Kemenangan Trump karena The American Dream
Kemenangan Donald Trump dari Partai Republik atas KamalaHarris dari Partai Demokrat disusul keberhasilan hattrick Partai Republik menguasai mayoritas Kongres dan juga Senat, fenomena yang disebut a governing trifecta. Kegagalan Harris adalah ketidakmampuan tim kampanyenya mengolah ekspektasi perbaikan momentum ekonomi berdasarkan beberapa indikator terkini kepada para pemilih yang frustrasi karena harga-harga yang tidak kembali seperti saat presidensi Trump yang pertama. Padahal, momentum pemulihan ekonomi dari dampak Covid-19 sejak akhir 2022 makin terlihat. Inflasi tahunan, puncaknya 9,1 % pada Juni 2022 turun ke 2,4 % pada September 2024. Angka pengangguran Oktober 2024 turun ke 4,1 %, jauh dari 14,9 % pada April 2020 saat puncak pandemi Covid-19.
Pertumbuhan ekonomi cukup sehat, 2,8 % di triwulan III sedikit di bawah 3 % pada triwulan sebelumnya. Indeks pasar saham AS (US 500) merupakan satu indikator dini yang memprediksi kemenangan Trump berlawanan dengan prediksi media mainstream yang cenderung berpihak pada Harris. Indeks ini naik tajam beberapa hari sebelum pencoblosan. Sejak 31 Oktober, US 500 naik dari 5.705,9 ke 5.952,8 pada 4 November, sehari sebelum para pemilih pergi ke kotak suara. Kegagalan Harris adalah kegagalan melihat dua prioritas yang saling terkait di mata pemilih dalam merealisasikan The American Dream. Prioritas utama adalah harga rumah yang terjangkau.
Selain sebagai tempat tinggal, rumah adalah investasi utama kelas menengah. Selain itu, harga-harga tetap mahal. Purchasing Manager Index (PMI) sektor manufaktur secara konsisten berada di zona kontraksi atau di bawah 50 sejak Juli 2024 atau 4 bulan sebelum pilpres awal November. Indeks Harga Konsumen (IHK) yang tinggi terjadi pada masa pemerintahan Biden. Di sisi lain, janji Trump untuk menghentikan perang Ukraina-Rusia dalam 24 jam sangat menarik. Pemilih melihatnya sebagai sesuatu positif, suatu usaha untuk mengurangi tekanan kenaikan harga dari sisi rantai pasok. Peluang paradoks untuk pemilih Trump yang mengharapkan inflasi rendah dan harga kembali normal dapat terjadi. Trump berjanji melindungi industri dari serbuan barang-barang impor, terutama dari China, dengan kebijakan tarif antara 20 % dan 60 %. (Yoga)
Dengan Imbalan Jutaan Rupiah Calo bergerilya Janjikan Kelulusan Guru Honorer
Praktik percaloan marak terjadi dalam seleksi pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK). Calo bergerilya mendekati guru honorer dengan menjanjikan kelulusan seleksi PPPK. Atas tawaran itu, calo mematok uang jasanya hingga belasan juta rupiah. Sebagian guru honorer tergiur mencoba peruntungan. Di Batu Bara, Sumut, Faisal, adik mantan Bupati Batu Bara Zahir, memerintahkan Kadis Pendidikan Batu Bara, Adenan Haris dan Sekdis Pendidikan, Darwinson Tumanggor meminta uang peserta seleksi guru PPPK senilai Rp 30 juta. Perintah tersebut dilaksanakan Darwinson bersama Kabid Ketenagaan Dinas Pendidikan, yang meminta uang kepada peserta seleksi Rp 40 juta untuk membantu kelulusan guru PPPK.
Informasi ini tertuang dalam laman PN Medan http://sipp.pn-medankota.go.id/index.php/detil_perkara yang diakses pada Minggu (17/11). Marni, bukan nama sebenarnya, peserta seleksi tahun lalu, membenarkan adanya permintaan uang itu. Sehari sebelum pengumuman kelulusan, ia menerima telepon dari seseorang yang mengaku perantara Darwinson. Perantara menginformasikan Marni tidak lulus karena nilainya tidak cukup. Perantara mengatakan, Marni bisa lulus jika membayar Rp 50 juta. ”Calo itu menawarkan posisi saya naik dan masuk formasi, tetapi biayanya Rp 50 juta. Saya tidak mau, hingga akhirnya saya tidak diluluskan,” ucapnya. Persekongkolan ini terbongkar. Atas laporan warga, penyidik Polda Sumut mengusut kasus ini. Per Sabtu (16/11) kasus ini dalam proses persidangan PN Medan. (Yoga)
Mempertanyakan Kelanjutan Beasiswa ke Luar Negeri
Kejelasan dan kelanjutan program yang dijanjikan pemerintah untuk membiayai pendidikan tinggi di luar negeri dinanti. Para talenta muda berprestasi yang terjaring di kelas persiapan Beasiswa Indonesia Maju S-1 Luar Negeri Angkatan 4 dari Pusat Prestasi Nasional mempertanyakan keberlanjutan program ini. Mereka masih berharap program dilanjutkan sesuai informasi yang disosialisasikan di awal. Para orangtua peserta Beasiswa Indonesia Maju (BIM) S-1 Luar Negeri Angkatan 4, pada Senin (18/11) menggagas petisi daring di laman change.org. Petisi itu disampaikan untuk menyatukan suara menanyakan keberlanjutan program tersebut kepada Pusat Prestasi Nasional (Puspresnas) Kemendikdasmen (sebelumnya Kemendikbudristek).
”Pada awalnya menjanjikan rangkaian proses pembinaan sampai adanya seleksi lanjutan untuk BIM program bergelar atau beasiswa S-1 luar negeri, tetapi tidak terlaksana,” ujar Nyoman Suri Sukmawati yang memulai petisi tersebut. Para orangtua meminta Puspresnas menyediakan konseling pendidikan, memberikan penggantian biaya (reimbursement) untuk pendaftaran ke empat universitas di luar negeri, serta menerbitkan letter of sponsorship (LoS) dan letter of guarantee (LoG). Para orangtua juga meminta Puspresnas memastikan keberlanjutan proses seleksi bagi anak-anak untuk mendapat beasiswa S-1 luar negeri sesuai dengan komitmen di awal, serta memberikan data dan/atau dokumen.
Puspresnas juga diminta memberi dukungan penuh lainnya yang diperlukan bagi anak-anak penerima BIM Persiapan S-1 Luar Negeri Angkatan 4. ”Kembalikan program BIM sesuai komitmen awal Puspresnas untuk anak-anak kami, sebanyak 350 anak berprestasi yang sudah dipilih oleh negara,” tulis Suri. Peserta telah menjalani kelas persiapan BIM S-1 Luar Negeri Angkatan 4, seperti proses program pembinaan (IELTS, SAT, proyek Sosial, summer program, hingga rangkaian seminar daring) selama satu tahun. Hal ini untuk mendapatkan LoA (letter of acceptance) sebagai syarat dibiayai pendidikan S-1 luar negeri dari Puspresnas. (Yoga)
Platform Media Sosial dihukum penggunanya
Orang beramai-ramai menghukum platform media sosial begitu mereka menilai tata kelolanya tidak benar. Situs media sosial Bluesky telah menggaet 1 juta pengguna baru dalam sepekan sejak pemilu AS, seiring makin banyaknya pengguna yang meninggalkan X, media sosial milik Elon Musk, yang dulu bernama Twitter. Sejumlah pengguna X meninggalkan platform tersebut karena menilai media sosial itu terlalu banyak berisi ujaran kebencian, disinformasi, dan misinformasi. Pelantar X juga dikhawatirkan rentan bias politik sebab Musk kini bergabung di kabinet presiden terpilih AS Donald Trump. Pada Rabu (13/11). Bluesky mengumumkan total penggunanya melonjak menjadi 15 juta akun, naik dari 13 juta akun pada akhir Oktober 2024 (Kompas.id, 17/11/2024).
Trump yang kalah tahun 2020 juga melakukan langkah serupa. Karena Twitter (yang kemudian menjadi X) menggembok akun Trump karena berkali-kali mengeluarkan ujaran kebencian, Trump kemudian mengajak pendukungnya pindah ke media sosial bernama Truth Social. Sikap emosional para pendukung sosok atau partai politik tertentu hanya karena calonnya kalah atau diperlakukan tidak pas oleh perusahaan media sosial ternyata tidak cukup menewaskan platform. Sikap mereka itu hanya sementara. Dalam kasus terakhir, masalahnya berbeda. Para pengkritik X menyatakan menutup akun mereka dan pindah ke Bluesky karena ada alasan etis dan mereka juga mempertanyakan tata kelola media sosial tersebut. Mereka melakukan langkah itu dengan alasan kuat, bukan karena sikap emosional semata. Sejumlah media melakukan penutupan dengan alasan X telah berpihak dan tak berusaha menekan ujaran kebencian.
Sementara itu, Bluesky mengatakan mendapat tambahan pengguna sebanyak 1 juta di tengah keriuhan pilpres AS. Pengguna media sosial ini juga bertambah karena kasus di Brasil. Pengguna aktif X juga mengalami penurunan sekitar 5 juta. Meski demikian, semua kehebohan ini belum tentu mematikan X dan kemudian memunculkan Bluesky sebagai pemenang. Perkiraan bahwa mereka akan terdampak signifikan masih terlalu jauh. Masalah pokok mereka adalah aspek bisnis di kedua platform. Sejauh ini bisnis keduanya belum menunjukkan keuntungan. Ketika masih bernama Twitter dan kemudian dibeli Elon Musk, platform tersebut masih merugi. Kini, X juga masih sulit meyakinkan pengiklan karena banyak merek yang tidak lagi beriklan di X karena alasan etis. Merek mereka tidak mau berada di ruang siber yang tidak aman. Di sisi lain, Bluesky masih jauh dari laba karena sibuk menaikkan jumlah pengguna. (Yoga)
Program 3 Juta Rumah perlu data yang riil
Program penyediaan 3 juta rumah per tahun yang diusung pemerintah membutuhkan basis data riil terkait kebutuhan rumah hingga pemetaan lokasi hunian. Peruntukan program rumah perlu dipastikan tepat sasaran dan berkualitas. Hasil Survei Sosial Ekonomi Nasional Tahun 2023 yang dirilis BPS menunjukkan kekurangan kepemilikan rumah di Indonesia mencapai 9,9 juta rumah tangga. Sementara rumah tangga yang tidak punya akses hunian layak sebanyak 26,9 juta rumah tangga. Wamen Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Fahri Hamzah menegaskan, pemda bersama para pengembang wajib memiliki data perumahan, meliputi rumah masyarakat (swadaya) ataupun rumah yang dibangun di daerah.
Data itu diperlukan sebagai landasan penyusunan program dan kebijakan untuk target penyediaan 3 juta rumah per tahun. Tugas Kementerian PKP adalah menyukseskan program 3 juta rumah per tahun sesuai arahan Presiden Prabowo. Target pembangunan rumah itu meliputi 2 juta rumah di perdesaan dan 1 juta rumah di perkotaan. Identifikasi terkait kondisi rumah rakyat di daerah, merupakan bagian dari upaya pemerintah melakukan pemetaan dan pendataan hunian rakyat. ”Data rumah yang dimiliki pemda akan dapat digunakan untuk berbagai penyusunan program perumahan. Kami juga mengajak pengembang di daerah untuk lebih semangat membangun rumah rakyat,” ujar Fahri dalam keterangan pers, Senin (18/11).
Fahri menggelar pertemuan dengan Pj Gubernur NTB, Hasanuddin serta para pengembang perumahan di Provinsi NTB pada Minggu (17/11) malam. Kementerian PKP menggulirkan tiga aspek utama untuk mendorong harga rumah turun dan akses rumah terjangkau lebih luas bagi masyarakat berpenghasilan rendah, ialah harga tanah terjangkau melalui hibah lahan, pemanfaatan tanah sitaan koruptor dan lahan pemerintah/BUMN dan swasta yang tidak produktif; efisiensi belanja melalui sistem belanja terpusat (central purchasing) dalam pembelian material perumahan; serta insentif atau pemangkasan pajak. (Yoga)
Kenaikan PPN pada tahun 2025
Setelah cukup lama menggantung, pemerintahan Prabowo-Gibran akhirnya memberi sinyal kuat untuk melanjutkan rencana kenaikan tarif PPN pada tahun 2025. Ketidakpastian seputar wacana kenaikan tarif pajak itu diakhiri Menkeu Sri Mulyani saat ia menjawab pertanyaan anggota Komisi XI DPR di forum rapat kerja perdana bersama Kemenkeu, Rabu (13/11). Dalam forum tersebut, sebenarnya cukup banyak anggota DPR, baik dari partai politik pendukung pemerintah maupun tidak, yang meminta pemerintah untuk mempertimbangkan ulang rencana kenaikan tarif PPN di tengah daya beli masyarakat yang melemah. Argumentasi mereka sama: ekonomi sedang lesu. Daya beli masyarakat melemah, tingkat konsumsi rendah selama satu tahun terakhir, jumlah penduduk kelas menengah merosot, sektor manufaktur masih terkontraksi, dan kasus PHK meningkat.
Sri Mulyani menilai, kenaikan tarif PPN dari 11 % menjadi 12 % dibutuhkan karena ”APBN harus dijaga kesehatannya di tengah berbagai krisis keuangan global”. Keuangan negara saat ini seret. Setoran pajak lesu dan tak bakal mencapai target tahun ini, sampai-sampai Sri Mulyani mengeluh kepada DPR, ”tahun ini adalah tahun yang sangat berat”. Keputusan pemerintah untuk menaikkan tarif PPN sedikit berbeda dari nuansa arah kebijakan pajak yang selama ini disampaikan Prabowo dan orang-orang di sekitarnya sebelum menjabat. Semasa kampanye ataupun setelah terpilih, Prabowo berkali-kali berjanji untuk tidak menaikkan tarif pajak yang memberatkan masyarakat dan pelaku usaha. Kilas balik ke 29 Januari 2024, saat menghadiri diskusi ”Industri Keuangan dan Pasar Modal dalam Roadmap Menuju Indonesia Emas” di Jakarta, Prabowo berjanji untuk tidak menaikkan tarif pajak jika terpilih dalam Pilpres 2024.
Alih-alih menaikkan tarif pajak, ia memilih menggenjot penerimaan pajak dengan cara membuat pemungutan pajak lebih baik dan efisien. Drajad Wibowo, yang dulu merupakan bagian dari anggota Dewan Pakar Tim Kampanye Nasional (TKN) Prabowo-Gibran, juga pernah menyampaikan bahwa rencana kenaikan tarif PPN bukan kebijakan Prabowo, karena itu sudah diputuskan sejak pemerintahan Jokowi. Kini, setelah resmi menjabat, janji-janji itu seolah terlupakan. Tak ayal, protes dan kritik datang dari berbagai sisi. Di jagat me- dia sosial muncul ajakan untuk ”memboikot” pemerintah dengan cara menahan belanja. Gerakan itu juga mengajak warga untuk berbelanja di warung-warung kecil ketimbang di minimarket dan supermarket untuk menghindari PPN. (Yoga)
Industri penerbangan pulih perlahan
Dalam laporan terbarunya, Airbus memproyeksikan pasar penerbangan Asia-Pasifik membutuhkan 19.500 pesawat baru dalam dua dekade mendatang, setara 46 % total kebutuhan global yang diperkirakan mencapai 42.430 pesawat baru pada 2043. Sekitar 16.000 pesawat lorong tunggal, seperti seri A220 dan A320neo, diprediksi akan dibutuhkan guna mendukung rute jarak pendek dan menengah di Asia Pasifik. Tidak hanya itu, permintaan pesawat jarak jauh berukuran sedang dan besar, antara lain A330neo dan A350, juga diproyeksikan bakal mencapai 3.500 unit. Sejumlah maskapai yang telah memesan model pesawat ini adalah Cathay Pacific untuk A330neo, sedangkan A350 telah dipesan EVA Air, Japan Airlines, dan Korean Air.
President of Airbus Asia-Pacific Anand Stanley, dalam siaran pers, Rabu (13/11) memperkirakan, hampir 71 % pesawat akan dikirim untuk mendukung ekspansi armada. Sementara 29 % lainnya menggantikan pesawat-pesawat tua seiring perhatian banyak pihak terhadap upaya dekarbonisasi. Tren positif serupa juga akan dialami sektor kargo. Pasar Asia-Pasifik diperkirakan membutuhkan 250 pesawat berbadan lebar yang merepresentasikan 10 % permintaan global. Tipe A350F digadang-gadang akan memenuhi permintaan banyak pihak dengan peningkatan efisiensi, mengurangi emisi karbon dioksida (CO2), dan menjadi kelas terbaik di kelas ekonomi. Prospek positif serupa juga diperhitungkan Boeing, perusahaan pabrikan pesawat asal AS.
Boeing melaporkan, setidaknya 20.040 unit pesawat dibutuhkan pada 2043 dengan cakupan China (9.740), Asia Timur Laut (1.770), Oseania (860), Asia Selatan (2.710), dan Asia Tenggara (4.960). Kenaikan lalu lintas tiap daerah berkisar 3-7,4 % dari tahun 2024 ke 2043. Segmen kargo juga menjadi salah satu daya tarik penarik keuntungan Boeing karena pasar pesawat ini telah melampaui level prapandemi Covid-19. Pihaknya juga memperkirakan, tren positif ini masih akan terus berlanjut dalam jangka panjang. Lalu lintas pesawat kargo akan meningkat rata-rata 4 % per tahun hingga 2043. ”Akan banyak pendorong untuk melanjutkan permintaan pesawat barang (kargo) selama 20 tahun mendatang, termasuk ekspansi dari pasar-pasar berkembang dan pertumbuhan manufaktur global serta e-commerce,” tutur Vice President of Commercial Marketing Boeing Darren Hulst, dikutip dari laman resmi Boeing.
Menurut pengamat penerbangan Gatot Rahardjo, kondisi industri penerbangan global telah membaik walau masih dibayangi krisis. Dalam laporan Asosiasi Transportasi Udara Internasional (IATA) yang dirilis pada 2023, bisnis penerbangan global dinilai hampir, bahkan telah mencapai, titik serupa dengan sebelum pandemi Covid-19. ”Ini karena tantangan dan peluang tiap negara memang berbeda-beda. Contohnya, kebijakan soal bea masuk suku cadang, harga bahan bakar, kurs mata uang negara terhadap USD, dan kondisi perekonomian di tiap negara berbeda. Namun, secara global memang mayoritas sudah pulih,” ujarnya. (Yoga)
Akuisisi dan Kerja Sama Chandra Asri dengan Berbagai Perusahaan Asing
Pelaku industri petrokimia terbesar di Indonesia, PT Chandra Asri Pacific Tbk, mengubah visi mereka menjadi perusahaan terintegrasi terkemuka di Asia Tenggara. Mereka gencar melakukan akuisisi dan kerja sama dengan berbagai perusahaan asing. Direktur Hukum, Hubungan Eksternal, dan Ekonomi Sirkular Chandra Asri, Edi Rivai, menyampaikan, pada tahun 2024, perseroan bertransformasi dengan menambah fokus bidang energi ke dalam strategi usaha mereka. Kemudian, mengupayakan Chandra Asri menjadi perusahaan terkemuka di Asia Tenggara. ”Kami sudah melangkah dari lokal, ke global, walaupun globalnya masih regional Asia Tenggara. Kemudian, dari solusi kimia dan infrastruktur, sekarang diperluas lagi menjadi solusi energi, karena ada minyak yang kita akan produksi dan juga baterai,” tuturnya dalam presentasi kepada media di Kota Cilegon, Banten, Senin (18/11).
Chandra Asri mengolah produk kilang minyak, nafta, yang sebagian besar menjadi produk polimer, seperti polietilena, polipropilen, butadiena, dan monomer stirena. Usaha di bawah bendera Barito Pacific Group tersebut masih pemimpin pasar sektor petrokimia dalam negeri hingga 50 %. Seiring cepatnya kenaikan permintaan, persentase pangsa pasar beberapa produk mereka cenderung turun dan diisi oleh produk industri asing. Mengutip data konsultan global bidang energi dan kimia, Nexant, total pertumbuhan permintaan empat produk polimer di Indonesia sepanjang 2023-2035 sebesar 4,4-5,8 %. Sementara sisa permintaan di seluruh dunia hanya 2,0-2,6 %. Permintaan domestik yang besar membuat peluang masuknya produk industri asing sangat besar.
Chandra Asri, yang memiliki kapasitas produksi 4,2 juta metrik ton per tahun, melihat ini tidak hanya sebagai tantangan persaingan, tetapi juga peluang untuk berekspansi, dengan mengakuisisi kilang minyak dan manufaktur petrokimia Shell Energy and Chemicals Park (SECP) di Singapura. SECP memiliki asset dengan kapasitas 1,1 juta metrik ton per tahun di Pulau Bukom dan aset kimia hulu di Pulau Jurong, Singapura. Produksi mereka dipasok ke wilayah Asia Tenggara. ”Tujuannya adalah ke depan SECP di Singapura bisa terintegrasi dengan plant petrokimia di Cilegon. Jadi, kita akan mengurangi ketergantungan impor, polietilen, polipropilen, mungkin juga naftah, kita ambil dari sana untuk dapat digunakan oleh Chandra Asri,” kata Edi. (Yoga)
Potensi Pendapatan Rp 279,1 Triliun Per Tahun buyar akibat Malaadministrasi Industri Sawit
Kajian sistemik Ombudsman menemukan malaadministrasi di industri kelapa sawit menyebabkan potensi kehilangan pendapatan Rp 279,1 triliun per tahun. Malaadministrasi mencakup aspek persoalan lahan, perizinan, dan tata niaga industri kelapa sawit. Anggota Ombudsman RI, Yeka Hendra Fatika, mengatakan, berdasar hasil kajian sistemik tersebut, timbul potensi kerugian ekonomi, baik pada penerimaan negara, masyarakat, dunia usaha, maupun lingkungan. ”Biasanya tindakan malaadministrasi dekat dengan tindakan korupsi,” ujarnya dalam Penyerahan Laporan Hasil Analisis Kajian Sistemik Terkait: Pencegahan Maladministrasi dalam Layanan Tata Kelola Industri Kelapa Sawit, di Gedung Ombudsman RI, Jakarta, Senin (18/11).
Kajian sistemik potensi malaadministrasi industri kelapa sawit itu dilakukan Ombudsman dengan meminta keterangan 51 pihak terkait industri sawit, mulai dari kementerian/lembaga, pemprov, pemkab, pengusaha sawit, petani, hingga ahli pertanian. Penelitian berlangsung sejak 27 Mei 2024 hingga 3 Oktober 2024. Persoalan di aspek lahan adalah adanya tumpang tindih lahan perkebunan sawit dengan kawasan hutan. Berdasar data dan temuan Ombudsman, terdapat 3,22 juta hektar lahan yang tumpang tindih antara perkebunan sawit dan kawasan hutan serta antara perkebunan sawit dan 3.235 subyek hokum, mencakup 2.172 perusahaan kelapa sawit dan 1.063 koperasi atau kelompok tani sawit rakyat. Status lahan yang tidak jelas akibat tumpang tindih mengganggu keberlangsungan usaha perkebunan kelapa sawit.
Konflik status kepemilikan lahan antara perkebunan kelapa sawit dan kawasan hutan mengakibatkan ketidakpastian hukum bagi petani dan perusahaan. Tumpang tindih lahan, telah diselesaikan melalui mekanisme Pasal 110A UU No 6 Tahun 2023 tentang Cipta Kerja. Dari mekanisme itu, total penyelesaian tumpang tindih lahan sawit dengan kawasan hutan baru mencapai 199 subyek hukum atau 7 % saja. Masih terdapat 3.063 subyek hukum atau 93,84 % yang belum selesai. Temuan kedua kajian sistem Ombudsman adalah adanya persoalan pada aspek perizinan. Saat jadi pengusaha sawit, pelaku usaha perlu melengkapi sejumlah dokumen perizinan, antara lain surat tanda daftar budidaya (STDB), sertifikasi ISPO, dan land application-limbah cair pabrik kelapa sawit (LA-LCPKS).
Persoalan berbagai perizinan yang tak jelas ini menurunkan produktivitas industri sawit. Temuan ketiga dari aspek tata niaga. Potensi kehilangan imbal hasil akibat grading tidak sesuai dengan standar kematangan TBS mencapai Rp 11,5 triliun.Dari temuan ini, Yeka mengatakan, pihaknya memberikan rekomendasi kepada pemerintah agar perlu segera menyelesaikan persoalan tumpeng tindih lahan perkebunan kelapa sawit dengan kawasan hutan. Rekomendasi lain, pemerintah perlu segera membentuk badan nasional yang mengurusi tata kelola industri sawit dari hulu hingga hilir. Badan ini perlu diberi kewenangan yang cukup untuk mengatur, membina, mendampingi, dan mengawasi urusan yang berkaitan dengan industri kelapa sawit. (Yoga)
Program Tabungan Beasiswa Berkah Dinilai Bermasalah
Program beasiswa untuk mahasiswa asal Kalteng dituding bermasalah lantaran terlambat membayar. Selain itu, program yang diberikan kepada 20.000 mahasiswa itu dinilai sarat politik. Program Tabungan Beasiswa Berkah atau Beasiswa Tabe merupakan program yang dibuat pada 2023 oleh Pemprov Kalteng. Meskipun hampir setahun disosialisasikan, program itu baru berjalan pada tahun 2024. Hampir 20.000 mahasiswa mengajukan untuk mendapat beasiswa itu. Salah satunya Juan (22), mahasiswa asal Kabupaten Barito Selatan yang kuliah di salah satu perguruantinggi di Kota Palangka Raya. Menurut dia, program ini membantu dirinya yang hidup jauh dari keluarganya. Ia mengajukan beasiswa itu sejak 2023, sesuai syarat yang tertera dalam situs resmi, yakni tabe.disdik.kalteng.go.id.
Pemerintah memberikan tiga kali pendanaan kepada mereka yang memenuhi persyaratan, yaitu mendapat rekomendasi dari Ketua Dewan Adat Dayak (DAD) Agustiar Sabran, yang saat ini mencalonkan diri sebagai gubernur Kalteng. Dia adalah kakak kandung Sugianto Sabran, Gubernur Kalteng saat ini. Mahasiswa bakal mendapatkan beasiswa Rp 7,5 juta yang diberikan dalam tiga kali pembayaran. ”Selain rekomendasi dari ketua DAD, ada juga rekomendasi dari himpunan mahasiswa, saya juga sudah dapat itu dari himpunan mahasiswa kami di Barito Selatan,” kata Juan, Senin (18/11) di Palangka Raya. Juan sudah mendapat dua pendanaan namun yang ketiga belum cair. (Yoga)









