;

Dividen Jadi Target Utama Emiten BUMN

Hairul Rizal 12 Sep 2024 Kontan

Kinerja emiten Badan Usaha Milik Negara (BUMN) bakal menghadapi tantangan berat. Pada 2025, pemerintah menargetkan dividen BUMN bisa tembus Rp 90 triliun. Target dividen ini naik 4,85% dari setoran dividen BUMN tahun 2024 sebesar Rp 85,84 triliun. Besarnya target dividen itu, jelas menjadi beban bagi emiten BUMN. Di sisi lain, naiknya setoran dividen bisa menjadi berkah bagi investor pasar modal untuk menadah pembagian dividen dari emiten pelat merah. 

Terlebih, beberapa emiten BUMN yang tergabung dalam IDX BUMN 20 masih konsisten menebar dividen jumbo. Contohnya PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM). Emiten halo-halo ini membagikan dividen tunai dari laba bersih tahun buku 2023 sebesar 72% dari laba bersihnya. Tak hanya TLKM, emiten BUMN tambang PT Aneka Tambang Tbk (ANTM), juga menebar dividen jumbo untuk tahun buku 2023. Bahkan, ANTM membagikan dividen tunai dengan porsi 100% dari laba bersihnya di sepanjang 2023 Rp 3,07 triliun atau Rp 128 per saham. 

Research Analyst Infovesta Kapital Advisori Arjun Ajwani melihat, penurunan kinerja indeks IDX BUMN20 disebabkan koreksi beberapa saham berkapitalisasi besar yang kinerja sahamnya melemah sejak awal tahun. Misalnya, saham PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) punya bobot 15,74% ke IDX BUMN20. Saham BBRI pun sudah turun 8,29% sejak awal tahun. Head Customer Literation and Education Kiwoom Sekuritas Indonesia, Oktavianus Audi melihat, kinerja IDX BUMN20 memang lebih lambat dari kinerja Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). Kinerja IHSG saat ini tercatat 6,71% secara YTD.

OJK Siapkan Regulasi Baru untuk Serapan Dana IPO

Hairul Rizal 12 Sep 2024 Kontan

Penggunaan dana hasil penawaran umum perdana saham alias initial public offering (IPO) menjadi perhatian publik. Ini buntut dari sorotan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terhadap realisasi dana IPO PT Bukalapak.com Tbk (BUKA). Sebelumnya, Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif dan Bursa Karbon OJK, Inarno Djajadi mengatakan pihaknya telah mengirimkan beberapa kali surat kepada BUKA, mengingatkan agar dana hasil IPO segera digunakan. "Bukalapak menyampaikan seluruh dana akan direalisasikan sesuai rencana prospektus, selambatnya 31 Desember 2025," katanya, belum lama ini. Pasalnya, sampai 30 Juni 2024 BUKA masih menyisakan dana IPO jumbo sebesar Rp 9,82 triliun. Dari jumlah tersebut, sekitar Rp 900 miliar ditempatkan pada deposito dan giro, serta Rp 8,9 triliun pada obligasi pemerintah. Sisa dana IPO jumbo juga dicatat PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO). Hingga akhir Juni 2024, GOTO masih memiliki sisa dana hasil IPO Rp 2,81 triliun. Artinya, dari dana emisi IPO 13,57 triliun, GOTO baru merealisasikan dana IPO Rp 10,76 triliun. 

Emiten lain yang juga tercatat masih menyisakan dana IPO di atas Rp 1 triliun adalah PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGEO) dan PT Trimegah Bangun Persada Tbk (NCKL). Pengamat Pasar Modal & Direktur Avere Investama, Teguh Hidayat menilai, perlu regulasi tegas serta penyaringan lebih ketat sejak IPO. Prospektus mesti lebih rinci menjelaskan peruntukan rencana penggunaan dana IPO. Tidak cukup hanya dengan keterangan untuk modal kerja. Vice President Infovesta Utama Wawan Hendrayana mengingatkan, realiasasi penggunaan dana oleh emiten akan mempengaruhi kepercayaan dan minat investor terhadap sahamnya. "Bila memang emiten dipercaya, harga saham akan naik. Sebaliknya bila perubahan penggunaan dana IPO tidak sesuai, harga cenderung turun," katanya. Head Customer Literation and Education Kiwoom Sekuritas Oktavianus Audi mengamini, rencana penggunaan dana menjadi salah satu faktor daya tarik investor membeli saham IPO. Penggunaan dana juga terkait prospek kinerja emiten ke depan.

Optimisme Emiten Konsumsi Meningkat, Potensi Pasar Semakin Cerah

Hairul Rizal 12 Sep 2024 Kontan

Indeks keyakinan konsumen (IKK) yang meningkat menjadi salah satu katalis positif bagi kinerja emiten konsumer. Analis Kiwoom Sekuritas Indonesia, Abdul Azis Setyo Wibowo menerangkan peningkatan pada IKK Agustus bisa menjadi cerminan masih tingginya kepercayaan konsumen. Pertanyaannya, apakah kenaikan ini bersifat sementara atau masih berkelanjutan. Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas, Maximilianus Nico Demus melihat, kenaikan pada IKK bisa menjadi sentimen positif bagi emiten konsumer. Apalagi indeks pembelian barang-barang tahan lama juga naik. Ini artinya ada keyakinan orang tetap belanja, "Meskipun saat ini mengalami perlambatan," ujar Nico kepada Kontan, Rabu (11/9). 

Senior Market Chartist Mirae Asset Sekuritas, Nafan Aji Gusta menilai, bahwa hasil survei IKK tersebut memperlihatkan kondisi konsumen masih optimistis atas outlook perekonomian ke depan. Alhasil, ini akan memberikan efek positif bagi kinerja emiten konsumer. Menurut dia, konsistensi kinerja IKK yang berada di atas level 100 tersebut sebenarnya sudah mencerminkan adanya tren kenaikan harga saham berbasis konsumer, seperti PT Indofood CBP Sukses Makmur (ICBP), PT Indofood Sukses Makmur (INDF) dan PT Mayora Indah (MYOR) yang saat ini dalam fase uptrend. Harga saham INDF naik 4,48% dalam sebulan perdagangan. Bahkan melonjak 8,53% sepanjang tahun berjalan atau year to date (ytd). Pada perdagangan Rabu (11/9), saham ICBP melemah di Rp 7.000. Sementara itu, Nafan merekomendasikan  accumulative buy saham ICBP dan MYOR dengan target harga masing-masing, Rp 11.600 dan Rp 2.690.

Akuisisi Aset Perkuat Prospek Bisnis Emiten

Hairul Rizal 12 Sep 2024 Kontan

Di tengah lesunya harga minyak dan volatilitas harga gas alam yang tinggi, PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG) diperkirakan mampu melanjutkan tren pertumbuhan kinerja di semester kedua 2024. Mengingatkan saja, ENRG membukukan penjualan sebesar US$ 202 juta di semester I-2024, tumbuh 5% secara tahunan atau year on year (yoy). Sedangkan EBITDA tumbuh 10% yoy menjadi US$ 125,7 juta. Head of Research Kiwoom Sekuritas Indonesia, Sukarno Alatas memaparkan, peningkatan kinerja semester I, didukung oleh kenaikan produksi minyak dari aset Siak dan Kampar di Riau, Sumatera. "Aset ini menyumbang 2.300 barel minyak per hari," tulisnya dalam riset, Jumat (6/9). Peningkatan prediksi dari Siak dan Kampar diperkirakan akan berlanjut. Sukarno memperkirakan, secara penuh, potensi produksi keduanya bisa mencapai 2.000 hingga 2.500 barel of oil equivalent per day (boepd) . Artinya, total potensi produksi migas berada di kisaran 48.332–48.832 boepd atau tumbuh di kisaran 14%-15% yoy. Analis Lotus Andalan Sekuritas Fath Aliansyah juga berpandangan kalau ENRG mampu meningkatkan pendapatan sebesar single digit . Ia juga mencermati fundamental emiten Grup Bakrie ini masih tetap baik untuk melakukan ekspansi organik dan anorganik. "Untuk Siak dan potensi akusisi aset lainnya akan menjadi hal menarik untuk diperhatikan karena nilainya bisa meningkat seiring perubahan kinerja dan outlook migas sendiri," sebutnya. 

Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas Maximilianus Nico Demus menilai, potensi pertumbuhan ENRG akan terbatas. Hal ini tak lepas dari OPEC+ yang memperkirakan bahwa permintaan minyak dunia akan sebesar 2,03 juta barel per hari (bpd) di tahun ini. Meskipun memang, perkiraan tersebut lebih rendah dibanding perkiraan sebelumnya yang sebesar 2,11 juta bpd. Senior Market Chartist Mirae Asset Sekuritas Indonesia Nafan Aji berpandangan lebih positif. Menurutnya, kebijakan OPEC+ untuk meningkatkan kapasitas produksi bersifat sementara, terlebih fungsi OPEC+ untuk menjaga stabilitas harga minyak. Sukarno mempertahankan rating buy ENRG dengan target harga Rp 290. Sementara Nafan memasang target harga ENRG di akhir tahun Rp 220, namun dengan rekomendasi wait and see, karena saham masih dalam fase bearish consolidation. Sedangkan Analis BCA Sekuritas, Achmad Yaki merekomendasikan speculative buy dengan target harga Rp 226–Rp 230.

Rupiah Diperkirakan Menguat: Faktor Pendorong yang Muncul

Hairul Rizal 12 Sep 2024 Kontan

Nilai tukar rupiah menguat pada Rabu (11/9). Rupiah spot naik 0,34% ke Rp 15.402 per dolar Amerika Serikat (AS) dan di Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) Bank Indonesia (BI) naik 0,20% ke Rp 15.415 per dolar AS. Pengamat Komoditas dan Mata Uang, Lukman Leong mengatakan, secara umum dolar AS cenderung melemah dari mayoritas mata uang. "Dolar terkoreksi setelah debat capres Trump dan Harris," ujarnya, Rabu (11/9). Kepala Ekonom Bank Permata, Josua Pardede menyebutkan, pasar mengekspektasikan inflasi bulanan AS, tetap di 0,2%. Sementara inflasi tahunan diproyeksikan akan turun ke 2,6% dari 2,9%. Sedangkan laju inflasi inti tahunan tetap sebesar 3,2%. Baik Josua dan Lukman sepakat rupiah hari ini diproyeksikan akan bergerak di kisaran Rp 15.350 hingga Rp 15.450 per dolar AS.

Restrukturisasi Utang: Kunci untuk Meningkatkan Kinerja Perusahaan

Hairul Rizal 12 Sep 2024 Kontan

Sejumlah perusahaan pelat merah telah mencapai kesepakatan dengan perbankan untuk merestrukturisasi utang-utang tahun ini. Terbaru, PT Waskita Karya Tbk (WSKT) meneken perjanjian restrukturisasi induk alias master restructuring agreement (MRA) atas utang Rp 31,5 triliun dengan 21 bank. Kesepakatan restruktursisasi ini jadi sentimen positif terhadap perbankan. Sebab, bank mendapat kepastian atas pengembalian pinjaman yang sudah digelontorkan. Sentimen positif terutama akan didapat bank-bank yang memiliki outanding kredit besar ke BUMN. Dalam hal ini tentu saja bank pelat merah. Bank Mandiri (BMRI) dan Bank Negara Indonesia (BBNI) tercatat memberi kredit cukup besar ke BUMN. Melansir laporan keuangan, BMRI memiliki kredit senilai Rp 279,7 triliun per Juni 2024 ke pihak berelasi. Analis BCA Sekuritas Achmad Yaki menyebut, restrukturisasi pinjamam perbankan yang dilakukan emiten BUMN berpotensi mengurangi risiko gagal bayar yang akan mempengaruhi aset produktif bank. Jika restrukturisasi berhasil, akan berpotensi positif ke kinerja dan harga saham. ujarnya, Rabu (11/9). 

Sementara itu, Senior Vice President LPPI Trioksa Siahaan menilai, restrukturisasi utang tidak serta merta mendongkrak kinerja bank. Menurut dia, banyak faktor yang mempengaruhi kinerja bank, terutama terkait efisiensi. Trioksa menuturkan, dampaknya ke depan, masih tergantung perkembangan kinerja bank terkait. Yuddy Renaldi, Direktur Utama Bank BJB, menyebut, jika restrukturisasi berjalan baik dan kredit yang diberikan kembali lancar, maka akan terjadi perbaikan kualitas aset perbankan secara keseluruhan. Bank BJB termasuk salah satu bank kreditur Waskita Karya. Senada, SEVP Wholesale Banking Bank Tabungan Negara (BTN) Benny Yoslim mengatakan, restrukturisasi debitur BUMN merupakan langkah terbaik yang disepakati para pihak atas dasar kondisi bisnis dan keuangan.

Kolaborasi Bisnis: MNC Life dan KFM Jalin Kerjasama Baru

Hairul Rizal 12 Sep 2024 Kontan

PT MNC Life Assurance menggandeng PT Karunia Multifinance (KFM) terkait proteksi asuransi jiwa kredit. Direktur MNC Life Risye Dillianti mengatakan, kerjasama ini juga menjadi langkah strategis untuk memperluas jangkauan layanan MNC Life dan memberikan solusi perlindungan yang lebih komprehensif bagi nasabah KFM. Direktur KFM Handoko Widjaja menambahkan, kolaborasi kedua belah pihak ini menjadi momentum penting untuk memberikan nilai tambah bagi para nasabah perseroan. "Dengan melengkapi produk pembiayaan kami dengan asuransi jiwa dari MNC Life, kami dapat menawarkan perlindungan yang lebih baik dan memastikan bahwa kebutuhan finansial nasabah kami terlindungi secara optimal," kata Handoko.

Daya Ekpor Mulai Melemah

Yuniati Turjandini 12 Sep 2024 Investor Daily (H)
Harga komoditas andalan ekspor Indonesia, seperti nikel, batu bara, dan minyak kelapa sawit, (crude palm oil/CPO) berguguran dalam beberapa bulan terakhir. Hal ini dikhawatirkan  menekan kinerja ekspor hingga 2025 dan berdampak negatif ke ekonomi. Saat ini saja, ekonomi menghadapi tantangan berat dari tren pelemahan daya beli masyarakat. Ini terbaca deflasi selama  empat bulan beruntun, indeks manajer pembelian (PMI) yang jebol di bawah 50 selama dua tahun, dan maraknya PHK di sektor manufaktur. Berdasarkan data Trading Economics, harga nikel merosot 27% dari posisi tertinggi Mei 2024 sebesar US$ 15.763 per ton pada 10 September 2024. September 2023, harga nikel masih bertengger di US$ 19 ribu per ton, sedangkan awal 2024 di kisaran US$ 16 ribu per ton. Indonesia saat ini adalah produsen nikel terbesar dunia dengan pangsa pasar 50% pada 2023 dan berpeluang naik  menjadi 55% pada tahun ini. (Yetede)

LPS Mencatat DPK mengalami Penyusutan 0,63% per Juli 2024

Yuniati Turjandini 12 Sep 2024 Investor Daily (H)
Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) mencatat sumber dana non dana pihak ketiga (DPK) mengalami  penyusutan 0,63% (month to month/mtm) per Juli 2024. Pun ke depan, ruang perbankan untuk mencari sumber dana non DPK juga menurun lantaran akan menekan margin bunga bersih (net interest margin/NIM) Associate Faculty Lembaga Pengembangan Indonesia (LPPI) Ryan Kiryanto mengatakan, terdapat tiga alasan yang membuat pendanaan non konvensional  perbankan mengalami penurunan saat ini. Pertama, perbankan akan sangat sulit menerbitkan surat utang untuk kompetisi dengan Surat Berharga Negara (SBN) atau Surat Utang Negara (SUN) yang menawarkan kupon berkisar 6-7%. "Kalau bank mau terbitkan surat utang harus sama atau lebih tinggi dari kupon, akan susah jual kreditnya karena mahal. Artinya, bank terbitkan surat utang itu cost atau of fund mahal dan kalau tetap nekad, blended NIM akan tergerus," ujar Ryan kepada Investor Daily. (Yetede)

Medco Menggapai Target jadi Perusahaan Terkemuka di Asia Tenggara

Yuniati Turjandini 12 Sep 2024 Investor Daily (H)

PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC) mengungkapkan ambisinya untuk menjadi perusahaan energi terkemuka di wilayah Asia Tenggara atau Asean. Untuk menggapai target tersebut, emiten konglomerat Panigoro ini bakal menggeber tiga core bisnis, yakni minyak dan gas (migas), kelistrikan, serta pertambangan tembaga. Sebagai bukti keseriusan dalam mendatangkan nilai tambah bagi pemegang saham,  perseroan juga bakal membagikan dividen interim tahun buku 2024 dengan jumlah lebih besar dibanding tahun lalu. 

"Kami ingin menjadi perusahaan energi terkemuka di Asia Tenggara dengan tiga lini bisnis utama kami," kata Direktur Hilmi Panigoro. Hilmi menekankan bahwa MedcoEnergi berkomitmen memberikan solusi energi yang terjangkau, andal, dan berkelanjutan, serta memposisikan diri untuk memanfaatkan permintaan energi yang terus meningkat di Asia Tenggara. "Strategi MedcoEnergi mencakup perluasan operasi migas, investasi di bidang energi bersih dan terbarukan, serta pertambangan tembaga," ungkap dia. (Yetede)

Pilihan Editor