;

Investasi yang Tepat di Tengah Tren Penurunan Suku Bunga

Hairul Rizal 17 Sep 2024 Kontan

Era suku bunga tinggi akan segera berakhir. Jika sesuai rencana, bank sentral Amerika Serikat (AS), The Fed, bakal memangkas suku bunganya pada pertemuan Federal Open Market Committee (FOMC) pada hari ini (17/) hingga Rabu (18/9). Keputusan The Fed diproyeksi akan diikuti Bank Indonesia (BI). Seiring itu, sejumlah portofolio investasi akan terpapar sentimen positif. CEO PT Pinnacle Persada Investama alias Pinnacle Investment Guntur Putra menilai, penurunan suku bunga akan membuat kupon obligasi jadi lebih menarik dibanding suku bunga pasar. Tak hanya obligasi, pasar saham juga akan menggeliat. Pemangkasan bunga The Fed berpotensi mendatangkan capital inflow . Dus, likuiditas di pasar meningkat. "Penurunan suku bunga dapat meningkatkan daya tarik saham, terutama sektor yang sensitif terhadap suku bunga," imbuh dia. CEO and Founder Finansialku Melvin Mumpuni mengamini, penurunan suku bunga akan berdampak positif pada pasar saham. Perusahaan di sektor Kepala Ekonom Bank Permata Josua Pardede menyarankan, dengan ada pemangkasan suku bunga, investor bisa lebih agresif mengatur portofolionya. "Dari sebelumnya di aset safe haven , dialihkan lebih banyak aset yang berisiko," ujar dia.

Pilkada 2024 Jadi Pendorong Performa Emiten Media

Hairul Rizal 17 Sep 2024 Kontan

Kinerja emiten media di kuartal III-2024 diproyeksi masih tumbuh di sisa tahun ini. Salah satu sentimen pendorong berasal dari momentum Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2024 pada November mendatang. Selama semester satu tahun ini, kinerja emiten media masih moncer. Contoh PT Surya Citra Media Tbk (SCMA), yang meraih laba bersih Rp 327,65 miliar di semester I-2024, naik 372,37% secara tahunan dari Rp 69,36 miliar. Sementara PT Media Nusantara Citra Tbk (MNCN) meraup laba bersih Rp 808,47 miliar per 30 Juni 2024, tumbuh 8,35% secara tahunan dari Rp 194,52 miliar. Padahal pendapatan usaha MNCN terkoreksi 2,25% secara tahunan menjadi Rp 4,34 triliun. Executive Chairman MNCN, Hary Tanosoedibjo mengatakan, perseroa ini mencatat penurunan pendapatan dari layanan free to air (FTA) televisi di semester I-2024. Kontribusi FTA televisi menyumbang sekitar 45,8% dari total pendapatan MNCN. Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas, Maximilianus Nico Demus melihat, moncernya kinerja keuangan tak seirama dengan kinerja saham emiten media. Nico melihat, sentimen positif datang menjelang Pilkada 2024, khususnya di segmen televisi digital berbayar. "Layanan TV digital akan mendongkrak jumlah penonton dan berkontribusi terhadap peningkatan iklan," katanya.

Kabut Asap dan Regulasi Baru: Tantangan Baru Dunia Usaha

Hairul Rizal 17 Sep 2024 Kontan

Kinerja PT Gudang Garam Tbk (GGRM) suram di tengah kenaikan cukai ketika daya beli masyarakat masih lemah. Emiten sektor rokok ini diperkirakan masih bakal dipenuhi kabut asap karena kurangnya katalis positif. GGRM melaporkan hasil kinerja yang buruk pada kuartal kedua 2024, dengan laba bersih anjlok 75,1% year on year (yoy) dan 44,7% quarter on quarter (qoq) menjadi Rp 329 miliar. Sehingga, laba bersih GGRM pada semester I-2024 tergerus jadi Rp 925 miliar, turun 71% yoy. Analis Ciptadana Sekuritas Asia, Putu Chantika Putri mengamati, kinerja GGRM disebabkan beberapa faktor, termasuk pertumbuhan pendapatan yang melambat. GGRM juga tertinggal dari pesaing utama karena penurunan penjualan segmen Sigaret Kretek Mesin (SKM). Penurunan pendapatan dari SKM sekitar -10,6% yoy. Sedangkan pendapatan Sigaret Kretek Tangan (SKT) masih tumbuh sebesar 8,4% yoy menjadi Rp 2,3 triliun. 

Margin kotor GGRM juga terkikis karena kurangnya kenaikan harga jual produk. Di sisi lain, biaya pengeluaran (opex) GGRM tercatat lebih tinggi. Analis Sinarmas Sekuritas, Vita Lestari melihat, nilai penjualan SKM GGRM yang mencapai titik terendah dalam beberapa tahun menunjukan bahwa terjadi peralihan ke produk dengan harga yang lebih murah (downtrading). Putu mengatakan, tekanan bagi GGRM nampaknya masih belum berakhir hingga akhir tahun ini. Hal itu karena tingkat penjualan lemah, kurangnya katalis nyata untuk meningkatkan daya beli. Karena itu, Putu merevisi perkiraan penjualan GGRM akan lebih rendah. Pendapatan GGRM diperkirakan makin tergerus menjadi hanya Rp 103,15 triliun dari proyeksi sebelumnya sebesar Rp 109,41 triliun dan capaian tahun 2023 sebesar Rp 118,95 triliun. Di sisi lain, Senior Market Chartist Mirae Asset Sekuritas Indonesia, Nafan Aji Gusta menilai, peluang pemangkasan suku bunga dapat menjadi katalis positif bagi GGRM karena dapat meningkatkan kembali konsumsi domestik. "Tapi pemulihan membutuhkan waktu lama, kata Nafan, ke KONTAN, kemarin.

Persaingan Bank Dalam Menarik Dana Murah Semakin Ketat

Hairul Rizal 17 Sep 2024 Kontan

Perbankan berlomba-lomba mencari strategi untuk mendorong peningkatan porsi dana murah alias current account saving account (CASA) untuk menjaga pertumbuhan secara berkelanjutan. Semakin tinggi rasio CASA satu bank, maka akan semakin kompetitif bank tersebut di pasar. Strategi yang dilakukan antar bank beragam. Ada yang fokus hanya mengoptimalkan layanan digital dan memberi bunga yang lebih bersaing, ada yang memilih menggenjot kerjasama payroll dan pengelolaan kas. Ada pula yang lebih mengandalkan program undian berhadiah. Bank Tabungan Negara (BTN), misalnya, memilih strategi pengoptimalan layanan digital dan meningkatkan benefit ke nasabah melalui produk BTN Prospera. 

Direktur Distribution & Institutional Funding BTN Jasmin mengatakan, bank pelat merah ini terus melakukan inovasi fitur pada aplikasi BTN Mobile. Inovasi ini diharapkan mendorong nasabah semakin aktif bertransaksi. Sementara Bank Mandiri fokus mengoptimalkan layanan digital untuk menjaring CASA. Bank pelat merah ini terus berinovasi menghadirkan fitur untuk memenuhi segala macam kebutuhan nasabah dengan mudah. "Selain itu, Bank Mandiri juga memberi suku bunga yang kompetitif, dengan fokus pada penyediaan benefit, engagement dan program loyalty yang dapat dinikmati di berbagai partner strategis," kata Evi Dempowati, SVP Retail Deposit Product & Solution Bank Mandiri. Adapun Bank Danamon Indonesia fokus memacu CASA lewat program undian berhadiah bertajuk Danamon Hadiah Beruntun (DHB). Program tersebut berlangsung selama periode Juni 2024 sampai 31 Januari 2025. Consumer Funding and Wealth Business Head Bank Danamon Ivan Jaya mengatakan, program DHB sudah dijalankan selama tiga tahun terakhir. Program ini digelar kembali karena terbukti sukses mendongkrak pertumbuhan dana pihak ketiga (DPK) hingga lebih dari 13%.

ASF Meluncurkan Obligasi Senilai Rp 2,6 Triliun untuk Ekspansi

Hairul Rizal 17 Sep 2024 Kontan

PT Astra Sedaya Finance (ASF) menerbitkan obligasi berkelanjutan VI tahap IV tahun 2024. Obligasi ini merupakan bagian dari rencana ASF yang dilakukan sejak Juni 2023, dengan target dana Rp 12 triliun. Manajeman ASF, dalam keterbukaan informasi di BEI, menyebut, ASF akan menerbitkan obligasi senilai Rp 2,6 triliun dalam dua seri. Seri A senilai Rp 1,18 triliun berjangka waktu 370 hari dan memberi bunga 6,45% per tahun. Sedangkan seri B akan berjangka waktu 36 bulan akan membayar bunga 6,7% per tahun. Penawaran umum obligasi ini akan dilakukan pada 26-27 September 2024. Sementara pencatatan akan dilakukan pada 3 Oktober 2024.

Penolakan Perpecahan di Kadin oleh Dunia Usaha

Yoga 17 Sep 2024 Kompas (H)

Sejumlah kalangan dunia usaha menyesalkan Kamar Dagang dan Industri atau Kadin Indonesia terseret dalam konflik yang memunculkan perpecahan. Mereka berharap segera ada solusi sehingga Kadin sebagai induk organisasi dunia usaha dapat fokus menyelesaikan masalah perdagangan dan industri nasional. Perpecahan dalam tubuh Kadin Indonesia muncul ketika sejumlah perwakilan Kadin provinsi menggelar musyawarah nasional luar biasa (munaslub) di Jakarta, Sabtu (14/9) yang menetapkan Anindya Bakrie sebagai ketua umum baru. Padahal, jabatan tersebut masih diampu oleh Arsjad Rasjid yang telah diakui sebagai Ketua Umum Kadin Indonesia periode 2021-2026 secara aklamasi dalam musyawarah nasional di Kendari, Sultra, pada 2021. Ketua Umum Ikatan Pengusaha Konveksi Berkarya (IPKB) Nandi Herdiaman menyayangkan permasalahan yang terjadi dalam organisasi Kadin belakangan.

”Siapa pun yang jadi, yang sah, kalau bagi kami harus segera diselesaikan, entah itu dari kubu Arsjad ataupun kubu yang baru dilantik. Kami hanya berharap polemik ini segera selesai karena kami akan terdampak,” kata Nandi, Senin (16/9). Ketua Umum Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (Gapki) Eddy Martono juga menyayangkan polemik yang terjadi di dalam Kadin. Ia berharap konflik itu dapat diselesaikan dengan segera. Kadin sebagai wadah dari dunia usaha, menurut Eddy, seharusnya tidak berpolitik praktis. Alih-alih terseret konflik kepentingan, Kadin sebaiknya memberi perhatian kepada dunia usaha, baik terkait masalah yang dihadapi saat ini maupun tantangan ke depan. ”Gapki sangat berharap masalah ini dapat segera selesai supaya tidak ada polemik berkepanjangan. Dunia usaha membutuhkan kenyamanan berusaha,” kata Eddy. (Yoga)


Fenomena Ekonomi Kosong di Tengah yang Merisaukan

Yoga 17 Sep 2024 Kompas (H)

Berita mengenai berkurangnya jumlah kelas menengah mengemuka di tengah transisi pemerintahan. Fenomena ini layak diperhatikan karena hanya simtom dari persoalan struktural yang jauh lebih merisaukan, yaitu fenomena ekonomi kosong di tengah. Jika tidak segera ditangani melalui kebijakan yang tepat, visi Indonesia Emas 2045 akan berubah menjadi Mimpi (Buruk) Indonesia Cemas 2045. Meski mengusung tema keberlanjutan kebijakan, pemerintah baru harus berani merombak kebijakan agar terjadi transformasi sebagaimana tertuang dalam dokumen Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional 2025-2045 yang pada waktunya akan menjadi undang-undang.

Data BPS menunjukkan penurunan jumlah kelas menengah dengan pengeluaran Rp 1,2 juta hingga Rp 9,9 juta per bulan dalam lima tahun terakhir, dari 57,33 juta jiwa pada 2019 menjadi 47,85 juta jiwa pada 2024. Sekitar 10 juta penduduk jatuh dari kelompok menengah menjadi kelompok menuju kelas menengah (aspiring middle class), yang pada 2019 berjumlah 129 juta jiwa, pada 2024 naik menjadi 138 juta jiwa. Jika kelas menengah dan menuju kelas menengah digabungkan, jumlahnya 66,35 % dari total penduduk Indonesia. Kelompok ini menjadi penting secara ekonomi karena menyumbang 81,49 % total konsumsi masyarakat, yang akan berimplikasi pada penerimaan PPN.

Pola kebijakan kita terlalu bias pada kelompok atas serta cenderung populis. Lima tahun terakhir ini, pemerintah memberi insentif besar pada kelompok atas melalui berbagai konsesi sehingga kekuatan bisnis dan politiknya menguat. Di sisi lain, pemerintah juga sangat royal memberikan berbagai bantuan dan program sosial kepada kelompok bawah. Peta penabung menunjukkan distribusi aset keuangan penduduk sangat timpang: secara jumlah penabung kecil mendominasi, tapi secara nominal dikuasai penabung besar yang jumlahnya hanya 0,02 % dari total penabung.

Peta penabung ini juga menjadi indikator bagi situasi sektor keuangan secara umum, di satu sisi masih kecil (dangkal) dan di sisi lain tidak merata. Sektor keuangan harus diperdalam secara sistematis agar distribusinya juga semakin merata. Berita berkurangnya jumlah kelas menengah perlu dilihat dalam konteks yang lebih luas, bahwa struktur ekonomi kita memang rapuh, kelompok menengahnya kosong. Jika pemerintah ke depan tidak mengoreksi arah kebijakan ini, maka jangan berharap pertumbuhan ekonomi bisa naik menjadi 8 %. Untuk tumbuh 5 % saja perlu insentif lebih besar. (Yoga)


Jerman Tidak Menerbitkan izin ekspor senjata ke Israel

Yoga 17 Sep 2024 Kompas

Serangkaian gugatan atas dugaan pelanggaran hukum internasional oleh Israel terhadap Palestina berdampak ke Jerman. Berlin cemas terseret dugaan pelanggaran tersebut. Karena itu, Jerman tidak lagi menerbitkan izin ekspor senjata ke Israel. Dewan Keamanan Federal Jerman (Bundessicherheitsrat/BSR) pimpinan Kanselir Jerman Olaf Scholz belum mengeluarkan izin ekspor senjata ke Israel sejak Maret 2024. Pada Januari-Februari 2024, hanya dikeluarkan izin ekspor senilai 32.000 euro. Sebagai pembanding, ekspor senjata Jerman ke Israel bernilai 326,5 juta euro. Bentuknya termasuk peluru senapan, roket pelontar, dan aneka kendaraan tempur.

Setelah AS, Jerman merupakan pemasok senjata terbesar ke Israel. Sebagian perusahaan AS-Jerman membuat perusahaan patungan untuk produksi senjata. Pada 2024, kondisi semakin sulit bagi eksportir Jerman untuk mengirim senjata ke Israel. Seorang petinggi pabrik peralatan pesawat mengungkapkan, ada izin yang harus diurus ke berbagai lembaga. Tidak ada kejelasan kapan izin akan keluar. Pada Juli 2024, pengadilan Berlin menolak gugatan penghentian ekspor senjata Jerman ke Israel. Gugatan diajukan European Center for Constitutional and Human Rights (ECCHR) bersama sejumlah warga Jerman keturunan Palestina.

Nikaragua juga menggugat Jerman ke Mahkamah Internasional (ICJ). Nikaragua menuding Jerman terlibat genosida yang dilakukan Israel di Gaza dalam bentuk bantuan keuangan, politik, dan militer Jerman untuk Israel. Ada anggota parlemen yang menyebut, ada perdebatan keras soal dukungan Jerman ke Israel. Penolakan, disampaikan anggota parlemen dari Partai Hijau yang dipimpin Menlu Jerman Annalena Baerbock. Mereka menyebut, perkembangan di Gaza menunjukkan Jerman harus berhenti mengirim senjata ke Israel. (Yoga)


Dunia Usaha Penuh Ketidakpastian

Yoga 17 Sep 2024 Kompas

Dinamika politik yang intens setahun belakangan, mulai dari pilpres pada akhir 2023 hingga pilkada serentak 27 November 2024, menimbulkan ketidakpastian yang sarat dan panjang bagi dunia usaha. Sementara perekonomian nasional tengah menghadapi tekanan yang terlihat dari daya beli masyarakat yang melemah. Salah satunya ditandai Indonesia mengalami deflasi berturut-turut sejak Mei sampai Agustus 2024. Deflasi empat bulan berturut-turut secara bulanan ini pertama kali terjadi sejak 1999 atau 25 tahun terakhir. Linier dengan tren itu, industri juga lesu. Indeks Manajer Pembelian (Purchasing Managers Index/PMI) Manufaktur Indonesia pada periode Agustus 2024 berada di level 48,9. Posisi ini melanjutkan tren kontraksi PMI Manufaktur Indonesia yang dimulai Juli, di level 49,3.

Angka di bawah 50 menunjukkan kondisi usaha tengah terkontraksi. Saat permintaan dan pasokan lemah, penyesuaian harus dilakukan. Salah satunya, efisiensi tenaga kerja. Berdasar data Kementaker, 32.064 pekerja menjadi korban PHK pada se mester I-2024. Jumlah ini naik 21,45 % dibanding periode yang sama 2023. PHK terjadi di sejumlah provinsi. Angka PHK terbanyak terjadi di Jakarta, yakni 7.469 orang, Banten 6.135 orang dan Jabar 5.155 orang. Jumlah PHK di Kemenaker terbatas yang dilaporkan. Artinya, jumlah PHK sebenarnya kemungkinan lebih banyak. ”Keadaan ekonomi Indonesia sedang tidak baik-baik saja,” ujar CEO Wyrsolution, Theodorus Wiryawan, pada Afternoon Tea-Kompas Collaboration Forum (KCF) di Jakarta, Jumat (13/9)

Pertemuan itu mengusung tema ”Pilkada dan Kemajuan Pembangunan Daerah”. KCF adalah forum yang diselenggarakan harian Kompas untuk mengakomodasi kebutuhan informasi para pemimpin perusahaan swasta dan BUMN. Afternoon Tea merupakan salah satu forum pertemuan yang menghadirkan para pemimpin perusahaan sebagai anggota KCF dengan narasumber relevan untuk berbagi informasi. Indikator lain yang menunjukkan ekonomi Indonesia tidak baik-baik saja, menurut Wiryawan, berasal dari data keuangan. Dari 574 juta rekening dengan akumulasi dana Rp 8.300 triliun, 98 % di antaranya mengalami penurunan saldo. Rasio kredit macet pada UMKM sudah berkisar 4,7 %. Defisit transaksi berjalan juga melebar, dari 1,9 miliar USD atau 0,5 % terhadap PDB pada triwulan II-2023 menjadi 3 miliar USD atau 0,9 % dari PDB pada triwulan II-2024.

”Memang ada penambahan uang beredar dan konsumsi, tetapi juga ada cost line atau investasi itu jadi tertahan. Itu terjadi bukan hanya pilpres sekarang, semua pilpres cenderung seperti itu,” katanya. Wiryawan berpendapat, perekonomian domestik masih terbilang cukup kuat dan solid dilihat dari kinerja sektor perbankan. Kondisi tersebut pada gilirannya membawa masuk investasi portofolio asing yang akan turut menjadi bantalan bagi perekonomian domestik. Oleh karena itu, ketahanan eksternal harus dijaga. ”Jadi, kalau pemerintahan politik, berani melawan kecenderungan pasar, itu bahaya. Karena berdampak pada investasi,” ucapnya. Selama arah kebijakan politik kondusif untuk pasar, daya beli masyarakat dapat terungkit kembali. Dengan demikian, titik beratnya bukan pada dinamika pilkada, melainkan arah kebijakan yang akan diambil oleh pemimpin, baik di level daerah maupun pusat. (Yoga)


Kunjungan Wisatawan Turun Akibat Pelemahan Daya Beli

Yoga 17 Sep 2024 Kompas

Pelemahan daya beli masyarakat berimbas pada industri pariwisata. Jumlah kunjungan masyarakat ke tempat-tempat wisata selama Januari-Agustus 2024 lebih sedikit dari periode yang sama tahun 2023. Ketua Umum Gabungan Industri Pariwisata Indonesia (GIPI) Hariyadi Sukamdani mengatakan, pelemahan daya beli berpengaruh bagi industri pariwisata. Jasa perhotelan, restoran, mal dan pusat perbelanjaan, hingga tempat rekreasi merasakan tekanan ini. ”Secara umum untuk hotel, (okupansi) hotel daerah wisata, seperti Bali, masih bagus. Kalau daerah lain, turun. Saat long weekend memang ramai, tapi sesudah long weekend turun lagi, secara umum begitu,” tutur Hariyadi, yang juga Ketua Umum Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Senin (16/9).

Tingkat okupansi hotel dan tempat acara, menurut Hariyadi, berkurang. Selain permintaan dari masyarakat, persoalan ini disebabkan pemerintah memangkas anggaran perjalanan dinas. Korporasi pun menahan pengeluaran karena melakukan banyak efisiensi. Dampak penurunan daya beli masyarakat juga dialami industri taman hiburan. PT Taman Impian Jaya Ancol, mencatat jumlah kunjungan Januari-Agustus 2024 menyusut 6 % dibanding periode yang sama tahun lalu. ”Pengunjung masih sedikit di bawah tahun lalu. Secara umum, sepertinya daya beli masyarakat sedang menurun atau mungkin menahan untuk spending,” ujar Kepala Humas Ancol Ariyadi Eko Nugroho.

Jumlah kunjungan ke PT Taman Safari Indonesia (TSI) yang menampilkan beragam satwa juga menyusut dari tahun lalu. Senior Vice President TSI Alexander Zulkarnain mengatakan, penurunan juga dialami kebun binatang yang pengelolaannya di bawah TSI. Sejumlah peristiwa nasional pada 2024 berkontribusi. Misalnya, hajatan besar politik, dari pilpres dan legislatif hingga kepala daerah. Liburan sekolah yang berdekatan dengan liburan Lebaran meningkatkan volatilitas kunjungan karena pengeluaran cenderung menjadi satu dan tanpa jeda. ”Hal ini terjadi pada semua industri pariwisata. Semoga berubah semester dua ini,” ucap Alexander yang juga Wasekjen Perhimpunan Usaha Taman Rekreasi Indonesia. (Yoga)


Pilihan Editor