Pembangunan IKN Nusantara: Memulai Transformasi Ekonomi
Pemerintah akan fokus mengembangkan pusat ekonomi di sekitar Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara pada tahun depan untuk menjadikannya layak huni. Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional, Suharso Monoarfa, menyatakan bahwa pembangunan tahap 2 di IKN akan dimulai tahun depan dengan fokus pada fasilitas pendukung ekonomi seperti pertokoan, kafe, mal, serta fasilitas publik seperti rumah sakit, sekolah, tempat ibadah, dan ruang terbuka. Hal ini bertujuan agar IKN tidak hanya menjadi kota administrasi, tetapi juga pusat kehidupan ekonomi yang dinamis.
Suharso menekankan pentingnya peran investor swasta dalam pembangunan tahap 2 ini, dan saat ini terdapat sekitar 80 investor yang sudah siap terlibat, termasuk 40 investor dari dalam negeri.
Presiden Joko Widodo (Jokowi) juga mendorong investor untuk berpartisipasi, dengan menawarkan 493 bidang tanah di IKN seluas 2-4 hektare. Jokowi menyatakan bahwa lahan ini akan segera dirilis untuk menarik lebih banyak investasi.
Liburan Panjang: Penerbangan Jadi Pilihan Favorit
Perjalanan udara masih menjadi pilihan utama wisatawan domestik selama libur panjang meskipun jumlah wisatawan cenderung menurun sejak libur Lebaran 2024. Di Bandara Internasional Sultan Hasanuddin, Taufan Yudhistira, Kepala Departemen Hubungan Stakeholder, melaporkan bahwa selama libur panjang 14-16 September 2024, terjadi peningkatan pergerakan penumpang sebesar 2% dibandingkan hari biasa, dengan 84.777 orang yang tercatat. Jumlah pergerakan pesawat juga naik sebesar 2%, mencapai 623 penerbangan selama tiga hari tersebut, terutama untuk rute Jakarta, Surabaya, dan Kendari.
General Manager PT Angkasa Pura Indonesia Bandara Sultan Hasanuddin, Minggus Gandeguai, memperkirakan bahwa pergerakan penumpang di bandara ini sepanjang 2024 dapat mencapai 12,2 juta orang, meningkat 15% dibandingkan 2023. Peningkatan ini didorong oleh pembukaan rute baru, seperti Makassar-Bali oleh Batik Air, Makassar-Kuala Lumpur oleh Malaysia Airlines, dan Makassar-Palopo oleh Wings Air.
Selain itu, industri perhotelan juga optimis untuk melakukan ekspansi di tengah pemulihan pariwisata, seperti yang diungkapkan oleh Ricky Putra, Chief Operating Officer Sudamala Resorts. Sudamala sedang membangun resor baru di Ubud dan Sumba, dengan target menambah 300 kamar hingga 2026, seiring dengan meningkatnya minat wisatawan mancanegara terhadap destinasi tersebut.
Pesona Seni Lokal Menambah Daya Tarik Ekonomi Kreatif Balikpapan
Upaya Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) Kota Balikpapan dalam mengembangkan sektor ekonomi kreatif melalui ajang "Pesona Balikpapan". Kepala Disporapar Balikpapan, Ratih Kusuma, berharap ajang ini bisa memberdayakan masyarakat, khususnya para pelaku seni lokal, dan berkontribusi pada peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Ratih menekankan bahwa kegiatan ini, yang dimulai di Pantai Manggar Segar Sari, bertujuan untuk meningkatkan kunjungan wisatawan dan pendapatan dari ekonomi kreatif, sekaligus memamerkan kreativitas seni lokal. Pesona Balikpapan akan digelar setiap bulan dengan inovasi baru untuk menciptakan pengalaman unik bagi pengunjung.
Ratih juga mengumumkan acara "Balikpapan Fest" yang akan diadakan pada 26-29 September 2024, yang menampilkan berbagai subsektor ekonomi kreatif seperti seni pertunjukan, tari, musik, fashion, dan seni lukis.
Kasus Kaesang: KPK Siap Klarifikasi ke Jokowi
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) berpotensi melakukan klarifikasi terhadap Presiden Joko Widodo (Jokowi) terkait aktivitas putra bungsunya, Kaesang Pangarep, yang menggunakan pesawat jet pribadi. Kaesang telah mendatangi KPK secara sukarela untuk melaporkan gratifikasi tersebut dan mengisi formulir sebagai anak penyelenggara negara. Kaesang menyatakan bahwa dia hanya menumpang jet milik temannya saat bepergian ke Amerika Serikat.
Pahala Nainggolan, Deputi Pencegahan dan Monitoring KPK, mengatakan ada kemungkinan Jokowi juga akan diklarifikasi, meskipun hal tersebut belum pasti. Jokowi sendiri menegaskan bahwa semua warga negara, termasuk keluarganya, akan diperlakukan sama di mata hukum.
Memahami ROI dalam Investasi untuk Pertumbuhan
Return on Investment (ROI) merupakan alat yang digunakan untuk mengukur tingkat profitabilitas dari suatu investasi. Menurut Dataindonesia.id, ROI adalah rasio yang membandingkan keuntungan atau kerugian dari suatu investasi dengan biaya awalnya. ROI biasanya dinyatakan dalam bentuk persentase dan menjadi indikator bagi investor untuk menilai efektivitas investasi. Jika hasil ROI positif, investasi dianggap menguntungkan, sedangkan jika ROI negatif, investasi belum memberikan hasil yang diharapkan. ROI sering digunakan dalam analisis keuangan untuk menentukan kelayakan suatu investasi.
APBN 2025: Fokus pada Program Rakyat untuk Ekonomi yang Lebih Baik
Anggaran negara pada tahun pertama Pemerintahan Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka akan difokuskan untuk membiayai program-program yang dijanjikan saat kampanye pemilihan presiden (Pilpres) alias program populis. Pemerintah dan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) kemarin sepakat memperbesar belanja pemerintah pusat untuk mengakomodasi program populis tersebut. Belanja negara ditetapkan Rp 3.621,31 triliun, dengan perincian belanja pemerintah pusat Rp 2.701,44 triliun dan transfer ke daerah Rp 919,87 triliun. Belanja pemerintah pusat lebih tinggi dari usulan di Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2025 yang sebesar Rp 2.693,18 triliun. Ini karena pemerintah dan DPR sepakat menambah anggaran belanja kementerian dan lembaga (K/L) menjadi Rp 1.160,09 triliun dibanding RAPBN 2025 yang sebesar Rp 976,79 triliun. Di sisi lain, belanja non K/L justru menyusut menjadi Rp 1.541,36 triliun, dibandingkan RAPBN 2025 yang sebesar 1.716,39 triliun. Pergeseran anggaran ini untuk menyokong sejumlah program pemerintahan baru di tahun pertama. Terutama, anggaran program makan bergizi gratis (MBG) yang mencapai Rp 71 triliun. Ada pula beberapa program lain, mulai dari pemeriksaan kesehatan gratis, hingga lumbung pangan nasional, daerah dan desa.
Ketua Badan Anggaran (Banggar) DPR RI Said Abdullah dalam rapat dengan pemerintah dan Bank Indonesia (BI) tentang Pembicaraan Tingkat I/Pembahasan Rancangan Undang-Undang (RUU) tentang APBN 2025, kemarin mengatakan, pihaknya memberi keleluasaan bagi pemerintah untuk menjalani program unggulan pemerintah baru alias quick win.
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati berharap, APBN 2025 menjadi APBN transisi bagi pemerintahan baru, dapat terus memberikan manfaat maksimal bagi seluruh masyarakat Indonesia.
Anggota Banggar Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhammad Kadafi meminta pelaksanaan anggaran untuk meningkatkan kualitas masyarakat tidak menurun. Pihaknya meminta porsi belanja negara benar-benar dimanfaatkan untuk penanggulangan kemiskinan.
Direktur Center of Economic and Law Studies (Celios) Bhima Yudhistira menilai, APBN 2025 masih didesain moderat karena target pendapatan tidak naik signifikan, di tengah program dan kebutuhan belanja baru. Ditambah kebutuhan pembayaran pokok utang maupun bunganya.
Ekonom Bright Institute Awalil Rizky menilai, APBN 2025 kurang produktif lantaran porsi belanja non K/L masih lebih besar dibanding belanja K/L. Pasalnya, belanja non K/L terdiri dari pembayaran bunga utang, subsidi, transaksi khusus dan belanja lainnya seperti cadangan.
Impor Makanan Bergizi Gratis Melonjak: Tantangan dan Solusi
Impor sejumlah bahan pangan menanjak menjelang pelantikan Presiden dan Wakil Presiden TerpilihPrabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka. Kenaikan impor terutama pada bahan pangan yang berkaitan dengan program makan bergizi gratis (MBG) yang akan bergulir mulai tahun depan. Pertama, impor susu. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, nilai impor susu pada Agustus tahun ini meningkat 21,19% month to month (mtm). Pun secara tahunan, nilai impor susu tumbuh 21,12% year on year (yoy). Walaupun, "(Nilai impor susu) secara kumulatif (Januari-Agustus) turun 10,27% yoy," papar Deputi Bidang Distribusi dan Jasa BPS Pudji Ismartini dalam konferensi pers, Selasa (17/9). Kedua , impor hewan hidup berupa sapi atau lembu yang nilainya tumbuh 44,09% yoy, meski turun 22,09% mtm. Nilai impor sapi pada bulan lalu mencapai US$ 44,75 juta. Pun dengan volumenya, yang naik 54,47% yoy pada Agustus 2024, meski turun 17,71% mtm.
Volume impor sapi pada Agustus mencapai 12.111 ton.
Ketiga, telur unggas. Indonesia ternyata masih mengimpor telur unggas dengan nilai US$ 1,24 juta di bulan lalu. Angka ini tumbuh 23,68% yoy dan naik 32,80% mtm.
Keempat, impor ikan. Meski Indonesia negara maritim, faktanya nilai impor ikan RI cukup besar, yakni US$ 19,24 juta di Agustus 2024. Secara tahunan, impor komoditas ini turun 18,07% yoy, tetapi meningkat 23,07% mtm.
Di sisi lain, nilai ekspor RI sebesar US$ 23,56 miliar, masing-masing naik 7,13% yoy dan 5,97% mtm. Kinerja ekspor terutama didorong harga batubara dan minyak sawit mentah alias
crude palm oil
/CPO. Oleh sebab itu, nilai impor yang lebih rendah dibanding ekspor membuat neraca perdagangan Indonesia kembali surplus jumbo, yakni US$ 2,9 miliar. Alhasil, neraca perdagangan mencetak surplus 52 bulan berturut-turut.
Kepala Ekonom Bank Permata Josua Pardede dan
Chief Economist
Bank Syariah Indonesia Banjaran Surya Indrastomo memperkirakan nilai impor bisa menguat sejalan dengan permintaan yang tetap tinggi. Meski begitu, Banjaran melihat surplus neraca perdagangan masih berlanjut ke depan, yang didorong kenaikan ekspor karena pemulihan ekonomi global.
Kerjasama Ekonomi Indonesia-Inggris Mencakup Berbagai Sektor
Pemerintah Indonesia menggandeng Pemerintah Inggris dalam pembangunan berkelanjutan atau
Sustainable Development Goals
(SDGs) dan ekonomi hijau.
Kerja sama ini ditandai pendandatanganan memorandum saling pengertian (MSP) antara Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN/Bappenas) Suharso Manoarfa dan Menteri Pembangunan, Perempuan dan Kesetaraan Inggris Anneliese Dodds, Selasa (17/9).
Menteri PPN/Kepala Bappenas Suharso Monoarfa menjelaskan, kerja sama Indonesia dan Inggris meliputi berbagai sektor, di antaranya pengentasan kemiskinan, isu iklim hingga percepatan SDGs. Ada pula sektor prioritas lainnya, seperti pembangunan ekonomi berkelanjutan, kesetaraan gender dan inklusi sosial, energi bersih dan terbarukan, inovasi industri hijau dan infrastruktur ramah lingkungan, kota dan komunitas berkelanjutan, aksi iklim dan lingkungan hidup serta sektor lainnya.
"Kita tahu di SDGs banyak sekali isu, termasuk karbon, kesetaraan gender, infrastruktur dan banyak hal," jelas Suharso dalam penandatanganan MoU bersama Menteri Pembangunan Inggris, Selasa (17/9).
Pengambilalihan Baru, Harapan Baru di Dunia Bisnis
Aksi akuisisi pergantian pemegang saham pengendali di emiten Bursa Efek Indonesia (BEI) kembali terjadi. Terbaru, PT Kurniamitra Duta Sentosa Tbk (KMDS) dan PT Lini Imaji Kreasi Ekosistem Tbk (FUTR) sedang melakukan proses dan negosiasi transaksi jual beli saham antara pengendali saham lama dan calon pengendali baru. Direktur Utama Kurniamitra Duta Sentosa, Hengky Wijaya menyampaikan, pada 11 September 2024, PT Dima Investindo (DI) telah menandatangani perjanjian pengikatan jual beli saham dengan PT Miki Ojisan Indomitra (MOI) dan KMDS. Kesepakatan itu terkait rencana pengambilalihan 440 juta saham milik MOI, mewakili 55% modal dalam KMDS. "Transaksi ini dapat menyebabkan perubahan pengendali saham KMDS," kata Hengky, dalam keterbukaan informasi, Kamis (12/9). Beberapa hari sebelumnya, pengumuman serupa disampaikan manajemen FUTR. Direktur Utama FUTR, Martha Rebecca menyatakan, terdapat proses negosiasi antara PT Investasi Gemilang Maju (IGM) selaku calon penjual dan PT Hexa Prima Nusantara (HPN) calon pembeli. Pelaku pasar sempat merespons positif rencana pergantian pemegang saham pengendali ini.
Tercermin dari lonjakan harga saham KMDS di penutupan perdagangan Selasa (17/9) sebesar 5% ke level Rp 735 per saham.
Harga saham PT Meratus Jasa Prima Tbk (KARW) dan PT Green Power Group Tbk (LABA) juga meroket hingga ribuan persen pasca pergantian pengendali. Pada Selasa (17/9), harga KARW ambles 9,94% ke Rp 2.810 dan LABA naik 3,01% jadi Rp 685 per saham. Namun, saham KARW sudah mengakumulasi kenaikan hingga 5.520% dan LABA terbang 1.270% sejak awal tahun ini.
Head Customer Literation and Education
Kiwoom Sekuritas, Oktavianus Audi menyoroti, pergantian pengendali dapat mengubah arah perusahaan. Kehadiran pemilik anyar biasanya membawa strategi baru. Terlebih jika pengendali baru telah berpengalaman di industrinya.
Founder
& CEO Finvesol Consulting, Fendi Susiyanto sepakat, posisi dan reputasi pengendali baru akan menentukan perubahan strategi bisnis dan prospek kinerja. Strategi ini bisa mengubah prospek pendapatan dan marjin laba emiten.
Founder
Stocknow.id, Hendra Wardana mengamini, pelaku pasar mesti mencermati rekam jejak pengendali baru dan rencana bisnis yang akan dibawa untuk emiten. Kemudian, pertimbangkan kembali performa fundamental emiten setelah diakuisisi.
Pengamat Pasar Modal & Founder WH-Project William Hartanto menilai, kenaikan harga saham emiten saat awal pengumuman perubahan pengendali biasanya terdorong oleh ekspektasi pasar. Dengan adanya perubahan pengendali, ada perbaikan prospek kinerja emiten.
Penjualan Mobil yang Tinggi Picu Pertumbuhan Emiten Komponen
Penjualan mobil nasional di sepanjang Agustus 2024 melonjak. Data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) menunjukkan, penjualan wholesales (pabrik ke dealer) mobil nasional mencapai 76.304 unit, tumbuh 2,8% secara bulanan dari 74.229 unit.
Begitu pula penjualan retail atau dari diler ke konsumen mobil nasional yang naik 1,6% secara bulanan menjadi 76.808 unit pada Agustus 2024. Pertumbuhan penjualan mobil bisa jadi sentimen positif bagi emiten komponen otomotif.
Wakil Direktur Utama PT Selamat Sempurna Tbk (SMSM), Ang Andri Pribadi melihat, naiknya penjualan mobil nasional akan mendongkrak populasi kendaraan di pasar domestik. Seiring itu, emiten komponen otomotif bisa memperbesar pasarnya.
Direktur PT Reliance Sekuritas Indonesia Tbk (RELI), Reza Priyambada menilai, meningkatnya penjualan mobil nasional dapat meningkatkan permintaan komponen otomotif. Terutama untuk komponen kendaraan yang dirakit di Indonesia bukan kendaraan impor.
Sentimen prospek emiten komponen otomotif juga datang dari pertumbuhan industri kendaraan listrik di dalam negeri. Reza bilang, kendaraan listrik butuh komponen berbeda dari jenis konvensional. Ini buka peluang emiten komponen untuk mengembangkan produk baru. "Daya beli masyarakat juga memengaruhi sentimen tersebut. Belum lagi dari permintaan akan kendaraan listrik," terangnya.









