;

Diplomasi yang Berbuah Manfaat di Tanah Suci

Hairul Rizal 02 Jun 2025 Bisnis Indonesia

Sebanyak 203.149 jemaah calon haji Indonesia telah tiba di Makkah untuk menunaikan puncak ibadah haji 1446H/2025M. Meski kuota resmi Indonesia sebanyak 203.320 orang, proses visa yang diterbitkan mencapai 203.279, bahkan melebihi kuota karena adanya penggantian jemaah yang batal berangkat. Dengan jumlah ini, Indonesia menjadi negara pengirim jemaah haji terbesar di dunia, berkontribusi 16,19% dari total visa haji global yang dikeluarkan oleh Pemerintah Arab Saudi.

Menteri Agama Nasaruddin Umar menyampaikan bahwa pelaksanaan ibadah haji tahun ini mendapat banyak bantuan dari Pemerintah Arab Saudi, yang menunjukkan hubungan diplomatik erat antara kedua negara sejak 1950. Pemerintah Saudi memberikan berbagai kemudahan, mulai dari intervensi terhadap penyedia layanan (syarikah) agar keluarga jemaah yang semula terpisah bisa kembali tinggal bersama, hingga kelonggaran syarat usia lansia untuk berhaji—bahkan jemaah di atas 90 tahun tetap diizinkan berangkat.

Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) menghadapi beberapa tantangan seperti masalah distribusi kartu Nusuk sebagai identitas resmi jemaah, pemisahan akomodasi keluarga karena sistem penempatan syarikah, serta paspor jemaah yang tercecer. Seluruh persoalan ini berhasil diatasi melalui koordinasi erat antara PPIH Arab Saudi, Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi, dan Konsulat Jenderal RI di Jeddah.

Sekretaris Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah, Arfi Hatim, juga mengumumkan penghentian sementara bus shalawat sejak 1 Juni karena armada dialihkan untuk persiapan pergerakan jemaah ke Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna). Sebagai gantinya, jemaah menerima makanan siap saji yang higienis, bergizi, dan sesuai dengan selera khas Indonesia, untuk memastikan konsumsi selama masa puncak haji tetap terjaga.

Dengan sistem logistik dan pelayanan yang disiapkan matang, serta kolaborasi erat antara Indonesia dan Arab Saudi, pelaksanaan ibadah haji 2025 diharapkan berjalan lancar dan khusyuk bagi seluruh jemaah. Dukungan penuh dari Pemerintah Arab Saudi terhadap jemaah Indonesia menjadi bukti pentingnya diplomasi dan kepercayaan antarnegara dalam penyelenggaraan haji skala besar.


IHSG Berpotensi Cetak Kinerja Positif

Hairul Rizal 02 Jun 2025 Kontan (H)
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil mencatat kinerja positif sepanjang Mei 2025 dengan kenaikan 7,44% secara bulanan, menembus level 7.175,81. Kinerja ini mematahkan mitos pasar “Sell in May and Go Away”. Bahkan secara year to date (ytd), IHSG tumbuh 1,35%.

Menurut Oktavianus Audi, VP Marketing, Strategy and Planning Kiwoom Sekuritas Indonesia, penguatan IHSG diperkirakan berlanjut pada Juni 2025, ditopang oleh sentimen musim pembagian dividen dari emiten big caps dan rilis kinerja emiten semester pertama 2025. Ia juga menyebut rebalancing sektoral akan semakin terasa di paruh kedua tahun ini, terutama jika Bank Indonesia menurunkan suku bunga acuan.

Guntur Putra, CEO Pinnacle Investment, menambahkan bahwa pasar akan bergerak lebih dinamis karena adanya potensi profit taking dari saham defensif ke sektor siklikal. Ia menyebut fenomena window dressing biasanya muncul di akhir tahun jika tidak ada koreksi besar pada Mei.

Nafan Aji Gusta, Senior Market Analyst Mirae Asset Sekuritas, mengamati bahwa secara historis selama 29 tahun terakhir, IHSG cenderung hanya terkoreksi pada Agustus dan September, memberikan peluang akumulasi saham berfundamental kuat di bulan-bulan tersebut.

Dengan sentimen positif seperti dividen, kinerja emiten, dan prospek kebijakan moneter, para analis optimis IHSG dapat mempertahankan tren penguatannya memasuki paruh kedua tahun 2025.

Utang Kian Menebal, Pemerintah Diminta Waspada

Hairul Rizal 02 Jun 2025 Kontan
Nilai utang pemerintah Indonesia terus meningkat dan telah menembus rekor baru, diperkirakan mencapai Rp 9.105,09 triliun per April 2025. Meskipun rasio utang terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) sebesar 37,4% masih di bawah ambang batas aman 60% sesuai Undang-Undang Keuangan Negara, tren kenaikannya menimbulkan kekhawatiran fiskal ke depan.

Badiul Hadi, peneliti dari FITRA, memperingatkan bahwa setiap warga Indonesia kini secara rata-rata menanggung utang sekitar Rp 32,63 juta. Ia menekankan pentingnya pemerintah mengendalikan laju utang agar tidak membebani APBN, terutama di tengah potensi risiko seperti kenaikan suku bunga global, pelemahan rupiah, dan capital outflow yang dapat memperbesar beban utang dan meningkatkan risiko refinancing.

Sementara itu, Muhammad Rizal Taufikurahman, Kepala Makroekonomi dan Keuangan Indef, menyoroti bahwa bukan hanya jumlah utang yang penting, tapi juga efektivitas penggunaannya. Ia mengingatkan bahwa utang yang besar namun minim kontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi harus menjadi sinyal peringatan bagi pemerintah. Menurut Rizal, pengelolaan utang harus disertai kehati-hatian, apalagi dengan kebutuhan pembayaran jatuh tempo yang besar dan penerimaan negara yang belum maksimal.

Pemerintah perlu lebih berhati-hati dalam mengelola utang negara, mempertimbangkan faktor risiko global dan efisiensi pemanfaatannya untuk mendukung pertumbuhan ekonomi.

Sinyal Perbaikan Ekonomi Semakin Terlihat

Hairul Rizal 02 Jun 2025 Kontan
Sepanjang tahun 2025, saham sektor konsumen nonprimer (consumer cyclicals) mengalami tekanan berat, dengan penurunan kinerja sebesar 12,14% year to date (ytd) — menjadikannya sektor berkinerja terburuk di Bursa Efek Indonesia (BEI). Penurunan ini dipicu oleh perlambatan kinerja keuangan emiten, penguatan indeks dolar AS, pengetatan moneter, deflasi, dan berkurangnya daya beli masyarakat.

Namun, Oktavianus Audi, VP Marketing, Strategy & Planning Kiwoom Sekuritas, menilai bahwa sektor ini berpeluang pulih. Faktor pendorongnya antara lain ekspektasi kebijakan dovish dari The Fed, stabilitas ekonomi domestik, nilai tukar rupiah yang menguat, serta potensi rotasi sektor ke saham-saham siklikal. Selain itu, program pemerintah seperti diskon tarif listrik juga diperkirakan bisa mendorong konsumsi rumah tangga terhadap barang nonprimer.

Jessica Leonardy, Equity Analyst OCBC Sekuritas, menyoroti PT Mitra Adiperkasa Tbk (MAPI) sebagai salah satu saham yang menarik. MAPI diprediksi tumbuh kuat berkat portofolio merek internasional dan tren gaya hidup aktif di kalangan Gen Z dan milenial. MAPI juga ekspansif dengan rencana membuka 450 toko baru pada 2025.

Sementara itu, Laras Nadira dari Bahana Sekuritas menilai Grup Alfamart, melalui AMRT dan MIDI, sebagai pemain defensif yang tetap berpotensi tumbuh. MIDI bahkan diproyeksikan mencetak laba bersih sebesar Rp 758,8 miliar tahun ini, naik 25% dari estimasi sebelumnya. MIDI juga dinilai lebih fokus dan efisien setelah keluar dari bisnis Lawson.

Meskipun Kiwoom Sekuritas masih memberikan pandangan netral terhadap sektor ini, Audi menyarankan perhatian khusus terhadap saham AUTO dan MAPI, dengan target harga masing-masing Rp 2.480 dan Rp 1.700. Kesimpulannya, sektor konsumen nonprimer menghadapi tekanan jangka pendek, tetapi memiliki peluang pemulihan di paruh kedua 2025, terutama bagi emiten dengan strategi dan posisi pasar yang kuat.

Bank-Bank Raksasa Mulai Raup Laba dan Naik Daun

Hairul Rizal 02 Jun 2025 Kontan
Meskipun kinerja keuangan bank-bank besar di Indonesia hingga April 2025 masih stagnan, harga saham mereka justru menunjukkan penguatan signifikan dalam sebulan terakhir. PT Bank Rakyat Indonesia (BBRI) mencatat kenaikan harga saham tertinggi sebesar 18,98%, meskipun labanya turun 15,7% secara tahunan menjadi Rp 15 triliun. Corporate Secretary BRI, Agustya Hendy Bernadi, menyatakan bahwa strategi fokus pada peningkatan dana murah (CASA) melalui digitalisasi seperti BRImo dan AgenBRILink menjadi kunci efisiensi jangka panjang.

Sementara itu, PT Bank Central Asia (BBCA) berhasil mencetak pertumbuhan laba 17,4% dan harga sahamnya naik 9,3%. PT Bank Mandiri (BMRI) mencatat kenaikan laba yang lebih kecil, hanya 0,7%, dan pertumbuhan kredit yang melambat, namun tetap optimis mencapai target tahunan. Corporate Secretary Bank Mandiri, M. Ashidiq Iswara, menegaskan komitmen bank terhadap target pertumbuhan kredit 10–12%.

PT Bank Negara Indonesia (BBNI) mencatat kenaikan harga saham paling rendah, 6,9%, seiring dengan laba yang nyaris stagnan di Rp 6,87 triliun.

Oktavianus Audi dari Kiwoom Sekuritas menilai bahwa tekanan terhadap bank besar disebabkan oleh tingginya cost of credit dan perlambatan pertumbuhan kredit. Namun, ia optimistis kinerja bank akan membaik seiring potensi pemangkasan suku bunga oleh Bank Indonesia. Ekky Topan, Investment Analyst Infovesta, merekomendasikan pembelian saham BBCA, BMRI, dan BBNI karena potensi penguatan lebih lanjut.

Meskipun profitabilitas belum sepenuhnya pulih, prospek pasar terhadap sektor perbankan masih positif karena ekspektasi suku bunga lebih rendah dan penguatan strategi digitalisasi oleh bank-bank besar.

Menumpuknya Pengujian UU di MK

Yoga 31 May 2025 Kompas (H)

MK ditengarai menjadi lembaga atau tempat ”cuci piring” akibat tak optimalnya proses legislasi yang dilakukan pembentuk UU, yaitu DPR dan pemerintah, tampak dari banyaknya permohonan pengujian konstitusionalitas, baik secara formil maupun materiil, yang diajukan ke lembaga penafsir tunggal konstitusi tersebut. Sejak awal tahun hingga 30 Mei 2025, MK telah menerima 95 permohonan pengujian UU atau hampir separuh dari total perkara tahun sebelumnya, yakni 189 perkara. Rinciannya, sebanyak 91 permohonan telah diregistrasi dalam Buku Registrasi Perkara Konstitusi elektronik, sedangkan empat lainnya belum diregistrasi. Ada 36 UU yang konstitusionalitasnya diuji ke MK. UU No 3/2025 tentang TNI menduduki urutan pertama yang dipersoalkan masyarakat ke MK, yaitu 17 perkara. Di urutan kedua, UU No 1/2025 tentang BUMN yang dipersoalkan dalam 8 perkara.

Posisi ketiga dengan 5 permohonan adalah UU Pemilihan Gubernur, Bupati, dan Wali Kota, disusul beberapa UU yang masing-masing dipersoalkan oleh empat pemohon, yaitu UU No 2/2002 tentang POLRI, UU No 7/2017 tentang Pemilu, UU No 11/2021 tentang Kejaksaan, serta UU No 17/2004 tentang MPR, DPR, DPD, dan DPRD (UU MD3). Selebihnya ada beberapa UU yang dimohonkan pengujiannya dalam dua atau tiga perkara, misalnya UU Kementerian Negara, UU Pemberantasan Tipikor, UU Hak Cipta, UU Ketenagakerjaan, UU Cipta Kerja, dan UU PTUN. Dengan menumpuknya perkara, dalam sehari MK dapat bersidang untuk menangani belasan perkara. Pada 14 Mei, MK menyidangkan 20 perkara yang dimulai pukul 08.30 WIB, dilanjutkan mulai pukul 13.30 WIB, MK menggelar sidang pembacaan putusan. Hari Jumat, pun diisi dengan beragam sidang.

Jumat (9/5) ada sidang 13 perkara dengan 11 perkara pengujian UU TNI yang digelar paralel dalam 3 sidang terpisah. Direktur Pusat Studi Konstitusi Fakultas Hukum Universitas Andalas, Sumbar, Charles Simabura, Jumat (30/5), mengatakan, banyaknya pengujian UU ini menunjukkan mundurnya proses legislasi oleh DPR dan pemerintah. Kedua lembaga itu, makin menutup partisipasi masyarakat dalam pembentukan UU, meski MK mengamanatkan pentingnya partisipasi publik yang bermakna (meaningful participation). Pengabaian partisipasi itu tak hanya dalam pembahasan sejumlah UU yang kontroversial, tapi juga UU lain yang kurang mendapat perhatian publik. ”Yang buruk adalah proses legislasi dibikin matematis, sudah dipasang target. Yang penting jadi dulu. Kalau enggak suka, silakan ke MK. Jadi, MK mereka letakkan sebagai lembaga cuci piring untuk proses legislasi,” ujar Charles. (Yoga)


Pemborosan karena ”Omnibus Law” membuat Musk Mundur

Yoga 31 May 2025 Kompas

Setelah mengkritik RUU Presiden AS, Donald Trump, miliarder Elon Musk mengundurkan diri dari Gedung Putih. Ia akan kembali mengurus perusahaannya sembari siap dipanggil lagi oleh Trump. Musk mengumumkan pengunduran dirinya melalui pelantar X pada Kamis (29/5) waktu setempat atau Jumat (30/5) dini hari WIB. Musk memiliki saham terbesar di media sosial X, perusahaan mobil listrik Tesla, dan perusahaan antariksa SpaceX. ”Waktu saya sebagai pegawai khusus pemerintahan telah usai. Saya berterima kasih kepada Presiden Donald Trump atas kesempatan yang diberikan untuk memotong pengeluaran mubazir,” cuit Musk. Trump balas mencuit akan mengadakan jumpa pers khusus bersama Musk pada Jumat petang waktu Washington DC. ”Elon pergi, tapi hubungannya tetap dekat dengan Gedung Putih karena saya suka dia,” katanya.

Hubungan mereka goyang, kala Trump menjatuhkan tarif impor ke negara mitra dagang AS. Musk bertengkar dengan penasihat ekonomi Gedung Putih, Peter Navarro. Sebagai pengusaha, Musk menentang proteksionisme, termasuk tarif. Pekan lalu, Trump mengumumkan sedang menggodok RUU baru. Mirip omnibus law di Indonesia, yang membahas banyak hal sekaligus, mulai dari pengurangan pajak sampai peningkatan perburuan dan deportasi terhadap imigran ilegal. Di sisi lain, RUU membuat pengeluaran pemerintah bertambah. Hal ini bertentangan dengan prinsip dan langkah Departemen Efisiensi Pemerintah atau Department of Government Efficiency (DOGE). Musk melakukan wawancara eksklusif dengan CBS yang akan ditayangkan Minggu (1/6). Dari pemberitaan awal, ia mengutarakan ketidak setujuannya dengan RUU baru. Ia melihat RUU itu tanda meninggalkan politik dan kembali fokus ke perusahaan-perusahaannya. Apalagi, saham Tesla anjlok sejak ia memimpin DOGE. (Yoga)


Pengelompokan Untuk Mengawali Pendidikan Gratis di Sekolah Swasta

Yoga 31 May 2025 Kompas

Pengelola sekolah swasta yang tergabung dalam Badan Musyawarah Perguruan Swasta (BMPS) memahami tujuan konstitusi negara dalam menjamin hak pendidikan dasar warga secara gratis, seperti putusan MK. Hal ini telah lama didukung sekolah-sekolah swasta agar akses pendidikan dasar semakin terbuka. Ketua Umum BMPS, Ki Saur Panjaitan, Jumat (30/5) mengatakan, implementasi putusan MK oleh pemerintah harus mempertimbangkan keadilan bagi penyelenggara swasta yang masih bergantung pada biaya dari masyarakat. Karena itu, harmonisasi antara prinsip konstitusional, realitas operasional, dan dukungan kebijakan fiskal sangat penting untuk memastikan keberlanjutan pendidikan yang adil dan bermutu. BMPS mengusulkan persyaratan atau kriteria tertentu untuk sekolah swasta dapat memungut biaya pendidikan. Pertama, kategori sekolah mandiri. Sekolah ini diperbolehkan mengutip iuran sebab tak pernah menerima bantuan dari pemerintah. Kemudian, kategori sekolah belum mandiri.

Meski selama ini sekolah tersebut mendapat bantuan dari pemerintah, jumlahnya belum dapat menutupi semua kebutuhan biaya operasional sekolah. Kekurangan biaya ditutupi dengan dana dari masyarakat. Lalu, kategori sekolah yang memiliki kurikulum tambahan. Sekolah ini, selain menerapkan kurikulum nasional, juga memberlakukan kurikulum tambahan yang merupakan kekhasan. BMPS juga mengusulkan adanya pengelompokan. Pertama, kelompok paling bawah yang sepenuhnya dibiayai pemerintah serta tidak mengikatlokasi (zona) di mana pun mereka sekolah, baik negeri maupun swasta. Selanjutnya, kelompok menengah, yang sebagian biaya sekolahnya dibantu pemerintah. Lalu, kelompok atas yang tak lagi mendapat subsidi pemerintah. Sekjen BMPS, Mbula Darmin Vinsensius OFM menyampaikan, putusan MK menyisakan sejumlah pertanyaan mendasar penyelenggaraan pendidikan dasar di institusi pendidikan swasta.

”Apa benar sekolah swasta tak boleh mengutip iuran dari masyarakat? Apakah sekolah swasta masih boleh mengutip iuran dari masyarakat dengan pengecualian dan persyaratan tertentu?” ujar Darmin yangjuga Ketua Majelis Nasional Pendidikan Katolik. Apabila sekolah swasta tidak boleh sama sekali memungut iuran dari masyarakat, harus dipikirkan berapa besar biaya yang ditanggung oleh pemerintah untuk sekolah swasta dan bagaimana dasar perhitungannya. Putusan MK ini tak bisa hanya dialamatkan ke Kemendikdasmen yang mendapatkan anggaran relatif kecil dibanding total 20 % anggaran pendidikan dalam APBN, yang hanya Rp 33,7 triliun atau 4,63 %. Itu pun masih terimbas efisiensi menjadi Rp25,5 triliun. Anggaran di Kementerian Pendidikan Tinggi dan Kemenag, yang juga mengurusi pendidikan, hanya Rp 57,7 triliun (7,96 %) dan Rp 65,9triliun (9,10 %). Sementara anggaran pendidikan di kementerian dan lembaga lain dialokasikan sebanyak 14,42 % atau Rp 105,1 triliun. (Yoga)


Putusan MK Mengenai Pendidikan Dasar Gratis

Yoga 31 May 2025 Kompas

Putusan MK terkait pendidikan dasar gratis memberi harapan akan terpenuhinya hak pendidikan dasar bagi semua anak bangsa. Meski sudah tiga dekade pemerintah menjalankan program wajib belajar 9 tahun yang dilanjutkan dengan wajib belajar 12 tahun, masih banyak anak usia sekolah yang tak dapat menuntaskan pendidikan dasarnya. Pada tahun ajaran2022/2023, angka putus sekolah tingkat SD mencapai 0,17 % atau 40.623 siswa dan tingkat SMP mencapai 0,14 % atau 13.716 siswa. Angka tersebut tergolong tinggi dan pada tahun ajaran2023/2024 meningkat menjadi 0,19 % untuk tingkat SD dan 0,18 % untuk tingkat SMP. Alasan putus sekolah terutama adalah faktor ekonomi, paling banyak karena tidak mampu membayar uang sekolah.

Pemerintah memang menyediakan bantuan pendidikan untuk siswa dari keluarga tak mampu melalui Program Indonesia Pintar (PIP). Namun, jumlah bantuan pendidikan Rp 450.000 per tahun untuk jenjang SD dan Rp750.000 per tahun untuk jenjang SMP belum dapat memenuhi kebutuhan biaya pendidikan di sekolah swasta. Dengan alasan keterbatasan anggaran dan pendidikan juga merupakan tanggung jawab masyarakat, pendidikan dasar gratis hanya diselenggarakan di sekolah negeri yang daya tampungnya terbatas. Pada tahun ajaran 2023/2024, sekolah negeri hanya dapat menampung 84,8 % siswa SD dan 70 % siswa SMP.

Keputusan MK bahwa negara wajib menyediakan pendidikan gratis bagi seluruh anak bangsa di sekolah negeri ataupun swasta merupakan sejarah baru di dunia pendidikan. Apresiasi kepada Jaringan Pemantau Pendidikan Indonesia atau Network Education Watch Indonesia / New Indonesia yang telah menagih tanggung jawab negara akan pendidikan dasar gratis bagi semua anak bangsa yang diamanatkan oleh UUD 1945 dan UU No 20/2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional. Setelah putusan MK tersebut, harapannya, pemerintah segera mengambil langkah untuk mewujudkan amanah pendidikan gratis tersebut. Karena hampir setengah dari 20 % APBN 2025 untuk pendidikan ditransfer ke daerah, harapan terutama bertumpu pada pemda. (Yoga)


Tiket Transportasi diberi Diskon 6-50 %

Yoga 31 May 2025 Kompas

Pemerintah akan kembali memberikan diskon tarif tiket untuk kereta api, pesawat, dan angkutan laut sebesar 6-50 % dari harga normal, untuk mendorong daya beli masyarakat. Tapi, belum dirinci secara spesifik per sektor dan rencananya akan diumumkan pada Senin (2/6) menjelang masa libur sekolah. Pemerintah berencana kembali menggelontorkan kebijakan stimulus ekonomi pada triwulan II-2025, guna menjaga daya beli masyarakat serta meningkatkan konsumsi domestik. Dari enam kebijakan, salah satunya berupa diskon tiket transportasi, mulai dari kereta api, pesawat, sampai angkutan laut. PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI akan memberikan diskon tiket kereta sebesar 30 %. Rencananya, kebijakan ini akan direalisasikan pada Juni-Juli 2025 bertepatan dengan libur sekolah. Executive Vice President ofCorporate Secretary KAI RadenAgus Dwinanto Budiadji mengatakan, pihaknya mendukungkebijakan stimulus tersebut. Tiket akan bisa dipesan dan dijualpada 15 Juni hingga 31 Juli 2025.

”KAI akan menginformasikan mana saja KA yang mendapat diskon. Saat ini yang kami siapkan pada KA ekonomi komersial karena cukup banyak kapasitasnya dan pilihan relasinya,” ujar Agus, Jumat (30/5). Target jumlah diskon berkisar 2,8 juta-3 juta tempat duduk. Jumlah pastinya sedang dalam proses penghitungan berdasarkan anggaran yang dialokasikan. Dana diskon ini akan diatur Kemenhub melalui Ditjen Perkeretaapian. Pemerintah akan mengalokasikan anggaran di luar kewajiban pelayanan publik (PSO) yang biasanya digunakan untuk memberi subsidi. Tata cara dan petunjuk teknis sedang dalam pembahasan. Sekjen Asosiasi Perusahaan Penerbangan Nasional Indonesia (INACA) Bayu Sutanto berpendapat, kebijakan diskon tiket transportasi dapat diterima sepanjang tidak menurunkan tarif batas atas 2019 yang berlaku saat ini. (Yoga)