;

Deflasi Beruntun, Sinyal Melemahnya Daya Beli

Yoga 04 Sep 2024 Kompas

Deflasi yang terjadi selama empat bulan berturut-turut sejak Mei hingga Agustus 2024 dinilai tidak lumrah mengingat deflasi beruntun yang panjang biasanya terjadi pada masa krisis. Hal itu mengindikasikan daya beli masyarakat merosot dan kondisi ekonomi Indonesia sedang tidak baik-baik saja. BPS merilis, Indeks Harga Konsumen (IHK) pada Agustus 2024 mengalami deflasi 0,03 % secara bulanan dan inflasi 2,12 % secara tahunan. Deflasi disumbang komponen bergejolak (volatile food) yang mengalami deflasi 1,24 % secara bulanan. Sementara komponen diatur pemerintah (administered prices) tetap mengalami inflasi 0,23 % dan komponen inti mengalami inflasi 0,20 %. Pada Mei 2024, deflasi tercatat sebesar 0,03 % secara bulanan, deflasi Juni 0,08 %, dan deflasi Juli sebesar 0,18 %.

Penurunan harga barang/jasa dalam satu periode tertentu itu biasanya terjadi karena pasokan barang berlebih hingga menurunkan harga di pasaran atau akibat penurunan permintaan dan daya beli masyarakat sehingga barang di pasaran tidak terserap dan harganya anjlok. Secara historis, BPS mencatat fenomena deflasi secara beruntun biasanya terjadi pada masa krisis, misalnya pada tahun 1999 setelah krisis finansial Asia. Saat itu, Indonesia meng- alami deflasi selama tujuh bulan berturut-turut, yaitu pada Maret-September 1999, yang disebabkan depresiasi nilai tukar dan penurunan harga beberapa barang. Setelah itu, deflasi terjadi pada masa krisis finansial global, pada Desember 2008 sampai Januari 2009, akibat penurunan harga minyak dunia dan permintaan domestik yang melemah.

Berikutnya, deflasi saat pandemi Covid-19, pada Juli-September 2020, disebabkan penurunan daya beli masyarakat. Deflasi yang terjadi tahun ini praktis lebih panjang daripada periode deflasi saat pandemi dan krisis 1998-1999. Menurut BPS, deflasi kali ini dipicu dari sisi pasokan akibat penurunan harga pangan bergejolak, seperti produk tanaman pangan, hortikultura, dan peternakan. Tapi, sejumlah kalangan menilai, deflasi empat bulan berturut-turut tak hanya disebabkan penurunan harga dan pasokan yang berlebih. Di baliknya ada masalah pelemahan daya beli masyarakat yang makin kentara hingga tercermin pada tingkat deflasi. (Yoga)


Sindikat Lintas Provinsi di depok Memperjualbelikan Dua Bayi

Yoga 04 Sep 2024 Kompas

Praktik jual beli bayi lintas provinsi yang terungkap di Depok, Jabar, menandakan masih banyak orangtua yang menganggap anak sebagai komoditas yang bisa diperjualbelikan. Padahal, praktik ini merendahkan harkat dan martabat manusia. Pengungkapan kasus ini bermula pada Jumat (26/7) Unit Perlindungan Perempuan dan Anak Polres Depok mendapat informasi tempat penampungan sementara bayi yang akan dijual di Jalan Haji Suaib RT 006 RW 002 Kelurahan Krukut, Kecamatan Limo, Depok. Dari kasus ini, polisi menangkap delapan tersangka, yakni Suryaningsih (24) dan Rudy Kelana Syah (30) yang merupakan orangtua bayi perempuan, Dayanti Apriani (26) dan Muhammad Diksi Hendika (32), orangtua bayi laki-laki,

Juga Dahlia (23), Rida Soniawati (24), Absa Nabilla Aulia Putri (22), dan I Made Aryadana (41). Kedua bayi akan dijual dengan harga masing-masing Rp 45 juta. Adapun orangtua hanya memperoleh uang Rp 10 juta-Rp 15 juta. Kapolres Depok Kombes Arya Perdana, Selasa (3/9), menyatakan, sindikat penjualan bayi ini cukup terorganisasi. Bahkan, salah satu tersangka mengiklankan melalui media sosial Facebook guna mendapatkan ibu atau perempuan yang ingin menjual bayinya. Selama beroperasi, mereka sudah menjual lima bayi. Aktor di balik praktik ini adalah I Made Aryadana yang menyuruh Absa mencari wanita hamil yang akan menjual anaknya. Selanjutnya, Absa mengunggah iklan mencari ibu hamil melalui Facebook.

Pada Kamis (25/7) Dayanti melahirkan anak laki-laki di klinik bidan di Cibeber, Cilegon, Banten. Absa menyerahkan uang Rp 15 juta kepada Dayanti sebagai uang persalinan. Lalu, membawa bayi itu ke rumahnya di Jalan Haji Suaib, RT 002 RW 006, Kelurahan Krukut, Limo, Depok. Atas perbuatannya, kedelapan tersangka dijerat dengan Pasal 2 UU No 21 Tahun 2017 tentang Tindak Pidana Perdagangan Orang dan atau Pasal 83 UU No 35/2014 tentang Perlindungan Anak. Kedelapan tersangka terancam penjara maksimal 15 tahun dan denda Rp 600 juta. Ketua KPAI, Ai Maryati Solihah mengatakan, praktik jual beli bayi di Depok bukan pertama kali terjadi.

Pada kasus jual beli bayi di Ciseeng, Bogor, Jabar, September 2022. Suhendra, yang berjuluk ayah sejuta anak, menjual bayi seharga Rp 15 juta kepada warga yang mengadopsi. ”Bahkan, KPAI mencatat, bayi yang dijual bisa mencapai 30 orang,” katanya. Kasus jual beli bayi di Depok juga tak kalah memprihatinkan karena dilakukan oleh sindikat lintas provinsi, sebab ibu bayi berasal dari Bekasi (Jabar) dan Banten, sedangkan calon orangtua angkat di Bali. Kedua kasus yang terpaut dua tahun ini menyasar kelompok masyarakat rentan, yakni mereka yang hidup dalam keterbatasan ekonomi dan tidak mengharapkan kehadiran bayi. Selain itu, adopsi dilakukan secara ilegal. Situasi ini dikhawatirkan membahayakan bayi karena bukan tidak mungkin di masa yang akan datang menjadi korban eksploitasi. (Yoga)


UGM Siap Produksi Pesawat Nirawak Multiguna

Yoga 04 Sep 2024 Kompas

Pesawat nirawak multiguna yang dikembangkan tim peneliti UGM selama tiga tahun akhirnya siap diproduksi. Pesawat tersebut dapat dimanfaatkan untuk sejumlah keperluan, baik sipil maupun militer. Pesawat yang dinamakan Palapa S-1 tersebut diluncurkan di Kampus Fakultas Teknik UGM, Yogyakarta, Selasa (3/9). Pesawat nirawak atau yang biasa disebut drone tersebut dikembangkan tim Fakultas Teknik UGM yang dipimpin oleh ketua tim Prof Gesang Nugroho. Dalam pemaparannya, Gesang menjelaskan, Palapa S-1 mengombinasikan mesin bensin sebagai tenaga pendorong dan mesin listrik untuk mengudara dan mendarat.

Pesawat memiliki kemampuan mengudara (take-off) dan mendarat (landing) secara vertikal sehingga tak memerlukan landasan pacu. Dia mengatakan, pesawat didesain dengan struktur ringan, tetapi memiliki kekuatan tinggi. Drone tersebut memiliki kemampuan terbang selama enam jam nonstop dengan jarak tempuh maksimal 500 km. ”Dengan kemampuan itu, sekali terbang pesawat bisa melakukan pemetaan lahan seluas 3.500 hektar,” kata Gesang. Tim juga mendesain pesawat nirawak agar dapat membawa muatan seperti kamera pemetaan atau pemantauan.

Jangkauan pengiriman data foto dan video sejauh 50 km. Selain pemetaan dan pemantauan, pesawat ini bisa dimanfaatkan untuk mitigasi bencana, misi pencarian dan pertolongan (SAR), dan patrol wilayah. Bahkan, pesawat ini juga bisa dikembangkan lebih lanjut untuk keperluan militer, termasuk sebagai peralatan tempur. Sejumlah instansi sudah menyatakan ketertarikan pada Palapa S-1 ini, termasuk KLHK yang disebutnya sudah melakukan pemesanan. ”Kapasitas produksi dalam tiga bulan bisa membuat 7-10 unit,” ujar Gesang. (Yoga)


Polisi Menyelidiki Dugaan Pemalakan PPDS

Yoga 04 Sep 2024 Kompas

Polda Jateng bakal mendalami dugaan pemalakan pada Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) Anestesi Undip di RSUP Dr Kariadi, Semarang, Jateng. Berdasarkan investigasi Kemenkes, ARL (30), mahasiswi PPDS Anestesi Undip yang meninggal, diduga dimintai uang di luar biaya pendidikan hingga puluhan juta rupiah. Kabid Humas Polda Jateng Kombes Artanto mengatakan, pihaknya telah menerima sejumlah informasi terkait dugaan perundungan terhadap ARL, termasuk adanya permintaan uang. Informasi itu menjadi petunjuk bagi penyidik Polda Jateng untuk didalami. ”Harapannya bukti petunjuk itu mempermudah penyidik melakukan pemeriksaan dan mengambil keterangan dari pihak-pihak terkait mengenai informasi tersebut,” kata Artanto, Selasa (3/9).

Informasi yang beredar terkait dengan jumlah nominal uang pemalakan itu juga akan ditelusuri penyidik. ”Informasi di luar ada beredar soal nominalnya berapa. Akan kami lakukan penyelidikan, pendalaman, betul atau tidak infonya,” ujarnya. Pekan lalu, Polda Jateng menggelar rakor dengan Inspektorat Jenderal Kemenkes serta Inspektorat Jenderal Kemendikbudristek. Dalam rapat tersebut, tim investigasi dari Kemenkes menyerahkan data dan laporan terkait investigasi yang telah mereka lakukan untuk mendalami dugaan perundungan di PPDS Anestesi Undip di RSUP Dr Kariadi.

”Kami dari kepolisian akan menindaklanjuti hasil investigasi tersebut dan melakukan pendalaman. Sambil melakukan pendalaman, kami selalu berkoordinasi dan berkomunikasi terus dengan Kemenkes,” ujarnya. Artanto menyebut, polisi tengah melakukan otopsi psikologi. Pemeriksaan itu diharapkan bisa memberi gambaran mengenai kematian ARL. ”Hasil otopsi psikologi ini dapat menentukan motivasi dari kematian almarhumah. Semoga hasilnya bisa segera disampaikan dalam waktu dekat,” katanya. Sebelumnya, Jubir Kemenkes Mohammad Syahril mengungkapkan adanya dugaan permintaan biaya di luar biaya pendidikan resmi kepada ARL oleh oknum di PPDS Anestesi, berkisar Rp 20 juta sampai Rp 40 juta per bulan (Kompas.id, 31/8). Biaya itu tak hanya dikeluarkan ARL, tetapi juga mahasiswa PPDS lain pada program yang sama. Biaya ini diduga menjadi pemicu awal tekanan yang dialami ARL. (Yoga)


Jangan Lewatkan Pesta Besar di Bursa

Hairul Rizal 04 Sep 2024 Kontan (H)

Pesta besar tengah terjadi di bursa saham. Pendorongnya adalah euforia era pemerintah baru yang segera tiba, masuknya dana jumbo investor asing ke pasar saham. Ketegangan politik yang mereda dan kepastian pelonggaran kebijakan moneter turut mengangkat kepercayaan pasar sehingga mendorong transaksi di bursa saham. Dari data RTI, nilai pembelian bersih investor asing di seluruh pasar mencapai Rp 15,36 triliun dalam sepekan. Lalu, dalam sebulan mencapai Rp 29,1 triliun. Nilai ini cukup besar, mengingat dan asing sempat banyak keluar dari pasar saham pada akhir semester pertama lalu. Transaksi di pasar saham memang lagi ramai. Tengok saja, nilai transaksi harian di pasar saham cenderung tinggi beberapa hari terakhir. Hal ini membawa Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sempat beberapa kali menyentuh rekor harga tertinggi baru. Tak cuma di pasar reguler, transaksi bursa di pasar negosiasi juga semarak. Ada peralihan dana triliunan rupiah melalui pasar negosiasi. Oktavianus Audi, Head of Customer Literation and Education Kiwoom Sekuritas mengatakan, derasnya aliran dana investor asing membuat IHSG telah menguat 9,77% selama bulan Juni hingga Agustus 2024. Masuknya dana asing ini didorong sentimen pemangkasan suku bunga bank sentral Amerika Serikat Federal Reserve. "Tercatat saat Fed mulai dovish, asing masuk sebesar Rp 16,67 triliun dengan dominasi ke sektor perbankan," kata dia kepada KONTAN, Selasa (3/9). 

Direktur Kanaka Hita Solvera, Daniel Agustinus menambahkan, masuknya saham-saham dalam negeri ke dalam indeks global seperti MSCI dan FTSE dalam rebalancing terbaru juga mendorong aliran dana asing. Pergantian kepemimpinan yang disahkan dalam pelantikan presiden terpilih Prabowo Subianto, Oktober 2024 mendatang juga dapat membawa angin segar ke pasar keuangan. Kepala Ekonom Bank Central Asia Tbk David Sumual menilai, setelah ada kejelasan terkait arah kebijakan pemerintahan baru, dana asing akan makin deras masuk ke dalam negeri. Nah, ramainya transaksi pasar saham kemungkinan masih akan berlanjut di bulan ini. Tapi perlu diingat, IHSG sudah naik cukup tinggi. Alhasil, ada potensi terjadi koreksi karena aksi ambil untung atawa profit taking. Martha Christina, Head of Investment Information Mirae Asset Sekuritas menyarankan, pelaku pasar bisa mencermati saham yang lajunya belum terlalu kencang dan punya valuasi yang masih murah. Saham pilihan Martha adalah ASII, TLKM, BMRI, BBCA, BBRI, ICBP, MYOR, MAPI, ACES dan SIDO. Sedangkan Daniel melihat saham BMRI dan MAPI punya prospek kinerja yang solid.

Mendorong Setoran Dividen BUMN

Hairul Rizal 04 Sep 2024 Kontan

Pemerintah ingin sumbangsih badan usaha milik negara (BUMN) terhadap penerimaan negara terus membesar. Terutama, melalui setoran dividen pelat merah yang ditargetkan Rp 90 triliun pada tahun depan. Pemerintah dan Badan Anggaran DPR telah menyepakati target dividen BUMN. Angka itu juga naik dibandingkan target dividen BUMN tahun ini sebesar Rp 85 triliun. "Saya rasa angka yang fantastis, kita coba kerja keras," kata Menteri BUMN Erick Thohir saat rapat kerja bersama Komisi VI DPR, Senin (2/9). Erick menjelaskan, kontribusi BUMN kepada negara terdiri dari pajak, dividen dan penerimaan negara bukan pajak (PNBP). Dalam kurun waktu tiga tahun, yakni 2020-2023, kontribusi pajak dari BUMN mencapai Rp 1.391,4 triliun, dividen Rp 194,4 triliun dan PNBP Rp 354,2 triliun. "Total kontribusi BUMN tahun 2020 hingga 2023 mencapai Rp 1.940 triliun," tambah dia. Anggota Komisi VI DPR Darmadi Durianto meminta jangan ada lagi BUMN yang bangkrut dan terkena kasus hukum. "BUMN kena kasus hukum ke depan harus dicegah," kata dia. Ekonom Core Indonesia Yusuf Rendy Manilet menilai, target setoran dividen tahun depan masih di kisaran pencapaian dua tahun terakhir. Namun ia mengakui tak semua BUMN bisa stabil dan melanjutkan setoran dividen tinggi akibat beberapa hal. Salah satunya tren penurunan harga komoditas, meski harga minyak masih relatif tinggi.

Bonus Demografi Hampir Usai

Hairul Rizal 04 Sep 2024 Kontan

Bonus demografi yang sedang dinikmati Indonesia bakal segera berakhir. Waktu yang dimiliki oleh pemerintah pun tak banyak, yakni paling cepat 10 tahun lagi untuk memanfaatkan kesempatan memiliki penduduk usia produktif (15-64 tahun) yang dominan. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, ada enam provinsi yang akan mengakhiri periode bonus demografi hingga 10 tahun ke depan. Pertama, Sumatra Barat yang masa bonus demografinya berakhir pada 2030 nanti. Kedua, Jawa Tengah yang berakhir pada tahun 2034. Ketiga, DI Yogyakarta pada 2033. Keempat, Jawa Timur pada 2034. Kelima, Bali di tahun 2033. Keenam, Sulawesi Barat pada tahun 2033. Pelaksana Tugas (Plt) Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti menyebutkan, masing-masing provinsi memang mengalami masa bonus demografi berbeda. 

Alhasil, perbedaan itu perlu menjadi catatan bersama. "Bahkan ada satu provinsi yang tidak mengalami bonus demografi sampai 2050 yaitu NTT (Nusa Tenggara Timur)," terang Amalia, belum lama ini. Kepala Lembaga Demografi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia, I Dewa Gede Karma Wisana menilai, hingga kini Indonesia belum bisa memanfaatkan bonus demografi sepenuhnya. Sebab, angkatan kerja yang melimpah nyatanya belum mampu memenuhi kebutuhan pasar, hingga berkontribusi terhadap perekonomian. Ekonom Center of Economic and Law Studies (Celios) Nailul Huda juga sebelumnya melihat ada sejumlah tantangan dalam menyiapkan potensi bonus demografi. Apalagi, adanya fakta sebanyak 9,9 juta generasi muda atau gen Z masih menganggur dan tidak mengisi kegiatan dengan pendidikan maupun pelatihan. Dengan kondisi demikian, menurut Huda, pertumbuhan ekonomi Indonesia kemungkinan tidak akan bisa menyentuh angka di atas 8% seperti yang dicita-citakan presiden terpilih Prabowo Subianto.

Menilai Daya Tarik Saham Defensif

Hairul Rizal 04 Sep 2024 Kontan

Saham berkategori defensif berpotensi kembali unjuk gigi ketika alarm industri dan ekonomi mulai berdering. Purchasing Managers Index (PMI) Manufaktur Indonesia kembali terkontraksi ketika ekonomi mengalami deflasi. S&P Global mencatat PMI Indonesia Agustus 2024 berada di level 48,9 atau turun 0,4 poin dari bulan sebelumnya di 49,3. Dua bulan beruntun industri manufaktur nasional berada di bawah level 50 alias di zona kontraksi. Sementara itu, inflasi bulan Agustus berada di level 2,12% secara tahunan, dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 106,06. IHK mengalami deflasi selama empat bulan beruntun, dengan tingkat deflasi 0,03% secara bulanan pada Agustus 2024. Analis Investindo Nusantara Sekuritas, Pandhu Dewanto mengamati ketika pasar sedang bullish, biasanya performa saham defensif cenderung tertinggal. Lantaran sering kurang diperhatikan oleh mayoritas investor yang ingin memanfaatkan euforia penguatan pasar. Analis Panin Sekuritas, Andhika Audrey turut melihat, saham defensif seperti di sektor konsumen primer belum menjadi pilihan menarik. 

Saham di sektor ini lebih sebagai diversifikasi aset bagi investor yang agresif. Research Analyst Phintraco Sekuritas, Muhamad Heru Mustofa memprediksi, pemangkasan suku bunga acuan The Fed akan menjadi sentimen penting, termasuk bagi saham defenif. Langkah ini bisa mendorong konsumsi serta meringankan beban emiten yang memiliki utang dalam mata uang AS. Pandhu menilai, saham barang konsumsi dan ritel masih defensif, bersamaan saham telekomunikasi. Research Analyst Stocknow.id Emil Fajrizki menambahkan, saham sektor kesehatan dan energi pada segmen utilitas juga tergolong defensif.

Harga Komoditas Melonjak, Emiten CPO Semakin Bersinar

Hairul Rizal 04 Sep 2024 Kontan

Prospek kinerja emiten perkebunan sawit semakin licin. Tren naiknya harga minyak sawit atau crude palm oil ( CPO) di kuartal tiga tahun ini diproyeksi bakal jadi sentimen pendorong kinerja emiten CPO. Berdasarkan data Trading Economics, harga CPO pada penutupan Selasa (3/9) di posisi MYR 3.990 per ton. Jika dihitung dalam sebulan, harga CPO sudah mendaki 5,33%. Contoh ASP PT Sampoerna Agro Tbk (SGRO). Head of Investor Relation Sampoerna Agro, Stefanus Darmagiri mengatakan, di semester pertama tahun ini, ASP SGRO mencapai Rp 12.300 per kilogram (kg). "ASP ini tumbuh 4% secara tahunan," kata Stefanus pada KONTAN, Senin (2/9). Sekretaris Perusahaan PT Triputra Agro Persada Tbk (TAPG) Joni Tjeng mengatakan, enam bulan pertama tahun ini, ASP TAPG berada di kisaran Rp 12.500 per kg. "ASP ini diperkirakan masih tumbuh single digit, melihat sentimen positif dari belum membaiknya stok minyak nabati global," katanya. Senior Investment Information Mirae Asset Sekuritas, Muhammad Nafan Aji Gusta Utama menimpalli, kenaikan harga CPO sudah terjadi sejak bulan Juli 2024 dan akan berlanjut pada September ini. Sentimen pendorongnya adalah peningkatan permintaan CPO di periode itu akibat keterbatasan suplai global.

Emiten Batubara Tetap Menggelora

Hairul Rizal 04 Sep 2024 Kontan

Kinerja emiten batubara dibayangi sejumlah sentimen di pasar domestik dan global. Selain sentimen harga, kinerja emiten batubara ke depan juga akan bergantung pada permintaan komoditas emas hitam ini. Direktur Pasar Energi dan Keamanan IEA, Keisuke Sadamori menjelaskan, penerapan tenaga surya dan angin yang terus berlanjut, dikombinasikan dengan pemulihan tenaga air di Tiongkok, akan memberikan tekanan yang signifikan pada penggunaan batubara. Namun, di sisi lain, sektor kelistrikan jadi pendorong utama permintaan batubara global. "Konsumsi listrik masih kuat di beberapa negara ekonomi utama," ujarnya, dalam laporan yang dirilis belum lama ini. Pada 2024 dan 2025, pertumbuhan permintaan listrik diperkirakan naik 4%. 

Kenaikan permintaan listrik, salah satunya didorong pengembangan pusat data. Head of Investment Nawasena Abhipraya Investama, Kiswoyo Adi Joe melihat, permintaan batubara berasal dari industri dan penggunaan teknologi, khususnya pengoperasian perangkat lunak artificial inteligence (AI). Konsumsi listrik menggunakan bahan bakar yang besar dari batubara. "Peningkatan permintaan batubara dari situ," ujarnya. Di sepanjang Juli 2024, rata-rata harga batubara di bursa Newcastle naik 6% ke US$ 134 per ton. Secara historis, harga batubara cenderung naik pada September, karena menyambut musim dingin. "Harga batubara di kuartal tiga bisa di kisaran US$ 136-US$ 150 per ton," kata Rizkia Darmawan, Analis Mirae Asset Sekuritas. Dengan cuaca yang diprediksi lebih cerah, produksi batubara pada kuartal III-2024 bisa naik 6% secara kuartalan menjadi 213 juta ton. "Kami memperkirakan produksi batubara di 2024 mencapai 820 juta ton," ujar Darmawan.

Pilihan Editor