Program 3 Juta Rumah perlu data yang riil
Program penyediaan 3 juta rumah per tahun yang diusung pemerintah membutuhkan basis data riil terkait kebutuhan rumah hingga pemetaan lokasi hunian. Peruntukan program rumah perlu dipastikan tepat sasaran dan berkualitas. Hasil Survei Sosial Ekonomi Nasional Tahun 2023 yang dirilis BPS menunjukkan kekurangan kepemilikan rumah di Indonesia mencapai 9,9 juta rumah tangga. Sementara rumah tangga yang tidak punya akses hunian layak sebanyak 26,9 juta rumah tangga. Wamen Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Fahri Hamzah menegaskan, pemda bersama para pengembang wajib memiliki data perumahan, meliputi rumah masyarakat (swadaya) ataupun rumah yang dibangun di daerah.
Data itu diperlukan sebagai landasan penyusunan program dan kebijakan untuk target penyediaan 3 juta rumah per tahun. Tugas Kementerian PKP adalah menyukseskan program 3 juta rumah per tahun sesuai arahan Presiden Prabowo. Target pembangunan rumah itu meliputi 2 juta rumah di perdesaan dan 1 juta rumah di perkotaan. Identifikasi terkait kondisi rumah rakyat di daerah, merupakan bagian dari upaya pemerintah melakukan pemetaan dan pendataan hunian rakyat. ”Data rumah yang dimiliki pemda akan dapat digunakan untuk berbagai penyusunan program perumahan. Kami juga mengajak pengembang di daerah untuk lebih semangat membangun rumah rakyat,” ujar Fahri dalam keterangan pers, Senin (18/11).
Fahri menggelar pertemuan dengan Pj Gubernur NTB, Hasanuddin serta para pengembang perumahan di Provinsi NTB pada Minggu (17/11) malam. Kementerian PKP menggulirkan tiga aspek utama untuk mendorong harga rumah turun dan akses rumah terjangkau lebih luas bagi masyarakat berpenghasilan rendah, ialah harga tanah terjangkau melalui hibah lahan, pemanfaatan tanah sitaan koruptor dan lahan pemerintah/BUMN dan swasta yang tidak produktif; efisiensi belanja melalui sistem belanja terpusat (central purchasing) dalam pembelian material perumahan; serta insentif atau pemangkasan pajak. (Yoga)
Postingan Terkait
Benahi Masalah Fundamental
Arus Modal Asing Bersiap Masuk
Rendahnya Belanja Produktif Menghambat Pemulihan
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023