Defisit Neraca Dagang Pertanian
Judi Daring Dimainkan 1,5 Juta Pelajar
Tantangan Pengembangan Industri Kecerdasan Buatan
Pornografi Anak Berkedok Lowongan Kerja
Transaksi Judi Daring Di Akses 1,5 Juta Pelajar
Triwullan IV, Kegiatan Usaha Masih Tumbuh Subur
Kemilau Emas Terus Bersinar Sebagai Pilihan Investasi yang Relatif Aman dan Stabil
Utilitas Produksi Keramik Ditargetkan Capai 68%
Asosiasi Industri Keramik Indonesia (Asaki) menargetkan peningkatan utilitas produksi keramik nasional yang saat ini berada di level 63%, bisa beranjak naik ke level 67-68% pada akhir tahun nanti. Ketua Umum Asaki Edy Suyanto optimistis target tersebut akan tercapai, setelah pemerintah mengeluarkan pemberlakuan Bea masuk anti dumping (BMAD) keramik dalam lima tahun kedepan. Pemberlakuan ini dituangkan dalam Peraturan Menteri Keuangan (PMK) No.70/2024 yang berlaku pada 28 Oktober 2024 hingga lima tahun kedepan.
"Asaki sangat mengapresiasi kehadiran dan keberpihakan pemerintah Presiden Jokowi dalam melindungi industri keramik nasional dari tindakan kecurangan perdagangan berupa dumping dari keramik impor asal china," ucap dia kepada Investor Daily. Edi mengakui pihaknya tetap memandang positif, meskipun besaran BMAD yang ditetapkan hanya kisaran 35% sampai dengan 50%. Asaki sebelumnya berharap besaran BMAD bisa seperti negara-negara macam Meksiko dan AS dengan besaran diatas 100%. (Yetede)
Prabowo Subianto Berencana Memberikan insentif untuk Sektor Perumahan dengan Pemotongan Pajak Properti.
Pesona Saham Lapisan Kedua
Penguatan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sepekan terakhir, yang naik 3,41% menjadi 7.735,03, juga diikuti oleh performa positif saham-saham lapis kedua, terutama yang tergabung dalam Indeks Small-Mid Cap (SMC) Liquid. Martha Christina, Head of Investment Information di Mirae Asset Sekuritas, menjelaskan bahwa kenaikan ini didorong oleh sentimen positif dari stimulus ekonomi di China serta perkembangan sektor komoditas dan properti. Nafan Aji Gusta, analis di Mirae Asset, memprediksi penguatan IHSG akan berlanjut hingga akhir 2024 dengan target 7.915, didukung oleh potensi upside pada Indeks SMC. Kinerja laporan keuangan emiten, seperti PT ESSA Industries Tbk. yang mencatatkan lonjakan laba, juga menjadi faktor penting dalam menarik perhatian investor. Fath Aliansyah dari Lotus Andalan Sekuritas menambahkan bahwa saham-saham lapis kedua yang undervalued berpotensi mengalami pergerakan agresif jika ada perubahan signifikan dalam pola bisnis mereka.









