;

Kemendag Memasang Target Ambius

Yuniati Turjandini 20 Nov 2024 Investor Daily (H)

Kementerian Perdagangan (Kemendag) memasang target ambisius dalam rangka mendukung target pertumbuhan  ekonomi besar 8%. Ekspor ditargetkan mencapai US$ 405,69 miliar dengan pertumbuhan 9,64% pada 2029. Kepala badan kebijakan Perdagangan Kemendag Fajarini Puntodewi merinci, pada tahun depan, pihaknya menargetkan pertumbuhan ekspor 7,1% atau US$ 294,45 miliar. Lalu, pada 2026, pertumbuhan ekspor ditargetkan mencapai 7,09% atau US$ 315,31 miliar. Selanjutnya, pada 2027, target ekspor naik menjadi 7,89% atau US$ 340,20 miliar. 

Sementara pada 2028, pertumbuhan ekonomi ditargetkan 7,26%, maka ekspor perlu berkontribusi 8,77% atau US$ 370,04 miliar. Puncaknya pada 2029, target ekspor naik 9,64% untuk mendukung pertumbuhan ekonomi 8%. "Jadi (target ekspor) antara 7,1% hingga 9,64%. Nah ini merupakam satu target yang cukup luar biasa," kata dia di Gambir Trade Talk (GTT). Fajarini mengakui target tersebut sangatlah besar, namun, dia tetap optimistis target ini akan tercapai mengingat ekspor  Indonesia terus mengalami pertumbuhan. Data Kemendag mencatat, nilai ekspor Indonesia periode Januari-September 2024, mencapai US$ 192,85 miliar atau naik 0,32% dibandingkan tahun sebelumnya. (Yetede)

Berapa Banyak Anggaran yang Dibutuhkan untuk Membuat Merealisasikan Program 3 Juta Rumah?

Yuniati Turjandini 20 Nov 2024 Tempo
DALAM rapat bersama Kementerian Keuangan pada Jumat, 15 November 2024, Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman Maruarar Sirait meminta tambahan anggaran untuk merealisasi program 3 juta rumah. Program tersebut merupakan salah satu janji Presiden Prabowo Subianto saat kampanye untuk menyediakan hunian layak. Untuk mewujudkan target pembangunan 3 juta rumah bersubsidi pada 2025, Maruarar meminta tambahan anggaran sebesar Rp 48,4 triliun. Pasalnya, jumlah anggaran yang tersedia hanya Rp 5,1 triliun. Sedangkan berdasarkan usulan Satuan Tugas Perumahan, kebutuhan dana pembangunan rumah setidaknya Rp 53,6 triliun.

"Kami mengharapkan dukungan dan masukan dari Kementerian Keuangan terkait dengan usulan program dan kebutuhan anggaran Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP)," ujar Maruarar di kantor Kementerian Keuangan. Menjawab permintaan Maruarar itu, Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara menyatakan pihaknya siap memberikan dukungan kepada program 3 juta rumah. Menurut dia, program itu diperlukan karena sektor properti dapat membuka keran investasi sekaligus mendorong berjalannya sektor industri dan membuka lapangan pekerjaan bagi masyarakat luas. Namun Kementerian Keuangan akan berkoordinasi lebih lanjut ihwal kebutuhan anggaran yang diperlukan.

Anggota Satuan Tugas Perumahan, Bonny Z. Minang, membeberkan pemerintah akan menyediakan 2 juta rumah di perdesaan dan 1 juta apartemen di perkotaan per tahun. Untuk program 2 juta rumah di perdesaan, dibutuhkan dana sebanyak Rp 21,6 triliun. Pemerintah akan membangun 500 ribu rumah baru dengan kisaran harga Rp 100 juta per unit serta merenovasi 1,5 juta rumah. Untuk wilayah perkotaan, Kementerian Perumahan akan menyediakan 271.631 unit hunian pada 2025 dengan total anggaran Rp 40,7 triliun. Rinciannya, akan dibangun 37.431 unit hunian melalui Direktorat Jenderal Perumahan dengan total alokasi anggaran Rp 5,078 triliun. Kemudian 234.200 unit hunian bakal dibangun lewat Direktorat Pelaksanaan Pembiayaan Perumahan dengan total anggaran Rp 35,66 triliun. (Yetede)


Pemerintah Menyakini Program 3 Juta Rumah Bakal Membantu Meningkatkan Pertumbuhan Ekonomi

Yuniati Turjandini 20 Nov 2024 Tempo
PEMERINTAH menyakini program 3 juta rumah bakal membantu meningkatkan pertumbuhan ekonomi. Setelah pertumbuhan ekonomi stagnan di kisaran 5 persen selama sepuluh tahun terakhir, Presiden Prabowo Subianto menargetkan ekonomi bisa terdongkrak hingga 8 persen. Menurut Ketua Satuan Tugas Perumahan Hashim Djojohadikusumo, sektor perumahan bisa menyumbang hingga 1,5 persen terhadap pertumbuhan ekonomi. "Dari perumahan kami sudah hitung bisa tambah 1,1-1,5 persen," ujarnya saat berbicara dalam Dialog Ekonomi Kamar Dagang dan Industri Indonesia pada Rabu, 23 Oktober 2024.

Hashim mengatakan kontribusi sebesar itu antara lain datang dari luasnya dampak sektor perumahan. Saat pemerintah berfokus menggenjot sektor ini, terdapat 185 sektor usaha lain yang akan ikut bergeliat tumbuh, seperti furnitur, semen, keramik, cat, dan jasa konstruksi.  Kontribusi sektor perumahan kembali digaungkan pemerintah lewat Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman Maruarar Sirait. Menurut dia, dukungan terhadap ekonomi bakal ditopang konsumsi para pelaku industrinya. "Jutaan orang yang terlibat, baik itu developer, kontraktor, maupun agen properti. Kalau mereka bertumbuh, ekonomi juga akan bertumbuh," ujarnya pada 19 November 2024 lewat keterangan tertulis.

Ketua Real Estat Indonesia (REI) Joko Suranto menjelaskan sektor properti berkontribusi hingga 14 persen terhadap PDB nasional. Dia menuturkan efek pengembangan usaha ini berkali-kali lipat karena melibatkan hingga 185 jenis usaha. Total terdapat 14-17 juta tenaga kerja yang bergelut di sektor properti. "Sektor ini berperan menurunkan angka kemiskinan sebesar 8 persen," katanya.  Itu sebabnya dia optimistis dukungan terhadap industri ini bisa membantu mendongkrak pertumbuhan ekonomi Indonesia. Joko memberikan gambaran, dari program 3 juta rumah, sekitar 2 juta unit bakal didirikan di perdesaan. Dia menyatakan REI tengah menyiapkan tenaga konstruksi dari masyarakat sekitar perdesaan untuk membangun rumah tersebut. (Yetede)


Kementerian Pertanian Membentuk Brigade Swasembada Pangan atau Brigade Pangan

Yuniati Turjandini 20 Nov 2024 Tempo
Kementerian Pertanian (Kementan) membentuk Brigade Swasembada Pangan atau Brigade Pangan untuk mengawal cita-cita swasembada pangan. Brigade Pangan tersebut nantinya bertugas membantu petani milenial atau mahasiswa generasi Z yang ingin bertani untuk membantu optimasi lahan (oplah) dan cetak sawah. “Ini mengawal nantinya mahasiswa di lapangan,” kata Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman di kantornya, Rabu, 20 November 2024. Kementan menargetkan ada 20 ribu petani milenial atau mahasiswa yang akan ikut serta membantu program ini. Dimana setiap satu orang brigade, kata Andi, akan ditugaskan untuk mengawasi sekitar 15 orang petani milenial atau mahasiswa yang akan menggarap lahan seluas 200 ribu hektar.

“Sistemnya adalah setiap 1 brigade itu (mengawal) 15 orang (petani),” ujar Amran Sulaiman.Amran Sulaiman mengatakan, pemerintah akan memberikan hibah alat mesin pertanian untuk program ini, beserta pemberian bibit gratis pada awal program. Menurut Amran Sulaiman, program ini diperkirakan akan menghabiskan dana anggaran hingga sekitar Rp 29 triliun. Deflasi Beruntun 5 Bulan, Kemenko Perekonomian Sebut Masyarakat Tak Perlu Khawatir “Total anggaran kita semuanya diberikan oleh bapak presiden Rp 29 triliun,” ucap sepupu pengusaha tambang Haji Isam tersebut. Brigade Pangan ini nantinya akan ditugaskan di 12 provinsi di Indonesia dengan total lahan yang akan digarap diperkirakan seluas 1,3 juta hektar, baik itu lewat optimalisasi lahan maupun lewat pencetakan sawah baru. Kementan memastikan tidak ada alih fungsi lahan dalam program ini. (Yetede)


PT Adaro Energy Indonesia Tbk Bagikan Dividen Rp 41,7 Triliun ke Para Pemegang Saham Sebesar US$ 2.62 Miliar

Yuniati Turjandini 20 Nov 2024 Tempo
Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) perusahaan milik Garibaldi Thohir alias Boy Thohir, PT Adaro Energy Indonesia Tbk. (ADRO), menyetujui perseroan akan membagikan dividen tunai kepada seluruh pemegang saham sebesar US$ 2.62 miliar atau sekitar Rp 41,7 triliun (kurs: Rp 15,916). Deviden ini berasal dari sebagian saldo laba belum dicadangkan perseroan per 31 Desember 2023.  “Menyetujui penetapan dan penggunaan sebagian dari saldo laba belum dicadangkan,” kata manajemen Adaro dalam keterbukaan informasi di situs Bursa Efek Indonesia (BEI), dikutip Rabu, 20 November 2024.  Selain itu, RUPSLB juga menyetujui untuk merubah nama Perseroan dari sebelumnya PT Adaro Energy Indonesia Tbk menjadi PT Alamtri Resources Indonesia Tbk.  “Dengan demikian mengubah Pasal 1 ayat (1) anggaran dasar Perseroan mengenai nama Perseroan,” kata manajemen. 

Dalam pembagian dividen ini, manajemen juga sudah menjadwalkan sebagai berikut.:
1. Pengumuman jadwal dan tata cara pembagian tambahan dividen tunai final di situs web Bursa Efek Indonesia dan situs web Perseroan 20 November 2024
2. Tanggal pencatatan Pemegang Saham Perseroan yang berhak atas tambahan dividen tunai final (“record date”) 29 November 2024
3. Pengumuman Kurs Konversi (dengan menggunakan Kurs Tengah Bank Indonesia) dan informasi nilai dividen per lembar saham di situs web Bursa Efek Indonesia dan situs web Perseroan 29 November 2024 
4. Pasar reguler dan negosiasasi: Cum dividen pada 26 November 2024 dan Ex dividen pada 28 November 2024.
5. Pasar tunai: Cum dividen pada 29 November 2024 dan Ex dividen pada 2 Desember 2024 
6. Pembagian tambahan dividen tunai final 6 Desember 2024. (Yetede)

Kenaikan PPN Membebani Ekonomi Rakyat

Hairul Rizal 20 Nov 2024 Bisnis Indonesia (H)

Rencana pemerintah untuk menaikkan tarif Pajak Pertambahan Nilai (PPN) dari 11% menjadi 12% mulai 2025 memunculkan dilema ekonomi. Di satu sisi, kenaikan tarif PPN diharapkan dapat meningkatkan penerimaan pajak negara, dengan potensi tambahan pendapatan yang signifikan, seperti diungkapkan oleh Fajry Akbar, pengamat pajak dari CITA, yang memperkirakan kas negara bisa bertambah hingga Rp100 triliun. Namun, dampak negatifnya terhadap konsumsi rumah tangga yang menjadi pilar utama pertumbuhan ekonomi tidak bisa diabaikan.

Prianto Budi Saptono, pengajar Fakultas Ekonomi dan Bisnis UI, mengungkapkan bahwa kenaikan tarif PPN berpotensi menggerus daya beli masyarakat, yang dalam dua kuartal terakhir sudah menunjukkan pelambatan. Jika tarif PPN naik menjadi 12%, konsumsi domestik diprediksi bisa turun sekitar 11,1%, yang berpotensi mengurangi pengeluaran konsumen lebih besar dari potensi penerimaan pajak yang dihasilkan. Selain itu, pelaku usaha dari berbagai sektor, seperti ritel dan properti, juga mengkhawatirkan dampak negatif dari kenaikan PPN, yang dapat meningkatkan biaya operasional, harga jual produk, dan menurunkan permintaan konsumen. Dampak berantai ini juga dapat memengaruhi tenaga kerja dan pertumbuhan ekonomi secara keseluruhan.

Menyikapi kekhawatiran ini, Wakil Ketua DPR, Cucun Ahmad Syamsurijal, mengusulkan agar pemerintah mempertimbangkan untuk menunda penerapan kenaikan tarif PPN atau bahkan mempertahankan tarif 11%, mengingat fleksibilitas yang ada dalam UU Harmonisasi Peraturan Perpajakan (HPP).

Secara keseluruhan, meskipun rencana kenaikan PPN bertujuan untuk meningkatkan penerimaan pajak, dampak negatif terhadap daya beli masyarakat dan konsumsi domestik memunculkan pertanyaan tentang keseimbangan antara penerimaan negara dan pertumbuhan ekonomi. Pemerintah dan legislatif perlu mempertimbangkan secara matang dampak dari kebijakan ini terhadap perekonomian Indonesia secara keseluruhan.


Dampak Berantai Kenaikan Pajak bagi Masyarakat

Hairul Rizal 20 Nov 2024 Bisnis Indonesia

Menyoroti polemik yang muncul terkait rencana pemerintah untuk menaikkan tarif Pajak Pertambahan Nilai (PPN) dari 11% menjadi 12% mulai tahun 2025, meskipun sudah tercantum dalam Undang-Undang Nomor 7/2021 tentang Harmonisasi Peraturan Perpajakan (HPP). Masyarakat berhak untuk bereaksi terhadap kebijakan ini, terutama karena dampaknya langsung pada kehidupan mereka, terutama di tengah kondisi ekonomi yang belum stabil.

Menurut pengamat dan sejumlah ekonom, kenaikan tarif PPN dapat memperburuk daya beli masyarakat, khususnya bagi kelompok kelas bawah yang sudah merasa tertekan oleh inflasi dan penurunan daya beli. Survei menunjukkan bahwa kenaikan PPN pada 2022 sudah memberikan dampak yang regresif, dengan beban yang lebih besar dirasakan oleh kelompok masyarakat miskin dan rentan. Jika tarif PPN dinaikkan lagi, hal ini berisiko memperburuk tingkat kemiskinan dan memperlebar kesenjangan sosial, yang pada gilirannya dapat menghambat pertumbuhan ekonomi nasional.

Pemerintah, meskipun memiliki alasan untuk menaikkan PPN demi mendukung stabilisasi fiskal dan meningkatkan penerimaan negara, perlu mempertimbangkan dampak sosial yang ditimbulkan. Mengingat kondisi ekonomi saat ini, termasuk pertumbuhan ekonomi yang melambat dan sektor-sektor tertentu yang tertekan, langkah menaikkan PPN berisiko memperburuk situasi. Selain itu, sesuai dengan Undang-Undang HPP, pemerintah memiliki opsi untuk menurunkan tarif PPN jika situasi ekonomi mengharuskan, dan dapat menyesuaikan kebijakan ini lebih fleksibel melalui peraturan pemerintah dengan persetujuan DPR.

Oleh karena itu, meskipun kenaikan PPN dapat mendukung pemulihan fiskal dan memperkuat struktur pajak negara, pemerintah perlu mempertimbangkan dengan hati-hati apakah dampak positifnya akan sebanding dengan beban yang akan ditanggung masyarakat, khususnya di tengah ketidakpastian ekonomi yang masih berlangsung.


Industri Perhotelan Bertahan di Tengah Tekanan

Hairul Rizal 20 Nov 2024 Bisnis Indonesia

Industri perhotelan dan restoran menghadapi tantangan besar akibat kebijakan penghematan anggaran perjalanan dinas serta rencana kenaikan tarif Pajak Pertambahan Nilai (PPN) menjadi 12% mulai 2025. Ketua Umum Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Hariyadi Sukamdani menyatakan bahwa sektor perhotelan dan restoran kini harus menerapkan "mode survival" untuk mengelola pengeluaran mereka, terutama di daerah dengan kunjungan wisatawan mancanegara yang rendah. Strategi bertahan ini termasuk mengurangi tenaga kerja harian (daily worker), yang sangat bergantung pada omzet penjualan hotel dan restoran.

Hariyadi juga memperkirakan bahwa kebijakan penghematan anggaran perjalanan dinas pemerintah yang memotong setidaknya 50% anggaran pada 2024 dapat menyebabkan industri perhotelan kehilangan pendapatan hingga Rp8,3 triliun. Di sisi lain, kenaikan tarif PPN dapat memperburuk kondisi ini dengan menambah beban biaya bagi konsumen dan pelaku usaha. Selain itu, dia juga mengingatkan bahwa dampak dari kebijakan ini tidak hanya dirasakan oleh sektor usaha, tetapi juga oleh pemerintah daerah yang mengandalkan pajak dari hotel dan restoran.

Hariyadi berharap agar Presiden Prabowo Subianto mempertimbangkan kembali kebijakan penghematan anggaran perjalanan dinas kementerian dan lembaga serta rencana kenaikan PPN, agar tidak memperburuk situasi yang sudah sulit bagi industri perhotelan. Sementara itu, beberapa kementerian dan lembaga, termasuk Badan Pangan Nasional (Bapanas), sudah mulai mengimplementasikan penghematan anggaran perjalanan dinas, sesuai dengan instruksi Kementerian Keuangan.


Sumur Gulamo Torehkan Catatan Baru Sejarah Energi

Hairul Rizal 20 Nov 2024 Bisnis Indonesia

PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) telah mencatatkan pencapaian bersejarah dengan penemuan Sumur Gulamo DET-1 sebagai sumur migas nonkonvensional (MNK) pertama di Indonesia yang berhasil membuktikan adanya aliran hidrokarbon ke permukaan. Penemuan ini diumumkan setelah evaluasi hasil data fracturing, uji rekahan, dan well testing yang dilakukan di sumur tersebut. EVP Upstream Business PHR, Andre Wijanarko, menyatakan bahwa pencapaian ini menunjukkan potensi besar pengembangan MNK di Blok Rokan, yang menjadi bagian dari komitmen PHR untuk terus berkontribusi dalam memenuhi kebutuhan energi nasional.

Keberhasilan ini juga disambut baik oleh Kepala Divisi Eksplorasi SKK Migas, Sunjaya Eka Saputra, yang menilai penemuan sumber daya migas baru di Sumur Gulamo DET-1 sebagai bukti keberhasilan upaya pengembangan migas nonkonvensional di Indonesia. Sunjaya berharap pencapaian ini dapat menjadi contoh dan dorongan bagi eksplorasi serta pengembangan lapangan-lapangan MNK lainnya di Indonesia.

Secara keseluruhan, penemuan ini tidak hanya menjadi tonggak sejarah bagi PHR, tetapi juga memberikan harapan bagi kemajuan industri migas nasional, khususnya dalam pengembangan sumber daya migas nonkonvensional yang diharapkan dapat menjadi alternatif penting dalam memenuhi kebutuhan energi di masa depan.


Ambisi Tinggi Pertumbuhan Ekspor Nasional

Hairul Rizal 20 Nov 2024 Bisnis Indonesia

Badan Kebijakan Perdagangan Kementerian Perdagangan (Kemendag), yang dipimpin oleh Fajarini Puntodewi, menargetkan pertumbuhan ekspor Indonesia yang ambisius dalam beberapa tahun mendatang. Target pertumbuhan ekspor Indonesia untuk 2025 dipatok antara 7,1% hingga 9,64%, dengan tujuan mencapai ekspor sebesar US$405,69 miliar pada 2029. Kemendag optimis bahwa neraca perdagangan Indonesia akan tetap surplus pada akhir tahun 2024, didukung oleh kinerja ekspor yang terus meningkat, seperti tercatat dalam data BPS yang menunjukkan kenaikan ekspor nonmigas.

Namun, tantangan datang dari kebijakan perdagangan internasional, terutama dengan kembalinya Donald Trump sebagai Presiden AS. Fajarini mengingatkan bahwa kebijakan proteksionis yang diterapkan Trump, seperti penambahan tarif impor terhadap berbagai barang dari negara mitra utama Indonesia seperti China, dapat berdampak pada kinerja ekspor Indonesia. Meskipun demikian, ia berharap kebijakan tersebut tidak mengganggu pertumbuhan ekspor Indonesia yang terus menunjukkan hasil positif sejak masa pemerintahan Trump sebelumnya. Selain itu, kebijakan tarif ini berpotensi menaikkan harga barang global, yang mungkin memberikan peluang bagi Indonesia untuk mengisi celah pasar, terutama dalam sektor barang-barang yang terpengaruh oleh tarif tinggi.

Di sisi lain, ekonom Yusuf Rendy Manilet mengingatkan bahwa meskipun Indonesia mencatatkan surplus neraca perdagangan pada periode Januari hingga Oktober 2024, pencapaian tersebut masih jauh dari target yang lebih tinggi. Pelemahan rupiah dan berkurangnya aliran mata uang asing dapat memperburuk kondisi ini, yang pada gilirannya bisa memicu kenaikan harga barang impor.

Secara keseluruhan, meskipun terdapat tantangan geopolitik dan perdagangan global, target Kemendag yang optimistis untuk pertumbuhan ekspor Indonesia tetap ada, dengan harapan bahwa Indonesia dapat memanfaatkan peluang dalam dinamika perdagangan global yang berubah.



Pilihan Editor