;

Indonesia Ingin Lebih Banyak Berdagang dengan Amerika Latin

Ekonomi Yoga 13 Sep 2024 Kompas
Indonesia Ingin Lebih Banyak Berdagang dengan Amerika Latin

Pemerintah Indonesia menyampaikan pesan sederhana, tetapi mengena dalam pembukaan Indonesia-Latin America and The Caribbean Business Forum yang dibuka di Lima, Peru, Rabu (11/9). Indonesia ingin lebih banyak berdagang dengan negara-negara Amerika Latin dan Karibia karena meski kawasan tersebut memiliki potensi pasar sangat besar, nilai perdagangannya dengan Indonesia masih sangat kecil. Porsi perdagangan negara-negara Amerika Latin dan Karibia dengan Indonesia tercatat hanya 0,45 % dari total perdagangan negara-negara di kawasan tersebut dengan dunia. Pada 2023, volume perdagangan kawasan itu dengan seluruh negara mencapai 2,8 triliun USD.

Sementara pada tahun yang sama, porsi perdagangan Indonesia dengan negara-negara Amerika Latin dan Karibia hanya 2,73 % total perdagangan global Indonesia yang mencapai 480,5 miliar USD. ”Kami hanya ingin lebih banyak berdagang. Sekarang angka perdagangan Indonesia dengan 33 negara di kawasan ini hanya 0,45 % dari total perdagangan global negara-negara Amerika Latin dan Karibia. Sangat kecil,” ujar Dirjen Amerika dan Eropa Kemenlu Indonesia, Umar Hadi saat menggelar jumpa pers sebelum pembukaan Indonesia-Latin America and The Caribbean (INA-LAC) Business Forum. Indonesia tak ingin tertinggal dari negara-negara Asia lain yang telah memiliki hubungan dagang dan ekonomi sangat mapan dengan kawasan Amerika Latin.

Dari fakta bahwa nilai perdagangan sejumlah negara Asia dengan negara-negara Amerika Latin cukup besar, jarak geografis ternyata bukan tantangan utamanya. ”Indonesia menawarkan banyak kesempatan untuk negara di Amerika Latin. Penting untuk mengingat bahwa GDP Indonesia itu 1,39 triliun USD. Indonesia negara ekonomi paling besar di Asia Tenggara,” kata Umar. Menurut Monica Chavez Camacho dari Camara de Comercio Lima, yang dibutuhkan saat ini oleh perusahaan Indonesia dan Amerika Latin adalah koneksi yang terjalin. Yang paling penting dari INA-LAC Business Forum adalah mempertemukan pengusaha Indonesia dengan mitranya di kawasan Amerika Latin dan Karibia.

Bagi Pemerintah Peru, forum  bisnis seperti INA-LAC akan membantu mempercepat negosiasi perjanjian perdagangan bebas dengan Indonesia. Wakil Menteri Perdagangan Peru Teresa Mera Gomez mengatakan, Peru ingin menggunakan segala upaya agar perjanjian perdagangan bebas dengan Indonesia (Comprehensive Economic Partnership Agreement/CEPA) segera terealisasi. Tercatat sedikitnya 19 perusahaan asal Indonesia yang ikut berpartisipasi, antara lain Toyota Motor Manufacturing Indonesia, Indofood, Gajah Tunggal, Sido Muncul, Mayora, Wings Group, United Bike, Kino, serta BUMN seperti Pertamina dan PLN Indonesia. (Yoga)


Download Aplikasi Labirin :