;

Strategi Investasi di Tengah Ketidakpastian Pasar September

Hairul Rizal 11 Sep 2024 Kontan (H)

Di berbagai bursa global, September bukanlah bulan yang baik untuk para pelaku pasar. Ada istilah September Effect atau Summer Effect atau Black September yang kerap digunakan untuk menggambarkan perdagangan saham di bulan September. Secara historis, September kerap menjadi bulan dengan kinerja terburuk. Beberapa teori menyebutkan kalau perilaku investor yang melakukan penyesuaian portofolio setelah liburan musim panas menjadi penyebabnya. Dalam satu dekade terakhir, return indeks Dow Jones Industrial Average di Amerika Serikat (AS) bulan September cenderung negatif, dengan rata-rata imbal hasil minus 1,53%. Dibandingkan bulan-bulan lainn return September menjadi yang terburuk bagi indeks Dow Jones dalam 10 tahun terakhir. Kabar baiknya, imbal hasil negatif belum terlihat di dua pekan awal bulan September ini. IHSG justru berotot dan sudah beberapa kali menyentuh rekor harga tertinggi baru. Sejak awal September ini, IHSG sudah menguat 1,18%. Bahkan IHSG kembali mencetak rekor tertinggi sepanjang masa pada Selasa (10/9) ke level 7.761,38. Tapi, tetap waspada karena September Effect masih bisa terjadi. Direktur Purwanto Asset Management, Edwin Sebayang mengatakan, di bulan September tahun ini, ada kondisi yang berbeda dari sebelumnya. 

"Secara global, September 2024 merupakan masa penantian bank sentral AS Federal Reserve akan mulai menurunkan suku bunga sebesar 25 basis poin (bps)," katanya kepada KONTAN, Selasa (10/9). Setali tiga uang, Head of Investment Information Mirae Asset Sekuritas Martha Christina juga menekankan adanya potensi sell on news , jika pemangkasan suku bunga sesuai ekspektasi pasar. Tapi, lain cerita kalau penurunan suku bunga mencapai 50 bps. Dia masih optimis IHSG bisa berada di level 7.915 pada akhir tahun ini. Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas, Maximilianus Nico Demus mengatakan, jika terjadi koreksi, pelemahan IHSG pada bulan ini tidak akan terlalu dalam dan berlangsung lama. Level kuat IHSG saat ini berada di 7.700. Martha menilai, adanya potensi koreksi usai FOMC bisa menjadi kesempatan bagi investor melakukan buy on weakness alias membeli jika harganya sudah turun. Apalagi, secara historis IHSG dan sejumlah indeks global cenderung menguat signifikan di bulan Oktober mendatang.

Anggaran Kementerian 2025: Potensi Peningkatan Signifikan

Hairul Rizal 11 Sep 2024 Kontan

Pemerintahan Prabowo Subianto berancang-ancang menggerojok belanja pemerintah pusat pada tahun depan. Satu indikasinya, anggaran belanja kementerian/lembaga naik signifikan dalam pembahasan terakhir Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) serta Rapat Kerja (Raker) Postur Sementara Tahun Anggaran 2025. Menariknya, kenaikan anggaran kementerian/lembaga (K/L) terjadi setelah Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyampaikan hasil pembahasan RAPBN 2025 kepada presiden terpilih Prabowo Subianto, Senin (9/9). Hal itu ditegaskan Direktur Jenderal Anggaran Kementerian Keuangan, Isa Rachmatarwata dalam Rapat Badan Anggaran (Banggar) DPR RI bersama pemerintah, Selasa (10/9). "Kami sudah sisir, ditampilkan kepada bapak presiden terpilih dan dia betul-betul meneliti satu persatu bersama ibu menteri dan pak wamen (Wakil Menteri)," ujar Isa, kemarin. Ada 10 kementerian/lembaga dengan alokasi anggaran terbesar, di antaranya Kementerian Pertahanan sebesar Rp 166,26 triliun, Polri (Rp 126,62 triliun), Kementerian PUPR (Rp 116,22 triliun), 

Kementerian Kesehatan (Rp 105,6 triliun) dan Kemenbudristek sebesar Rp 93 triliun. Bahkan anggaran untuk Badan Gizi Nasional sebagai lembaga anyar masuk dalam 10 besar, yakni mencapai Rp 71 triliun Head of Macroeconomic & Financial Market Research Permata Bank, Faisal Rachman menilai, kenaikan belanja K/L juga diikuti penurunan belanja non K/L sehingga terjadi realokasi anggaran. "Awalnya memang di RAPBN 2025 belanja non K/L cukup besar karena dibuat lebih fleksibel untuk pemerintahan baru," ujar dia, kemarin. Ekonom Center of Reform on Economics (Core) Indonesia Yusuf Rendy Manilet menilai, kenaikan anggaran K/L bisa mendorong pertumbuhan ekonomi melalui transmisi belanja pemerintah. Namun dia belum menghitung seberapa besar efek pertumbuhan ekonomi dari kenaikan anggaran K/L.

DPR Usulkan Kenaikan Cukai Minuman Manis hingga 2,5%

Hairul Rizal 11 Sep 2024 Kontan

Badan Akuntabilitas Keuangan Negara (BAKN) DPR RI merekomendasikan pemerintah menerapkan cukai minuman berpemanis dalam kemasan (MBDK) minimal 2,5% pada 2025 dan secara bertahap sampai 20%. Ketua BAKN DPR RI Wahyu Sanjaya menyampaikan rekomendasi penerapan cukai MBDK untuk mengurangi dan mengendalikan efek negatif konsumsi MBDK yang sangat tinggi di kalangan masyarakat. "BAKN mendorong agar pemerintah mulai menerapkan cukai MBDK untuk mengurangi dampak negatif tersebut," tutur dia saat membacakan hasil keputusan rapat dengan pemerintah, kemarin. Menanggapi rekomendasi BAKN DPR, Direktur Jenderal Bea dan Cukai Kementerian Keuangan Askolani menyebutkan, pemerintah tetap mempertimbangkan penerapan tarif cukai MBDK sejalan kondisi perekonomian tahun depan.

Kredit Konsumtif: Semakin Menarik bagi Perbankan

Hairul Rizal 11 Sep 2024 Kontan

Jumlah utang konsumtif masyarakat Indonesia di perbankan tercatat mengalami tren kenaikan laju pertumbuhan pasca pandemi Covid-19 hingga pertengahan 2024. Peningkatan terjadi di saat fenomena banyak kelas menengah turun kasta. Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan jumlah masyarakat kelas menengah pada 2024 hanya mencapai 47,85 juta orang, menyusut 9,48 juta dari 2019. Kelas menengah adalah mereka dengan pengeluaran bulanan Rp 2,04 juta hingga Rp 9,9 juta. 

Sementara itu, kredit konsumtif rumah tangga di perbankan berdasarkan data Bank Indonesia (BI) per Juli 2024 tumbuh 11,05% secara tahunan atau year on year (YoY), naik dari 10,64% pada Juni. Trennya meningkat sejak akhir 2023. Sejumlah bankir tetap optimistis kredit konsumer punya prospek positif sampai akhir akhir tahun. Wakil Direktur Utama Bank Mega, Lay Diza Larentie melihat potensi pertumbuhan kredit konsumsi masih terbuka lebar, terutama didorong aktivitas traveling. Tahun ini, Bank Mega optimistis kredit konsumer tumbuh sekitar 8%-10%. Untuk mencapai itu, perseroan gencar memberikan promo dan program menarik bagi nasabah lewat pameran, seperti Mega Travel Fair. Senada, Bank Mandiri juga masih melihat potensi pada pertumbuhan kredit konsumsi hingga akhir tahun. Corporate Secretary Bank Mandiri, Teuku Ali Usman mengatakan, pihaknya menargetkan kredit secara keseluruhan tumbuh di kisaran 16%-18% tahun ini. Per Juni 2024, Bank Mandiri mencatatkan outstanding kredit kosumer sebesar Rp 115,89 triliun. Angka tersebut meningkat sekitar 9,02% secara tahunan. Portofolio KPR bank ini tumbuh 16% jadi Rp 59,7 triliun dan kartu kredit melonjak 18,1% menjadi Rp 17,6 triliun.

Pengidap Alzheimer Tetap Bisa Beraktivitas

Yoga 10 Sep 2024 Kompas (H)

Penyakit alzheimer dapat mengubah banyak aspek kehidupan seseorang. Namun, dengan deteksi dini dan pendampingan yang tepat, orang dengan alzheimer tetap bisa beraktivitas yang bermanfaat. Kegiatan seperti berkebun, bermusik, atau sekadar mengobrol dan bersosialisasi akan efektif merangsang indera dan memori serta memberikan rasa pencapaian dan kepuasan. Program-program ini tidak hanya dirancang untuk memfasilitasi keterampilan yang ada dalam diri, tetapi juga untuk menciptakan lingkungan yang aman dan mendukung orang dengan alzheimer. Psikiater sekaligus sukarelawan Alzheimer Indonesia, Ria Maria Theresa, mengatakan, orang dengan alzheimer masih bisa aktif melakukan kegiatan sehari-hari, seperti jalan pagi dan makan, selama masih dalam derajat penyakit yang ringan.

Namun, orang dengan alzheimer tahap akhir biasanya sudah tidak bisa beraktivitas dan cenderung pasif dalam kegiatan sehari-hari. Pada fase akhir, orang di sekitar pasien alzheimer harus aktif membantu memberikan terapi pendukung, seperti memanggil fisioterapis. Terapi dibutuhkan agar orang dengan alzheimer bisa tetap bergerak dan berlatih sekalipun di tempat tidur. ”Deteksi dini sangat penting agar penyakit alzheimer yang dimiliki bisa segera diketahui sehingga bisa memperlambat perjalanan penyakit,” kata Ria, Senin (9/9) di Jakarta. Hal ini dilakukan oleh William Buntoro (75) warga Bekasi, Jabar, yang mengidap alzheimer sejak 2018. Dia bersyukur didiagnosis mengalami gangguan ingatan lebih awal karena sampai sekarang masih bisa beraktivitas. Dia masih mampu berdiri tegak dan selalu tersenyum.

Penyakit ini diketahui keluarganya saat William mengantar anaknya penempatan kerja ke Pekanbaru, Riau. Bapak tiga anak ini ditemukan tersesat di sebuah toko sepatu, tidak tahu jalan pulang ke penginapan, padahal jaraknya tak jauh. Beruntung di sakunya ada nomor telepon anaknya sehingga bisa dijemput. William langsung periksa ke dokter saraf, mulai dari pemeriksaan fisik, peninjauan riwayat medis, tes pencitraan otak, tes laboratorium, hingga tes memori. Sejak itu, dia tidak pernah lagi diizinkan bepergian sendiri tanpa pendampingan. ”Saya tidak ingin berduka atau melihat ke belakang. Saya memutuskan untuk tetap positif,terus menatap ke depan, dan menjalani kehidupan baru saya sebagai seseorang yang sekarang hidup dengan alzheimer,” kata William, Rabu (4/9).

Untuk memperlambat perkembangan penyakit alzheimernya, William mengonsumsi obat donepezil 10 miligram setiap hari. Obat ini biasa digunakan untuk pengobatan cedera otak dan penyakit parkinson yang disebabkan oleh demensia. Selain itu, ada pula obat hipertensi dan kolesterol yang dikonsumsinya. Meski begitu, pensiunan perusahaan swasta ini tetap aktif. Hampir setiap pagi dia berjalan kaki di sekitar rumahnya atau sekadar berjemur sembari menyiram tanaman. William juga masih aktif berorganisasi di Dewan Penasihat Asosiasi Profesi Satpam Indonesia (APSI). Meski tidak seaktif ketika menjadi ketua seperti dulu, ia tetap diminta memberi arahan untuk organisasi. Di luar itu, dia juga masih terlibat dalam komunitas Alzheimer Indonesia yang menggelar pertemuan sekali seminggu. (Yoga)


Warga Menolak Pabrik Litium walaupun Eropa Ingin Transisi Energi

Yoga 10 Sep 2024 Kompas

Target Uni Eropa beralih dari energi fosil ke energi terbarukan mengalami hambatan. Warga di Hongaria dan Serbia menolak masuknya investasi untuk mendirikan pabrik litium karena takut terhadap dampak pencemaran lingkungan. Pabrik baterai litium mulai dibangun di Debrecen, Hongaria, oleh perusahaan China, Contemporary Amperex Technology Co Limited (CATL). Sampai Minggu (8/9) waktu setempat, warga masih berunjuk rasa menolak pembangunan pabrik tersebut. Hongaria memiliki cadangan litium terbesar di Eropa, diikuti Serbia. Perusahaan-perusahaan China, Jepang, dan Korsel ramai-ramai berinvestasi di sana. Investasi dari China bernilai 16 miliar euro.

Di Debrecen, CATL membangun pabrik baterai litium. Kota ini kecil, hanya memiliki 5.000 penduduk, maka CATL mendatangkan pekerja dari China. Total, butuh 10.000 pekerja untuk mengoperasikan pabrik apabila telah tuntas dibangun. “Ada persoalan keterbukaan  data dan metode dalam pembangunan pabrik. Ini yang membuat masyarakat curiga,” kata Gergely Simon, pakar dari Greenpeace Hongaria, kepada Euronews. Simon menjelaskan, hingga kini tak ada kejelasan soal jenis baterai litium yang diproduksi. CATL juga tak menginformasi-kan soal perincian penanganan limbah dan daur ulang baterai yang sudah kedaluwarsa. Walhasil, Greenpeace dan berbagai organisasi lingkungan hanya mengumpulkan sampel sendiri dari wilayah sekitar pabrik. Mereka menemukan senyawa mikro dan nanoplastik di dalam air tanah.

Apabila dikonsumsi, senyawa ini berisiko mengakibatkan kegagalan kehamilan dan kematian janin. ”Kami mendukung peralihan ke kendaraan listrik, tetapi harus ada kejelasan tentang setiap langkah produksi sampai daur ulang sesuai standar ramah lingkungan,” tutur Simon. CATL mengeluarkan keterangan resmi yang mengatakan, setiap tahap di pabrik mereka sesuai aturan lingkungan UE. Namun, mereka tidak melampirkan bukti yang diminta lembaga pelestari lingkungan. Warga di sekitar pabrik umumnya bekerja sebagai petani. Salah satunya Judit Szeman yang memproduksi sayuran organik. Ia takut reputasi Debrecen rusak akibat keberadaan pabrik CATL sehingga konsumen tidak mau lagi membeli produk pertanian dari sana. (Yoga)


Penggabungan PT Angkasa Pura dalam ”Injourney Airports

Yoga 10 Sep 2024 Kompas

Pemerintah resmi melebur PT Angkasa Pura I dan PT Angkasa Pura II menjadi PT Angkasa Pura Indonesia atau Injourney Airports di bawah induk perusahaan Injourney. Penggabungan dua BUMN ini diharapkan membuat prosedur dan tata kelola jaringan bandara makin ramping dan efisien, tanpa mengurangi pekerja. Peresmian penggabungan digelar di Gedung Sarinah, Jakarta, Senin (9/9). Menhub Budi Karya Sumadi mengatakan, penggabungan Angkasa Pura (AP) sama dengan merangkul semua bandara dari Aceh hingga Papua. ”(Mereka) mesti mendapat perhatian yang sama baiknya dengan Bandara Soekarno-Hatta dan kepulauan lain karena kalau itu tidak dilakukan akan timbul keirian. Semangat kita mempersatukan Indonesia jadi tidak terwujud,” ujar Budi.

Budi meyakini, penggabungan kedua perusahaan pelat merah ini dapat meningkatkan indikator kinerja (KPI) Kemenhub pula. ”Melihat persaingan makro makin hebat, dengan disatukan, pasti lebih efisien. Kedua, pasti penetrasi (wisatawan) lebih bagus sehingga (pendapatan) non-aeronautical akan naik, bahkan bukan tidak mungkin kami bisa mengakuisisi bandara-bandara lain,” ujar Budi. Menteri BUMN Erick Thohir mengemukakan, bergabungnya kedua perusahaan tersebut diharapkan dapat menekan biaya logistik Indonesia yang masih tergolong tinggi. Kemudahan bertransportasi pun diharapkan dapat diperoleh warga. (Yoga)


Kebijakan Pemerintah Bisa Menurunkan Daya Beli

Yoga 10 Sep 2024 Kompas

Ditengah tren pelemahan kelas menengah, muncul berbagai rencana kebijakan yang semakin memangkas daya beli masyarakat. Pemerintah diminta lebih selektif dengan penerapan berbagai kebijakan agar tidak semakin memperparah pelemahan kelas menengah. Pertaruhannya adalah ekonomi yang terancam tumbuh di bawah 5 %. Ada lima rencana kebijakan yang saat ini mengemuka dan berpotensi semakin menggerus daya beli kelas menengah. Pertama, kenaikan tarif PPN dari 11 % menjadi 12% pada 1 Januari 2025. Kebijakan itu sesuai aturan dalam UU Harmonisasi Peraturan Perpajakan (UU HPP). Kedua, pembatasan penggunaan BBM bersubsidi yang akan diterapkan 1 Oktober 2024. Wacana ini sudah cukup lama digodok Kemenko Bidang Kemaritiman dan Investasi dan tinggal menunggu persetujuan Presiden Jokowi.

Ketiga, kebijakan penyesuaian subsidi tarif KRL berdasar NIK yang akan diterapkan 2025. Wacana ini sudah disebutkan dalam Nota Keuangan RAPBN 2025 dan sedang digodok Kemenhub. Keempat, rencana kewajiban iuran dana pensiun tambahan bagi pekerja berpenghasilan tertentu di luar program Jaminan Hari Tua (JHT), Jaminan Pensiun (JP), Dana Pensiun Pemberi Kerja (DPPK), dan Dana Pensiun Lembaga Keuangan (DPLK) yang sudah berlaku. Kebijakan ini sesuai UU Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan (UU P2SK). Kelima, aturan yang mewajibkan kendaraan bermotor memiliki asuransi third party liability (TPL) mulai Januari 2025. Kebijakan ini juga diatur dalam UU P2SK. Saatini, asuransi TPL sudah berlaku, tapi sifatnya masih sukarela.

Wakil Direktur Institute for Development of Economics and Finance (Indef ) Eko Listiyanto, Senin (9/9) mengatakan, berbagai kebijakan itu sudah tentu akan memperburuk daya beli masyarakat kelas menengah yang saat ini pun memang sudah merosot. ”Dalam kondisi seperti sekarang, kalau mau membuat kelas menengah optimistis lagi, konsumsi dan belanja naik lagi, semestinya sebisa mungkin apa yang masih bisa ditunda itu ditunda, untuk memberi napas bagi kelas menengah,” kata Eko dalam diskusi yang digelar Indef secara hibrida. Ia mengingatkan, saat ini saja daya beli masyarakat sudah menurun, tampak dari sejumlah indikator, seperti pertumbuhan konsumsi rumah tangga yang selama tiga triwulan terakhir hanya mampu tumbuh di bawah 5 % serta deflasi yang terjadi selama empat bulan berturut-turut pada Mei-Agustus 2024. (Yoga)


Menyusutnya Calon Emiten di Bursa Efek Indonesia

Yoga 10 Sep 2024 Kompas

Jumlah calon emiten atau perusahaan tercatat di Bursa Efek Indonesia menyusut pada 2024 dibanding tahun 2023. Per 6 September 2024, sebanyak 34 emiten baru mewarnai pasar modal Indonesia dengan total dana dihimpun Rp 5,15 triliun. Hingga akhir tahun, 23 entitas usaha siap menambah daftar emiten baru. Calon perusahaan yang mengantre untuk mengajukan penawaran saham perdana (initial public offering/IPO) itu berkurang dari data di awal Agustus. Sebelumnya, BEI mencatat akan ada 28 perusahaan yang menunggu proses IPO. Jika capaian IPO dan rencana pencatatan emiten baru tahun ini ditotalkan, jumlahnya menyusut 62 % dibanding total IPO tahun 2023 sebanyak 79 emiten.

Direktur Penilaian Perusahaan BEI, I Gede Nyoman Yetna menyatakan, sejumlah calon emiten memang mundur, di antaranya, karena keputusan internal perusahaan dan hasil evaluasi bursa yang belum memberikan persetujuan. ”Semua proses evaluasi dilakukan sesuai prosedur dan ketentuan yang berlaku,” katanya dalam keterangan kepada wartawan pekan lalu. Tren penurunan itu juga dibaca perusahaan jasa audit, Deloitte. Pemimpin Akuntan & Pelaporan Deloitte Asia Tenggara Tay Hwee Ling dalam laporannya mencatat, bukan hanya dari segi jumlah, nilai dana yang dihimpun dan kapitalisasi emiten baru juga merosot tajam. Mengacu data paruh pertama 2024, sebanyak 25 emiten baru hanya menghimpun dana 248 juta USD dan kapitalisasi pasar IPO 1,225 miliar USD. Jumlah emiten yang IPO turun 43 %. Demikian juga jumlah penghimpunan dana yang merosot 89 % dibanding semester I-2023. (Yoga)


Dimulainya Ekspor Pasir Laut

Yoga 10 Sep 2024 Kompas

Pemerintah menerbitkan regulasi untuk mengimplementasikan kebijakan ekspor pasir laut dengan persyaratan kebutuhan dalam negeri terpenuhi. Implementasi ekspor pasir laut diatur dalam PP No 26 Tahun 2023 tentang Pengelolaan Hasil Sedimentasi di Laut. Di samping itu, sebagai tindak lanjut atas usulan KKP, dilakukan revisi dua peraturan Mendag di bidang ekspor, yang tertuang dalam, Permendag No 20 Tahun 2024 tentang Perubahan Kedua atas Permendag No 22 Tahun 2023 tentang Barang yang Dilarang iekspor. Kedua, Permendag No 21 Tahun 2024 tentang Perubahan Kedua atas Permendag No 23 Tahun 2023 tentang Kebijakan dan Pengaturan Ekspor.

Kedua permendag itu diundangkan pada 29 Agustus 2024. Dirjen Perdagangan Luar Negeri Kemendag, Isy Karim mengemukakan, revisi dua permendag untuk pengaturan ekspor pasir, laut merupakan amanah PP No 26 Tahun 2023 dan merupakan usulan KKP sebagai instansi pembina atas pengelolaan hasil sedimentasi di laut. ”Ekspor hasil sedimentasi di laut berupa pasir laut dapat ditetapkan sepanjang kebutuhan dalam negeri terpenuhi dan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan,” ujar Isy dalam keterangan pers, Senin (9/9).

Hingga April 2024 terdata 66 pelaku usaha yang mendaftarkan konsesi penambangan pasir laut dengan volume sedikitnya 3,3 miliar meter kubik. Setiap perusahaan mengajukan volume penambangan pasir laut yang bervariasi, yakni mulai dari 50 juta hingga 200 juta meter kubik (Kompas.id, 24/4/2024). Perusahaan- perusahaan itu, menurut rencana, bermitra dengan 51 perusahaan kapal isap pasir laut serta 54 perusahaan pembeli pasir laut dari dalam dan luar negeri. Beberapa perusahaan mitra calon pembeli pasir laut tercatat berasal dari China, Johor (Malaysia), dan Brunei Darussalam. Sementara, perusahaan kapal isap yang diusulkan berasal dari Belanda, Belgia, Jepang, Singapura, dan China. (Yoga)


Pilihan Editor