;

Personalisasi Ritel ”Offline”

Yoga 17 Sep 2024 Kompas

Strategi personalisasi iklan di luar jaringan (offline) terus dikembangkan. Dulu para pemasar menambang berbagai data dari masyarakat untuk beriklan, kini pekerjaan itu dilakukan teknologi kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI). Umur, jender, ciri wajah, bentuk tubuh, pakaian yang dipakai, gaya berpakaian, kebiasaan berbelanja, dan lainnya bisa disimpan di bank data. Seluruh data itu kemudian diolah untuk menentukan iklan dan promosi, yang umumnya disebarkan untuk orang banyak, tetapi kini hanya unik untuk setiap individu. Teknologi ini jarang ditemukan di Indonesia, tetapi sudah mulai dikembangkan. Salah satunya oleh PT Digital Mediatama Maxima Tbk. Perusahaan yang tercatat di bursa efek dengan kode DMMX ini menciptakan berbagai platform ritel pintar berbasis AI, platform konten cloud (penyimpanan data di internet), serta solusi teknologi lain yang bertujuan meningkatkan interaksi dan pengalaman konsumen.

Menurut Dirut DMMX Budiasto Kusuma, perilaku konsumen saat ini sudah banyak dipengaruhi informasi dari berbagai sumber media. Karena itu, digitalisasi ritel menjadi kewajiban di era kemajuan teknologi dan informasi. ”Peritel dituntut bisa memberi informasi yang lebih atraktif dan tertarget ke konsumen yang lebih spesifik. Ini hanya bisa dilakukan apabila mereka menerapkan digitalisasi pada tempat mereka berbisnis,” ujarnya di Jakarta, Kamis (12/9). Pemanfaatan AI untuk solusi pemasaran pun menjadi peluang besar. Sejauh ini, Budiasto mengakui, adaptasi teknologi tersebut masih lebih banyak diinisiasi kanal pemasaran daring yang dapat diakses konsumen menggunakan ponsel pintar atau komputer. ”Saya rasa, ke depan, tren seperti ini juga akan merambah ke sektor offline di mana teknologi ritel pintar akan disajikan juga di level outlet,” ujarnya. (Yoga)


Perbandingam Bus Kota Modern dan yang Dibiayai Pemda

Yoga 17 Sep 2024 Kompas

Bus kota modern yang beroperasi berkat stimulus dari pemerintah pusat, yang dibiayai APBD atau masih berjalan dengan stimulus pusat ditambah subsidi APBD telah rutin beroperasi di banyak kota di Indonesia. Untuk melihat berbandingan kualitas layanan, kita bisa tengok Joglosemar, kawasan yang terdiri dari Jogja (Yogyakarta), Solo (Surakarta), dan Semarang. Kawasan segitiga emas ini telah menjadi kawasan aglomerasi besar dan merupakan pusat pertumbuhan ekonomi di Jateng. Siti (53), warga Kelurahan Mijen, Semarang, Jateng, merupakan pelanggan bus Trans Semarang. Sejak 2019, Siti rutin mengantar anaknya, Rafi (12), ke sekolah dengan bus kota itu. Jarak rumah dengan sekolah Rafi 20 km. Kalau naik sepeda motor, butuh Rp 20.000 untuk bahan bakar dan lainnya.

”Naik Trans Semarang Rp 5.000 berdua, tinggal duduk manis, diantar sampai tujuan,” ucap Siti, Kamis (12/9) di Semarang. Fajar (32) warga Kelurahan Kedungmundu, Tembalang, Semarang, rutin menggunakan Trans Semarang sejak 2018. Meski menyukainya, ia mengeluhkan ada sopir yang ugal-ugalan dan bus berasap tebal. Bus Trans Semarang berawal dari bantuan 20 unit bus dari Kemenhub yang mulai berioperasi pada 17 September 2009. Kepala Badan Layanan Umum Unit Pelaksana Teknis Dinas Trans Semarang Haris Setyo Yunanto mengatakan, saat ini, Trans Semarang memiliki 287 unit armada dengan delapan rute koridor dan empat rute angkutan pengumpan. Selain itu, Trans Semarang juga melayani satu koridor layanan malam.

Setiap hari, rata-rata 23.000 penumpang. Haris menuturkan, anggaran operasional bus tahun 2024 Rp 180 miliar, dari APBD Kota Semarang, penjualan tiket, dan reklame. ”Secara anggaran cukup bagus dibanding kota lain. Tapi, operasionalnya perlu banyak evaluasi dan pembenahan,” ujar pakar transportasi dari Universitas Katolik Soegijapranata, Semarang, Djoko Setijowarno. Di Yogyakarta, Purnama (35), pekerja kreatif, rutin menggunakan bus Trans Jogja. Tarif Trans Jogja yang beroperasi sejak 2008 ini hanya Rp 2.700 per trip dengan transaksi nontunai, lebih murah ketimbang ongkos ojek daring. Halte bus banyak tersebar di lokasi strategis di Yogyakarta. Apalagi, saat ini ada aplikasi Trans Jogja untuk memantau pergerakan bus di rute.

Meski demikian, menurut dia, jumlah armada Trans Jogja perlu ditambah. ”Sebagian unit rasanya sudah perlu diremajakan,” ujarnya. Kabid Angkutan Dishub DI Yogyakarta (DIY) Sapto Nugroho menjelaskan, saat ini, Trans Jogja memiliki 95 unit bus dengan 19 trayek. Berdasarkan data Dishub DIY, sirkulasi penumpang Trans Jogja tahun 2023 sebanyak 5,4 juta atau 14.800 per hari. Rata-rata keterisian bus pada Juli 2024 sekitar 14,45 %. Sapto mengatakan, Dishub DIY belum berencana me- nambah trayek dan armada Trans Jogja karena keuangan daerah terbatas. Setiap tahun, Pemda DIY memberi subsidi Rp 80 miliar-Rp 85 miliar untuk Trans Jogja. (Yoga)


Puncak Masih Jadi Primadona Walaupun Macet

Yoga 17 Sep 2024 Kompas

Puncak terlanjur jadi primadona tempat wisata bagi masyarakat. Sensasi wisata alam, nostalgia, dan kemudahan akses membuat orang berduyun-duyun ke Puncak, Bogor, Jabar. Kemacetan hingga belasan jam saat akhir pekan atau libur panjang seolah tak jadi masalah. Tak heran, saat libur panjang tiga hari, Sabtu sampai Senin (14-16/9) ribuan orang berwisata ke Puncak. Hasilnya, kemacetan panjang hingga 17 jam tak terelakkan akibat ratusan ribu kendaraan melintas di jalur Puncak. Berdasar data Polres Bogor, Minggu (15/9) pukul 23.30 WIB, jumlah kendaraan yang melintas di jalur Puncak mencapai 114.000 unit. Kasatlantas Polres Bogor Ajun Komisaris Rizki Gautama menyebut, tingginya volume kendaraan, terutama sepeda motor, memperparah kemacetan di sejumlah titik.

”Kami buka jalur dari arah Puncak menuju Gadog, tetapi volume kendaraan sangat tinggi, terutama sepeda motor yang memadati jalan,” ujar Rizki, Senin (16/9). Kendaraan roda dua yang berhenti di pinggir jalan saat pemberlakuan satu arah mempersempit ruang gerak kendaraan dari arah sebaliknya. Situasi ini mengurangi efektivitas sistem satu arah yang seharusnya bisa menggunakan tiga lajur menjadi dua lajur karena terhalang sepeda motor yang bergerak dari Ciawi. Kemacetan ini menyebabkan wisatawan terjebak hingga berjam-jam di jalan. Salah satunya ialah Jumar Sudiyana bersama rombongan bus yang berangkat dari Cianjur pada Minggu sore. Rombongan wisatawan ini terjebak 17 jam di sekitar Gunung Mas, Cisarua, Bogor.

”Sejak subuh, banyak kendaraan yang dimatikan untuk menghemat BBM karena sulit bergerak, bahkan beberapa kendaraan overheat,” ungkap Jumar. Kemacetan mempersulit wisatawan mendapat makanan, minuman, dan toilet. Beberapa wisatawan terpaksa menggunakan perkebunan teh di sekitar jalan sebagai tempat darurat untuk buang air. Kondisi sama dialami Dharma Andre (32) warga Bintaro, Tangsel. Andre bersama istrinya berniat liburan di kawasan Puncak malah berakhir nestapa. Bukannya wisata alam, justru wisata kemacetan. Saat berangkat dari rumahnya di Bintaro, Minggu pukul 08.30, Andre membekali diri dengan informasi berkala di media sosial dan radio. Ia memilih jalur alternatif ketimbang jalur utama dari simpang Gadog-Jalan Raya Puncak. Naas, jalur alternatif pun macet. Tujuh km ditempuh dalam lima jam. Ia baru sampai vila pukul 20.00.

Lokasinya yang relatif dekat dan mudah diakses dari Jabodetabek menjadi alasan lain mengapa Puncak populer. Sejak lama kawasan ini menjadi pilihan ideal untuk wisata akhir pekan atau liburan singkat. Selain itu, panorama alam yang indah dan tempat foto menarik membuat Puncak menjadi destinasi yang digemari wisatawan. Di sisi lain, masalah kemacetan mesti dicarikan solusi untuk keamanan dan kenyamanan kawasan ataupun warga di kawasan Puncak. Badan Penelitian dan Pengembangan Perhubungan Kemenhub membuat kajian sebagai solusi alternatif agar terjadi sinergi yang harmonis antara pengguna jalan, operator angkutan, dan pemangku kebijakan di Puncak, dimana pemanfaatan angkutan umum di kawasan Puncak dapat menjadi solusi. Penataan kawasan Puncak akan selalu dinanti wisatawan. Semua berharap, rekreasi ke Puncak memang benar-benar untuk melepas penat di tengah rutinitas. (Yoga)


Karisma Evi Tiarani, Atlet Paralimpiade yang Menembus Batas

Yoga 17 Sep 2024 Kompas (H)

Sprinter Karisma Evi Tiarani tak pernah menyangka akan meraih medali perak di Paralimpiade Paris 2024. Sebab, pesaingnya adalah trio ”ratu” Italia yang menguasai nomor 100 meter putri klasifikasi T63 (memakai kaki palsu), yaitu Ambra Sabatini, Martina Caironi, dan Monica Grazziana Contrafatto. Di luar dugaan, dalam babak final lari 100 meter putri klasifikasi T63, Sabtu (7/9/2024), Sabatini yang hampir pasti meraih emas terjatuh hanya beberapa meter dari finis. Contrafatto yang berlari di sebelah Sabatini ikut jatuh karena tak sempat menghindar. Jadilah Evi meraih perak dan Caironi mendapat emas. Jika tidak ada insiden itu, kemungkinan Sabatini mendapat emas, Contrafatto atau Caironi perak, dan Evi maksimal meraih perunggu atau finis di peringkat keempat tanpa medali.

Amat sulit bagi Evi, yang tidak memakai kaki palsu bilah, bersaing dengan pelari yang memakai kaki palsu bilah. Klasifikasi Evi sebenarnya adalah T42, yaitu keterbatasan gerak pada sebelah kaki, tetapi tidak memakai kaki palsu. Kaki kiri Evi lebih pendek daripada kaki kanannya. Para pelari dengan kaki palsu bilah, sering dijuluki blade runner, larinya akan lebih cepat setelah jarak 60 meter karena efek pantulan dari kaki palsunya. Cara mengalahkan para blade runner adalah start cepat dan berlari sekuat tenaga sejak start. ”Tidak ada yang tidak mungkin,” kata Evi kepada Kompas sebelum babak final di zona campuran Stadion Stade de France, Paris, Sabtu (7/9).

Kata-katanya terbukti pada saat babak final. Di Paris, Evi memecahkan dua rekor dunia 100 meter putri klasifikasiT42 atas namanya, yaitu dari 14,37 detik pada Asian Para Games Hangzhou tahun 2023 menjadi 14,34 detik pada heat 1 (semifinal), lalu dipertajam lagi menjadi 14,26 detik di babak final. Target utama Evi selanjutnya adalah Paralimpiade Los Angeles 2028. Namun, sebelumnya, target terdekat adalah ASEAN Para Games Thailand 2025. Targetnya tetap sama, yaitu memecahkan rekor pribadi. Evi tidak cepat puas, dia selalu tertantang menembus limitnya sendiri. (Yoga)


Pertumbuhan Kuat, Chandra Asri Agresif Berekspansi Berbagai Sektor

Yuniati Turjandini 17 Sep 2024 Investor Daily (H)
PT Chandra Asri Pacific Tbk (Chandra Asri Group), dengan kode saham TPIA, agresif berekspansi ke berbagai sektor usaha sejak akhir 2022. Perseroan kini telah bertransformasi menjadi holding di sektor, air serta Jetty & Tank Farm. Perkembangan bisnis infrastruktur ini melengkapi bisnis petrokimia yang sudah lebih dahulu digeluti. Memasuki usia ke 32 tahun, Chandra Asri Group bukan sekedar perusahaan petrokimia terbesar nasional, melainkan korporasi yang memiliki berbagai portfolio bisnis. Diharapkan, hal ini akan menopang pertumbuhan kuat perseroan dalam melayani Indonesia di masa depan. Transformasi bisnis Chandra Asri Group ditegaskan dengan perubahan nama dari PT Chandra Asri Petrochemical Tbk menjadi PT Chandra Asri Pacific Tbk. Perusahaan ini telah mendapatkan persetujuan  dari Kementerian Hukum dan HAM pada tanggal 3 Januari 2024 dan telah memperoleh persetujuan pemegang saham dalam rapat umum pemegang saham luar biasa (RUPSLB) pada 29 Desember 2023. (Yetede)

Kamar Dagang menjadi Kamar Pertarungan Dualisme

Yuniati Turjandini 17 Sep 2024 Investor Daily (H)
Sejumlah kalangan menyayangkan dualisme kepemimpinan di Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia. Padahal, para pengurus Kadin harusnya satu arah, karena tantangan ekonomi yang dihadapi makin berat, antara lain dari menurunnya kinerja manufaktur, pelemahan daya beli masyarakat, dan maraknya pemutusan hubunga kerja (PHK) sejumlah sektor. Selain itu, dualisme Kadin bisa memicu ketidakpastian, menggerus kepercayaan pengusaha terhadap organisasi itu, membingungkan investor, hingga merusak ekosistem bisnis dan investasi di Tanah Air. Tak ayal lagi, sejumlah pihak meminta dualisme kepemimpinan Kadin harus segera diakhiri. Pemerintah diharapkan berperan sebagai penengah agar Kadin bisa kembali menjalankan fungsinya dengan baik. (Yetede)

Bank-bank Sentral Utama Dunia Menggelar Pertemuan Kebijakan Moneter

Yuniati Turjandini 17 Sep 2024 Investor Daily (H)
Bank-bank sentral utama dunia menggelar pertemuan kebijakan moneter masing-masing pekan ini dengan norma memasuki pemangkasan suku bunga acuan. Salah satu yang sangat dinanti-nantikan adalah rapat dua hari The Federal Reserve dan para investor menunggu-nunggu kebijakan suku bunga bank sentral Amerika Serikat ini ke depan. Minggu-minggu ini sibuk nan padat itu diawali oleh pertemuan The Fed pada Selasa (17/09/2024) waktu setempat yang disusul pengumuman serta konferensi pers Gubernur The Fed Jerome Powell esok siangnya waktu setempat. Bank sentral Brasil yang juga dijadwalkan menggelar pertemuan kebijakan pada Selasa dan Rabu (18/09/2024). Adapun Bank Of England (BOE), Norway's Norges Bank, dan Reserve Bank of South Africa (19/09/2024). Bank sentral terakhir yang dijadwalkan memberikan keputusan tentang suku bunga terbarunya adalah Bank of Japan (BoJ) pada Jumat (20/9/2024), usai rapat dua hari. (Yetede)

Persaingan Industri Perbankan dalam dan Luar Negeri

Yuniati Turjandini 17 Sep 2024 Investor Daily (H)

Sejumlah bank asing mulai mengurangi operasionalnya di Indonesia. Hal ini lantaran bank-bank asing tidak dapat bersaing dengan bank-bank besar nasional, utamanya pada segmen bisnis ritel atau konsumer. OJK menilai, keputusan bank asing untuk menjual bisnisnya atau mengurangi operasioanlnya di Indonesia disebabkan oleh adanya peralihan fokus dari induk bisnis masing-masing bank. Menurut Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK Dian Ediana Rae, iklim investasi di Indonesia yang semakin terbuka pasca pandemi Covid-19 menjadi salah satu daya tarik tersendiri bagi investor baik lokal maupun asing, prospek kinerja bank  asing di Indonesia tentunya masih sesuai dengan harapan dan porsi terhadap industri yang tetap terjaga dengan baik. "Dukungan kami terhadap peningkatan daya saing perbankan nasional tidak hanya diberikan kepada bank 'asli Indonesia' namun tentunya juga bank asing yang beroperasi di Indonesia," imbuh Dian.  Pada prinsipnya, OJK akan senantiasa mendukung industri keuangan yang berdaya saing dengan penerapan prinsip kehati-hatian sesuai dengan ketentuan yang berlaku. (Yetede)

IHSG Berpeluang Kembali Menembus Rekor Tertinggi

Yuniati Turjandini 17 Sep 2024 Investor Daily (H)
Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) akan bergerak bervariasi dengan kecenderungan menguat (mixed to higher) di pekan penetapan suku bunga The Fed (Fed Fund Rate/FFR) pada minggu ini. IHSG berpeluang kembali menembus rekor tertinggi baru (all time high/ATH) dengan batasan resistance di 7.833-7.911. "Pergerakan IHSG akan lebih dipengaruhi sentimen terkait dengan bank sentral Amerika (The fed) dalam penerapan suku  bunga acuan. IHSG dipekan ini cenderung mixed to higher dengan support 7.765-7.723 dan resistance 7.833-7911," kata Senior Market Chartist-Retail Business Mirea Asset Sekuritas Muhammad Nafan Aji Gusta Utama kepada Investor Daily. Nafan mengungkapkan, rapat the Fed (FOMC) yang akan digelar pada 17-18 September mendatang, akan menjadi perhatian pelaku pasar dan sentimen penggerak pasar IHSG di pekan ini. "Tentunya kita berharap the Fed juga memberikan sinyal kuat adanya kebijakan pelongggaran moneter ke depannya. Sehingga pelonggaran moneter ini akan meningkat likuiditas pasar," ujar dia.

Limbah Sapi Dampak Program Susu Gratis

Yuniati Turjandini 17 Sep 2024 Tempo

PEMERINTAH mengalokasikan anggaran Rp 71 triliun untuk program makan siang dan susu gratis. Program ini menjadi andalan presiden dan wakil presiden terpilih, Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka, dalam Pemilu 2024. Sayangnya, kendati anggaran sudah diketok, belum ada kejelasan hingga saat ini seputar detail program pemberian susu. Terakhir, program susu gratis membutuhkan impor 2,15 juta ekor sapi perah. Konsumsi susu memang baik untuk nutrisi masyarakat Indonesia. Pengembangan peternakan sapi perah pun berpeluang meningkatkan perekonomian peternak. Namun impor 2,15 juta ekor sapi jelas bukan angka yang sedikit. Selain berisiko menyedot anggaran, program susu yang tidak dilaksanakan secara hati-hati justru bisa menciptakan mudarat yang lebih besar ketimbang manfaatnya.

Sapi perah di peternakan jelas membutuhkan pakan untuk tetap hidup dan memproduksi susu. Di Indonesia, peternak acap memberi pakan rumput serta limbah pertanian, seperti jerami padi dan sisa panen sayuran, untuk sapi perah mereka. Ada juga pakan jadi hasil produksi industri pakan. Produk ini berasal dari campuran jagung, bungkil kedelai, dedak, dan limbah pengolahan pangan, misalnya ampas tahu, ampas singkong, serta ampas kecap. Sejumlah siswa mendapatkan susu sapi murni gratis dalam acara uji coba gerakan minum susu di SD Negeri 1 Sudagaran, Banyumas, Jawa Tengah, 5 Agustus 2024. ANTARA/Idhad Zakaria Sayangnya, sistem pencernaan sapi tidak menyerap nutrisi pakan ini secara sempurna. Sisa-sisa pakan yang tak tecerna kemudian dimakan oleh mikroba dalam perut sapi sehingga menghasilkan metana. Gas tersebut keluar saat sapi beserdawa ataupun keluar melalui kotorannya. Metana adalah gas rumah kaca yang paling berbahaya karena paling efektif memerangkap panas dibanding karbon dioksida (CO2). Walhasil, jika emisi metana makin banyak, suhu bumi bisa memanas lebih cepat. (Yetede)

Pilihan Editor