Pengidap Alzheimer Tetap Bisa Beraktivitas
Penyakit alzheimer dapat mengubah banyak aspek kehidupan seseorang. Namun, dengan deteksi dini dan pendampingan yang tepat, orang dengan alzheimer tetap bisa beraktivitas yang bermanfaat. Kegiatan seperti berkebun, bermusik, atau sekadar mengobrol dan bersosialisasi akan efektif merangsang indera dan memori serta memberikan rasa pencapaian dan kepuasan. Program-program ini tidak hanya dirancang untuk memfasilitasi keterampilan yang ada dalam diri, tetapi juga untuk menciptakan lingkungan yang aman dan mendukung orang dengan alzheimer. Psikiater sekaligus sukarelawan Alzheimer Indonesia, Ria Maria Theresa, mengatakan, orang dengan alzheimer masih bisa aktif melakukan kegiatan sehari-hari, seperti jalan pagi dan makan, selama masih dalam derajat penyakit yang ringan.
Namun, orang dengan alzheimer tahap akhir biasanya sudah tidak bisa beraktivitas dan cenderung pasif dalam kegiatan sehari-hari. Pada fase akhir, orang di sekitar pasien alzheimer harus aktif membantu memberikan terapi pendukung, seperti memanggil fisioterapis. Terapi dibutuhkan agar orang dengan alzheimer bisa tetap bergerak dan berlatih sekalipun di tempat tidur. ”Deteksi dini sangat penting agar penyakit alzheimer yang dimiliki bisa segera diketahui sehingga bisa memperlambat perjalanan penyakit,” kata Ria, Senin (9/9) di Jakarta. Hal ini dilakukan oleh William Buntoro (75) warga Bekasi, Jabar, yang mengidap alzheimer sejak 2018. Dia bersyukur didiagnosis mengalami gangguan ingatan lebih awal karena sampai sekarang masih bisa beraktivitas. Dia masih mampu berdiri tegak dan selalu tersenyum.
Penyakit ini diketahui keluarganya saat William mengantar anaknya penempatan kerja ke Pekanbaru, Riau. Bapak tiga anak ini ditemukan tersesat di sebuah toko sepatu, tidak tahu jalan pulang ke penginapan, padahal jaraknya tak jauh. Beruntung di sakunya ada nomor telepon anaknya sehingga bisa dijemput. William langsung periksa ke dokter saraf, mulai dari pemeriksaan fisik, peninjauan riwayat medis, tes pencitraan otak, tes laboratorium, hingga tes memori. Sejak itu, dia tidak pernah lagi diizinkan bepergian sendiri tanpa pendampingan. ”Saya tidak ingin berduka atau melihat ke belakang. Saya memutuskan untuk tetap positif,terus menatap ke depan, dan menjalani kehidupan baru saya sebagai seseorang yang sekarang hidup dengan alzheimer,” kata William, Rabu (4/9).
Untuk memperlambat perkembangan penyakit alzheimernya, William mengonsumsi obat donepezil 10 miligram setiap hari. Obat ini biasa digunakan untuk pengobatan cedera otak dan penyakit parkinson yang disebabkan oleh demensia. Selain itu, ada pula obat hipertensi dan kolesterol yang dikonsumsinya. Meski begitu, pensiunan perusahaan swasta ini tetap aktif. Hampir setiap pagi dia berjalan kaki di sekitar rumahnya atau sekadar berjemur sembari menyiram tanaman. William juga masih aktif berorganisasi di Dewan Penasihat Asosiasi Profesi Satpam Indonesia (APSI). Meski tidak seaktif ketika menjadi ketua seperti dulu, ia tetap diminta memberi arahan untuk organisasi. Di luar itu, dia juga masih terlibat dalam komunitas Alzheimer Indonesia yang menggelar pertemuan sekali seminggu. (Yoga)
Postingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023