;

Mengelola Tantangan Fiskal Warisan Lama

Hairul Rizal 04 Nov 2024 Bisnis Indonesia

Tantangan besar yang dihadapi pemerintahan Prabowo Subianto dalam mengelola fiskal negara setelah pemerintahan Jokowi berakhir. Pemerintahan baru harus menangani 'beban fiskal' yang ditinggalkan, termasuk defisit anggaran yang melebar dan ketergantungan pada utang. Penerimaan negara, yang sebagian besar berasal dari pajak, menunjukkan ketimpangan, terutama dalam pengelolaan sumber daya alam yang kaya namun kontribusinya terhadap penerimaan negara masih kecil. Oleh karena itu, pemerintahan Prabowo dituntut untuk lebih kreatif dalam mencari sumber pendapatan baru dan mengoptimalkan belanja negara agar lebih produktif dan berkualitas. Kebijakan fiskal diharapkan mampu mengurangi kemiskinan ekstrem, meningkatkan investasi, dan menciptakan pemerataan. Untuk itu, diperlukan peningkatan pendapatan dari sumber non-pajak, pengelolaan belanja yang lebih efisien, dan pengawasan ketat terhadap dana sosial dan sektor strategis seperti pendidikan dan kesehatan.




Subsidi Motor Listrik dalam Ketidakpastian

Hairul Rizal 04 Nov 2024 Bisnis Indonesia

Subsidi untuk kendaraan bermotor listrik berbasis baterai (KBLBB) roda dua telah habis pada tahun ini, fenomena ini justru mencerminkan adanya peningkatan minat masyarakat terhadap produk yang ramah lingkungan. Hal ini memberi angin segar bagi produsen motor listrik nasional, karena menunjukkan bahwa produk mereka diterima dengan antusias oleh pasar. Namun, ketidakpastian mengenai kelanjutan subsidi di tahun depan mengkhawatirkan beberapa produsen, karena dapat mengurangi daya tarik konsumen akibat harga yang lebih tinggi.

Beberapa produsen, seperti Purbaja Pantja dari PT Indika Energy Tbk. dan PT Electra Mobilitas Indonesia, menyatakan kesiapan untuk beradaptasi dengan berkurangnya dukungan subsidi. Mereka meyakini bahwa meskipun subsidi pemerintah sangat membantu dalam memperkenalkan motor listrik ke masyarakat, pertumbuhan jangka panjang industri ini akan bergantung pada keseimbangan antara inovasi industri dan dukungan negara. Selain itu, produsen juga berfokus pada pengembangan produk dan penawaran yang menarik, termasuk dengan menggandeng lembaga pembiayaan untuk memudahkan konsumen.

Di sisi lain, perusahaan seperti PT Smoot Motor Indonesia dan PT Electrum juga menghadapi tantangan serupa dengan habisnya kuota subsidi. Mereka berusaha untuk tetap mengembangkan strategi penjualan tanpa bergantung sepenuhnya pada subsidi, seperti memberikan diskon atau potongan harga pada momen tertentu. Namun, mereka juga berharap agar pemerintah tetap memberikan subsidi dengan syarat yang lebih ketat, seperti peningkatan komponen dalam negeri (TKDN), untuk mendukung perkembangan industri motor listrik yang berkelanjutan.

Secara keseluruhan, meskipun ada tantangan terkait berkurangnya subsidi, produsen motor listrik tetap optimis bahwa inovasi, peningkatan kualitas produk, dan kemitraan dengan lembaga pembiayaan akan menjaga momentum pertumbuhan pasar kendaraan listrik di Indonesia.



Strategi Inovatif untuk Meningkatkan Penjualan

Hairul Rizal 04 Nov 2024 Bisnis Indonesia

Meskipun program subsidi kendaraan bermotor listrik berbasis baterai (KBLBB) di Indonesia telah membantu meningkatkan adopsi motor listrik di masyarakat, ketergantungan pada subsidi masih menjadi tantangan besar bagi produsen. Pada tahun 2024, habisnya kuota subsidi untuk motor listrik menandakan adanya minat yang besar dari konsumen terhadap kendaraan yang ramah lingkungan, namun ketidakpastian mengenai kelanjutan subsidi di masa depan dapat mengurangi antusiasme konsumen karena harga jual yang lebih mahal tanpa dukungan subsidi.

Para produsen motor listrik, seperti Purbaja Pantja dari PT Indika Energy dan PT Electra Mobilitas Indonesia (ALVA), mengakui pentingnya subsidi dalam memperkenalkan produk ke pasar. Meskipun demikian, mereka juga percaya bahwa keberlanjutan industri motor listrik memerlukan inovasi dan kualitas produk yang tinggi serta kerjasama dengan lembaga pembiayaan untuk tetap mempertahankan gairah pasar. Purbaja juga meyakini bahwa dengan meningkatnya kesadaran masyarakat tentang manfaat kendaraan listrik bagi efisiensi dan keberlanjutan lingkungan, permintaan motor listrik akan tetap berkembang meskipun tanpa subsidi pemerintah.

Produsen lain seperti Kevin Phang dari Smoot Motor Indonesia dan Wilson Wirawan dari PT Ninetology Indonesia juga menggarisbawahi pentingnya keberlanjutan subsidi dengan syarat ketat, seperti peningkatan Tingkat Kandungan Dalam Negeri (TKDN), agar produsen dalam negeri dapat bersaing dengan produk impor. Meskipun beberapa perusahaan, seperti Electrum, menghadapi kendala kuota subsidi yang terbatas, mereka terus fokus pada inovasi dan pengembangan produk untuk menarik konsumen tanpa mengandalkan subsidi.

Di sisi lain, Okie Octavia Kurniawan dari Volta menekankan bahwa penentuan jumlah unit yang mendapat subsidi harus berdasarkan kajian mendalam, mempertimbangkan target adopsi kendaraan listrik nasional, anggaran pemerintah, kapasitas pasar, dan strategi pengembangan industri otomotif.

Secara keseluruhan, meskipun subsidi telah memberikan dorongan awal yang signifikan bagi pasar motor listrik di Indonesia, keberlanjutan industri ini memerlukan perbaikan dalam kebijakan, inovasi produk, dan peningkatan kualitas untuk memastikan pertumbuhan jangka panjang tanpa ketergantungan pada subsidi pemerintah.



Bank Sentral di Tengah Dilema Ekonomi

Hairul Rizal 04 Nov 2024 Kontan (H)
Pelaku pasar global saat ini fokus pada kebijakan The Federal Reserve (Fed) AS yang diperkirakan akan memangkas suku bunga acuan 25 basis poin. Langkah ini kemungkinan akan diikuti oleh bank sentral Inggris dan Swedia. Situasi ini menempatkan Bank Indonesia (BI) dalam posisi sulit, yakni apakah ikut memangkas suku bunga untuk mendukung ekonomi domestik atau mempertahankannya guna melindungi stabilitas rupiah dan mencegah arus keluar dana asing.

David Sumual, Kepala Ekonom Bank Central Asia, memperkirakan bahwa Fed mungkin tidak akan terlalu agresif dalam melonggarkan kebijakan moneternya karena ekonomi AS masih cukup kuat. Dia menekankan pentingnya BI menjaga keseimbangan, terutama untuk mempertahankan daya tarik rupiah.

Wijayanto Samirin, ekonom Universitas Paramadina, menyarankan BI berhati-hati dalam menurunkan suku bunga, karena hal itu bisa menekan nilai tukar rupiah. Menurutnya, stabilitas rupiah saat ini masih rentan dan sebagian besar didukung oleh masuknya dana asing ke dalam instrumen seperti SBN. Stabilitas rupiah juga penting untuk menjaga kepercayaan investor menjelang kebutuhan refinancing utang pemerintah pada tahun 2024.

Bhima Yudhistira, Direktur Eksekutif Celios, melihat BI memiliki ruang untuk memangkas suku bunga, mengingat imbal hasil Surat Berharga Negara (SBN) yang masih cukup menarik dibandingkan US Treasury. Menurutnya, investor tetap tertarik dengan SBN karena yield spread yang lebar.

Awalil Rizky dari Bright Institute memprediksi BI Rate masih bisa turun 50 basis poin hingga akhir tahun ini melalui dua kali pemangkasan. Penurunan suku bunga ini, menurutnya, akan membantu menjaga daya beli meskipun dampaknya terhadap pertumbuhan ekonomi kemungkinan masih terbatas, terutama di tengah ancaman PHK.

Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Melambat

Hairul Rizal 04 Nov 2024 Kontan
Pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal III-2024 diperkirakan stagnan di kisaran 4,75%-5,05%, melambat dibanding kuartal sebelumnya yang mencapai 5,05%. Para ekonom mengidentifikasi beberapa faktor penyebab kondisi ini, termasuk minimnya katalis ekonomi baru, stagnasi harga komoditas, dan penurunan daya beli masyarakat.

David Sumual, Kepala Ekonom Bank Central Asia (BCA), menyatakan bahwa pertumbuhan ekonomi masih terhambat karena tidak ada pendorong signifikan dan harga komoditas yang belum bergerak. Ia memperkirakan pertumbuhan ekonomi sepanjang 2024 akan mencapai 5,03%, lebih rendah dari target APBN sebesar 5,2%.

Hosianna Evalia Situmorang, Ekonom Bank Danamon, lebih optimistis dengan mencatat surplus perdagangan akumulatif dan kenaikan nilai ekspor beberapa komoditas sebagai faktor pendukung. Ia juga melihat realisasi belanja pemerintah, yang tumbuh 12% secara tahunan, sebagai pendorong positif.

Josua Pardede, Kepala Ekonom Bank Permata, menyoroti konsumsi rumah tangga sebagai faktor utama yang mendukung pertumbuhan, dengan pertumbuhan konsumsi pada kuartal III mencapai 5,03%, naik dari kuartal sebelumnya. Penurunan inflasi juga memperkuat daya beli masyarakat.

Namun, Wijayanto Samirin, Ekonom Universitas Paramadina, mengingatkan adanya tanda-tanda pelemahan ekonomi, seperti deflasi selama kuartal III yang menunjukkan penurunan daya beli, serta penurunan aktivitas sektor manufaktur dan ritel yang menyebabkan peningkatan PHK. Ia optimistis bahwa di kuartal IV, berbagai program bansos dan kepastian kebijakan dari pemerintahan baru akan memberikan stimulus positif bagi konsumsi dan pertumbuhan ekonomi. Indikasi ini ditandai oleh inflasi yang mulai muncul pada Oktober 2024.

Secara keseluruhan, pertumbuhan ekonomi kuartal III-2024 diperkirakan tetap di level moderat, dengan tantangan utama pada daya beli dan investasi, namun prospek membaik di kuartal IV berkat dukungan kebijakan pemerintah dan program sosial.

Bursa Hadirkan Produk Derivatif Lebih Beragam

Hairul Rizal 04 Nov 2024 Kontan
Bursa Efek Indonesia (BEI) sedang memperluas pengembangan produk derivatif untuk meningkatkan variasi dan daya tarik pasar modal Indonesia. Salah satu produk yang tengah dirancang adalah Foreign Index Futures, yang memungkinkan investor mengakses pergerakan indeks saham luar negeri, seperti Hang Seng di Hong Kong dan Nikkei 225 di Jepang. Jeffrey Hendrik, Direktur Pengembangan BEI, menjelaskan bahwa produk ini diharapkan memperluas eksposur investor dan meningkatkan diversifikasi investasi. Namun, penerbitan produk ini masih tergantung pada persetujuan lisensi dari pemilik indeks di negara tujuan.

Selain Foreign Index Futures, BEI juga sedang mempersiapkan peluncuran produk derivatif Single Stock Futures (SSF) yang direncanakan diresmikan pada November 2024. SSF sudah mulai diperdagangkan secara terbatas sejak Juli 2024 melalui PT Binaartha Sekuritas dan baru-baru ini melibatkan PT Ajaib Sekuritas Asia serta PT Phintraco Sekuritas.

Menurut Budi Frensidy, pengamat pasar modal dari Universitas Indonesia, kehadiran produk derivatif baru dapat meningkatkan likuiditas pasar dan menjadi sarana lindung nilai (hedging) bagi investor. Sementara itu, Nafan Aji Gusta, Senior Market Analyst dari Mirae Asset Sekuritas, menambahkan bahwa produk ini memberikan variasi strategi bagi investor untuk menghadapi fluktuasi pasar. Namun, ia mengingatkan bahwa investasi di produk derivatif memerlukan pengalaman karena melibatkan leverage dan risiko tinggi, meskipun potensi imbal hasilnya juga besar.

Dengan adanya inovasi ini, BEI berharap bisa menarik minat lebih banyak investor, baik domestik maupun internasional, sekaligus memperkuat daya saing pasar modal Indonesia.

Daya Beli Melemah, Performa Emiten Tertekan

Hairul Rizal 04 Nov 2024 Kontan
Kinerja emiten telekomunikasi di kuartal III-2024 mengalami tekanan akibat daya beli masyarakat yang melemah, persaingan ketat, dan musim yang kurang menguntungkan dibandingkan kuartal sebelumnya. Nicholas Santoso, analis Verdhana Sekuritas, menyebut bahwa kondisi ini menyulitkan operator menaikkan harga layanan seluler, sehingga berdampak pada profitabilitas mereka. Emiten seperti PT Indosat Tbk (ISAT) mencatat laba bersih Rp 1,1 triliun, turun 21% secara kuartalan meskipun meningkat 30% secara tahunan. Di sisi lain, laba konsolidasi TLKM juga turun 12,3% yoy menjadi Rp 5,9 triliun pada kuartal tersebut.

Giovanni Dustin, analis Indo Premier Sekuritas, menyoroti bahwa XL Axiata (EXCL) mengalami kontraksi kuartalan meskipun pendapatan tumbuh 5% yoy. Namun, langkah EXCL menaikkan harga paket sekitar 5% di awal September 2024 diharapkan meningkatkan kinerja di kuartal IV dan seterusnya.

Paulus Jimmy dari Sucor Sekuritas menilai ISAT sebagai pilihan unggul di sektor ini karena pertumbuhan pangsa pasar, ekspansi agresif, dan perbaikan pendapatan rata-rata pengguna (ARPU). Ia juga mencatat bahwa EXCL memiliki prospek baik, namun TLKM tetap menarik sebagai saham dividen dengan imbal hasil tinggi.

Ke depan, pilkada dan liburan akhir tahun diharapkan menjadi katalis positif yang mendorong pemulihan sektor telekomunikasi, terutama melalui peningkatan penggunaan data. Meski demikian, tantangan dari daya beli yang lemah dan persaingan ketat tetap menjadi perhatian utama.

Kinerja Reksadana Saham Masih Lemah

Hairul Rizal 04 Nov 2024 Kontan
Kinerja indeks reksadana mengalami tekanan sepanjang Oktober 2024, dengan hanya reksadana pasar uang yang mencatatkan kinerja positif sebesar 0,38% secara bulanan. Secara year-to-date (ytd), reksadana pendapatan tetap dan pasar uang tetap unggul dengan return masing-masing 3,32% dan 3,9%. Sebaliknya, reksadana saham mencatatkan kinerja negatif sebesar -2,51% ytd.

Hanif Mantiq, Direktur Utama Surya Timur Alam Raya Asset Management (STAR AM), menjelaskan bahwa penurunan ini disebabkan oleh sikap pasar yang cenderung wait and see, terutama terkait kinerja saham blue-chip seperti ASII, BBRI, TLKM, dan UNVR, yang mencatat penurunan signifikan dalam sebulan terakhir. Sentimen global juga memengaruhi, terutama ketidakpastian terkait Pilpres AS. Hanif memprediksi, kemenangan Donald Trump dapat mendorong arus dana ke pasar negara berkembang, sedangkan kemenangan Kamala Harris berpotensi menguntungkan instrumen pendapatan tetap karena kebijakan fiskal yang lebih konservatif.

Guntur Putra, CEO Pinnacle Investment, menambahkan bahwa kepemimpinan Trump yang tidak terduga bisa membawa risiko ketidakstabilan pada pasar saham global, termasuk pasar domestik. Namun, reksadana pasar uang tetap menjadi pilihan stabil karena portofolionya yang fokus pada investasi jangka pendek seperti deposito dan obligasi korporasi di bawah satu tahun.

Secara keseluruhan, kinerja reksadana saat ini menghadapi tantangan dari faktor global dan ketidakpastian politik, namun instrumen pasar uang tetap menawarkan stabilitas di tengah volatilitas.

Peningkatan kesejahteraan pekerja menjadi tindak lanjut pemerintah

Yoga 02 Nov 2024 Kompas (H)

Merespons putusan MK yang mengeluarkan kluster ketenagakerjaan dari UU No 6 Tahun 2023 tentang Cipta Kerja, Kemenaker akan menginisiasi koordinasi dengan para pemangku kepentingan, seperti kementerian/lembaga terkait, serikat pekerja/serikat buruh, Asosiasi Pengusaha Indonesia, serta Kadin. Peningkatan kesejahteraan pekerja menjadi tindak lanjut pemerintah. ”Sebagai negara hukum, pemerintah tentunya tunduk dan patuh atas putusan MK. Pemerintah segera mengambil langkah-langkah strategis untuk menindaklanjuti putusan tersebut,” ujar Menaker, Yassierli dalam pernyataan resmi, Jumat (1/11) di Jakarta. Yassierli menambahkan, pihaknya akan menggunakan forum dialog, seperti di Lembaga Kerja Sama Tripartit Nasional dan Dewan Pengupahan Nasional.

Pemerintah berusaha memastikan peningkatan kesejahteraan pekerja dan keberlangsungan usaha. Seluruh pemangku kepentingan ketenagakerjaan perlu ambil bagian dalam penyelesaian permasalahan ketenagakerjaan. ”Persoalan ketenagakerjaan tak hanya menyangkut pekerja/buruh yang sedang  bekerja, tapi berkaitan dengan tantangan yang lebih besar, seperti penciptaan lapangan kerja dan perlindungan bagi pekerja yang rentan terkena PHK,” ucapnya. Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) menilai putusan MK yang membatalkan beberapa ketentuan kunci kluster ketenagakerjaan dalam UU No 6 Tahun 2023 tentang Cipta Kerja dapat memicu ketidakpastian regulasi yang berdampak pada iklim investasi.

Stabilitas regulasi dan kepastian hukum adalah faktor kunci bagi pelaku usaha dan investor dalam membuat perencanaan jangka panjang. Tanpa kepastian hukum, Indonesia berisiko menurunkan daya tariknya sebagai tujuan investasi, yang pada gilirannya dapat memperlambat aliran modal baru dan bahkan memengaruhi ketahanan investasi yang sudah ada. KetuaUmum Apindo Shinta Widjaja Kamdani mengatakan, saat ini Apindo mengkaji dampak putusan MK, terutama kebijakan yang berdampak pada kluster ketenagakerjaan. Apindo juga mendorong pemerintah untuk melibatkan dunia usaha dalam pembahasan menindaklanjuti putusan MK. (Yoga)


Penangkapan Oknum Kemenkomdigi, Pelindung Judi Daring

Yoga 02 Nov 2024 Kompas (H)

Polisi menangkap 10 pegawai Kemenkomdigi dalam kasus perlindungan terhadap bandar judi daring. Kasus ini dinilai ironis. Sebab, mereka memiliki kewenangan memblokir situs judi daring, tetapi justru terlibat dalam melindungi situs-situs tersebut. Sepuluh pegawai itu ditangkap bersama satu tersangka lain dalam kasus yang sama. Kepala Bidang Humas Kepolisian Daerah Metro Jaya Komisaris Besar Ade Ary Syam Indradi, Jumat (1/11), menjelaskan, dari 11 tersangka, 10 orang merupakan pegawai Kemenkomdigi. Di antara 10 orang itu adalah staf ahli. Menurut Ade, para tersangka memiliki akses untuk memantau dan memblokir situs judi daring. Namun, mereka menyalahgunakan kewenangan tersebut, dan membiarkan situs-situs itu beroperasi, bahkan diduga melindunginya karena memiliki hubungan dengan bandar judi.

Pada Jumat, jajaran Direktorat Reskrimum Polda Metro Jaya membawa dua dari 11 tersangka ke kantor yang diduga menjadi tempat pengoperasian judi daring di salah satu ruko yang terletak di Jalan Rose Garden V, Bekasi Selatan, Kota Bekasi, Jabar. Dari tiga lantai ruko, pengoperasian judi daring diduga dilakukan di lantai dua ruko. Di sana polisi menemukan 12 perangkat komputer. Menurut Ade, polisi masih mengembangkan kasus dan memeriksa para tersangka. ”Hari ini kami masih melakukan penggeledahan,” kata Ade. Sementara itu, Mentkomdigi, Meutya Hafid menegaskan bahwa kementeriannya mendukung penuh langkah penegakan hukum yang tegas terhadap siapa pun yang terlibat dalam aktivitas ilegal, termasuk perjudian daring. (Yoga)


Pilihan Editor