;

Bisnis Rumah Sakit Jadi Amunisi Tambahan untuk CTRA

Hairul Rizal 04 Sep 2024 Kontan

Kinerja emiten PT Ciputra Development Tbk (CTRA) diproyeksi akan terus bertumbuh. Emiten ini akan mendapat tambahan pundi-pundi dari bisnis rumah sakit (RS). Terbaru CTRA akan meluncurkan RS di Surabaya yang akan menjadi RS Ciputra terbesar kedua dengan kapasitas 200 tempat tidur. Analis Sucor Sekuritas, Niko Pandowo dan Jeremy Hansen mengatakan, investasi CTRA untuk pembangunan RS ini mencapai Rp 520 miliar. RS ini akan melayani kebutuhan perawatan kesehatan penghuni di CitraLand Surabaya, dengan tahap awal operasional menggunakan 70 tempat tidur. Demografi pasien menjadi pasien pendapatan menengah hingga tinggi. Sehingga diharapkan dapat menghasilkan margin profitabilitas yang lebih tinggi sekitar 40%-50% , terutama melalui bisnis kardiologi, onkologi, dan bedah saraf. Dengan penambahan RS di Surabaya, Niko memperkirakan pada 2025, pendapatan CTRA lewat bisnis RS akan mencapai Rp 686 miliar dan laba rumah sakit mencapai Rp 86 miliar. Masing-masing angka itu akan menyumbang 6% dan 4% terhadap total pendapatan dan laba CTRA. 

Associate Director Pilarmas Investindo Sekuritas Maximilianus Nicodemus melihat, sepanjang semester I 2024 CTRA berhasil mencetak laba bersih hingga Rp 1,02 triliun atau naik 32,12% year on year (yoy). Pencapaian tersebut ditopang oleh penjualan kavling, rumah hunian, dan ruko yang memberikan kontribusi hingga Rp 3,57 triliun. Sehingga dengan kehadiran RS baru, menurut Nico bisa memberikan stimulus tambahan untuk kinerja CTRA. Head Customer Literation and Education Kiwoom Sekuritas Indonesia, Oktavianus Audi menambahkan, portofolio CTRA yang terdiversifikasi mencakup berbagai wilayah geografis membawa keuntungan bagi emiten ini. Oktavianus berpandangan dengan investasi di proyek baru yakni Ciputra Hospital Surabaya ini, pendapatan CTRA pada segmen pengelolaan komersial akan terdongkrak. "Ditambah lagi dengan perpanjangan insentif PPN ditanggung pemerintah (DTP) 100% untuk nilai rumah kurang dari Rp 2 miliar hingga akhir tahun 2024 akan mendorong presales marketing," kata Octavianus kepada KONTAN, Selasa (3/9).

Insentif Properti Mengalir, KPR Bank Siap Bertumbuh

Hairul Rizal 04 Sep 2024 Kontan

Angin segar berhembus di sektor properti. Efeknya, bisnis Kredit Pemilikan Rumah (KPR) perbankan terus tumbuh ke depan. Bank Indonesia (BI) mencatat, penyaluran KPR per Juli 2024 tumbuh 14,32% secara tahunan. Angka pertumbuhan tersebut melambat dibanding pada bulan sebelumnya, di mana penyaluran KPR naik 14,36% secara tahunan. Saat terjadi perlambatan tersebut, pemerintah memberi kabar baik untuk menggenjot penyaluran KPR subsidi maupun non-subsidi. Di antaranya menambah kuota subsidi Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) dan perpanjangan insentif pajak pertambahan nilai ditanggung pemerintah (PPN DTP). Pemerintah menambah kuota subsidi FLPP menjadi 200.000 unit pada tahun ini, dari semula sebanyak 166.000 unit rumah. Ini sejalan dengan kondisi di beberapa bank yang mencatat kuota rumah subsidi FLPP hampir habis. Direktur Utama BTN Nixon L.P. Napitupulu bilang, kebutuhan kuota KPR selama Agustus hingga Desember 2024 mencapai 29.000 unit. Nixon optimistis, permintaan rumah di kalangan MBR masih meningkat hingga tahun depan. Selain itu, pemerintahan baru di bawah Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka menargetkan 3 juta rumah baru di Indonesia. Ini menunjukkan keseriusan pemerintah menangani backlog perumahan. 

Teddy Kurniawan, Pimpinan Divisi Kredit Ritel PT Bank Pembangunan Daerah (BPD) Sumatra Selatan dan Bangka Belitung (Sumsel Babel) juga menilai permintaan KPR FLPP masih tergolong tinggi. Buktinya, kuota KPR FLPP yang dimiliki Bank Sumsel Babel sudah habis sejak Juli 2024. Direktur Utama PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten Tbk Yuddy Renaldi menyebut sampai Juli 2024 telah menyalurkan FLPP sebanyak 4.178 unit rumah. Target FLPP bank ini sebanyak 4.322 unit. Perpanjangan insentif PPN DTP juga berdampak positif. "Dari pengalaman kami, dampak PPN DTP ini memberikan peningkatan bisnis KPR minimal 10%," ujar Executive Vice President Consumer Loan Bank Central Asia (BCA) Welly Yandoko. BTN juga memperkirakan kredit naik 10% di tahun ini.

Guncangan di Sektor Manufaktur Menimbulkan PHK Massal

Yuniati Turjandini 04 Sep 2024 Tempo
GELOMBANG  pemutusan hubungan kerja terus bergulir. Konfederasi Serikat Buruh Seluruh Indonesia mencatat hampir 50 ribu buruh terkena PHK sejak Januari hingga Agustus 2024. Adapun data Kementerian Ketenagakerjaan menyebutkan jumlah buruh korban PHK menembus 46 ribu orang. Industri manufaktur, seperti tekstil, garmen, dan alas kaki, merupakan sektor yang paling banyak melakukan PHK. Anjloknya permintaan baru dan merosotnya produksi dalam tiga tahun terakhir menjadi biang kerok PHK di sektor manufaktur. Belum lagi banjir barang impor yang membuat produk dalam negeri kalah bersaing. Asosiasi Pertekstilan Indonesia memperkirakan badai PHK berlanjut karena banyak perusahaan yang tidak mampu bertahan. Sedangkan Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah berharap jumlah PHK tahun ini lebih sedikit daripada tahun lalu yang mencapai 64.855 kasus. (Yetede)

Sektor Manufaktur, Seperti Tekstil, Garmen, dan Alas Kaki, Melakukan PHK.

Yuniati Turjandini 04 Sep 2024 Tempo
Korban PHK selama Januari-Agustus 2024 tercatat lebih dari 46 ribu kasus. Pelemahan sektor manufaktur menjadi pemicu utama. Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah membeberkan tren peningkatan angka pemutusan hubungan kerja (PHK) pada 2024. Kementerian mencatat ada lebih dari 46 ribu kasus PHK selama Januari-Agustus. Adapun pada tahun lalu PHK tercatat 64 ribu kasus.  Sektor manufaktur, seperti tekstil, garmen, dan alas kaki, paling banyak melakukan PHK. Hal tersebut seiring dengan merosotnya industri manufaktur yang terlihat dari kontraksi Purchasing Manager's Index (PMI) ke level 48,9 pada Agustus 2024. Produksi manufaktur dan permintaan baru pada Agustus 2024 menurun paling dalam sejak Agustus 2021. (Yetede)

Dugaan Penyimpangan Penyelenggara Haji 2024

Yuniati Turjandini 04 Sep 2024 Tempo
Rapat lanjutan Panitia Khusus Angket Haji Dewan Perwakilan Rakyat atau Pansus Haji diundur selama satu jam karena menunggu kehadiran lima pejabat Kementerian Agama, Selasa siang, 3 September 2024. Kelimanya adalah Direktur Bina Umrah dan Haji Khusus Arfi Hatim, Direktur Pelayanan Haji Dalam Negeri Saiful Mujab, Direktur Bina Haji Khusus Jaja Jaelani, Kepala Subdit Sistem Informasi dan Komputerisasi Haji Direktorat Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah Hasan Affandi, serta seorang anggota Staf Khusus Menteri Agama. Namun kelima orang tersebut tak mendatangi ruang rapat Komisi II DPR, tempat berlangsungnya rapat Pansus Haji.

Belakangan, Pansus Haji mendapat kabar bahwa sebagian dari mereka mendapat tugas khusus ke Arab Saudi sehingga tak bisa datang ke Senayan. Anggota Pansus Haji, Wisnu Wijaya, curiga atas penugasan mendadak pejabat Kementerian Agama ke Arab Saudi itu. Ia menduga mereka ke sana untuk mendahului Pansus Haji yang akan menginvestigasi dugaan penyimpangan dalam penyelenggaraan ibadah haji 2024 ke Arab Saudi pada 11-12 September 2024. “Kenapa mereka ke Saudi duluan? Mungkin tahu kami mau menginvestigasi,” kata Wisnu di ruang rapat Komisi II DPR, Selasa, 3 September 2024.

Ia mengatakan rapat pansus tetap dilanjutkan meski kelima pejabat Kementerian Agama itu tak hadir. Pansus mendengarkan keterangan jemaah haji khusus yang ditawarkan berangkat lebih dulu dengan membayar sejumlah uang. Rapat dengan jemaah haji khusus ini berlangsung tertutup. “Mereka takut mendapat tekanan kalau rapat terbuka,” ujar Wisnu. Tempo sudah menghubungi juru bicara Kementerian Agama, Anna Hasbie; serta Hasan Affandi soal ketidakhadiran mereka. Tapi keduanya tidak merespons pesan ataupun mengangkat sambungan telepon Tempo saat dihubungi.(Yetede)


BUMN Menjadi Buah Bibir Politik

Yuniati Turjandini 04 Sep 2024 Tempo
BADAN usaha milik negara menjadi buah bibir ketika pos-pos direksi dan komisarisnya diduduki mereka yang dianggap berjasa kepada Prabowo Subianto untuk menjadi presiden terpilih. Kinerja perusahaan pelat merah pun disorot. Pemerintah mengklaim kinerja BUMN melejit. Menteri BUMN Erick Thohir menyampaikan BUMN berhasil merampungkan 92 persen proyek strategis nasional. Penerimaan BUMN melonjak dari Rp 1.930 triliun pada 2020 menjadi Rp 2.933 triliun pada 2023.

Laba bersih pun naik 2.415 persen dari Rp 13 triliun pada 2020 menjadi Rp 327 triliun pada 2023. Asetnya meningkat dari Rp 8.312 triliun pada 2020 menjadi Rp 10.402 triliun pada 2023. Namun tantangan BUMN bakal lebih tinggi mengingat penebalan ketidakstabilan ekonomi global. Lantas, apa saja faktor kunci keberhasilan bagi BUMN dalam menghadapi tantangan itu?

Pertama, BUMN wajib meningkatkan penerapan tata kelola (good corporate governance). Tata kelola ini meliputi transparansi, akuntabilitas, tanggung jawab, kemandirian, dan kewajaran. Penerapan tata kelola yang baik bertujuan agar BUMN memperoleh kepercayaan dari pemangku kepentingan, mempunyai kinerja unggul, memperoleh keuntungan, dan tumbuh secara berkesinambungan (sustainable growth).

Pertumbuhan merupakan indikator bahwa BUMN memiliki spirit untuk terus berkembang dan berbuah berupa dividen. Bagaimana setoran dividen BUMN kepada kas negara? Sepanjang 2023, BUMN menyetor dividen Rp 82,06 triliun atau mencapai 100,64 persen dari target sesuai dengan Peraturan Presiden Nomor 75 Tahun 2023 sebesar Rp 81,45 triliun. Hal itu sejalan dengan pertumbuhan ekonomi Indonesia yang berada di level 5 persen. (Yetede)

Pro dan Kontra RUU EBET

Yuniati Turjandini 04 Sep 2024 Investor Daily (H)
Hingga saat ini, usulan skema power wheeling atau pemanfaatan bersama jaringan  transmisi atas sistem ketenagalistrikan  yang terdapat dalam Rancangan Undang-Undang Energi Baru dan Energi Terbarukan (RUU EBET) masih menimbulkan pro dan kontra. Sebagian menilai bahwa skema ini sangat positif karena bisa mendongkrak investasi energi baru terbarukan (EBT) yang perkembangannya belum menggembirakan. Namun, di sisi lain, keberadaan skema ini dikwatirkan justru hanya membuka liberalisasi yang menguntungkan pemilik modal. Power Wheeling merupakan mekanisme  yang memperbolehkan pihak swasta atau Independen Power Producer (IPP) untuk membangun pembangkit listrik dan menjual secara langsung terhadap masyarakat terhadap jaringan transmisi eksisting. Skema ini tengah didorong untuk diterapkan, terutama bagi pembangkit berbasis EBT guna mempercepat pemanfaatan energi terbarukan di Indonesia. (Yetede)

Pendaftaran Program Subsidi Tahap Pertama dan Kedua

Yuniati Turjandini 04 Sep 2024 Investor Daily (H)
Pendaftaran kendaraan roda empat pada program Subsidi Tepat untuk wilayah perluasan tahap pertama ditargetkan rampung pada kahir bulan ini. Pertamina kemudian melanjutkan pendaftaran pada wilayah perluasan tahap kedua. Adapun wilayah perluasan  tahap pertama meliputi Jawa, Madura, Bali, NTT, Maluku, Gorontalo, Kalimantan Utara, Kalimantan Timur, Aceh, Bangka Belitung, Bengkulu, dan Kabupaten Timika. "Diharapkan tahap 1 bisa tercapai 100% pada akhir September 2024. Sisanya akan dilakukan tahap kedua rencana paling cepat bulan Oktober-November 2024," kata Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga Heppy Wulansari. Hanya saja belum jelas, apakah pada awal Oktober nanti, transaksi Pertalite sudah mewajibkan kode QR serta bagi kendaraan yang belum terdaftar dibatasi jumlah pembeliannya.  Pertamina Patra Niaga terus mendorong masyarakat pengguna Pertalite  untuk mendaftarkan kendaraannya dan mendapatkan QR Code. Hingga 2 September 2024 tercatat 4.122.358 plat nomor kendaraan telah terverifikasi dan bertransaki di SPBU menggunakan kode QR. (Yetede)

The Fed Pangkas FFR

Yuniati Turjandini 04 Sep 2024 Investor Daily (H)
Bank Sentral Amerika Serikat The Fed diprediksi bakal memangkas Fed Fund Rate (FFR) pada bulan ini.  Penurunan suku bunga tersebut menjadi katalis positif bagi perbankan nasional di tengah mahalnya likuiditas saat ini. Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) mencatat, suku bunga simpanan perbankan meningkat terbatas di tengah suku bunga kebijakan yang dipertahankan tetap. Perbankan terus menaikkan suku bunga simpanan secara gradual sejak bank Indonesia mengerek naik suku bunga acuannya hingga ke level 6,25%. Rata-rata suku bunga deposito rupiah perbankan naik 1 basis poin (bps) ke level 4,14% per Juli 2024 dibandingkan bulan sebelumnya. Sedangkan, berdasarkan data BI, suku bunga deposito perbankan tenor 1 bulan sebesar 4,73% per Juli naik dibandingkan posisi Juni sebesar 4,63%. (Yetede)

Reputasi Prajogo Pangestu Bertangan Dingin Memoles Perbankan

Yuniati Turjandini 04 Sep 2024 Investor Daily (H)
Emiten konglomerat Prajogo Pangestu (PP) kembali mencuri perhatian. Nama besar dikenal bertangan dingin memoles portfolionya telah membuat perbankan royal menyalurkan kredit. Terbaru, PT Petrosa Tbk (PTRO) dan PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN), dua emiten terafiliasi PP, meriah pinjaman total senilai Rp 3,1 triliun. Sentuhan magis PP juga tercermin di PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN). Terbukti, dalam kurun waktu kurang daru setahun selepas melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI), BREN bertransformasi menjadi emiten papan atas dengan kapitalisasi pasar (market cap) mencapai Rp 1.371 triliun. Bahkan, BREN kini menjadi salah satu penggerak IHSG  dengan bobot yang signifikan sebanyak 19,20% tertinggi sepanjang Agustus 2024. Mengekor di buncitnya, emiten PP yang lain yaitu PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) menyumbang sebesar 2,89% terhadap IHSG, menurut data Terminal Blommberg. (Yetede)

Pilihan Editor