;

Trump Uji Ketahanan Pasar

Ekonomi Hairul Rizal 07 Nov 2024 Kontan (H)
Trump Uji Ketahanan Pasar

Kabar terbaru dari Amerika Serikat (AS) menyebabkan para pelaku pasar keuangan di Tanah Air kembali waspada. Donald Trump, kandidat presiden dari Partai Republik, dipastikan memenangkan pemilihan presiden AS tahun 2024. Trump meraup 277 suara elektoral yang dibutuhkan untuk memenangkan kursi Presiden Negeri Uwak Sam. Kabar kemenangan Trump membuat Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ambrol 1,44% ke 7.383,87 pada Rabu (6/11). Dari pasar keuangan, rupiah terpental ke Rp 15.830 per dolar AS. Ini karena indeks dolar menguat sekitar 1,28% hingga penutupan sesi perdagangan di Kawasan Asia. Dana asing pun kembali hengkang. Kemarin, asing tercatat melakukan aksi jual dengan nilai bersih Rp 1,09 triliun di pasar saham reguler. Dalam sebulan, kepemilikan asing di Surat Berharga Negara (SBN) turun Rp 4,06 triliun. Kepala Ekonom Bank Permata, Josua Pardede mengatakan, kemenangan Trump dalam Pilpres AS 2024 membawa sejumlah dampak signifikan bagi perekonomian dan pasar keuangan Indonesia, khususnya terkait kebijakan proteksionis, hubungan dagang AS-China, dan potensi penguatan dolar AS. 

Josua menuturkan, sekalipun Federal Reserve tetap melanjutkan penurunan suku bunga, kemenangan Trump kali ini akan membuat bank sentral lebih berhati-hati. Sementara treasury bank Eropa d Singapura melihat, tekanan rupiah bukan cuma faktor AS. "Tahun 2025 utang jatuh tempo besar, jadi harus prudent," katanya, kemarin. Ia memperkirakan rupiah di akhir tahun 2024 berada di level Rp 16.100 per dolar AS. Senior Economist KB Valbury Sekuritas, Fikri C. Permana mengatakan, sepanjang dolar AS masih berotot, investor akan mengalihkan dana ke negara tersebut. Setali tiga uang, Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas, Maximilianus Nico Demus menilai, kemenangan Trump bakal memperkuat ekonomi AS. "Sehingga meyakinkan pasar berinvestasi di AS," paparnya. Nico meramal pasar saham dalam negeri bakal bergerak lebih volatil usai kabar ini. Target IHSG tidak terlalu optimistis lagi. Kinerja emiten Indonesia yang tumbuh moderat tak bisa banyak mengangkat IHSG. Pengamat Pasar Modal dan Founder WH Project, William Hartanto memperkirakan, IHSG di 7.850-7.900 pada akhir 2024.

Tags :
#Saham #Bursa
Download Aplikasi Labirin :