;

Trump dan Dampak Inflasi Global pada Suku Bunga BI

Trump dan Dampak Inflasi Global pada Suku Bunga BI
Bank Indonesia (BI) memberikan sinyal penurunan suku bunga acuan (BI Rate) sebagai langkah untuk mendukung pertumbuhan ekonomi nasional sekaligus menjaga stabilitas makroekonomi. Gubernur BI Perry Warjiyo menyatakan bahwa kebijakan moneter akan tetap seimbang, dengan fokus pada stabilitas ekonomi dan pertumbuhan hingga 2025. Perry juga mengungkapkan adanya ruang untuk penurunan suku bunga, meskipun belum ada waktu pasti kapan langkah ini akan diambil.

Perry menjelaskan bahwa BI akan memperkuat stabilitas ekonomi dengan memperdalam pasar uang dan mengintervensi pasar valuta asing (valas). Langkah ini dilakukan sebagai bagian dari pembaruan blueprint kebijakan moneter hingga 2030.

BI juga berkolaborasi dengan pemerintah melalui kebijakan fiskal dan moneter untuk mendukung sektor riil, menciptakan lapangan kerja, dan mempercepat pertumbuhan ekonomi.

Fikri C Permana, Senior Economist KB Valbury Sekuritas, menyebutkan bahwa penurunan suku bunga masih memungkinkan, didukung inflasi domestik yang terkendali dan tingginya cost of fund di Indonesia. Penurunan ini dapat membantu pemulihan ekonomi.

David Sumual, Kepala Ekonom Bank Central Asia (BCA), menambahkan bahwa stabilitas harga bahan pangan dan produk impor memberikan ruang bagi BI untuk menurunkan suku bunga. Namun, faktor eksternal seperti kebijakan perdagangan Donald Trump dan ketegangan geopolitik global perlu diwaspadai karena dapat memengaruhi ekspor dan impor Indonesia.

David menyoroti risiko dari kebijakan perdagangan Donald Trump yang dapat meningkatkan ketegangan global dan berdampak pada ekonomi domestik. Ketidakpastian geopolitik juga menjadi faktor yang memengaruhi kebijakan ekonomi Indonesia.

Penurunan suku bunga BI Rate menjadi salah satu opsi yang dipertimbangkan BI untuk mendorong pertumbuhan ekonomi domestik. Dukungan kebijakan ini dipengaruhi oleh faktor domestik seperti inflasi yang terkendali, serta tantangan eksternal seperti kebijakan perdagangan global dan ketidakstabilan geopolitik. Perry Warjiyo, Fikri C Permana, dan David Sumual menekankan pentingnya stabilitas dan sinergi antara kebijakan moneter dan fiskal untuk mencapai tujuan ekonomi nasional.
Download Aplikasi Labirin :