Penetrasi Asuransi Menurun, Banyak PR yang Menunggu
Penetrasi asuransi di Indonesia mengalami penurunan yang signifikan, dari 3,11% pada tahun 2020 menjadi 2,59% pada tahun lalu. Menanggapi masalah ini, Wakil Presiden Direktur PT Asuransi Cakrawala Proteksi Indonesia, Nico Prawiro, mengungkapkan pentingnya menyediakan solusi dan layanan yang inklusif serta berinovasi melalui transformasi digital untuk menjangkau berbagai lapisan masyarakat. Dia juga menekankan perlunya kolaborasi yang lebih kuat antara pemerintah, otoritas, dan pelaku industri asuransi.
Kepala Divisi Corporate Communication PT Asuransi Central Asia (ACA), Ody Mahendra, menambahkan bahwa rendahnya penetrasi asuransi berkaitan erat dengan minimnya literasi dan inklusi keuangan. Untuk mengatasi hal ini, ACA melaksanakan berbagai kegiatan literasi dan memanfaatkan teknologi untuk mempermudah proses pendaftaran dan pembelian produk asuransi.
Wakil Ketua Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI) Bidang Statistik & Riset, Trinita Situmeang, juga menyoroti tantangan besarnya populasi Indonesia dalam meningkatkan penetrasi asuransi. Dia menyarankan agar perusahaan asuransi lebih kreatif dan inovatif dalam merilis produk untuk menarik minat masyarakat, khususnya generasi muda, agar asuransi dapat dipandang sebagai kebutuhan. Jika langkah-langkah ini diambil, diharapkan penetrasi asuransi dapat kembali meningkat.
Tags :
#AsuransiPostingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023