Pembangunan Ekosistem Kendaraan Listrik
Presiden Jokowi meresmikan pabrik bahan anoda baterai litium milik PT Indonesia BTR New Energy Material di Kawasan Ekonomi Khusus Kendal, Jateng, Rabu (7/8). Pabrik yang segera memulai pembangunan fase kedua itu diproyeksikan menjadikan Indonesia sebagai produsen anoda baterai litium terbesar kedua di dunia. Presiden Jokowi menuturkan, pemerintah berkomitmen terus membangun ekosistem kendaraan listrik yang kuat dan terintegrasi. Hal itu bakal dilakukan dengan memanfaatkan sumber daya lokal, seperti nikel, kobalt, dan mangan. Posisi Indonesia diharapkan makin kuat dalam pasar baterai litium dan kendaraan listrik global.
Menurut Presiden, rencana pembangunan ekosistem kendaraan listrik yang diputuskan beberapa tahun lalu mulai menunjukkan hasil. Untuk kepentingan pembangunan ekosistem kendaraan listrik, pada tahun 2020, Presiden membuat kebijakan melarang ekspor nikel, yang menuai pro dan kontra dari sejumlah pihak. ”Kita juga sempat digugat oleh Uni Eropa dan kalah. Kemudian saya minta banding. Kalau kita kalah lagi, (setidaknya) kita sudah punya industri ekosistem besar dari EV (kendaraan listrik) ataupun EV battery (baterai kendaraan listrik),” ujar Presiden.
Presiden juga menyoroti perkembangan industri smelter nikel di beberapa daerah, mulai dari smelter nikel dan turunannya di Morowali dan Weda Bay hingga smelter nikel dari PT Freeport dan PT Amman di Sumbawa dan Gresik. Selain itu, presiden juga menyinggung soal perkembangan smelter bauksit di Kabupaten Mempawah, Kalbar. ”Kalau semuanya jadi, sekali lagi ekosistemnya akan terbangun. Kita akan bisa masuk ke global supply chain yang akan memberikan nilai tambah yang besar, baik masalah rekrutmen tenaga kerja maupun terhadap pertumbuhan ekonomi kita,” kata Presiden. (Yoga)
Postingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023