;

Tantangan Meraih Kemandirian Energi

Hairul Rizal 09 Nov 2024 Bisnis Indonesia

Indonesia, meskipun memiliki kekayaan sumber daya alam yang melimpah, menghadapi tantangan besar dalam meningkatkan produksi dan lifting minyak serta gas bumi (migas). Produksi migas Indonesia terus mengalami penurunan dalam beberapa tahun terakhir akibat berkurangnya cadangan dan tantangan teknis dalam eksplorasi, yang berdampak pada ketergantungan Indonesia terhadap impor energi. Pemerintah Indonesia, di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka, berfokus untuk mencapai target produksi 1 juta barel minyak dan 12 BCF gas per hari pada 2030.

Salah satu tantangan utama adalah kondisi lapangan minyak yang sebagian besar sudah berumur tua dan membutuhkan teknologi mahal seperti Enhanced Oil Recovery (EOR) untuk meningkatkan produktivitasnya. Selain itu, sektor hulu migas di Indonesia juga menghadapi kendala regulasi dan birokrasi, dengan iklim investasi yang kurang kompetitif dibandingkan negara-negara tetangga. Pemerintah terus berupaya memperbaiki iklim investasi dengan menyederhanakan perizinan, memberikan insentif pajak, dan merumuskan regulasi yang lebih fleksibel, namun implementasi yang konsisten masih diperlukan.

Selain fokus pada peningkatan produksi migas, Indonesia juga perlu mempersiapkan langkah-langkah konkret untuk diversifikasi energi dengan mengembangkan sumber energi terbarukan seperti panas bumi, surya, dan angin. Transisi menuju energi terbarukan memerlukan waktu, biaya, dan sumber daya yang besar, sehingga dalam jangka pendek, produksi dan lifting migas tetap menjadi prioritas utama.

Secara keseluruhan, ketahanan dan kemandirian energi Indonesia memerlukan kerja sama antara pemerintah, pelaku industri, dan masyarakat. Meskipun tantangan besar dihadapi, dengan komitmen dan kolaborasi yang kuat, Indonesia memiliki peluang untuk menjadi bangsa yang mandiri secara energi.


APBN 2025: Peluang Perubahan yang Menanti

Hairul Rizal 09 Nov 2024 Bisnis Indonesia

Menteri Keuangan Sri Mulyani membuka peluang reformulasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Perubahan (APBN-P) 2025 untuk menyesuaikan dengan dinamika pemerintahan baru di bawah Presiden Prabowo Subianto. Sri Mulyani menjelaskan bahwa meskipun APBN 2025 sudah disusun pada era pemerintahan Joko Widodo, perubahan dalam struktur kementerian dan lembaga yang terjadi setelah pelantikan Presiden Prabowo memerlukan penyesuaian anggaran. Oleh karena itu, pemerintah memiliki ruang untuk menerbitkan APBN-P 2025 yang akan disetujui oleh DPR, terutama untuk memenuhi kebutuhan anggaran kementerian dan lembaga yang baru.

Selain itu, adanya kritik dari anggota DPR seperti M. Sarmuji dan Anis Byarwati mengenai pengurangan anggaran untuk beberapa kementerian, seperti Kementerian Investasi, menambah urgensi untuk penerbitan APBN-P 2025. Sarmuji menyarankan agar dana cadangan yang sudah disiapkan bisa digunakan untuk menambah anggaran kementerian/lemaga jika APBN-P diterbitkan pada pertengahan tahun 2025. Sementara itu, Presiden Prabowo Subianto dalam pidato perdana kabinetnya menekankan pentingnya efisiensi dalam belanja negara dan menghindari proyek-proyek yang tidak produktif.


AI Mulai Mengubah Cara Konsumen Berbelanja

Hairul Rizal 09 Nov 2024 Bisnis Indonesia

Pemanfaatan AI (Kecerdasan Buatan) dan GenAI (Generative AI) memainkan peran penting dalam mendorong pertumbuhan belanja online di Asia Tenggara, khususnya di Indonesia. Teknologi ini meningkatkan pengalaman belanja dengan memberikan rekomendasi produk yang lebih personal, meningkatkan efisiensi pencarian produk, serta membangun kepercayaan dan loyalitas pelanggan melalui pengalaman yang dipersonalisasi.

Menurut riset yang dilakukan oleh Kantar dan Lazada, ditemukan bahwa 64% konsumen Indonesia menggunakan chatbot untuk membantu mereka dalam proses belanja online, sementara 54% memanfaatkan AI untuk mendapatkan rekomendasi belanja yang lebih personal. Ummu Hani, Associate Director Kantar Indonesia, menjelaskan bahwa AI membantu pelanggan menemukan produk dengan cara yang lebih efisien dan sesuai dengan preferensi pribadi mereka. Selain itu, Ajie Santika, AI Expert dan Co-Founder Feedloop.ai, menjelaskan bahwa tren ini didorong oleh kemampuan GenAI dalam menyederhanakan proses belanja, memberikan rekomendasi yang lebih tepat, dan mempelajari pola interaksi pengguna.

Amelia Tediarjo, Head of Operations Lazada Indonesia, juga mengungkapkan bahwa AI Lazzie, asisten belanja berbasis GenAI yang dikembangkan oleh Lazada, membantu pelanggan menemukan produk yang sesuai dengan kebutuhan mereka, memberikan rekomendasi produk yang lebih terpersonalisasi, dan meningkatkan konversi penjualan. Inovasi ini sejalan dengan komitmen Lazada untuk mendukung pertumbuhan jangka panjang dengan beradaptasi dan terus meningkatkan pengalaman berbelanja.

Selain itu, AI juga berperan penting dalam meningkatkan kualitas layanan pelanggan di sektor lainnya, seperti yang dilakukan oleh Joel Djuwadi, Founder HERA.CX.ai, yang mengintegrasikan otomatisasi dengan empati dalam memberikan layanan pelanggan. Teknologi ini berfungsi untuk mengurangi customer churn dan memastikan layanan yang lebih efisien dan berkualitas.

Secara keseluruhan, AI dan GenAI tidak hanya mendorong pertumbuhan dalam e-commerce, tetapi juga meningkatkan pengalaman konsumen dan mendorong pertumbuhan bisnis melalui efisiensi dan personalisasi.


Investor Asing Ragu Melanjutkan Investasi

Hairul Rizal 09 Nov 2024 Kontan (H)
Divestasi yang dilakukan oleh sovereign wealth funds (SWF) seperti Temasek dan GIC di Bursa Efek Indonesia (BEI) menunjukkan sikap hati-hati investor asing terhadap pasar domestik. Temasek, misalnya, kini hanya memiliki 19,99% saham di PT Diamond Food Indonesia Tbk (DMND) setelah sebelumnya menjual 23,39% saham di PT Mega Manunggal Property Tbk (MMLP) senilai Rp 563,58 miliar. GIC juga mengurangi kepemilikan di beberapa emiten, termasuk PT Triputra Agro Persada Tbk (TAPG) dan mempertimbangkan divestasi saham lainnya, seperti di Bukalapak (BUKA) dan Elang Mahkota Teknologi (EMTK).

Namun, aksi investasi tetap terjadi, seperti yang dilakukan oleh Siam Cement Group (SCG) dari Thailand, yang mengakuisisi 44,48% saham PT Fajar Surya Wisesa Tbk (FASW) senilai Rp 9,98 triliun. Langkah ini menunjukkan bahwa Indonesia masih menarik bagi investor dengan strategi tertentu. Wawan Hendrayana, Vice President Infovesta Utama, menilai daya tarik bursa Indonesia tetap kuat berkat stabilitas ekonomi dan potensi pasar domestik yang besar.

Di sisi lain, pengamat pasar modal Teguh Hidayat dan Budi Frensidy mencatat bahwa sikap investor asing masih dipengaruhi oleh ketidakpastian kebijakan pemerintah baru. Mereka cenderung mengadopsi pendekatan wait and see, apalagi dengan volume transaksi harian yang relatif kecil di bursa Indonesia. Agus Pramono, pengamat pasar modal, menyoroti bahwa karakteristik dan strategi investasi institusi besar berbeda-beda. Contohnya, GIC lebih fokus pada pengembalian investasi jangka menengah, sedangkan SCG lebih bersifat strategis untuk mengembangkan sinergi bisnis.

Wawan mengingatkan bahwa investor lokal sebaiknya tidak asal mengikuti jejak investor besar, karena faktor-faktor seperti likuiditas saham sering menjadi pertimbangan mereka yang mungkin berbeda dengan kebutuhan investor ritel. Secara keseluruhan, meskipun beberapa investor asing mengerem langkahnya, potensi pasar Indonesia tetap menarik dengan strategi yang tepat.

Defisit Anggaran Didorong Belanja Negara yang Meningkat

Hairul Rizal 09 Nov 2024 Kontan
Kementerian Keuangan mencatat anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN) 2024 defisit sebesar Rp 309,2 triliun hingga Oktober tahun ini. Angka defisit tersebut melebar dibandingkan Agustus 2024 yang tercatat Rp 153,7 triliun. Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan, defisit anggaran per Oktober 2024 setara 1,37% terhadap produk domestik bruto (PDB).Defisit APBN ini lantaran pendapatan negara lebih rendah dibandingkan kebutuhan belanja negara yang terus meningkat. Sri Mulyani bilang, pendapatan negara per Oktober 2024 mencapai Rp 2.247,5 triliun atau naik 0,3% dibandingkan periode sama tahun lalu. Realisasi ini setara 80,2% target APBN 2024.

Sedangkan realisasi belanja negara senilai Rp 2.556,7 triliun atau meningkat 14,1% dibandingkan periode sama tahun lalu. Pencapaian ini setara 76,9 dari target APBN 2024. Direktur Eksekutif Center of Economic and Law Studies (Celios) Bhima Yudhistira mengungkapkan, pelebaran defisit APBN pada 2024 dipicu tiga faktor utama yang saling berkaitan. Kondisi itu perlu dicermati serius karena dapat berefek pada stabilitas fiskal dan ekonomi ke depan.

Faktor pertama, pelebaran defisit APBN disebabkan perlambatan pendapatan negara dibandingkan tahun sebelumnya. Bhima menjelaskan, salah satu penyebabnya adalah penurunan drastis pada Pendapatan Pajak Penghasilan (PPh) Migas yang disebabkan oleh penurunan harga minyak global.  Faktor kedua adalah lemahnya kinerja sektor industri manufaktur, yang berimbas pada penurunan pendapatan pajak dari sektor ini. Pajak dari industri manufaktur melemah 7,87% secara tahunan atau year on year (yoy). Faktor ketiga adalah membengkaknya belanja pemerintah, terutama terkait belanja modal untuk infrastruktur. Selain itu, meskipun tidak disebutkan secara rinci, Bhima mengingatkan kenaikan beban belanja bunga utang juga turut berkontribusi pada peningkatan defisit APBN.

Kendati begitu, dia memperkirakan defisit APBN 2024 masih lebih rendah dibandingkan outlook pemerintah sebesar 2,7% PDB. Bhima memprediksi, defisit APBN tahun ini berkisar 2%-2,4% PDB. Ekonom Universitas Indonesia, Teguh Dartanto menyebut defisit anggaran pada Oktober 2024 merupakan sebuah pola umum yang terjadi setiap tahun. Kondisi ini biasanya terjadi menjelang akhir tahun ketika banyak program dan proyek pemerintah sudah memasuki tahap penyelesaian, sehingga mendorong adanya lonjakan pembayaran.

BUMN Konstruksi Berupaya Pulihkan Kondisi

Hairul Rizal 09 Nov 2024 Kontan
Empat emiten BUMN Karya mencatatkan kinerja beragam pada kuartal III-2024, dengan hanya PT PP Tbk (PTPP) yang berhasil mencatat pertumbuhan pendapatan dan laba bersih. PTPP meraih pendapatan Rp 14,54 triliun, naik 14,54% secara tahunan, dan laba bersih meningkat 11,49% menjadi Rp 267,28 miliar. Joko Raharjo, Sekretaris Perusahaan PTPP, mengungkapkan peningkatan laba bersih terutama didukung kenaikan laba ventura bersama sebesar Rp 482 miliar dan divestasi aset senilai Rp 31 miliar.

Di sisi lain, PT Adhi Karya Tbk (ADHI) mencatatkan penurunan pendapatan usaha sebesar 19,97% yoy menjadi Rp 9,16 triliun. Namun, laba bersih ADHI melesat 194,51% yoy berkat pendapatan dari proyek joint operation (JO) yang meskipun tidak tercatat secara langsung, tetap signifikan jika digabungkan, mencapai Rp 17 triliun. Rozi Sparta, Sekretaris Perusahaan ADHI, menegaskan kontribusi besar dari proyek non-JO dan laba ventura bersama.

Sementara itu, PT Wijaya Karya Tbk (WIKA) mengalami penurunan pendapatan 16,78% yoy. Namun, efisiensi dan pengelolaan utang yang baik berhasil mengembalikan posisi WIKA dari kerugian menjadi laba. Agung Budi Waskito, Direktur Utama WIKA, menyatakan bahwa upaya pembenahan internal menjadi faktor utama perbaikan kinerja.

Sebaliknya, PT Waskita Karya Tbk (WSKT) mencatatkan kerugian yang semakin membesar, dengan pendapatan turun 13,22% yoy menjadi Rp 6,78 triliun. Menurut Nafan Aji Gusta Utama dari Mirae Asset Sekuritas, masalah tata kelola dan lambatnya restrukturisasi utang menjadi penyebab utama kerugian WSKT.

Meski masih ada tantangan, Sukarno Alatas dari Kiwoom Sekuritas melihat tren perbaikan kinerja BUMN Karya, didukung perolehan kontrak baru dan pembenahan internal. Namun, ia menyarankan investor untuk "wait and see" atau melakukan trading sell hingga terdapat dukungan harga saham yang ideal.

Proyek Kabel Jumbo Cable Terus Meluas

Hairul Rizal 09 Nov 2024 Kontan
PT Jembo Cable Company Tbk (JECC) optimis dapat bersaing di industri kabel listrik dan telekomunikasi melalui peningkatan kapasitas produksi, diversifikasi segmen penjualan, serta perluasan wilayah pemasaran. Direktur JECC, Antonius Benady, menjelaskan bahwa perusahaan fokus memperbarui teknologi mesin dan mengoptimalkan efisiensi operasional untuk meningkatkan kapasitas produksi. Investasi sebesar Rp 75 miliar dialokasikan untuk pengadaan mesin baru yang didukung oleh fasilitas bank dan dana internal.

JECC, yang telah beroperasi lebih dari 50 tahun, memproduksi berbagai jenis kabel seperti kabel medium voltage, low voltage, fire resistant cables, dan fiber optic. Produk-produk ini telah mendapatkan sertifikasi dari lembaga terkemuka dan memenuhi Tingkat Kandungan Dalam Negeri (TKDN). Antonius menekankan bahwa perusahaan akan memperluas fokus penjualan ke segmen energi, listrik, minyak dan gas, serta pertambangan, selain melayani distributor, pasar bebas, dan ekspor.

Perusahaan juga memperluas jaringan distribusi ke kota-kota besar di Indonesia, dengan target pendapatan tahun 2024 sebesar Rp 3,4 triliun. Strategi ini didukung oleh tren meningkatnya permintaan kabel akibat pembangunan infrastruktur yang terus berkembang. Antonius menyebut segmen industri, korporasi, dan Perusahaan Listrik Negara (PLN) sebagai kontributor utama permintaan kabel.

Hingga kuartal III-2024, JECC mencatatkan peningkatan laba bersih sebesar 3,66% menjadi Rp 45,3 miliar, sementara penjualan bersih mencapai Rp 2,4 triliun, naik 15,85% dibandingkan tahun lalu. Antonius menegaskan bahwa persaingan di industri kabel domestik bukan ancaman bagi JECC, melainkan peluang untuk terus memperkuat pasar. Dengan berbagai langkah strategis ini, JECC optimis dapat terus tumbuh dan mendukung kebutuhan infrastruktur Indonesia dengan produk berkualitas dan inovatif.

Laba Anak Usaha Menopang Kinerja Perusahaan

Hairul Rizal 09 Nov 2024 Kontan
Pertumbuhan kinerja bank besar tak lepas dari kontribusi anak-anak usaha. Maklum, bank besar memiliki anak usaha di berbagai sektor jasa keuangan. Salah satu bank dengan kinerja anak usaha yang cukup impresif adalah Bank Rakyat Indonesia Tbk (BRI). Hingga September 2024, kinerja anak usaha BRI tumbuh 23% secara tahunan menjadi Rp 6,4 triliun per September.

Kontribusi anak usaha BRI mencapai 14,2% dari total laba bersih yang dicatatkan BRI dalam sembilan bulan di 2024 senilai Rp 45,06 triliun. Anak usaha yang menjadi kontributor terbesar pendapatan bagi BRI adalah PT Pegadaian, yakni sebesar 69,2%. Selanjutnya ada Perusahaan Nasional Madani (PNM) sebesar 15,3%. Bank Negara Indonesia Tbk (BNI) mendapat kontribusi dari anak usaha sebesar Rp 339,2 miliar per September 2024, naik 7% dari tahun sebelumnya. Direktur Keuangan BNI Novita W. Anggraini menyebutkan, BNI Finance menjadi mesin pertumbuhan baru bagi grup, terutama di segmen kredit konsumer di kredit kendaraan bermotor (KKB). 

Per September 2024, Bank Mandiri Tbk mendapat laba dari anak usahanya Rp 4,5 triliun, naik 6,93% secara tahunan. Kinerja anak usaha tersebut berkontribusi 10,71% dari laba bersih Bank Mandiri, yakni Rp 42 triliun per September 2024. Anak usaha Bank Mandiri yang jadi penopang utama masih PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI). Bank Mandiri mendapat laba senilai Rp 2,63 triliun dari BSI, naik 21,76% secara tahunan. "Kinerja Bank Mandiri yang baik tidak lepas dari kontribusi kinerja anak perusahaan," ujar Sigit Prastowo, Direktur Keuangan Bank Mandiri.

Bank Central Asia Tbk tak merinci kontribusi anak usaha yang mereka miliki. EVP Corporate and Social Responsibility BCA Hera F. Haryn hanya bilang, entitas anak yang menjadi kontributor besar adalah BCA Finance.

Puntun, Palangka Raya, Kalteng dirancang Jadi Kawasan Wisata

Yoga 09 Nov 2024 Kompas (H)

Seusai dikunjungi Wapres Gibran, Kampung Puntun di Palangka Raya, Kalteng, mencoba berbenah. Dikenal sebagai kampung narkoba, Puntun dirancang jadi kampung wisata. Dalam bahasa setempat, puntun berarti penyimpan barang para penebang kayu. Sejak 1960-an, Puntun pernah menjadi tempat persinggahan pedagang dan penebang kayu Banjarmasin, Kalsel. Di atas hutan rawa gambut, mereka tinggal di rumah lanting khas Banjar yang mengapung di sungai. Tak heran sebagian besar penduduknya adalah perantau Banjarmasin yang masih bekerja dalam bisnis pemotongan kayu.Pulangnya Saleh (37), warga Puntun, dari perantauan tahun 2016, mengubah wajah daerah itu ke titik terendahnya.

Di pinggir Sungai Kahayan, Saleh menjalankan bisnis narkobanya. Butuh 8 tahun untuk menghentikan aksinya. Petugas BNN menangkapnya pada Selasa (10/9). Istana kecil Saleh di atas rumah terapung di Puntun digerebek. Kini, ia ditahan di Nusakambangan. Dua bulan setelah Saleh hengkang dari Puntun, Wapres Gibran datang. Dalam kunjungan pada Senin (4/11) itu, tercetus rencana revitalisasi mengubah wajah Puntun. Dari kampung narkoba menjadi obyek wisata. Haji Juhri, Ketua RW 027 di Kampung Puntun, Jumat (8/11), mengatakan, kehadiran narkoba berdampak buruk. Banyak anak usia SMP dan SMA terbiasa mengonsumsi pil zenith (Carnophen) atau ”pil jin”.

Zenith obat untuk penyakit tulang yang memiliki efek halusinasi saat dikonsumsi. Plt Asisten I Sekda Kota Palangka Raya, Mahdi Suryanto mengatakan, rencana menuntun Puntun menjadi kampong wisata adalah inisiatif Pemkot Palangka Raya dengan BNN Kalteng, untuk mengubah citra dan kesan orang melihat Puntun. ”Lebih dari itu, ini penting untuk generasi berikutnya. Ini bisa jadi wisata air dan berbagai obyek lain,” ujarnya. Tak jauh dari kampung itu terdapat Pelabuhan Rambang yang sudah lebih dulu dijadikan kawasan wisata kuliner. Kadis Pariwisata, Budaya, Pemuda, dan Olahraga Kota Palangka Raya, Lin Hendrayati Idris mengatakan, pihaknya serius mewujudkan keinginan menekan stigma ini. (Yoga)


Daerah yang Anggarannya Tak Tepat Sasaran akan diberi Sanksi oleh KPPOD

Yoga 09 Nov 2024 Kompas

Anggaran pemerintah daerah berjumlah Rp 141,33 triliun yang dinilai tidak tepat sasaran merupakan masalah klasik yang harus ditangani secara komprehensif. Pemerintah pusat perlu memberlakukan sanksi disinsentif kepada daerah yang anggarannya tidak efektif dan efisien. Selain itu, diperlukan pengawasan eksternal dari DPRD dan pelibatan masyarakat sipil. Direktur Eksekutif Komite Pemantauan Pelaksanaan Otonomi Daerah (KPPOD) Herman N Suparman, Jumat (8/11) menuturkan, ada beberapa permasalahan yang menjadi penyebab anggaran pemda tidak tepat sasaran.

Di level daerah, pemerintah pusat selama ini selalu mendorong tentang uang yang harus mengikuti program (money follow the program). Pemda didorong menetapkan program prioritas atau yang menjadi fokus setiap lima tahun sekali. ”Tujuannya agar seluruh anggaran pemda diarahkan pada program prioritas itu. Namun, dalam praktiknya, pemda menganggap hanya 32 urusan yang wajib diturunkan dalam program dan kegiatan,” kata Herman. 32 urusan yang dibagi kewenangannya antara pemerintah pusat dan daerah, diatur UU No 23 Tahun 2014 tentang Pemda.

Karena pemda hanya berfokus pada 32 urusan wajib itu saja, berapa pun kapasitas fiskal daerah tetap digunakan untuk program tersebut. Kapasitas birokrat, ASN, dan penyelenggara daerah, baik kepala daerah maupun DPRD, juga kurang mumpuni. Kepala daerah kerap tidak punya kapasitas, fokus, dan karakter membawa perubahan sehingga yang dijalankan dari tahun ke tahun sifatnya hanya rutinitas. DPRD juga tidak menjalankan fungsi pengawasan dengan baik. Masalah lain yang ditemukan KPPOD adalah ketidakefektifan anggaran. Namun, secara struktural, respons dari pemerintah pusat juga kurang efektif. (Yoga)


Pilihan Editor