;

Trafik Airasia.com Naik Hingga 60%

Budi Suyanto 11 Mar 2019 Kontan
Perselisihan antara maskapai AirAsia dan Traveloka terkait penjualan tiket pesawat belum menemukan titik temu. AirAsia pun telah menarik penjualan tiket di Traveloka setelah agen perjalanan online itu tak menjual tiket AirAsia sejak 12 Februari 2018. Manajemen AirAsia hingga kini belum memperoleh jawaban dari Traveloka. Bukan hanya di Traveloka, tiket AirAsia juga sudah tidak dijual di agen perjalanan daring lain seperti tiket.com dan pegipegi.com. Sejauh ini, pengguna AirAsia masih bisa memperoleh tiket dari situs resmi airasia.com dan dari gerai agen perjalanan luring (offline). Direktur niaga PT. AirAsia Indonesia mengungkapkan, kejadian ini mengungkit trafik airasia.com naik signifikan, yakni 50%-60%. Oleh karena itu, dia optimis penjualan tiket AirAsia tidak akan mengalami kendala serius. Apalagi, maskapai berbiaya murah yang masih menggratiskan bagasi 15 kilogram hanya AirAsia.

IA-CEPA Menuai Pro Kontra di Produsen

Budi Suyanto 11 Mar 2019 Kontan
Indonesia dan Australia resmi menandatangani perjanjian kerja sama ekonomi komprehensif Indonesia-Australia (IA-CEPA), Senin (4/3) pekan lalu. Perjanjian yang akan berlaku tahun 2020 ini masih menimbulkan pro dan kontra di kalangan pengusaha domestik. Ada kekhawatiran produk impor dari Australia semakin membanjiri pasar domestik. Pasalnya Australia merupakan salah satu pemasok gula mentah ke Indonesia. Apalagi produksi gula Indonesia belum efisien. Sama seperti tebu, komoditas sapi (termasuk daging dan susu) juga akan menghadapi tantangan serupa akibat perjanjian itu. Australia merupakan eksportir daging sejenis lembu terbesar ke Indonesia.

Rusia Larang Warganya Menghina Pemerintah & Menyiapkan Great Firewall

Budi Suyanto 11 Mar 2019 Kontan
DPR Rusia mengesahkan undang-undang yang melarang penghinaan terhadap pejabat negara tersebut. Jurnalis di Rusia khawatir, beleid itu menyebabkan media takut menulis berita. Di sisi lain, Rusia juga akan mengontrol internet dan akan menyiapkan semacam Great Firewall di China. Jadi internet tetap ada, tapi tampilan berbeda lantaran mendapat sensor dari pemerintah.

Tanpa Aduan, Kominfo Bisa Blokir Fintech Ilegal

Budi Suyanto 11 Mar 2019 Kontan
Guna melindungi masyarakat dari potensi financial technology (fintech) ilegal, Kominfo bisa langsung memblokir fintech tanpa ada pengaduan. Kominfo akan menggunakan mesin pencarian konten negatif yang aktif menyisir (crawl) setiap hari. Lalu mencocokkan dengan data fintech terdaftar dan memiliki izin dari OJK. Bila tidak ada dalam daftar OJK, Kominfo langsung memblokir, baik di website maupun aplikasi.

Tunaiku Gelontorkan Rp 1 T

Budi Suyanto 11 Mar 2019 Kontan
Produk fintech besutan PT Bank Amar Indonesia yang bernama Tunaiku telah menyalurkan pinjaman Rp 1 triliun sejak diluncurkan tahun 2014. Aplikasi digital kredit tanpa agunan (KTA) ini bertujuan mempercepat inklusi keuangan dengan mempermudah akses masyarakat ke layanan perbankan. Presiden Direktur Amar Bank mengklaim, saat ini perusahaannya menjadi satu-satunya bank yang menawarkan layanan fintech.

Budi Daya Perikanan, Bisnis <font colorIkan Hias Masih Prospektif

B. Wiyono 11 Mar 2019 Bisnis Indonesia
Peluang bisnis budi daya ikan masih terbuka lebar karena pemerintah terus mendorong pengembangan 'ikan cantik' untuk menjadi salah satu komoditas penggerak perekonomian di sektor perikanan budi daya. Saat ini, Indonesia memiliki sekitar 4.300 spesies ikan hias. Namun, baru sekitar 30 spesies atau tidak sampai 1% di antaranya yang sudah dikembangkan dan diperdagangkan saat ini baik untuk pasar domestik maupun ekspor. Saat ini, dengan memperdagangkan 30 jenis ikan hias, pangsa pasar Indonesia di pasar global baru mencapai 7%. Dengan pembiakan melalui budi daya dan adanya prinsip ketertelusuran, Indonesia diharapkan bisa menguasai setidaknya 20% pangsa oasar ikan hias dunia dengan bertambahnya 100 jenis ikan hias yang diperdagangkan di Indonesia.

Budi Daya Perikanan, Bisnis Ikan Hias Masih Prospektif

B. Wiyono 11 Mar 2019 Bisnis Indonesia
Peluang bisnis budi daya ikan masih terbuka lebar karena pemerintah terus mendorong pengembangan 'ikan cantik' untuk menjadi salah satu komoditas penggerak perekonomian di sektor perikanan budi daya. Saat ini, Indonesia memiliki sekitar 4.300 spesies ikan hias. Namun, baru sekitar 30 spesies atau tidak sampai 1% di antaranya yang sudah dikembangkan dan diperdagangkan saat ini baik untuk pasar domestik maupun ekspor. Saat ini, dengan memperdagangkan 30 jenis ikan hias, pangsa pasar Indonesia di pasar global baru mencapai 7%. Dengan pembiakan melalui budi daya dan adanya prinsip ketertelusuran, Indonesia diharapkan bisa menguasai setidaknya 20% pangsa oasar ikan hias dunia dengan bertambahnya 100 jenis ikan hias yang diperdagangkan di Indonesia. Lima Provinsi Utama penyuplai ikan hias air tawar rahun 2017 yaitu Jawa Timur 53,65% (11,06 juta ekor), Banten 20,42% (4,21 juta ekor), Kalimantan Barat 11,23% (2,31 juta ekor), Kepulauan Riau 3,73% (0,77 juta ekor), dan Sulawesi Tenggara 2,24% (0,46 juta ekor).

Halodoc Raih Pendanaan US$65 Juta

Leo Putra 11 Mar 2019 Investor Daily
Halodoc, usaha rintisan berbasis teknologi (start-up) kesehatan asal Indonesia, mengumumkan keberhasilan meraih pendanaan saham terbari seri B sebesar US$ 65 juta yang dipimpin oleh UOB Venture Management. Beberapa investor baru lainnya yang tergabung di dalamnya, yakni Singtel Innov8, Korea Investment Partners, dan WuXi AppTech, serta beberapa investor Halodoc terdahulu. Halodoc merupakan platform layanan kesehatan digital melalui aplikasi pada telepon genggam dan situs internet. Hal ini memungkinkan penggunaanya untuk dapat melakukan komunikasi langsung ke lebih dari 20 ribu dokter berlisensi di Indonesia kapan pun dan dimanapun. Melansir dari Frost dan Sulivan, Nilai industri kesehatan di Indonesia diperkirakan mencapai US$ 21 triliun pada tahun 2019.

Swis Bangun Pabrik Kereta di Banyuwangi

Leo Putra 11 Mar 2019 Investor Daily
Produsen kerata api dari Swiss, Stadler Rail, akan membangun pabrik kereta api di Banyuwangi, Jawa Timur. Dalam pembangunan pabrik berkapasitas seribu unit per tahun ini, Stadler akan menggandeng PT Inka untuk memproduksi kereta api regional, light rail vehicle dan kereta dalam kota atau metro. Kedua perusahan telah menandatangani Head of Statement pada 7 Maret 2019, dan akan membentuk perusahaan patungan (joint venture) untuk proyek ini. Nilai proyek ini mencapai US$ 210 juta.

Maskapai Optimis

Ayu Dewi 08 Mar 2019 Kompas
Sejumlah maskapai optimis situasi penerbangan tahun ini bakal lebih baik. Jumlah penumpang diperkirakan tetap tumbuh meski ada perlambatan pertumbuhan beberapa tahun terakhir. Direktur utama AirAsia Indonesia Dendy Kurniawan berpendapat bahwa maskapai penerbangan mendapatkan pukulan tahun lalu, seperti : pelemahan nilai tukar rupiah, harga avtur dan sejumlah bencana alam. Dendy menambahkan pihaknya optimis situasi akan membaik tahun ini. AirAsia bahkan akan membuka satu hub lagi yakni Lombok untuk melebarkan sayap bisnis. AirAsia Indonesia juga menambah jumlah armada Airbus A320 dari rencana tiga pesawat menjadi lima pesawat. Citilink Indonesia juga optimis akan makin besar pasarnya. Citilink berniat menambah armadanya hingga 70 unit tahun ini dari 58 unit ditahun lalu. Citilink juga berencana membuka rute baru internasional di Asia serta menambah rute serta frekuensi penerbangan domestik.
Badan Pusat Statistik mencatat, jumlah penumpang pada Januari 2019 mencapai 6,6 juta orang (turun dibandingkan pada Januari 2018 sebsar 7,61 juta dan Januari 2017 sebesar 7,27 juta). Selain harga tiket, peralihan penumpang terjadi terutama di Pulau Jawa karena ada tol trans-Jawa yang menghubungkan Jakarta dan Surabaya.

Pilihan Editor