;

Perusahaan Tambang Diusir Warga Wawonii

Yoga 19 Nov 2024 Kompas

Ratusan warga dari sejumlah desa di Pulau Wawonii, Konawe Kepulauan, Sultra, menggelar aksi damai untuk mengusir perusahaan tambang PT Gema Kreasi Perdana. Setelah menang di kasasi, warga menganggap perusahaan tak punya dasar hukum untuk tetap beroperasi. Perusahaan beralasan belum dapat kepastian terkait putusan kasasi itu. Sejak Senin (18/11) pagi, warga dari sejumlah desa di Wawonii, beraksi di lokasi perusahaan PT Gema Kreasi Perdana (GKP). Mereka menuntut perusahaan menjelaskan soal operasi produksi yang tetap berlangsung. Padahal, sudah ada putusan hukum pengadilan yang membatalkan izin tambang perusahaan.

Ketua Lembaga Adat Wawonii Abdul Salam menuturkan, aksi ini dimaksudkan agar perusahaan tambang segera meninggalkan pulau. Sebab, setelah berbagai upaya hukum dilakukan, utamanya yang telah berkekuatan hukum tetap, menunjukkan masyarakat memenangi gugatan. ”Kami ingin mengetahui alasan perusahaan belum hengkang dari pulau. Putusan MA telah menggagalkan legalitas perusahaan untuk melakukan penambangan,” kata Salam, kemarin. Pihaknya hadir dalam aksi untuk mendampingi masyarakat mempertanyakan hal tersebut. Sebab, semua legalitas hukum telah dibatalkan oleh pengadilan hingga tingkat kasasi.

Ia juga hadir untuk menjadi penengah agar tidak terjadi benturan di lapangan. Tayci, koordinator aksi tersebut, mengungkapkan, masyarakat datang untuk menyampaikan agar PT GKP segera meninggalkan Pulau Wawonii. Hal itu karena berbagai putusan hukum telah membatalkan kewenangan perusahaan untuk melakukan penambangan di wilayah ini. Namun,faktanya, perusahaan tetap melakukan aktivitas pembongkaran dan pemuatan ore nikel. ”Karena pemerintah tidak mengeksekusi hal tersebut, masyarakat turun untuk meminta perusahaan meninggalkan pulau. Karena tidak ada alasan perusahaan tetap tinggal dan beroperasi, sementara izin mereka tidak berlaku,” ujarnya. (Yoga)


PPN 12%, Ironi Jalan Pintas Menuju Tuntas

Yuniati Turjandini 19 Nov 2024 Investor Daily (H)
Upaya mendorong penerimaan negara melalui penaikan  tarif pajak pertambahan nilai (PPN) dari 11% menjadi 12% mulai awal tahun depan dinilia sebagai kebijakan 'jalan pintas'. Selain dilakukan saat saya beli masyarakat melemah dan  pertumbuhan ekonomi stagnan, kenaikan ini ditempuh meski ikhtiar pemerintah untuk meningkatkan basis perpajakan, terlebih pajak penghasilan (PPh) kelas terkaya, dinilai belum optimal. Itu menjadi kian ironis karena di kala bersamaan, pemerintah justru banyak 'mengobral' insentif perpajakan bagi pemilik kapital besar dengan alasan demi mengundang investasi, seperti insentif tax holiday, tax allowance, hingga super deduction tax, yang secara nyata hanya dinikmati kelas atas. Karenanya, rencana penaikan tarif PP tersebut dipandang sebagai langkah yang tidak berkeadilan, sehingga harus ditunda. Apalagi Undang-Undang (UU) Nomor 7 Tahun 2021 tentang Harmonisasi Peraturan Perpajakan (HPP) pun memberi ruang bagi pemerintah untuk mengimplemtasikannya secara lebih bijak. Pasal 7 Ayat 2 UU yang menjadi dasar penaikan PPN menjadi 12% mulai 1 januari 2025 itu menyebutkan, "Penerapan ketentuan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) ditentukan oleh keadaan pada awal tahun pajak awal bagian tahun pajak." (Yetede)

Menakar Dampak Periode Kedua Trump Perekonomian Indonesia

Yuniati Turjandini 19 Nov 2024 Investor Daily (H)
Dalam artikel sebelumnya, "Bagaimana Kepresidenan Kedua Trump Akan Mempengaruhi Ekonomi ASEAN?" (Investor Daily, 18 November 2024), kami membahas bahwa kembalinya Donald Trump ke Gedung Putih kemungkinan  besar akan menghidupkan kembali kebijakan "America Firts". Kebijakan ini berfokus pada pemulangan lapangan kerja, pengurangan defisit perdagangan, dan pengetatan kebijakan imigrasi, yang berpotensi memberikan dampak signifikan terhadap ekonomi masing-masing negara ASEAN, termasuk Indonesia. Dalam tulisan ini, kami akan membahas lebih lanjut bagaimana kebijakan-kebijakan ekonomi Trump dapat memengaruhi Indonesia selama periode 2024-2029, melalui empat saluran utama: tarif dan defisit perdagangan, sistem preferensi umum (GSP), perubahan rantai pasok global, serta investasi asing langsung (FDI). (Yetede)

Pemerintahan Presiden Prabowo Ingin Belajar Program Makan Bergizi Gratis dari Brazil

Yuniati Turjandini 19 Nov 2024 Investor Daily (H)
Presiden RI Prabowo Subianto menyatakan keinginannya untuk mempelajari kesuksesan Brasil dalam menjalankan program pemberian makan bergizi gratis kepada para pelajar di negara itu. Presiden Prabowo menindaklanjuti hal tersebut dengan meminta timnya untuk mengirim waktu khusus untuk melakukan pembicaraan dengan perwakilan pemerintah Brasil. "Saya telah meminta tim untuk merencanakan pertemuan dengan perwakilan Brasil kami akan mengirimkan tim untuk mempelajari program  makan siang untuk anak-anak di sekolah milik Brasil," kata Prabowo. Diketahui, Presiden Prabowo menghadiri Indonesia-Brazil Forum yang mengambil lokasi di Capacabana Palace, Rio de Janeiro, Minggu (17/11/2024). Dalam acara itu, Presiden Prabowo menjelaskan bahwa program makan siang gratis bagi anak-anak sekolah merupakan program stratgeis yang akan disukseskan dalam kepemimpinannya. Maka dari itu, pembelajaraan kepada negara-negara yang sebelumnya telah sukses mengadakan program sejenis menjadi penting sehingga nantinya program yang akan diadakan di Indonesia bisa mencapai hasil yang serupa. (Yetede)

PT Pertamina Mengembangkan Sustainable Aviation Fuel

Yuniati Turjandini 19 Nov 2024 Investor Daily (H)

PT Pertamina (Persero) sejak beberapa tahun lalu telah mengembangkan Sustainable Aviation Fuel (SAF) berbasis minyak nabati. Pada tahun ini bahkan SAF mengalami meningkatan manfaat, tak hanya mengurangi emisi karbon di sektor transportasi udara tetapi sekaligus menjawab persoalan sampah rumah tangga dan limbah industri. SVP Research & Technology Innovation Oki Muraza menjelaskan Pertamina sudah mengembangkan minyak jelantah atau Used Cooking Oil (UCO) sebagai bahan baku SAF. Sebelumnya, pengembangan SAF yang dilakukan Pertamina menggunakan minyak kelapas sawit dalam bentuk crude palm oil (CPO) atau refined bleached deodorized pal  kernek oil (RBDPKO).

Langkah Pertamina dimulai dengan mengumpulkan UCI dari berbagai sumber, termasuk rumah tangga, restoran, dan industri pengolahan makanan. Teknologi pengolahan SAF menggunakan jalur Hydroprocessed Esters and Fatty Acid (HEFA) memungkinkan konvensi minyak jelantah menjadi bahan bakar yang kompatibel dengan infrastruktur penerbangan yang ada. Oki juga menekankan pada tahun depan, SAF dari UCO bisa menggunakan secara komersial. Targetnya pada kuartal pertama tahun  depan, SAF akan digunakan dalam joy-flight pada pesawat Pelita Air yang merupakan maskapai penerbangan milik Pertamina Group.  (Yetede)

Sejumlah bank Menilai Bisnis Wealth Management Masih Prospektif

Yuniati Turjandini 19 Nov 2024 Investor Daily
Sejumlah bank memprediksi bisnis wealth management masih cerah diakhir tahun ini dan juga tahun depan. Hal ini sejalan dengan kondisi adanya pemerintahan baru, kebijakan baru, dan tren suku bunga yang juga melanjutkan penurunan. Direktur Consumer Banking PT Permata Bank Djumariah Tentram mengatakan, di tengah penurunan kelas menengah secara nasional, bisnis wealth management Permata bank masih mencatatkan pertumbuhan positif. Djumariah menjelaskan, dari sisi pertumbuhan kekayaan, orang kaya dan bisnis wealth dari tahun ke tahun selalu tumbuh positif. Di mana, jumlah orang yang memiliki kekayaan di Indonesia terus mengalami pertumbuhan sekitar 4-5% setiap tahunnya. Dari data tersebut, Djumariah menilai bahwa segmen menengah atas dan high affluent konsisten bertumbuh. Meskipun segmen kelas menengah terjadi penurunan, tapi di Pertama Bank tidak terjadi, karena pertumbuhan masih positif. "Kami masih positif menghadapi ini terutama 2025, ada pemerintahan baru kami juga percaya ada kebijakan-kebijan baru yang membantu menopang pertumbuhan ekonomi di 2025, kami masih memandang ini hal positif," jelas Djumariah. (Yetede)

Kinerja Tujuh BUMN Karya yang Bakal Merger Agar Melebur

Yuniati Turjandini 19 Nov 2024 Tempo
MENTERI Badan Usaha Milik Negara Erick Thohir berencana menggabungkan BUMN karya. Tujuh BUMN karya akan disederhanakan menjadi badan usaha di bawah tiga induk perusahaan. Proses peleburan akan dimulai dengan penggabungan PT Waskita Karya (Persero) Tbk dan PT Hutama Karya (Persero). Hutama Karya dan Waskita akan disatukan untuk mengerjakan proyek jalan tol, jalan non-tol, bangunan, dan residential commercial. PT Brantas Abipraya, PT Adhi Karya, dan PT Nindya Karya akan bergabung dengan berfokus pada proyek pembangunan air, rel, dan konteks lainnya. Sementara itu, PT Wijaya Karya dan PT Pembangunan Perumahan berfokus ke seaport dan airport. Integrasi perusahaan pelat merah ini sebagai upaya untuk menyehatkan dan membangun keahlian pada masing-masing BUMN. Namun ada risiko seperti penularan masalah dari perusahaan yang bermasalah ke entitas yang sehat. 

Segera Melakukan Peresmian

Yuniati Turjandini 19 Nov 2024 Tempo
Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara atau BP Danantara telah melakukan pertemuan dengan jajaran direksi PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk. untuk membahas pembentukan badan baru itu. Kepala BP Danantara, Muliaman Darmansyah Hadad, mengatakan pertemuannya dengan Telkom Indonesia hanya untuk memperkenalkan diri, tidak ada hal khusus yang dibahas. "Enggak ada hal-hal khusus, komunikasi pendahuluan saja dan kami sepakat untuk mem-follow up proses ini sesegera mungkin," tutur Muliaman saat ditemui di kantornya, di kawasan Menteng, Jakarta Pusat pada Selasa, 19 November 2024.

Dia berharap, pertemuan awal Danantara dengan jajaran direksi Telkom Indonesia dapat menghasilkan kesepakatan yang baik. Sehingga, lanjut Muliaman, perkenalan dengan para direksi perusahaan BUMN itu bisa lebih efektif terhadap pembentukan Danantara. "Mudah-mudahan dengan perkenalan itu bisa lebih efektif aja, saya kira tidak ada hal-hal lain," kata dia. Prabowo Minta Peluncuran Danantara Jangan Buru-buru, Apa itu BPI Danantara? Menurut Muliaman, setelah ini, Danantara akan segera memanggil tujuh perusahaan milik Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Namun menurut mantan Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) itu, tak akan ada banyak agenda pada pertemuan awal. "Tentu saja dengan semuanya yang tujuh (BUMN) yang akan diserahkan ke Danantara lebih banyak perkenalan," ucap dia.

Selain bertemu dengan direksi Telkom Indonesia, Danantara juga memanggil PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk di hari yang sama untuk membahas rencana peluncuran Danantara. Wakil Kepala BP Danantara, Kaharuddin Djenod Daeng, mengatakan pertemuannya itu direspons secara baik dari para jajaran direksi BRI untuk pembentukan badan pengelolaan investasi itu. "Sangat positif, sangat positif setelah mengetahui kami akan bergerak seperti apa dan kita semuanya, Danantara, BRI sangat-sangat mendukung visi presiden untuk membangun Indonesia yang kuat," ucap Kaharuddin. (Yetede)

Tak Kurang 250 Pelaku Industri Karet dari 13 Negara Bertemu dalam Forum di Yogyakarta

Yuniati Turjandini 19 Nov 2024 Tempo
Tak kurang 250 pelaku industri karet dari 13 negara bertemu dalam forum di Yogyakarta selama tiga hari ke depan mulai Selasa hingga Kamis, 19-21 November 2024. Dalam forum bertajuk International Rubber Conference 2024 itu, hadir pelaku industri karet dari Malaysia, Thailand, Vietnam, Filipina, Sri Lanka, Cote d’Ivoire Afrika, Cina, India, Kamboja, Myanmar, Jepang, Perancis, dan lainnya. Pada hari pertama, para pelaku industri karet itu menyoroti berbagai isu karet alam. Salah satunya soal wabah penyakit karet berkepanjangan yang belum juga ada obatnya dan lambat laun mempengaruhi produksi global termasuk di Indonesia.

"Pelaku industri karet dunia saat ini masih berhadapan dengan wabah penyakit Pestalotiopsis yang menyerang sejak tahun 2018, ini sudah mengurangi produktivitas karet hingga sekitar 40 persen," ujar Sekretaris Jenderal International Rubber Research Development Board (IRRDB) Seri Dato’ Aziz Abdul Kadir di sela pembukaan, Selasa. Aziz mengungkapkan berbagai cara sudah coba ditempuh berbagai negara untuk memerangi wabah ini namun belum menemukan hasil memuaskan. Melalui forum yang digelar Pusat Penelitian Karet, IRRDB dan Japan International Cooperation Agency (JICA) itulah, coba dirumuskan bersama formula yang bisa diterapakan memerangi wabah.

Kemenperin Sebut 3 Sektor Industri Ini Kompetitif di Kancah Global "Kami pertemukan ilmuwan dengan pelaku industri di forum ini untuk mencari jalan keluar atas wabah itu," kata dia. Adapun Sekretaris Gabungan Perusahaan Karet Indonesia (Gapkindo) Uhendi Haris membeberkan dampak wabah Pestalotiopsis itu di Indonesia hingga saat ini diperkirakan menerjang tak kurang 600 ribu hektar lahan karet. "Sebelum ada serangan wabah itu produksi karet Indonesia masih di atas angka 3,6 juta ton pertahunnya, namun setelah wabah itu maksimal 2,2 juta ton saja per tahunnya," kata Uhendi. (Yetede)


Momentum Kebangkitan Saham BUMN

Hairul Rizal 19 Nov 2024 Bisnis Indonesia (H)

Meskipun saham-saham BUMN, seperti BBRI, BMRI, BBNI, dan TLKM, telah menjadi sasaran aksi jual investor asing dan mengalami kinerja yang kurang baik belakangan ini, terdapat sejumlah sentimen positif yang dapat memicu rebound pada saham-saham tersebut. Beberapa faktor yang mendukung potensi pemulihan ini antara lain konsolidasi di kalangan BUMN Karya, program pemerintah yang melibatkan BUMN dalam Program Makan Bergizi Gratis, serta pembentukan Danantara yang bertujuan untuk mengonsolidasikan BUMN. Selain itu, peraturan pemerintah yang membebaskan bank-bank BUMN dari risiko politik terkait kredit macet UMKM turut memberikan sentimen positif.

Nafan Aji Gusta, Senior Market Analyst dari Mirae Asset Sekuritas, meyakini bahwa perombakan pengurus BUMN yang dilakukan oleh pemerintah dapat meningkatkan kinerja emiten BUMN, asalkan pengurus yang baru berkompeten dan memiliki komitmen terhadap good corporate governance. Ia juga merekomendasikan investor untuk "buy on weakness" pada saham-saham pelat merah, termasuk BBNI, TLKM, BMRI, JSMR, PTBA, dan ADHI, mengingat prospek positif yang masih ada hingga akhir tahun.

Namun, beberapa analis, seperti Herditya Wicaksana dari MNC Sekuritas, memperingatkan investor untuk berhati-hati terhadap saham BUMN, karena pergerakan indeks BUMN20 saat ini berada dalam tren menurun (downtrend). Felix Darmawan dari Panin Sekuritas juga menekankan bahwa untuk membalikkan tren negatif ini, diperlukan sentimen yang kuat, seperti stabilitas ekonomi global dan kinerja keuangan yang solid.

Kementerian BUMN, melalui Menteri Erick Thohir, tetap fokus pada pembenahan dan peningkatan kualitas BUMN, termasuk memperkuat kerja sama dengan sektor swasta, guna menciptakan iklim investasi yang lebih kondusif dan mencapai keseimbangan antara BUMN, swasta, UMKM, serta investor.

Secara keseluruhan, meskipun ada tantangan yang dihadapi saham BUMN, potensi rebound tetap ada dengan adanya berbagai inisiatif dari pemerintah dan perbaikan di tubuh BUMN. Namun, investor disarankan untuk tetap berhati-hati dan memperhatikan perkembangan sentimen pasar dan kebijakan pemerintah.



Pilihan Editor