;

Menunggu Realisasi Kesepakatan RI-Prancis US$ 11 Miliar

Yuniati Turjandini 30 May 2025 Investor Daily (H)
Indonesia dan Prancis memperkuat kerja sama dalam sejumlah sektor strategis melalui penandatanganan 26 nota kesepahaman (memorandum of understanding/MoU), dengan nilai kesepakatan sebesar US$ 11 miliar atau setara Rp179,3 triliun (kurs Rp 16.300/dolar AS).  Publik berharap MoU ini dapat terlaksana sehingga memberikan keuntungan bagi kedua belah pihak. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan, 26 MoU tersebut dilakukan dalam dua sesi. Adapun 16 MoU disaksikan langsung oleh Presiden Prabowo Subianto dan Presiden Emanuel Macron di Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (28/5/2025). Sedangkan 10 MoU ditandatangani pada sesi lanjutan di Gedung AA Maramis, kantor Kementerian Keuangan, Jakarta. Bila diakumulasi, nilai kerja sama tersebut ditaksir mencapai US$ 11 miliar. Dengan adanya MoU ini diharapkan dapat menyelaraskan hubungan pedagangan Indonesia-Prancis hingga memperluas kerja sama ke sektor strategis lainnya. "Saya hitung total nilai MoU, setidaknya US$ 11 miliar. Ini akan membuat Indonesia dan Perancis menjadi sangat kuat. Dan ini juga merupakan penanda 75 tahun hubungan diplomatik Indonesia dengan Prancis," kata Airlangga. (Yetede)

Dividen Jumbo Perusahaan Gas Negara

Yuniati Turjandini 30 May 2025 Investor Daily (H)
PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS) atau PGN kembali melanjutkan tradisi pembiayaan dividen jumbo, dengan menetapkan  dividen tahun buku 2024 sebesar US$ 271,5 juta atau setara Rp4,44 triliun. Dividen yang mencapai 80% dari perolehan laba bersih 2024 ynag senilai US$ kepada seluruh 339,4 juta tersebut, akan didistribusikan kepada seluruh pemegang 24,24 miliar saham PGN. Secara historis, anak usaha PT Pertamina ini konsisten membagikan dividen dalam jumlah besar. Tahun ini, emiten gas ini membagikan dividen tahun buku 2023 sebesar US$ 222,43 juta atau 80% dari perolehan laba bersih yang mencapai US$ 278,09 juta. Setahun sebelumnya, PGN juga membagikan dividen jumbo sebesar US$ 228,36 juta atau 70% dari laba bersih 2022 yang senilai US$ 326,2 juta. Dan pada 2022, perseroan membagikan dividen tahun buku 2021 sebesar US$ 205,95 juta atau 67,8% dari laba bersih US$ 303,82 juta. Saat ini, sebanyak 13,81 miliar saham atau 59,96% saham PGAS dikuasai oleh PT Pertamina dan sisanya 10,43 miliar saham atau 43,04% dimiliki publik. Sementara ini, di lantai bursa, saham PGAS telah menguat Rp4,3% dalam satu pekan terakhir ke level Rp 1.820. Sekretaris Perusahaan PGN Fajriyah Usman mengatakan, rencana pembagian dividen tahun buku 2024 telah disetujui dalam RUPST perseroan pada rabu, (28/05/2025). (Yetede)

Laba BTN Tembus Rp 1 Triliun

Yuniati Turjandini 30 May 2025 Investor Daily
PT Bank Tabungan Negara Tbk (BBTN) atau BTN membukukan laba bersih tahun berjalan mencapai Ro 1,01 triliun untuk periode Januari-April 2025. Jumlah ini meningkat 2,7% yoy dibandingkan periode sama tahun lalu  sebesar Rp983,8 miliar. Mengacu laporan keuangan BTN, Kamis (29/5/2025), pendapatan bunga tercatat tumbuh 7,6% menjadi Rp 10,91 triliun. Pendapatan bunga didorong dari kinerja total pertumbuhan kredit dan pembiayaan yang meningkat 5,09% yoy menjadi Rp 363,11 hingga akhir April 2025. Secara rinci, kredit konvensional tumbuh tipis 3,41% menjadi sebesar Rp316,53 triliun, sedangkan pembiayaan syariah melonjak sampai dengan 18,17% menjadi Rp46,57 triliun di akhir April 2025. Hal tersebut juga tercermin dari rasio dana murah (CASA) yang merambat naik dari posisi 49,67% menjadi sebesar51,31%. Sementara itu, total dana pihak ketiga (DPK) BTN tumbuh 8,61% yoy menjadi Rp389,15 triliun. Dilihat dari komposisinya, giro melompat 15,03% menjadi Rp 156,80 triliun. Kemudian, tabungan tumbuh moderat sebesar 2,93% yoy menjadi Rp42,85 triliun. Kemudian deposito meningkat 5,08% yoy menjadi Rp 189,49 triliun. (Yetede)

Suzuki Investasi Rp 1 T

Yuniati Turjandini 30 May 2025 Investor Daily
PT Suzuki Motor (SIM) menggelontorkan investasi sedikitnya Rp 1 triliun untuk mengembangkan model terbarunya, Suzuki Fronx di Indonesia. SUV ringkas yang hadir dalam varian bensin maupin mild hybrid ini telah dirakit secara lokal dan memiliki kandungan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) yang disebut sekitar 60%. Suzuki Fronx hadir dalam beberapa varian, yakni GL, seharga Rp 259 juta MT (transmisi manual) dan Rp271 juta AT (transmisi otomatis), GX seharga Rp271 juta (MT) dan Rp293,3 juta (AT), serta GSX seharga Rp 319,9 juta (AT). "Komponen saja investasi yang telah kita keluarkan lebih dari Rp1 triliun untuk pengadaan komponen (fronx) untuk produksi tidak hanya supplier tapi tentunya di pabrik perlu ada investasi, sehingga bisa dipastikan jumlahnya lebih dari Ro 1 triliun untuk mengembangkan Fronx," ujar Direktur Pelaksana  PT SIM Shodiq Wicaksono. PT SIM mendapatkan kepercayaan dari Suzuki Motor Corporation (SMC) Japan untuk memproduksi Suzuki Fronx secara lokal di Indonesia. Proses manufaktur keseluruhan model ini berlangsung di fasilitas Suzuki Cikarang Plant, Jawa Barat, yang telah memenuhi standar global dan didukung oleh berbagai pelaku industri lokal. (Yetede)

Tekan Biaya Logistik untuk Kebijakan Zero ODOL

Yuniati Turjandini 30 May 2025 Investor Daily
Pemerintah harus serius menyiapkan peta jalan (roadmap) Zero Over Dimension Over Load (ODOL) mengingat masih tingginya biaya angkutan logistik di Tanah Air. Indonesia bahkan masih menjadi negara dengan ongkos logistik paling mahal di Asia Tenggara atau kawasan ASEAN. Ketua Asosiasi Logistik Indonesia (ALI) Mahendra Rianto mengatakan penerapan kebijakan Zero ODOL yang tidak dibarengi dengan roadmap terukur bisa menjadi beban yang menimbulkan efek domino. Artinya penanganan ODOL harus dilihat dengan perspektif yang lebih luas. "Kita bicara ODOL tapi tidak punya roadmap Zero ODOL diterapkan kalau tidak ada peta jalan yang jelas dan disepakati lintas kementerian? Penyelesaian ODOL itu harus dilakukan  seperti holistic dengan helicopter view," kata Mahendra Rianto. Biaya logistik di Tanah Air  mencapai 14,29% dari PDB atau masih jauh dari target yang dicanangkan pemerintah pada tahun lalu sebesar 8%. Tingginya biaya logistik ini sebagai tantangan agar dunia usaha nasional berkembang lebih baik, namun dihadapkan pada kebijakan Zero ODOL. (Yetede)

Duel Big Tech AS Serok Pasar Cloud RI

Yuniati Turjandini 30 May 2025 Investor Daily (H)
Dua perusahaan, kategori big tech asal Amerika Serikat (AS), Microsotf dan Google mengendus potensi pasar komputasi awan (clous) di Indonesia. Keduanya bersaing menancapkan pengaruh, sekaligus menempatkan pusat data atau yang disebut cloud region di Indonesia. Meskipun langkah ini bukanlah gebrakan baru di pasar Indonesia, namun kali ini terasa spesial. Hanya berselang  kurang dari seminggu, Google mengumumkan perluasan kapasitas tiga cloud regionnya di Indonesia, Microsoft kemudian menyusul mengumumkan peresmian cloud region Indonesia Central. Gebrakan terbaru ini sangat beralasan. Hal ini bisa dilihat dari berbagai studi yang menunjukkan bahwa nilai pasar pusat data Indonesia akan tumbuh dari US$ 2,39 pada 2024 menjadi US$ 2,39 pada 2024 menjadi US$ 3,79 miliar pada 2030. Pertumbuhan ini tidak hanya didorong oleh permintaan  global, tapi juga tingginya kebutuhan layanan digital domestik. Executive Vice President Cloud & AI Microsoft Scoot Guthrie mengatakan, kehadiran cloud region Indonesia central menandai pencapaian penting dalam komitmen investasi Microsoft di Indonesia. (Yetede)

Dividen BUMN Jadi Mesin Pendorong Ekonomi

Hairul Rizal 30 May 2025 Bisnis Indonesia (H)


Pembagian dividen jumbo oleh sejumlah emiten BUMN seperti PT Perusahaan Gas Negara Tbk. (PGAS), PT Telkom Indonesia Tbk. (TLKM), dan PT Semen Indonesia Tbk. (SMGR) menjadi sentimen kuat yang diperkirakan akan mendongkrak kinerja Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dalam jangka pendek serta membuka peluang cuan bagi investor.

Tokoh seperti Fath Aliansyah Budiman dari Maybank Sekuritas dan Felix Darmawan dari Panin Sekuritas menilai bahwa pembagian dividen tersebut mencerminkan kinerja keuangan yang sehat dan fundamental perusahaan yang solid. Hal ini juga memicu optimisme di kalangan investor, termasuk terhadap saham-saham BUMN perbankan seperti BBRI, BMRI, dan BBNI.

IDX BUMN20 pun tercatat tampil paling kinclong dibandingkan indeks utama lainnya, tumbuh 11,37% dalam sebulan terakhir, menandakan bahwa saham-saham BUMN saat ini semakin prospektif. Nafan Aji Gusta dari Mirae Asset dan Indy Naila dari Provina Visindo juga menyoroti bahwa momentum ini memberi peluang besar tidak hanya dari capital gain, tetapi juga dari hasil dividen.

Selain menguntungkan investor, kebijakan dividen jumbo ini turut memperkuat peran Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) sebagai sovereign wealth fund baru yang akan mengelola dan menginvestasikan kembali dana dari dividen BUMN, menciptakan siklus positif bagi pertumbuhan ekonomi nasional.

Tokoh dari kalangan emiten, seperti Arsal Ismail (Direktur Utama PTBA) dan Nicolas D. Kanter (Direktur Utama ANTM), juga menegaskan bahwa pembagian dividen merupakan bentuk tanggung jawab kepada pemegang saham sekaligus strategi berkelanjutan yang mempertimbangkan tantangan jangka panjang seperti net zero emission dan perubahan iklim ekonomi global.

Dengan demikian, dividen jumbo BUMN saat ini bukan sekadar distribusi laba, tetapi menjadi instrumen strategis yang memperkuat pasar modal domestik, mendukung fiskal negara melalui Danantara, serta menjadi daya tarik investasi, baik bagi investor lokal maupun asing.


Kolaborasi BUMN dan Fiskal Kunci Pemulihan

Hairul Rizal 30 May 2025 Bisnis Indonesia

Musim dividen tahun ini menampilkan semangat baru, terutama dari emiten BUMN, dengan pembagian dividen jumbo yang mencerminkan soliditas fundamental dan kesehatan arus kas perusahaan. PT Telkom Indonesia Tbk. (TLKM) dan PT Perusahaan Gas Negara Tbk. (PGAS) menjadi sorotan utama setelah mengumumkan dividen besar, masing-masing sebesar Rp21,04 triliun (89% dari laba bersih) dan Rp4,4 triliun (80%), menyusul tren serupa dari bank-bank Himbara.

Kebijakan dividen ini langsung berdampak positif terhadap pasar saham, dengan kenaikan signifikan pada saham-saham BUMN seperti BBRI, BBNI, TLKM, dan PGAS. Menurut artikel ini, pasar merespons dengan optimisme karena melihat sinyal keberlanjutan bisnis dan tata kelola yang sehat.

Lebih jauh, pemerintah memanfaatkan sebagian dana dividen untuk memperkuat modal awal Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara), sebuah sovereign wealth fund baru. Hal ini, menurut pandangan media dan pelaku pasar, menunjukkan adanya sinergi antara strategi korporasi BUMN dan kebijakan fiskal nasional, yang berpotensi menjadi motor penggerak reformasi korporasi sekaligus memperkuat struktur pasar keuangan domestik.

Kebijakan ini mendapat dukungan dari tokoh Agus Harimurti Yudhoyono selaku pejabat pemerintah di bidang infrastruktur dan pengelolaan aset strategis negara, serta sinyal dukungan dari Presiden Prabowo Subianto dalam konteks pembangunan nasional jangka panjang melalui penguatan institusi keuangan negara.

Namun, tantangan seperti fluktuasi harga komoditas, risiko geopolitik, dan kebutuhan transformasi energi tetap harus diantisipasi. Oleh karena itu, strategi dividen yang berkelanjutan harus disertai dengan penguatan fundamental perusahaan—baik melalui efisiensi, digitalisasi, maupun diversifikasi.

Dengan tata kelola yang transparan dan kebijakan yang konsisten, dividen bukan hanya menjadi sarana distribusi keuntungan, tetapi instrumen strategis untuk membangun kepercayaan pasar dan daya saing ekonomi Indonesia di mata investor, baik lokal maupun global.


Proyek Tanggul Raksasa Dibuka untuk Investor Asing

Hairul Rizal 30 May 2025 Bisnis Indonesia

Pemerintah akan menawarkan proyek pembangunan tanggul laut raksasa (giant sea wall) kepada investor dalam ajang International Conference on Infrastructure (ICI) pada 11–12 Juni 2025. Proyek ini telah ditetapkan sebagai Proyek Strategis Nasional (PSN) berdasarkan Perpres No. 12/2025 dalam RPJMN 2025–2029.

Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono, menegaskan bahwa proyek giant sea wall merupakan mega proyek jangka panjang yang memerlukan pendanaan kredibel, signifikan, dan berkelanjutan. Oleh karena itu, pemerintah tengah menyusun skema pendanaan yang tidak hanya menarik bagi investor, tetapi juga menjamin keuntungan bagi mereka.

Presiden Prabowo Subianto turut menegaskan komitmennya untuk segera memulai pembangunan proyek yang akan membentang dari Banten hingga Gresik tersebut. Ia juga memberi kepercayaan penuh kepada Agus Harimurti Yudhoyono untuk mengoordinasikan pembangunan giant sea wall sebagai salah satu tugas strategis dan berat di pundaknya.

Dengan kombinasi komitmen politik dan upaya menarik investor global, proyek ini diharapkan dapat menjadi solusi jangka panjang untuk mengatasi ancaman banjir rob dan perubahan iklim di wilayah Pantai Utara Jawa, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi nasional melalui pembangunan infrastruktur berskala besar.


KPK Siap Monetisasi Barang Sitaan Lewat Lelang Massal

Hairul Rizal 30 May 2025 Bisnis Indonesia

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali menggelar lelang serentak barang rampasan dari tindak pidana korupsi sebagai upaya untuk memaksimalkan setoran ke kas negara. Sepanjang Januari hingga Maret 2025, hasil lelang yang berhasil disetorkan telah mencapai Rp53 miliar.

Menurut Mungki Hadipratikto, Direktur Pelacakan Aset, Pengelolaan Barang Bukti dan Eksekusi KPK, masih ada sejumlah barang rampasan yang belum terjual, terutama properti mewah dan aset bernilai tinggi seperti unit apartemen eksklusif dan tanah di kawasan strategis Jakarta. KPK telah mengevaluasi kendala yang menghambat penjualan tersebut, di antaranya harga limit lelang yang terlalu tinggi dan minimnya informasi yang diterima calon peserta.

Sebagai respons, KPK kini tengah berupaya menurunkan nilai limit harga agar lebih kompetitif dan dapat menarik minat pasar. Langkah ini merupakan bentuk adaptasi strategi KPK dalam mempercepat proses pemulihan aset hasil kejahatan korupsi sekaligus meningkatkan penerimaan negara.

Inisiatif lelang serentak ini tidak hanya menunjukkan keseriusan KPK dalam mengoptimalkan pengembalian kerugian negara, tetapi juga menggambarkan pentingnya transparansi dan efisiensi dalam pengelolaan barang rampasan negara.