;

Menpar Baru Dihadapkan Target 17 Juta Wisman

Hairul Rizal 18 Oct 2024 Bisnis Indonesia

Pemerintahan Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka 2024-2029, Menteri Pariwisata diharapkan untuk serius mencapai target 17 juta wisatawan mancanegara (wisman) sepanjang tahun 2024. Sekretaris Jenderal Asita, Budijanto Ardiansjah, mengungkapkan bahwa hingga Agustus 2024, jumlah kunjungan wisman baru mencapai 9,09 juta, sehingga menteri baru perlu merumuskan strategi agar target tersebut dapat tercapai, atau setidaknya mendekatinya. Selain itu, peningkatan kualitas pariwisata dan kebijakan bebas visa kunjungan singkat juga menjadi fokus penting untuk meningkatkan devisa. Budijanto menyambut baik rencana pemisahan Kementerian Pariwisata dari Kementerian Ekonomi Kreatif, yang diharapkan dapat mempercepat kinerja sektor pariwisata.

Elite Parpol Berkonsolidasi di Kemenhan Menjelang Pelantikan Prabowo-Gibran

Hairul Rizal 18 Oct 2024 Bisnis Indonesia

Pada 17 Oktober, sejumlah ketua umum partai politik mengunjungi Presiden terpilih Prabowo Subianto di kantor Kementerian Pertahanan Jakarta untuk merayakan ulang tahunnya yang ke-73. Zulkifli Hasan, Ketua Umum PAN, menyampaikan ucapan selamat dan harapan agar Prabowo memimpin Indonesia menuju kemajuan dan persatuan. Selain Zulkifli, hadir pula ketua umum dari partai-partai lain seperti Nasdem, PKB, Golkar, dan Demokrat. Ahmad Heryawan, Plh. Presiden PKS, menegaskan bahwa pertemuan tersebut bersifat silaturahmi tanpa pembahasan khusus, termasuk pengaturan kursi menteri. Para ketua umum partai menekankan pentingnya konsolidasi untuk membangun bangsa bersama.

Malaysia Jadi Target Raksasa Teknologi untuk Investasi

Hairul Rizal 18 Oct 2024 Bisnis Indonesia

Indonesia perlu mengakui bahwa Malaysia kini lebih unggul dalam menarik investasi di sektor teknologi, terutama dalam industri cip dan data center. Dalam beberapa tahun terakhir, Malaysia telah berhasil menarik perhatian perusahaan teknologi global seperti Microsoft, Amazon, dan Google, yang berinvestasi hingga Rp160,8 triliun di negara tersebut. Menteri Komunikasi dan Informatika Budi Arie Setiadi menjelaskan bahwa pilihan Google untuk berinvestasi di Malaysia lebih dipengaruhi oleh tarif listrik yang lebih murah, kebijakan bebas pajak, dan kepastian hukum yang lebih baik. Sementara itu, investasi Indonesia di sektor ini masih tertinggal, dengan total investasi dari perusahaan-perusahaan besar hanya mencapai Rp25 triliun. Situasi ini menunjukkan perlunya Indonesia untuk mengevaluasi kebijakan dan infrastruktur guna meningkatkan daya saing di pasar investasi teknologi.

Kritik Terhadap Kabinet Gemoy Prabowo

Hairul Rizal 18 Oct 2024 Kontan (H)
Menjelang pelantikannya sebagai Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto mempersiapkan kabinetnya yang diperkirakan terdiri dari 46 menteri, termasuk enam menteri koordinator. Jumlah ini merupakan yang terbanyak sejak pemilihan presiden langsung pada tahun 2004 dan dihasilkan dari pembentukan kementerian baru, serta pemecahan dari kementerian yang sudah ada, seperti Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat yang kini terpisah menjadi dua kementerian.

Jumlah kementerian yang gemuk ini memicu keprihatinan di kalangan pelaku bisnis. Shinta Kamdani, Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo), mengungkapkan bahwa banyaknya menteri berpotensi menimbulkan birokrasi yang tidak efisien dan meningkatkan risiko korupsi serta penyalahgunaan kekuasaan. Ia menekankan pentingnya reformasi birokrasi untuk memastikan perizinan usaha lebih transparan dan efisien. Danang Girindrawardana, Wakil Ketua Bidang Kebijakan Publik Apindo, juga menyoroti bahwa kabinet gemuk dapat menciptakan tumpang tindih kebijakan dan meningkatkan belanja administrasi.

Ketua Umum Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI), Hariyadi Sukamdani, mencemaskan pemisahan kementerian yang sebelumnya terintegrasi, yang berpotensi menyebabkan kevakuman dan penundaan dalam proses perizinan bisnis. Sementara itu, Sekjen Asosiasi Industri Olefin, Aromatik, dan Plastik Indonesia (Inaplas), Fajar Budiono, juga mengkhawatirkan dampak negatif penambahan kementerian terhadap iklim investasi, terutama mengingat sistem Online Single Submission (OSS) yang belum optimal.

Secara keseluruhan, meskipun ada optimisme jika Prabowo mampu mengarahkan kewenangan dengan baik, tantangan birokrasi dan proses perizinan yang efisien tetap menjadi fokus utama yang perlu diatasi oleh pemerintahan baru.

Tantangan Meningkatkan Penerimaan Negara

Hairul Rizal 18 Oct 2024 Kontan
Presiden terpilih Prabowo Subianto dihadapkan pada tantangan untuk menjajaki berbagai sumber penerimaan negara pada tahun pertama pemerintahannya. Dengan rencana kabinet yang besar, terdiri dari 49 menteri dan 59 wakil menteri, kebutuhan belanja pegawai diperkirakan akan meningkat signifikan, dari Rp 387,6 miliar di era Jokowi menjadi sekitar Rp 777 miliar. Ini menunjukkan adanya kenaikan estimasi biaya sebesar Rp 1,95 triliun dalam lima tahun hanya untuk gaji kabinet, belum termasuk operasional dan pegawai.

Selain itu, Prabowo juga harus memperhatikan pembayaran utang jatuh tempo yang mencapai Rp 800,33 triliun, serta anggaran untuk mendorong pertumbuhan ekonomi. Target penerimaan negara yang ditetapkan sebesar Rp 2.996,87 triliun di 2025 akan sulit tercapai, menurut Fajry Akbar, pengamat pajak dari Center for Indonesia Taxation Analysis (CITA), yang mencatat bahwa penerimaan pajak tahun ini mungkin tidak mencapai target.

Fajry mendorong pemerintahan baru untuk mengoptimalkan dan mengintensifkan penerimaan pajak dengan bekerja sama dengan aparat penegak hukum, serta menggali potensi pajak dari orang kaya dan sektor e-commerce. Analis kebijakan ekonomi Ajib Hamdani juga menekankan pentingnya memanfaatkan sistem pajak canggih (coretax) untuk meningkatkan penerimaan negara, terutama dari sektor sumber daya alam dan BUMN, tanpa mengandalkan utang lebih lanjut. Keduanya sepakat bahwa meski ruang fiskal terbatas, struktur fiskal 2025 masih bisa dibuat lebih sehat dengan strategi yang tepat.

Investasi Jangka Panjang Tidak Lagi Jadi Andalan

Hairul Rizal 18 Oct 2024 Kontan
Dalam sepuluh tahun terakhir, saham-saham blue chip di Indonesia tidak selalu memberikan imbal hasil yang positif, meskipun mereka menjadi pemimpin pasar di industri masing-masing. Saham-saham seperti PT Semen Indonesia Tbk (SMGR), PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS), dan PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) menunjukkan kinerja negatif dengan penurunan yang signifikan dalam lima hingga sepuluh tahun terakhir. Misalnya, SMGR mengalami penurunan sebesar 59,68% dalam lima tahun, sementara TLKM dan PGAS juga mencatatkan kerugian.

Hendra Wardana, Founder Stocknow.id, mengungkapkan bahwa berbagai faktor, termasuk persaingan bisnis yang ketat dan tantangan struktural dalam sektor-sektor terkait, telah menyebabkan imbal hasil yang kurang memuaskan dari saham-saham tersebut. Setiap saham memiliki tantangan unik; contohnya, PGAS dipengaruhi oleh kebijakan harga gas, SMGR menghadapi oversupply, dan TLKM harus bersaing dalam industri telekomunikasi yang memerlukan investasi besar untuk ekspansi.

Di sisi lain, Daniel Agustinus, Direktur PT Kanaka Hita Solvera, menyatakan bahwa emiten-emiten ini perlu melakukan inovasi untuk bersaing di pasar yang matang. Meski demikian, baik Hendra maupun Daniel berpendapat bahwa saham TLKM dan PT Astra International Tbk (ASII) masih memiliki potensi untuk memberikan keuntungan di masa depan, dengan target harga masing-masing Rp 3.200 dan Rp 5.500. Hendra juga menilai saham-saham seperti SMGR, PGAS, EXCL, dan TLKM masih memiliki valuasi yang menarik, memberikan peluang bagi kenaikan harga di masa mendatang.

Bisnis Telkom (TLKM) Menerima Sentimen Positif

Hairul Rizal 18 Oct 2024 Kontan
Kinerja PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) diproyeksikan akan mengalami pertumbuhan pada tahun depan, didukung oleh kebijakan pemerintah baru dan faktor-faktor positif lainnya. Namun, pada tahun ini, TLKM diprediksi masih akan menghadapi tekanan, seperti yang disampaikan oleh Senior Investment Information Mirae Asset Sekuritas, Muhammad Nafan Aji Gusta, yang skeptis terhadap pertumbuhan laba TLKM di akhir tahun. Dia mengungkapkan bahwa meskipun pendapatan TLKM mungkin tumbuh pada kuartal ketiga 2024, laba bersih perusahaan ini diperkirakan akan mengalami penurunan akibat meningkatnya biaya operasional dan kerugian investasi di GOTO.

Sukarno Alatas dari Kiwoom Sekuritas Indonesia juga memperkirakan pertumbuhan kinerja TLKM yang terbatas untuk akhir tahun, meskipun ada potensi rebound harga saham GOTO yang bisa memberikan sentimen positif bagi TLKM. Sementara itu, Niko Margonis dari BRI Danareksa melihat kebijakan pemerintah baru sebagai katalisator yang dapat mendukung pemulihan TLKM dengan meningkatkan daya beli masyarakat, sehingga perusahaan berencana menaikkan harga melalui Telkomsel.

TLKM juga berencana untuk menurunkan rasio belanja modal guna meningkatkan free cash flow, yang diharapkan dapat mendukung peningkatan dividen pada tahun 2025-2026. Meskipun proyeksi pertumbuhan pendapatan telah dipangkas menjadi di bawah 2%, rekomendasi untuk membeli saham TLKM tetap kuat dari beberapa analis, dengan target harga berkisar antara Rp 3.400 hingga Rp 4.250 per saham.

Menantikan Data Baru dari Amerika Serikat

Hairul Rizal 18 Oct 2024 Kontan
Rupiah kembali menunjukkan penguatan terhadap dolar AS pada 17 Oktober, dengan nilai tukar spot berada di Rp 15.507 per dolar AS, meningkat tipis 0,02%. Menurut Ibrahim Assuaibi, Direktur PT Laba Forexindo Berjangka, penguatan ini didorong oleh respons positif pasar terhadap kabar susunan kabinet baru Prabowo Subianto. Selain itu, keputusan Bank Indonesia untuk mempertahankan suku bunga acuan di level 6% juga turut memberikan dukungan terhadap nilai rupiah, sebagaimana disampaikan oleh pengamat mata uang dan komoditas, Lukman Leong.

Meski demikian, Lukman memperingatkan bahwa pergerakan rupiah selanjutnya akan dipengaruhi oleh data penjualan ritel dan klaim pengangguran di AS, dengan proyeksi nilai tukar berada di kisaran Rp 15.475 hingga Rp 15.575. Ibrahim juga memberikan perkiraan serupa, memproyeksikan nilai tukar akan berada di rentang Rp 15.430 hingga Rp 15.520 per dolar AS.

Penetrasi Asuransi Menurun, Banyak PR yang Menunggu

Hairul Rizal 18 Oct 2024 Kontan
Penetrasi asuransi di Indonesia mengalami penurunan yang signifikan, dari 3,11% pada tahun 2020 menjadi 2,59% pada tahun lalu. Menanggapi masalah ini, Wakil Presiden Direktur PT Asuransi Cakrawala Proteksi Indonesia, Nico Prawiro, mengungkapkan pentingnya menyediakan solusi dan layanan yang inklusif serta berinovasi melalui transformasi digital untuk menjangkau berbagai lapisan masyarakat. Dia juga menekankan perlunya kolaborasi yang lebih kuat antara pemerintah, otoritas, dan pelaku industri asuransi.

Kepala Divisi Corporate Communication PT Asuransi Central Asia (ACA), Ody Mahendra, menambahkan bahwa rendahnya penetrasi asuransi berkaitan erat dengan minimnya literasi dan inklusi keuangan. Untuk mengatasi hal ini, ACA melaksanakan berbagai kegiatan literasi dan memanfaatkan teknologi untuk mempermudah proses pendaftaran dan pembelian produk asuransi.

Wakil Ketua Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI) Bidang Statistik & Riset, Trinita Situmeang, juga menyoroti tantangan besarnya populasi Indonesia dalam meningkatkan penetrasi asuransi. Dia menyarankan agar perusahaan asuransi lebih kreatif dan inovatif dalam merilis produk untuk menarik minat masyarakat, khususnya generasi muda, agar asuransi dapat dipandang sebagai kebutuhan. Jika langkah-langkah ini diambil, diharapkan penetrasi asuransi dapat kembali meningkat.

DMAS Tambah Cadangan Lahan

Hairul Rizal 18 Oct 2024 Kontan
PT Puradelta Lestari Tbk (DMAS) terus berupaya menambah cadangan lahan, terutama untuk bisnis kawasan industri, meskipun luas lahan yang akan ditambahkan masih tergantung pada kesempatan dan kondisi yang ada, menurut Direktur dan Sekretaris Perusahaan DMAS, Tondy Suwanto. Saat ini, DMAS memiliki total 725 hektare landbank dan sedang mempersiapkan untuk mengakuisisi lahan baru seiring meningkatnya permintaan, khususnya dari sektor data center.

Tondy menyebutkan bahwa dua perusahaan data center akan berinvestasi di kawasan industri Deltamas, yang akan menjadikan total tenant data center menjadi 16, dengan total area khusus untuk sektor ini mencapai sekitar 300 hektare. DMAS memprioritaskan pengembangan lahan dengan anggaran belanja modal Rp 1 triliun pada semester II-2024, meskipun akuisisi lahan dilakukan secara hati-hati.

Manajemen DMAS optimis bahwa cadangan lahan dan aset perusahaan akan terus meningkat, didorong oleh iklim investasi yang kondusif pasca Pemilihan Umum 2024. Tondy juga mengungkapkan pentingnya pengembangan infrastruktur dan kemudahan akses di kawasan Kota Deltamas, yang kini semakin diperkuat dengan pembukaan jalan layang dan akses tol baru. Perusahaan berhasil membukukan prapenjualan senilai Rp 1,1 triliun di paruh pertama 2024, dan optimis mencapai target prapenjualan tahun ini sebesar Rp 1,81 triliun.

Pilihan Editor