;

Bisnis BNPL Kian Populer

Yuniati Turjandini 13 Sep 2024 Investor Daily (H)

Bisnis buy now pay later (BNPL) kian populer saat ini dan digandrungi oleh generasi muda yang memiliki gaya hidup serba digital dan praktis. Melihat potensi tersebut, PT Kredivo Finance Indonesia terus melakukan ekspansi bisnis menambah jumlah merchant. Laporan Perilaku Pengguna Paylater Indonesia 2024 oleh Kredivo dan Katadata Insight Center menunjukkan bahwa 70,4% menggunakan paylater berusia 18-35 tahun. Meski jarang disorot, ternyata selain lekat pada generasi muda, paylater juga lekat pada pada gender dan status pernikahan tertentu. Proporsi pengguna paylater didominasi oleh laki-laki, yakni mencapai 56,5% pada 2024. Sementara itu, laki-laki memimpin dalam jumlah dan nilai transaksi paylater selama 2023, masing-masing sebesar 58,9% dan 58,1%. Sementara itu, berdasarkan status perkawinan, kelompok konsumen yang sudah menikah ternyata lebih doyan berbelanja  dengan paylater dibandingkan konsumen lajang. Tercatat, pengguna paylater  didominasi oleh konsumen yang sudah menikah, yaitu sebanyak 52,9%. (Yetede)

AUM Bisa Tumbuh Dua Digit Berdasarkan Data LPS

Yuniati Turjandini 13 Sep 2024 Investor Daily (H)

Di tengah penurunan kelas menengah saat ini, sejumlah bank masih mencatatkan peningkatan dana kelolaan bisnis wealth management dari nasabah kaya. Bahkan, diperkirakan dana kelolaan (asset under management/AUM) bisa tumbuh dua digit. Berdasarkan data Lembaga Penjamin Simpanan (LPS), jumlah rekening dengan simpanan di atas Rp 5 miliar pada Juli 2024 sebanyak 142.324 rekening meningkat 0,9% dari bulan sebelumnya (month to month/mtm), atau naik 8,6% secara tahunan (year on year/yoy). Apabila dibandingkan dengan posisi tiga tahun lalu, yakni Juli 2021 jumlah rekeningnya melesat 25%. Adapun, rekening di bawah 100 juta yang per Juli 2024 mencapai 580 juta rekening hanya naik 0,5% (mtm), sama seperti tiering Rp 100-200 juta sebanyak 3,13 juta rekening yang tumbuh 0,5% (mtm). Pertumbuhan kedua tiering nominal tersebut lebih rendah dibandingkan rekening dengan simpanan di atas Rp 5 miliar yang tumbuh 0,9% (mtm). Untuk tiering Rp 200-500 juta juga naik 0,7% (mtm) menjadi 2,23 juta rekening per Juli 2024 masih lebih rendah dibandingkan rekening dengan simpanan jumbo. (Yetede)

Saham Astra Kurang Menggembirakan di Bisnis Penjualan Mobil

Yuniati Turjandini 13 Sep 2024 Investor Daily (H)

PT Astra Internasional Tbk (ASII) mencatatkan kinerja kurang menggembirakan di bisnis penjualan mobil, dengan penurunan baik secara bulanan (mtm) maupun tahunan (yoy). Meski demikian, Grup Konglomerasi ini dipercaya bisa bangkit dan memacu penjualan dalam sisa empat bulan ke depan, ditengah kian menguatnya ancaman dari merek-merek otomotif baru. Kalangan analis juga percaya, saham perseroan berkode ASII akan tetap atraktif, dengan potensi gain menarik. Pada bulan Agustus 2024, penjualan mobil Grup Astra tercatat sebanyak 42.195 unit, atau turun 3,6% dibanding bulan Juli 2024 (mtm), dan terkoreksi 17,0% dibanding bulan yang sama tahun lalu. Dengan total penjualan mobil Grup Astra sepanjang Januari-Agustus 2024 mencapai 317.774 unit atau turun 15,8% secara tahunan (yoy). Penurunan penjualan mobil Grup Astra bulan Agustus terjadi di tengah kenaikan penjualan otomotif nasional yang sebanyak 2,9% dibanding Juli 2024. Begitupula dibanding bulan Agustus 2023, penurunan penjualan grup Astra lebih dalam dibandingkan penjualan nasional. Sementara apabila dibanding delapan bulan 2023, koreksi penjualan mobil Grup Astra lebih rendah dibanding nasional yang sebanyak-17,1%. (Yetede)

Bandara IKN Berhasil Dilandasi Pesawat Jet Berpenumpang

Yuniati Turjandini 13 Sep 2024 Investor Daily

Kementerian Perhubungan (Kemenhub) menyatakan Bandara Nusantara di Ibu Kota Nusantara (IKN), Penajam, Paser Utara, Kalimantan Selatan, telah berhasil dilandasi oleh pesawat jet berpenumpang. Menhub Budi Karya Sumadi mengatakan pendaratan perdana pesawat jet berpenumpang di Bandara IKN berlangsung mulus dan selamat. Pesawat jet berjenis Cessna Cetation Longitude milik Balai Besar Kalibrasi Fasilitas Penerbangan Kemenhub tersebut, membawa Menhub dan juga Wakil Menteri ATR/BPN Raja Juli Antoni bersama rombongan. 

"Hari ini, kami melakukan proving flight dengan Cessna Citation Longitude, satu pesawat yang sama kualifikasinya dengan Boeing 737. Alhamdulillah, pesawat yang kami tumpangi berhasil mendarat dengan lancar dan selamat di Bandara IKN," kata Budi. Menhub yang menceritakan bahwa pendaratan pertamanya di Bandara IKN sangat terkesan dan luar biasa. Menurutnya, selain karena pendaratan yang mulus, ia dan penumpang lain juga disuguhi pemandangan IKN yang asri sebelum mengakhiri penerbangan. Menhub menambahkan, tahap verifikasi dan kaliberasi Bandara IKN telah selesai dilakukan beberapa hari yang lalu. Alhasil, aspek keamanan dan keselamatan penerbangan di Bandara IKN sudah dipastikan memenuhi standar. (Yetede)

Gonjang-ganjing Pimpinan KPK Pilihan Jokowi

Yuniati Turjandini 13 Sep 2024 Tempo
PRASWAD Nugraha terkejut atas putusan Mahkamah Konstitusi mengenai permohonan uji materi syarat usia calon pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi. Ketua IM57+ Institute itu menilai, secara materiil, hakim konstitusi MK mengamini hampir semua argumentasi hukum yang diajukannya agar bisa mendaftar sebagai calon pimpinan KPK. 

Di antaranya, hakim konstitusi mempertimbangkan bahwa batas umur calon pimpinan KPK dapat memiliki motif politik yang menghalangi kalangan tertentu untuk maju mendaftar. Hakim konstitusi MK juga menerima sejumlah dalil yang diajukan eks pegawai KPK ini. Salah satunya, MK sepakat kondisi KPK sedang tidak baik-baik saja sehingga perlu perbaikan melalui proses pemilihan pimpinan KPK. “Namun putusannya berkata lain. Hakim justru berpandangan bahwa para pemohon tetap dapat berkontribusi melalui partisipasi masyarakat, bukan mendaftar sebagai calon pemimpin KPK,” katanya saat dihubungi, kemarin.

Indonesia Memanggil Lima Tujuh atau IM57+ Institute yang merupakan organisasi gerakan antikorupsi yang didirikan oleh para eks pegawai KPK. Praswad bersama 11 anggota IM57+ lainnya mengajukan permohonan uji materi syarat batas usia minimum calon pimpinan KPK ke MK. Permohonan ini diajukan setelah sejumlah anggota IM57+ yang mendaftar sebagai calon pimpinan KPK dinyatakan gugur oleh Panitia Seleksi (Pansel) Calon Pimpinan dan Dewan Pengawas KPK. (Yetede)

Korban PHK Membentuk Serikat Pekerja

Yuniati Turjandini 13 Sep 2024 Tempo
DELAPAN dari empat belas karyawan perusahaan media CNN Indonesia yang mengalami pemecatan kini tengah menjalani proses tripartit di Dinas Tenaga Kerja Provinsi DKI Jakarta. Mereka diduga mengalami pemutusan hubungan kerja (PHK) setelah membentuk serikat pekerja yang bernama Solidaritas Pekerja CNN Indonesia (SPCI). Ketua Umum SPCI Taufiqurrohman mengatakan enam rekannya sudah menerima keputusan PHK itu. “Tersisa delapan pekerja, termasuk saya, yang masih menempuh perselisihan tripartit,” kata Taufiqurrohman ketika dihubungi, Kamis, 12 September 2024.

Taufiq menyatakan pertemuan pertama tripartit itu dilakukan pada Rabu, 11 September 2024. Namun, menurut dia, perusahaan menolak membahas substansi perselisihan dan malah mempersoalkan tripartit yang dilakukan di disnaker provinsi. Pihak CNN Indonesia ingin tripartit dilakukan di Suku Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi, dan Energi Pemerintah Kota Jakarta Selatan dengan dalih prosedural lokasi perusahaan itu berada di Jakarta Selatan.

Taufiq mendapatkan surat pemberitahuan PHK melalui surat elektronik pada 31 Agustus 2024, bertepatan saat SPCI menggelar diskusi dan peluncuran serikat pekerja ini. Mereka mendaftarkan SPCI ke Sudin Tenaga Kerja Jakarta Selatan pada 27 September 2024 karena tak terima dengan pemotongan gaji yang dilakukan manajemen CNN Indonesia sejak beberapa bulan terakhir. Pada hari itu pula akses pekerjaannya diputus. Dia dikeluarkan dari grup WhatsApp kantor dan dilarang masuk kerja, sementara masalah itu masih dalam proses perselisihan. "Kami menilai manajemen CNN Indonesia menggunakan cara-cara yang inkonstitusional, arogan, dan sewenang-wenang," kata Taufiq. (Yetede)

Lembaga Baru Ciptaan Prabowo yang Meragukan

Yuniati Turjandini 13 Sep 2024 Tempo
RENCANA presiden terpilih Prabowo Subianto membentuk Badan Otorita Penerimaan Negara bakal berjalan mulus setelah Badan Legislasi Dewan Perwakilan Rakyat dan pemerintah menyetujui jumlah kementerian dalam kabinet tidak dibatasi. Pemerintah dan Baleg DPR sepakat mengubah ketentuan jumlah kementerian pada Pasal 15 Undang-Undang Nomor 39 Tahun 2008 tentang Kementerian Negara dalam rapat panitia kerja Baleg dan pemerintah pada Senin, 9 September 2024.

Wakil Ketua Baleg DPR Achmad Baidowi mengatakan perubahan ini akan membuat presiden lebih leluasa menentukan jumlah kementerian dan lembaga. "Akan lebih fleksibel, termasuk untuk membentuk Badan Otorita Penerimaan Negara," ujar Achmad saat dihubungi Tempo pada Kamis, 12 September 2024. Rencana pembentukan Badan Otorita Penerimaan Negara tertuang dalam dokumen Rencana Kerja Pemerintah Tahun 2025. Hadirnya lembaga ini akan memisahkan Direktorat Jenderal Pajak serta Direktorat Jenderal Bea dan Cukai dari Kementerian Keuangan.

Dalam janji kampanyenya, Prabowo berharap pembenahan kelembagaan perpajakan melalui pembentukan Badan Otorita Penerimaan Negara mampu meningkatkan rasio pendapatan negara terhadap produk domestik bruto (PDB) nasional menjadi 23 persen, dengan target awal rasio penerimaan pajak sebesar 10-12 persen pada 2025. Adapun rasio perpajakan Indonesia saat ini berada di angka 10,31 persen. Sedangkan rasio pendapatan negara terhadap PDB pada 2022 hanya 13,46 persen. (Yetede)

Pasar Obligasi Jadi Magnet Baru bagi Investor

Hairul Rizal 12 Sep 2024 Bisnis Indonesia (H)

Optimisme di pasar surat utang negara (SUN) Indonesia meningkat menjelang pertemuan The Fed, yang diperkirakan akan menghasilkan pemangkasan suku bunga acuan. Pasar mulai merespon dengan penurunan yield US Treasury dan SUN. Handy Yunianto, Head of Fixed Income Research di Mandiri Sekuritas, memperkirakan yield SUN 10 tahun bisa turun hingga 6,2%–6,4% seiring penurunan suku bunga The Fed, yang juga mendorong aliran dana asing ke SUN.

Sentimen positif juga datang dari kebijakan fiskal pemerintahan baru yang prudensial dan penurunan yield instrumen saingan SUN, seperti Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI). Tim Riset LPS menambahkan, jika suku bunga The Fed dipangkas, yield SUN akan menjadi lebih menarik, terutama dengan pertumbuhan ekonomi dan inflasi domestik yang stabil.

Namun, Ramdhan Ario Maruto dari Anugerah Sekuritas dan Rizky Hidayat dari Schroders Indonesia memperingatkan bahwa meskipun optimisme meningkat, risiko ketidakpastian global masih tinggi. Mereka menekankan pentingnya menjaga strategi defensif di tengah ketidakpastian kebijakan akibat transisi pemerintahan.

Menerbitkan Utang dengan Cermat: Strategi Keuangan Bijak

Hairul Rizal 12 Sep 2024 Bisnis Indonesia

Pasar obligasi Indonesia mengalami peningkatan aktivitas, terutama dengan ekspektasi penurunan suku bunga The Fed dan penurunan yield obligasi pemerintah AS. Yield US Treasury (UST) 10 tahun turun menjadi 3,727% per 5 September 2024, sementara yield Surat Berharga Negara (SBN) 10 tahun relatif stabil di 6,63% dan kemudian turun menjadi 6,59%.

Bank Indonesia (BI) mencatat aliran modal asing nonresiden pada 2–5 September 2024 dengan neto jual sebesar Rp2,49 triliun, dengan komposisi beli neto Rp2,65 triliun di pasar SBN dan Rp2,24 triliun di pasar saham, tetapi jual neto Rp7,38 triliun di Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI). Sepanjang 2024, nonresiden telah membukukan beli neto di berbagai instrumen keuangan, termasuk Rp28,80 triliun di pasar saham dan Rp11,15 triliun di pasar SBN.

Peningkatan target penerbitan SBN pada 2025 menjadi Rp642,56 triliun, naik 42,2% dari outlook APBN 2024, dipandang sebagai upaya pemerintah untuk merangsang ekonomi melalui pembiayaan infrastruktur dan proyek-proyek penting lainnya. Gubernur Bank Indonesia dan otoritas moneter menggunakan obligasi sebagai instrumen untuk mengendalikan inflasi dan stabilitas keuangan. Seperti yang dijelaskan oleh Bank Indonesia, obligasi pemerintah berperan penting dalam kebijakan fiskal dan moneter, dengan dampak positif jika digunakan secara bijaksana. Namun, ada risiko jika penerbitan utang hanya digunakan untuk tujuan populis tanpa manfaat jangka panjang.

Mengapa Suku Bunga BI Harus Turun? Ini Alasannya

Hairul Rizal 12 Sep 2024 Bisnis Indonesia

Dalam beberapa pekan terakhir, perhatian global tertuju pada kemungkinan penurunan suku bunga oleh The Fed yang akan diumumkan pada FOMC 18 September 2024. Beberapa bank sentral negara maju, seperti Bank of Canada, European Central Bank (ECB), People’s Bank of China, dan Bank of England, sudah lebih dahulu menurunkan suku bunga mereka. Ekspektasi penurunan The Fed juga memicu diskusi terkait kemungkinan penyesuaian BI Rate oleh Bank Indonesia, terutama setelah inflasi di Indonesia menurun selama empat bulan berturut-turut, mencapai 2,12% YoY pada Agustus 2024, di bawah target tengah inflasi BI.

Namun, penurunan harga yang berkontribusi pada peningkatan daya beli petani, yang terlihat dari kenaikan NTP sebesar 7,15% YoY, juga menimbulkan kekhawatiran penurunan daya beli masyarakat secara luas. Penurunan penjualan sepeda motor dan mobil, serta kontraksi di sektor manufaktur, yang ditunjukkan oleh PMI Manufacturing Indonesia yang kembali ke zona kontraksi, semakin memperkuat kekhawatiran ini. Selain itu, BPS mengungkapkan bahwa jumlah kelas menengah Indonesia berkurang signifikan, dari 57,33 juta orang pada 2019 menjadi 47,85 juta orang pada 2024.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian juga menyebut bahwa 23,7% masyarakat dewasa Indonesia belum memiliki rekening di lembaga keuangan formal. Penurunan BI Rate diharapkan dapat mengurangi beban biaya pinjaman dan mendorong inklusi keuangan. Namun, jika BI menurunkan suku bunga lebih awal dibandingkan The Fed, ada risiko depresiasi rupiah. Karena itu, penurunan BI Rate mungkin akan dilakukan secara konservatif, misalnya sebesar 25 basis poin, untuk menjaga stabilitas rupiah dan menarik modal asing melalui yield spread yang tetap kompetitif.

Pilihan Editor