Menpar Baru Dihadapkan Target 17 Juta Wisman
Pemerintahan Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka 2024-2029, Menteri Pariwisata diharapkan untuk serius mencapai target 17 juta wisatawan mancanegara (wisman) sepanjang tahun 2024. Sekretaris Jenderal Asita, Budijanto Ardiansjah, mengungkapkan bahwa hingga Agustus 2024, jumlah kunjungan wisman baru mencapai 9,09 juta, sehingga menteri baru perlu merumuskan strategi agar target tersebut dapat tercapai, atau setidaknya mendekatinya. Selain itu, peningkatan kualitas pariwisata dan kebijakan bebas visa kunjungan singkat juga menjadi fokus penting untuk meningkatkan devisa. Budijanto menyambut baik rencana pemisahan Kementerian Pariwisata dari Kementerian Ekonomi Kreatif, yang diharapkan dapat mempercepat kinerja sektor pariwisata.
Elite Parpol Berkonsolidasi di Kemenhan Menjelang Pelantikan Prabowo-Gibran
Pada 17 Oktober, sejumlah ketua umum partai politik mengunjungi Presiden terpilih Prabowo Subianto di kantor Kementerian Pertahanan Jakarta untuk merayakan ulang tahunnya yang ke-73. Zulkifli Hasan, Ketua Umum PAN, menyampaikan ucapan selamat dan harapan agar Prabowo memimpin Indonesia menuju kemajuan dan persatuan. Selain Zulkifli, hadir pula ketua umum dari partai-partai lain seperti Nasdem, PKB, Golkar, dan Demokrat. Ahmad Heryawan, Plh. Presiden PKS, menegaskan bahwa pertemuan tersebut bersifat silaturahmi tanpa pembahasan khusus, termasuk pengaturan kursi menteri. Para ketua umum partai menekankan pentingnya konsolidasi untuk membangun bangsa bersama.
Malaysia Jadi Target Raksasa Teknologi untuk Investasi
Indonesia perlu mengakui bahwa Malaysia kini lebih unggul dalam menarik investasi di sektor teknologi, terutama dalam industri cip dan data center. Dalam beberapa tahun terakhir, Malaysia telah berhasil menarik perhatian perusahaan teknologi global seperti Microsoft, Amazon, dan Google, yang berinvestasi hingga Rp160,8 triliun di negara tersebut. Menteri Komunikasi dan Informatika Budi Arie Setiadi menjelaskan bahwa pilihan Google untuk berinvestasi di Malaysia lebih dipengaruhi oleh tarif listrik yang lebih murah, kebijakan bebas pajak, dan kepastian hukum yang lebih baik. Sementara itu, investasi Indonesia di sektor ini masih tertinggal, dengan total investasi dari perusahaan-perusahaan besar hanya mencapai Rp25 triliun. Situasi ini menunjukkan perlunya Indonesia untuk mengevaluasi kebijakan dan infrastruktur guna meningkatkan daya saing di pasar investasi teknologi.









