KAI Catat Peningkatan Signifikan Muatan Barang
PT Kereta Api Indonesia (KAI) mengalami peningkatan signifikan dalam angkutan barang sepanjang Januari hingga Oktober 2024, dengan kenaikan sebesar 9,14% menjadi 57,14 juta ton dibandingkan periode yang sama pada tahun 2023 yang tercatat 52,35 juta ton. Kenaikan ini didorong oleh berbagai faktor, termasuk penambahan frekuensi perjalanan, rute baru, dan penambahan gerbong batu bara, khususnya di wilayah KAI Divre III Palembang dan KAI Divre IV Tanjungkarang.
Angkutan batu bara menjadi dominasi utama, mencatatkan 45,76 juta ton atau 80,12% dari total angkutan barang, yang sebagian besar terjadi di Sumatra bagian selatan, mendukung pasokan energi nasional. Selain batu bara, hampir seluruh komoditas yang diangkut juga mengalami pertumbuhan positif, dengan peningkatan berkisar antara 5% hingga 71%. Ini mencerminkan adanya peningkatan kebutuhan pelaku ekonomi untuk mendistribusikan barang melalui moda transportasi kereta api.
Dalam hal ketepatan waktu, PT KAI juga mencatatkan performa yang baik. Pada periode Januari hingga Oktober 2024, tingkat ketepatan waktu keberangkatan (on time performance/OTP) tercatat mencapai 97,95%, meningkat dibandingkan dengan 96,87% pada tahun 2023. Begitu pula dengan ketepatan waktu kedatangan, yang tercatat mencapai 94,68%, jauh lebih tinggi dibandingkan dengan 82,52% pada tahun sebelumnya.
VP Public Relation PT KAI, Anne Purba, menyatakan bahwa perusahaan terus berupaya untuk meningkatkan pelayanan angkutan barang dengan menjaga ketepatan waktu, keamanan, dan kapasitas angkut yang besar. KAI juga terus melayani berbagai komoditas, seperti peti kemas, batu bara, semen, BBM, CPO, pupuk, dan lainnya, dengan keunggulan berupa ketepatan waktu, bebas pungutan liar, serta dikelola oleh SDM yang profesional.
Kalau Bulog Berada Dibawah Naungan Presiden Langsung
70 Negara di Seluruh Penjuru Dunia yang Menyelenggarakan Pemilihan Umum
Kans KPK Bidik Keluarga Rafael Alun dengan Opsi Menjerat Pidana Pencucian Uang
Indonesia dan China Menandatangani Komitmen Kerja Sama Senilai Total US$ 10,07 Miliar
SuperApp BYOND by BSI Resmi Diluncurkan
Raksasa Teknologi AS dan Rusia Investasi Teknologi AI di Indonesia
Kebijakan Proteksionisme Donald Trump Beri Efek Negatif ke Manufaktur
Kementerian PU Akselerasi Visi Presiden Melalui Program Quick Wins Infrastruktur
Perkampungan Warga diserang Puluhan Anggota TNI
Puluhan anggota TNI Batalyon Artileri Medan-2/Kilap Sumagan menyerang perkampungan warga di dekat markasnya di Desa Selamat, Deli Serdang, Sumut. Seorang warga, Raden Barus (60) tewas. Delapan warga luka berat dan belasan orang lainnya luka ringan akibat serangan itu.”Kami tidak tahu pasti alasan mereka menyerang warga kami. Kata mereka, ada cekcok antara anggota Armed dan warga saat melintas di jalan dengan sepeda motor. Mereka menyerang kami dengan membabi buta,” kata Kades Selamat, Bahrun dalam acara adat pemakaman Raden, Minggu (10/11). Panglima Kodam I/Bukit Barisan Letjen Mohamad Hasan hadir dalam acara pemakaman itu. Di hadapan Hasan, anggota keluarga menangis histeris. Keluarga meminta keadilan dan proses hukum terhadap anggota TNI pembunuh Raden.
Hasan mengatakan, dirinya meminta maaf atas apa yang dilakukan anggotanya dan memastikan peristiwa ini tidak terulang lagi. Hasan berjanji akan memproses hukum semua anggota Artileri Medan-2 (Armed-2) yang terlibat penyerangan itu. Delapan korban luka berat dirawat di RS Putri Hijau milik Kodam I/Bukit Barisan. Bahrun mengatakan, perkampungan mereka diserang puluhan anggota Armed-2 Medan-2/Kilap Sumagan pada Jumat (8/11) malam hingga Sabtu pagi. Warga terkejut dengan kedatangan puluhan anggota TNI tanpa seragam pukul 22.00 WIB. Mereka menyisir perkampungan dan mendobrak rumah warga. Warga yang berada di rumah diseret keluar, dipukul, dan beberapa dihantam pisau. Raden kebetulan sedang di luar. Ia ditemukan tergeletak bersimbah darah di pinggir jalan.
Terdapat luka di kepala dan badannya. ”Saat ditemukan, Raden masih hidup, tapi kritis. Kami sempat membawa ke RS, tetapi meninggal di jalan,” kata Bahrun. Kepala Penerangan Kodam I/Bukit Barisan Kolonel Dody Yudha menjelaskan, proses hukum telah berjalan terhadap anggota Armed-2 yang terlibat dalam penyerangan warga itu. ”Yang terkonfirmasi ada 33 orang. Mereka diperiksa di PM Kodam I/BB,” katanya. Pangdam I/Bukit Barisan sudah melaksanakan jam komandan di Armed-2 untuk memberikan arahan kepada semua prajurit. Pangdam I/Bukit Barisan juga memimpin langsung mediasi dengan warga. Dugaan awal, anggota Armed-2 terlibat perkelahian dengan beberapa pemuda Desa Selamat pada Jumat sore. Perkelahian diawali cekcok anggota TNI dan warga yang melintas di jalan. (Yoga)









