutupan sehari sebelumnya.
Nilai tukar rupiah menunjukkan penguatan signifikan pada awal semester II/2024, didukung oleh peningkatan cadangan devisa dan ekspektasi penurunan suku bunga oleh Federal Reserve. Chandra Wahjudi dari Kadin menilai bahwa peningkatan ekspor dan penanaman modal asing akan menjadi kunci penguatan lebih lanjut. Namun, Subandi dari Ginsi mengkhawatirkan volatilitas rupiah yang berdampak negatif pada impor. Sementara itu, Edi Susianto dari Bank Indonesia memperingatkan potensi risiko dari ketegangan geopolitik dan pemilu AS yang dapat mempengaruhi nilai tukar rupiah ke depan. Kepala Ekonom Bank Permata, Josua Pardede, menyoroti potensi arus modal masuk yang dapat meningkatkan cadangan devisa, tetapi juga memperingatkan risiko pelebaran defisit transaksi berjalan.
Tags :
#DevisaPostingan Terkait
Menakar Daya Tahan Momentum Elektrifikasi
KETIKA PERAK TAK LAGI SEKADAR LOGAM
Prospek Perbaikan Ekonomi di Paruh Kedua Tahun
Lonjakan Harga Komoditas Panaskan Pasar
Waspadai Dampak Perang pada Anggaran Negara
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023