;

Optimisme Investasi Tambang Migas

Hairul Rizal 17 Oct 2024 Bisnis Indonesia

Peningkatan investasi dalam kegiatan eksplorasi sektor hulu minyak dan gas bumi di Indonesia diyakini akan berdampak positif terhadap penambahan cadangan energi fosil domestik. Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) mencatat bahwa investasi eksplorasi meningkat dari US$600 juta pada 2021 menjadi US$900 juta pada 2023, dengan harapan mencapai US$1,8 miliar tahun ini.

Tenaga Ahli Komisi Pengawas Menteri ESDM, Shinta Damayanti, menjelaskan bahwa keberhasilan eksplorasi saat ini adalah hasil dari upaya yang dilakukan sejak enam tahun lalu, dan saat ini Indonesia telah mendapatkan banyak temuan cadangan migas baru. Para kontraktor, seperti Ahmad Najihal Amal dari Pertamina Hulu Energi, menunjukkan komitmen yang kuat dalam melakukan eksplorasi masif dengan strategi yang berfokus pada proyek offshore dan kemitraan strategis. Hendraman dari EMP juga menekankan pentingnya akuisisi aset dan pemboran eksplorasi dalam meningkatkan penemuan migas di masa depan.



Indonesia Bergabung dalam Tim Teknis Siber ASEAN

Hairul Rizal 17 Oct 2024 Bisnis Indonesia

Indonesia berperan aktif dalam pembentukan ASEAN Regional Computer Emergency Response Team (CERT) untuk mengatasi meningkatnya serangan siber dan mendukung pengembangan ekonomi digital di Asia Tenggara. Wakil Ketua Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN), A Rachmad Wibowo, menekankan pentingnya kerja sama antarnegara ASEAN dalam berbagi informasi, meningkatkan kapasitas digital, dan mitigasi insiden siber. Dengan adanya CERT, negara-negara anggota diharapkan dapat merespons serangan siber dengan lebih cepat dan efektif.

Menteri Pengembangan Digital dan Informasi Singapura, Josephine Teo, juga menegaskan bahwa CERT akan memfasilitasi lokakarya dan pelatihan untuk meningkatkan kapasitas kolektif menghadapi ancaman siber. Keseluruhan inisiatif ini diatur oleh gugus tugas yang dipimpin secara bergilir oleh negara-negara anggota, sehingga menciptakan kerangka kerja yang terkoordinasi dalam menangani tantangan siber di kawasan.



Tol Indrapura-Kisaran: Tulang Punggung Pesisir Timur Sumut

Hairul Rizal 17 Oct 2024 Bisnis Indonesia

Pengoperasian Tol Indrapura—Kisaran di Sumatra Utara, yang diresmikan oleh Presiden Joko Widodo, diharapkan akan memperlancar arus barang dan jasa serta meningkatkan daya saing ekonomi di wilayah tersebut. Dengan panjang total 47,5 kilometer, tol ini dapat mengurangi waktu tempuh perjalanan secara signifikan, misalnya dari Medan ke Kisaran yang sebelumnya memakan waktu sekitar 5 jam kini hanya menjadi 1,5 jam.

Direktur Hutama Karya, Budi Harto, menyatakan bahwa keberadaan tol ini tidak hanya akan meningkatkan konektivitas antarwilayah, tetapi juga mendukung pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus Sei Mangkei dan sektor pariwisata di Danau Toba. Budi optimis bahwa tol ini akan menciptakan titik-titik pertumbuhan ekonomi baru dan mempercepat distribusi logistik, sehingga memberikan dampak positif bagi perekonomian lokal.


Legasi Jokowi untuk Prabowo di Bisnis Indonesia Forum

Hairul Rizal 17 Oct 2024 Bisnis Indonesia

Keberhasilan pemerintahan Presiden Joko Widodo selama dua periode masih meninggalkan tantangan signifikan bagi pemerintahan baru Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka, terutama dalam hal kepastian hukum yang menjadi perhatian utama pelaku industri. Sanny Iskandar, Ketua Umum Himpunan Kawasan Industri (HKI), menyoroti bahwa kepastian hukum yang tidak konsisten menjadi hambatan bagi investasi, yang berdampak pada stagnasi pertumbuhan ekonomi nasional.

Selain itu, Danang Girindrawardana dari Asosiasi Pertekstilan Indonesia juga menekankan perlunya peninjauan ulang regulasi yang memberatkan industri. Kepala Badan Standardisasi dan Kebijakan Jasa Industri, Andi Rizaldi, mengakui adanya pekerjaan rumah yang mendesak untuk mendukung pemulihan sektor manufaktur. Dengan adanya tantangan-tantangan ini, diharapkan pemerintahan baru dapat merumuskan kebijakan yang lebih mendukung, termasuk dalam sektor otomotif, untuk meningkatkan daya saing industri Indonesia di pasar global.


Peningkatan Kementerian: Prabowo Rangkul Banyak Pihak

Hairul Rizal 17 Oct 2024 Bisnis Indonesia

Pemerintahan Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka mengalami penambahan jumlah kementerian dari 30 menjadi 41, serta dari 4 menjadi 5 kementerian koordinator. Wakil Presiden Ma’ruf Amin menjelaskan bahwa langkah ini bertujuan untuk merangkul berbagai pihak agar terlibat dalam pemerintahan. Ia berharap bahwa tokoh-tokoh yang diundang Prabowo dapat ditempatkan dengan tepat dalam kabinet, baik sebagai menteri, wakil menteri, atau di badan lainnya. Ma’ruf menekankan pentingnya penempatan yang sesuai untuk memastikan efektivitas kerja. Prabowo telah memanggil 108 calon menteri dan sebagian besar telah mengikuti pembekalan, menegaskan komitmen untuk membangun kabinet yang solid dan responsif terhadap kebutuhan negara.

Tim Ekonomi Lama di Kabinet Baru

Hairul Rizal 17 Oct 2024 Kontan (H)
Tim Ekonomi pemerintahan Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka mulai terungkap setelah pertemuan antara Prabowo dan calon menteri di kediamannya pada 14 Oktober 2024. Beberapa nama dari kabinet sebelumnya, seperti Sri Mulyani Indrawati, Bahlil Lahaladia, dan Agus Gumiwang Kartasasmita, diperkirakan akan tetap menjabat, menunjukkan kesinambungan kebijakan ekonomi. Diana Dewi, Ketua Kadin Jakarta, menyambut baik keputusan Prabowo untuk melibatkan menteri-menteri lama sebagai tanda keberlanjutan.

Namun, Tim Ekonomi ini dihadapkan pada berbagai tantangan, seperti menciptakan lapangan kerja, meningkatkan daya beli masyarakat, dan memperkuat kerja sama ekonomi. Eddy Martono dari Gapki menekankan pentingnya perbaikan tata kelola komoditas sawit, sedangkan Sutrisno Iwantono dari Apindo memperingatkan adanya menteri yang mungkin membawa kebijakan kontroversial yang bisa merugikan dunia usaha. Tantangan ini harus dihadapi oleh Prabowo agar dapat mewujudkan program-program yang diharapkan oleh sektor bisnis dan masyarakat.

Geopolitik Global Menjadi Tantangan Rupiah

Hairul Rizal 17 Oct 2024 Kontan
Bank Indonesia (BI) memutuskan untuk mempertahankan suku bunga acuan di level 6% pada Oktober 2024, dengan alasan utama untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah di tengah kondisi geopolitik global yang rentan. Gubernur BI, Perry Warjiyo, menjelaskan bahwa keputusan ini juga bertujuan untuk memastikan inflasi tetap terkendali dalam rentang 2,5% plus minus 1% pada 2024 dan 2025, sehingga mendukung pertumbuhan ekonomi yang lebih baik. Perry optimis bahwa nilai tukar rupiah dapat menguat meskipun saat ini terpengaruh oleh ketidakpastian global, terutama dari situasi di Timur Tengah.

Ekonom Myrdal Gunarto dari Maybank Indonesia memperkirakan bahwa rupiah dapat menguat menjadi Rp 15.348 per dolar AS pada November 2024 dan berlanjut hingga Rp 15.106 pada Desember 2024. Sementara itu, Hosianna Evalita Situmorang dari Bank Danamon juga memperkirakan penguatan nilai tukar rupiah hingga Rp 15.000 per dolar AS pada akhir tahun 2024. Myrdal menambahkan bahwa meskipun cadangan devisa BI mengalami penurunan, kemungkinan pemangkasan suku bunga acuan masih ada di November dan Desember, yang akan mengurangi BI-Rate menjadi 5,50% pada akhir tahun.

Melirik Kembali Emiten Grup Bakrie

Hairul Rizal 17 Oct 2024 Kontan
Grup Bakrie diperkirakan akan mendapatkan keuntungan dari kebijakan pemerintahan presiden terpilih, Prabowo Subianto, yang berfokus pada keberlanjutan dan pertumbuhan ekonomi yang ambisius. Hendra Wardana, Founder Stocknow.id, menilai bahwa hubungan akrab antara Prabowo dan keluarga Bakrie dapat menjadi katalis untuk mendorong perkembangan di sektor energi, tambang, dan manufaktur, di mana Grup Bakrie memiliki pengaruh signifikan melalui anak perusahaannya seperti BUMI, ENRG, BRMS, dan BNBR. Dileep Srivastava dari Bumi Resources mengharapkan kebijakan yang lebih kondusif, meskipun ia enggan berspekulasi mengenai regulasi yang akan datang. Raden Bagus Bima, praktisi pasar modal, menyarankan investor untuk selektif dalam memilih saham Grup Bakrie, terutama mengingat adanya sentimen beragam dan beberapa emiten yang terjerat masalah, seperti VIVA. William Hartanto juga memperingatkan agar investor waspada terhadap spekulasi politik yang sifatnya sementara. Hendra merekomendasikan saham BUMI, BRMS, dan ENRG sebagai pilihan investasi dengan target harga tertentu.

Prospek Cerah Energi Baru Terbarukan

Hairul Rizal 17 Oct 2024 Kontan
Prospek penawaran umum perdana saham (IPO) di sektor energi baru terbarukan (EBT) diprediksi akan tetap cerah pada tahun depan, didorong oleh minat tinggi investor di pasar modal Indonesia. Reuben Tirtawidjaja dari Ernst and Young (EY) mencatat bahwa dalam lima tahun terakhir, IPO emiten EBT menunjukkan kinerja positif, termasuk PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) yang mengalami lonjakan harga saham 781,41% sejak IPO. Miftahul Khaer dari Kiwoom Sekuritas juga menyoroti bahwa keberhasilan IPO di sektor ini menciptakan peluang besar untuk perusahaan baru. Dukungan dari kebijakan pemerintah dalam transisi energi dan kesadaran masyarakat akan energi bersih semakin memperkuat prospek ini. Namun, Miftahul mengingatkan investor untuk lebih berhati-hati karena kenaikan saham EBT mungkin tidak secepat tahun lalu, dengan saham seperti PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGEO) menjadi pilihan menarik untuk trading.

Stimulus Tiongkok Memperkuat Prospek Timah

Hairul Rizal 17 Oct 2024 Kontan
Prospek kinerja PT Timah Tbk (TINS) diperkirakan cemerlang seiring dengan ketatnya pasokan global dan peningkatan permintaan komoditas logam dasar, khususnya timah, akibat stimulus yang diberikan oleh China. Analis BRI Danareksa Sekuritas, Timothy Wijaya, menyebut bahwa pengetatan pasokan dari berkurangnya ekspor bijih timah dari Myanmar akan mendorong harga timah. Meskipun harga rata-rata timah di pasar internasional turun 1,9% pada kuartal ketiga 2024, penjualan TINS diperkirakan meningkat sekitar 5% menjadi 5.000 ton, didorong oleh peningkatan produksi dan profitabilitas yang lebih kuat.

Thomas Radityo dari Ciptadana Sekuritas Asia juga sepakat bahwa permintaan timah akan meningkat, terutama setelah stimulus dari China, yang mendorong sektor perumahan dengan penurunan suku bunga hipotek. Dia memprediksi defisit di pasar timah untuk tahun 2024-2025 akibat penurunan produksi global. Dengan proyeksi laba yang meningkat untuk TINS, Thomas merevisi target harga saham TINS menjadi Rp 1.600 per saham.

Kiswoyo Adi Joe dari Nawasena Abhipraya Investama merekomendasikan beli saham TINS dengan target harga Rp 1.750, menilai prospek harga timah yang lebih baik. Secara keseluruhan, baik Timothy maupun Thomas menyarankan untuk membeli saham TINS, menunjukkan optimisme terhadap potensi kinerja perusahaan di tengah kondisi pasar yang menguntungkan.

Pilihan Editor