Temuan Tepung Terigu Bogasari Palsu di Jabar
Polda Jabar mengungkap pemalsuan produk tepung terigu milik perusahaan Bogasari. Polisi menangkap OS yang membuat produk palsu ini selama tiga tahun terakhir di seluruh wilayah Jabar. Kepala Subdirektorat Tindak Pidana Tertentu Ditkrimsus Polda Jabar AKBP Andry Agustiano menangkap pelaku berinisial OS di Kabupaten Cianjur pada 2 November 2024. Polisi menemukan 24,5 ton tepung terigu Bogasari palsu di tempat OS. Kasus pemalsuan produk tepung terigu Bogasari ini diumumkan pada Rabu (6/11) di Polda Jabar, Kota Bandung. Kasus ini dipublikasikan bersama dengan 12 kasus lain terkait penyalahgunaan barang pokok dan penting. Kabidhumas Polda Jabar Kombes Jules Abast memaparkan, modus pelaku dalam kasus ini ialah membeli terigu dengan kualitas rendah.
Pelaku memasukkan terigu tersebut ke karung tepung terigu Bogasari dan menjualnya kepada konsumen. Pelaku mendapatkan kemasan karung terigu Bogasari dari pengepul. Harga jual per lembar karung itu Rp 3.000. Karung itu diproduksi oleh Bogasari, yang merupakan salah satu divisi perusahaan dari PT Indofood Sukses Makmur Tbk. ”Pelaku menjual produk palsu kepada pedagang eceran dan pasar tradisional dengan harga yang lebih murah daripada produk aslinya. Warga yang dirugikan melaporkan masalah ini kepada kami sehingga langsung ditindaklanjuti,” kata Jules. Ia mengatakan, pelaku OS telah ditetapkan sebagai tersangka. OS dijerat dengan Pasal 62 UU No 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen,
Pasal 139 UU No 18/2012 tentang Pangan, dan Pasal 100 Ayat (1) UU No 20/2016 tentang Merek dan Indikasi Geografis. ”Perbuatan pelaku telah melanggar tiga regulasi. Ia terancam pidana maksimal 5 tahun penjara dan denda Rp 2 miliar,” ucap Jules. Wakil Direktur Krimsus Polda Jabar AKBPris BesarMarulyPardede menuturkan, pelaku menjual produk palsu tersebut di seluruh wilayah Jabar hingga perbatasan Jateng dalam tiga tahun terakhir. Pelaku meraih keuntungan Rp 30.000 hingga Rp 50.000 dari penjualan setiap karung produk palsu tepung Segitiga Biru. ”Dalam sebulan, pelaku dapat menjual sekitar 4.800 karung produk Segitiga Biru palsu. Ia meraih keuntungan Rp 5,6 miliar per tahun,” kata Maruly. (Yoga)
Mafia Memperalat Orang Rimba pada Praktim Tambang Minyak Ilegal
Empat pemimpin rombong Orang Rimba di Jambi mengecam aktivitas tambang minyak ilegal di Hutan Harapan. Mereka meyakini Orang Rimba telah diperalat. Buktinya, sejumlah warga ditugasi mengamankan dan menarik pungutan liar di lokasi yang terletak di dalam hutan negara di Hutan Harapan yang beralas konsesi restorasi ekosistem. ”Kami kaget waktu mengetahui ada warga kami, Orang Rimba, di sana,” ujar Temenggung Ngelembo, Rabu (6/11). Ia langsung mengecek ke lokasi. Menurut Ngelembo, dirinya dan para pemimpin adat mengecam praktik ilegal yang merusak hutan itu. Namun, pihaknya kesulitan menyetopnya.
Warganya telanjur masuk dalam jaringan kejahatan itu. Karena itu, ia berharap apparat penegak hukum segera turun ke lokasi. ”Harus diberantas secepatnya,” kata Ngelembo. Temenggung Jelitai menyatakan, Orang Rimba sangat menjunjung tinggi adat istiadat dan kelestarian hutan serta mendukung penuh upaya restorasi yang dilakukan di Hutan Harapan. ”Di adat kami, Orang Rimba, menebang satu pohon sama dengan menghancurkan kehidupan. Dendanya 500 lembar kain. Itu pelanggaran berat,” kata Jelitai. Kawasan restorasi ekosistem Hutan Harapan di batas Jambi dan Sumsel seluas 98.000 hektar. Kelestarian hutan ini jadi incaran pemodal dan cukong untuk menguasai serta memperjualbelikan lahan.
Lahan dimanfaatkan untuk aktivitas ilegal, antara lain perambahan, pembalakan, dan tambang liar. Ribuan pohon tumbang untuk pembukaan sumur-sumur bor. Minyak dibawa ke tempat penampungan sementara. Minyak curian dimuat ke dalam truk berisi bak-bak penampung. Pengemudi truk lalu membawanya ke industri-industri liar di wilayah Mandiangin, Kabupaten Sarolangun. Minyak kemudian disuling untuk dijadikan sejenis solar dan bensin. Minyak ilegal itu dijual murah untuk memasok berbagai kebutuhan BBM bagi warga dan industri di Jambi, Sumsel dan sekitarnya. Jelitai menyesalkan ada warganya yang terseret dalam praktik ilegal. Padahal, upah yang didapat kecil, cuma cukup untuk beli nasi dan rokok. (Yoga)
KPK Tunjukan Bukti-bukti Formalitas OTT Sahbirin Noor di Sidang Praperadilan
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memaparkan bukti-bukti formalitas operasi tangkap tangan atau OTT terhadap Gubernur Kalimantan Selatan Sahbirin Noor (SHB). KPK telah menetapkan Sahbirin sebagai tersangka dugaan suap pengadaan barang dan jasa untuk sejumlah proyek pekerjaan di wilayah Pemerintan Provinsi Kalimantan Selatan. Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memaparkan bukti-bukti formalitas operasi tangkap tangan atau OTT terhadap Gubernur Kalimantan Selatan Sahbirin Noor (SHB). KPK telah menetapkan Sahbirin sebagai tersangka dugaan suap pengadaan barang dan jasa untuk sejumlah proyek pekerjaan di wilayah Pemerintan Provinsi Kalimantan Selatan. Budi menyebut KPK menyampaikan bukti permulaan cukup yang sah untuk mentersangkakan Paman Birin, di antaranya keterangan, surat dokumen, petunjuk, dan bukti elektronik sesuai dengan pasal 184 KUHAP. Selain itu, ditujukan pula bukti yang berhubungan dengan Sahbirin Noor melarikan diri sehingga tidak dapat mengajukan praperadilan sebagaimana diatur dalam SEMA Nomor 1 Tahun 2018.
Dia menyampaikan KPK mengajak masyarakat untuk terus memantau dan mengikuti perkembangan proses penanganan perkara ini, sebagai bentuk transparansi dan akuntabilitas pemberantasan korupsi. Dalam kesempatan berbeda, KPK menyebut Sahbirn melarikan diri setelah menjadi tersangka dugaan korupsi. "Sampai saat persidangan ini berlangsung, pemohon (Sahbirin) melarikan diri dan tidak diketahui keberadaannya,” kata perwakilan Tim Biro Hukum KPK, Indah Suryani, dalam persidangan di PN Jakarta Selatan. Agenda sidang kali ini adalah pembacaan tanggapan KPK atas permohonan praperadilan dari Sahbirin. Menurut KPK, tim penyidik sempat mencari Sahbirin di sejumlah lokasi seusai penetapan tersangka sang gubernur. KPK di antaranya mencari Sahbirin Noor Di rumah dinas Gubernur Kalimantan Selatan, rumah dinas PUPR Kalimantan Selatan, hingga rumah pribadinya. Namun, KPK tidak dapat menemukan keberadaan Sahbirin. Indah juga menyoroti Sahbirin Noor yang kini tidak lagi menjalankan tugasnya sebagai Gubernur Kalimantan Selatan setelah penetapan tersangka. Indah berujar Sahbirin tidak tampak dalam berbagai kegiatan resmi di Kalimantan Selatan, di antaranya rapat paripurna DPRD Kalimantan Selatan hingga rapat pembahasan Rancangan Peraturan Daerah DPRD Kalimantan Selatan. Indah mengklaim saat ini tugas-tugas gubernur diambil alih oleh Sekretaris Daerah Kalimantan Selatan. “Sejak ditetapkan sebagai tersangka, pemohon tidak pernah muncul lagi di publik,” ucap Indah. (Yetede)
Konstruksi Perkara OTT KPK Dugaan Korupsi
KPK Cekal Gubernur Kalimantan Selatan Sahbirin Noor
Sebelum Perkara Pidana Hendaknya Lihat Putusan Etik Dewas KPK
Visi Besar Prabowo Melalui Danantara
Pembentukan Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BP Danantara), sebuah lembaga yang digagas oleh Presiden RI Prabowo Subianto dengan tujuan untuk menciptakan superholding BUMN di Indonesia. BP Danantara diharapkan dapat menjadi lembaga investasi yang besar, setara dengan Temasek Group (Singapura) dan Norges Bank Investment Management (Norwegia), dengan fokus mengelola aset BUMN untuk mempercepat pembangunan dan investasi di Indonesia.
Muliaman D. Hadad, yang sebelumnya menjabat Ketua Otoritas Jasa Keuangan (OJK), diangkat sebagai CEO BP Danantara, sementara Rosan P. Roeslani, Menteri Investasi dan Hilirisasi, ditunjuk sebagai chairman. BP Danantara akan mengelola aset sebesar US$600 miliar yang berasal dari konsolidasi Indonesia Investment Authority (INA) dan tujuh BUMN besar, termasuk Bank Mandiri, Bank Rakyat Indonesia (BRI), PLN, Pertamina, Bank Negara Indonesia (BNI), Telkom Indonesia, dan MIND ID. Tujuan jangka panjang BP Danantara adalah untuk meningkatkan dana kelolaannya hingga mencapai US$982 miliar.
Pemerintah Indonesia berambisi agar BP Danantara menjadi motor penggerak ekonomi nasional dengan mengonsolidasikan aset-aset besar BUMN untuk menghasilkan likuiditas yang lebih besar, yang bisa digunakan untuk ekspansi dan pembangunan. Meskipun ada tantangan terkait akuntabilitas dan potensi pertentangan dalam proses konsolidasi, konsep ini dianggap memiliki potensi besar untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi, dengan memanfaatkan aset BUMN sebagai sumber dana investasi.
Namun, meskipun langkah ini dinilai positif, perhitungan cermat dan terukur sangat dibutuhkan dalam implementasinya. Konsolidasi aset BUMN yang sangat besar ini, dengan total aset mencapai Rp10.401,5 triliun, akan menjadi tantangan besar, namun tidak menutup kemungkinan untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi Indonesia yang lebih berkelanjutan.
Kesimpulannya, pembentukan BP Danantara merupakan langkah strategis pemerintah Indonesia untuk memperkuat sektor ekonomi melalui pengelolaan aset-aset BUMN. Namun, keberhasilan inisiatif ini akan sangat bergantung pada perencanaan yang matang dan transparansi dalam implementasinya, agar dapat mendorong pertumbuhan ekonomi yang signifikan dan berkelanjutan.
Himbara Siapkan Langkah Penghapusan Kredit Macet UMKM
Presiden Prabowo Subianto telah menandatangani kebijakan baru terkait penghapusan tagihan piutang macet bagi UMKM di sektor pertanian, perkebunan, peternakan, perikanan, dan sektor lainnya seperti mode, kuliner, dan industri kreatif. Kebijakan ini bertujuan untuk memberikan kesempatan bagi UMKM yang sebelumnya kesulitan untuk memperoleh pembiayaan kembali, khususnya bagi yang utangnya sudah lama macet dan tidak mampu dibayar lagi.
Kebijakan ini diharapkan dapat mendorong pertumbuhan sektor UMKM, terutama di bidang ekonomi kerakyatan yang berkeadilan. Beberapa bank BUMN seperti Bank Rakyat Indonesia (BRI), Bank Negara Indonesia (BNI), Bank Tabungan Negara (BTN), dan Bank Mandiri menyambut baik kebijakan ini dan sedang mempersiapkan diri untuk implementasinya, meskipun masih menunggu penetapan kriteria teknis dari pemerintah.
Menteri UMKM, Maman Abdurrahman, menegaskan bahwa kebijakan ini bersifat selektif, hanya berlaku untuk UMKM yang sudah tidak mampu membayar utang dan telah masuk dalam daftar kredit macet yang proses penghapusannya telah dilakukan oleh Himbara (Himpunan Bank Milik Negara). Pemerintah menyiapkan anggaran sekitar Rp10 triliun untuk mendukung kebijakan ini tanpa melibatkan APBN.
Secara keseluruhan, kebijakan ini diharapkan dapat memberikan ruang bagi UMKM yang tertekan untuk bangkit kembali, meningkatkan akses mereka terhadap kredit, dan mendukung pembangunan ekonomi yang lebih inklusif.
Forum Bisnis Indonesia: Dampak Positif Hilirisasi
Dampak positif dari penghiliran nikel terhadap pertumbuhan ekonomi di wilayah timur Indonesia, khususnya Maluku dan Papua. Direktorat Regional III Kementerian PPN/Bappenas, yang dipimpin oleh Ika Retna Wulandary, mencatat bahwa pengolahan nikel menjadi salah satu faktor utama yang mengakselerasi ekonomi wilayah ini, dengan pertumbuhan ekonomi yang tinggi, bahkan lebih tinggi dari rata-rata nasional. Penghiliran nikel telah mendorong perkembangan sektor industri pengolahan, yang menjadi pendorong utama pertumbuhan ekonomi di daerah-daerah seperti Maluku Utara dan Kabupaten Halmahera Selatan.
Maluku dan Papua, sebagai wilayah yang sebelumnya memiliki ketergantungan pada sektor pertanian, kini mulai bertransformasi dengan adanya industri pengolahan nikel, yang mengubah struktur perekonomian mereka. Kawasan industri di Pulau Obi, Maluku Utara, misalnya, telah mencatatkan pertumbuhan yang signifikan, dengan desa sekitar seperti Kawasi mengalami pertumbuhan ekonomi yang pesat, termasuk dalam sektor non-tambang seperti perdagangan dan restoran.
Namun, meski ada pertumbuhan yang luar biasa, tantangan tetap ada, terutama dalam hal penyediaan fasilitas publik dan pengurangan kemiskinan. Ika Retna Wulandary mengingatkan bahwa meskipun sektor industri memberikan dampak positif bagi ekonomi, penurunan tingkat kemiskinan dan pemerataan pembangunan tetap perlu diperhatikan.
Sementara itu, pengembangan penghiliran nikel juga menghadapi dilema terkait penggunaan energi. Direktur Eksekutif Indonesian Mining Association (IMA), Hendra Sinadia, menyoroti ketergantungan industri smelter pada batu bara sebagai sumber energi yang murah, meskipun hal ini bertentangan dengan komitmen pemerintah untuk mengurangi emisi. Tantangan lain di sisi hulu adalah peningkatan tata kelola sumber daya mineral dan eksplorasi nikel yang lebih baik.
Secara keseluruhan, meskipun penghiliran nikel memberikan dampak positif terhadap pertumbuhan ekonomi dan menciptakan nilai tambah, pemerintah, melalui Kementerian PPN/Bappenas dan pemangku kepentingan lainnya, perlu mengatasi tantangan terkait sosial, energi, dan tata kelola agar potensi penghiliran nikel dapat dimanfaatkan secara maksimal, berkelanjutan, dan inklusif.
Investasi Pipa Baja Seamless Dukung Infrastruktur Gas Nasional
Pembangunan pabrik pipa baja seamless yang dilakukan oleh PT Artas Energi Petrogas dan Inerco Global International di Cilegon, Banten, dengan investasi sebesar Rp2,5 triliun. Pabrik ini diharapkan dapat mendukung pengembangan infrastruktur pipa gas di dalam negeri, khususnya di Jawa, yang sedang menjadi fokus pemerintah. Wakil Menteri Perindustrian Faisol Riza menyatakan bahwa pembangunan jaringan gas di Indonesia dapat menjadi peluang besar bagi perusahaan pipa baja, dan dengan adanya pabrik ini, diharapkan dapat mengurangi ketergantungan pada impor pipa baja yang selama ini menghabiskan anggaran hingga Rp15 triliun per tahun.
Keberadaan pabrik pipa baja seamless ini juga diharapkan dapat mengurangi subsidi liquefied petroleum gas (LPG), karena penggunaan pipa baja untuk jaringan gas akan mengurangi kebutuhan impor LPG yang lebih mahal. CEO Artas Energi Petrogas, Jose Antonio Reyes, menjelaskan bahwa pabrik ini akan memiliki kapasitas produksi 200.000 ton per tahun untuk hot roll mill dan 100.000 ton per tahun untuk heat treatment, yang nantinya akan memenuhi kebutuhan domestik, terutama untuk sektor migas. Namun, pipa baja ini juga dapat digunakan untuk sektor industri lain, termasuk sektor pertahanan.
Kesimpulannya, pabrik pipa baja seamless yang dibangun oleh PT Artas Energi Petrogas dan Inerco Global International ini memiliki potensi besar untuk mendukung pengembangan infrastruktur energi nasional, khususnya jaringan gas. Selain itu, pabrik ini juga berkontribusi dalam mengurangi ketergantungan pada impor pipa baja, mengurangi subsidi LPG, dan memperkuat sektor industri dalam negeri, dengan prospek jangka panjang untuk ekspansi ke sektor lain.









