;

Tunaiku Gelontorkan Rp 1 T

Budi Suyanto 11 Mar 2019 Kontan
Produk fintech besutan PT Bank Amar Indonesia yang bernama Tunaiku telah menyalurkan pinjaman Rp 1 triliun sejak diluncurkan tahun 2014. Aplikasi digital kredit tanpa agunan (KTA) ini bertujuan mempercepat inklusi keuangan dengan mempermudah akses masyarakat ke layanan perbankan. Presiden Direktur Amar Bank mengklaim, saat ini perusahaannya menjadi satu-satunya bank yang menawarkan layanan fintech.

Budi Daya Perikanan, Bisnis <font colorIkan Hias Masih Prospektif

B. Wiyono 11 Mar 2019 Bisnis Indonesia
Peluang bisnis budi daya ikan masih terbuka lebar karena pemerintah terus mendorong pengembangan 'ikan cantik' untuk menjadi salah satu komoditas penggerak perekonomian di sektor perikanan budi daya. Saat ini, Indonesia memiliki sekitar 4.300 spesies ikan hias. Namun, baru sekitar 30 spesies atau tidak sampai 1% di antaranya yang sudah dikembangkan dan diperdagangkan saat ini baik untuk pasar domestik maupun ekspor. Saat ini, dengan memperdagangkan 30 jenis ikan hias, pangsa pasar Indonesia di pasar global baru mencapai 7%. Dengan pembiakan melalui budi daya dan adanya prinsip ketertelusuran, Indonesia diharapkan bisa menguasai setidaknya 20% pangsa oasar ikan hias dunia dengan bertambahnya 100 jenis ikan hias yang diperdagangkan di Indonesia.

Budi Daya Perikanan, Bisnis Ikan Hias Masih Prospektif

B. Wiyono 11 Mar 2019 Bisnis Indonesia
Peluang bisnis budi daya ikan masih terbuka lebar karena pemerintah terus mendorong pengembangan 'ikan cantik' untuk menjadi salah satu komoditas penggerak perekonomian di sektor perikanan budi daya. Saat ini, Indonesia memiliki sekitar 4.300 spesies ikan hias. Namun, baru sekitar 30 spesies atau tidak sampai 1% di antaranya yang sudah dikembangkan dan diperdagangkan saat ini baik untuk pasar domestik maupun ekspor. Saat ini, dengan memperdagangkan 30 jenis ikan hias, pangsa pasar Indonesia di pasar global baru mencapai 7%. Dengan pembiakan melalui budi daya dan adanya prinsip ketertelusuran, Indonesia diharapkan bisa menguasai setidaknya 20% pangsa oasar ikan hias dunia dengan bertambahnya 100 jenis ikan hias yang diperdagangkan di Indonesia. Lima Provinsi Utama penyuplai ikan hias air tawar rahun 2017 yaitu Jawa Timur 53,65% (11,06 juta ekor), Banten 20,42% (4,21 juta ekor), Kalimantan Barat 11,23% (2,31 juta ekor), Kepulauan Riau 3,73% (0,77 juta ekor), dan Sulawesi Tenggara 2,24% (0,46 juta ekor).

Halodoc Raih Pendanaan US$65 Juta

Leo Putra 11 Mar 2019 Investor Daily
Halodoc, usaha rintisan berbasis teknologi (start-up) kesehatan asal Indonesia, mengumumkan keberhasilan meraih pendanaan saham terbari seri B sebesar US$ 65 juta yang dipimpin oleh UOB Venture Management. Beberapa investor baru lainnya yang tergabung di dalamnya, yakni Singtel Innov8, Korea Investment Partners, dan WuXi AppTech, serta beberapa investor Halodoc terdahulu. Halodoc merupakan platform layanan kesehatan digital melalui aplikasi pada telepon genggam dan situs internet. Hal ini memungkinkan penggunaanya untuk dapat melakukan komunikasi langsung ke lebih dari 20 ribu dokter berlisensi di Indonesia kapan pun dan dimanapun. Melansir dari Frost dan Sulivan, Nilai industri kesehatan di Indonesia diperkirakan mencapai US$ 21 triliun pada tahun 2019.

Swis Bangun Pabrik Kereta di Banyuwangi

Leo Putra 11 Mar 2019 Investor Daily
Produsen kerata api dari Swiss, Stadler Rail, akan membangun pabrik kereta api di Banyuwangi, Jawa Timur. Dalam pembangunan pabrik berkapasitas seribu unit per tahun ini, Stadler akan menggandeng PT Inka untuk memproduksi kereta api regional, light rail vehicle dan kereta dalam kota atau metro. Kedua perusahan telah menandatangani Head of Statement pada 7 Maret 2019, dan akan membentuk perusahaan patungan (joint venture) untuk proyek ini. Nilai proyek ini mencapai US$ 210 juta.

Maskapai Optimis

Ayu Dewi 08 Mar 2019 Kompas
Sejumlah maskapai optimis situasi penerbangan tahun ini bakal lebih baik. Jumlah penumpang diperkirakan tetap tumbuh meski ada perlambatan pertumbuhan beberapa tahun terakhir. Direktur utama AirAsia Indonesia Dendy Kurniawan berpendapat bahwa maskapai penerbangan mendapatkan pukulan tahun lalu, seperti : pelemahan nilai tukar rupiah, harga avtur dan sejumlah bencana alam. Dendy menambahkan pihaknya optimis situasi akan membaik tahun ini. AirAsia bahkan akan membuka satu hub lagi yakni Lombok untuk melebarkan sayap bisnis. AirAsia Indonesia juga menambah jumlah armada Airbus A320 dari rencana tiga pesawat menjadi lima pesawat. Citilink Indonesia juga optimis akan makin besar pasarnya. Citilink berniat menambah armadanya hingga 70 unit tahun ini dari 58 unit ditahun lalu. Citilink juga berencana membuka rute baru internasional di Asia serta menambah rute serta frekuensi penerbangan domestik.
Badan Pusat Statistik mencatat, jumlah penumpang pada Januari 2019 mencapai 6,6 juta orang (turun dibandingkan pada Januari 2018 sebsar 7,61 juta dan Januari 2017 sebesar 7,27 juta). Selain harga tiket, peralihan penumpang terjadi terutama di Pulau Jawa karena ada tol trans-Jawa yang menghubungkan Jakarta dan Surabaya.

Pengapalan Komoditas, Pemeriksaan Ekspor CPO di Bawah Kendali Bea Cukai

B. Wiyono 08 Mar 2019 Bisnis Indonesia
Mulai hari ini, ekspor kelapa sawit, minyak sawit mentah (crude palm oil/CPO), dan produk turunannya tidak lagi harus disertai dengan dokumen Laporan Surveyor (LS). Sebagai gantinya, pemeriksaan fisik terhadap barang ekspor dilakukan oleh pihak Bea dan Cukai. Kendati demikian, regulasi yang bertujuan meningkatkan akurasi data, percepatan pelayanan, dan pengawasan kepabeanan atas komoditas CPO dan produk turunannya itu diragukan berdampak signifikan terhadap peningkatan ekspor. Mekanisme pemeriksaan fisik terhadap CPO dan produk turunannya diatur dalam PMK No.22/PMK.04/2019. Pemeriksaan fisik barang dapat dilakukan sebelum atau sesudah pemberitahuan ekspor barang (PEB) disammpaikan. Pemeriksaan fisik pun dilakukan secara selektif berdasarkan manajemen risiko. Eksportir mendapatkan dua kemudahan, pertama eksportir bisa berhemat Rp100 miliar dalam setahun karena simplifikasi aturan. Kedua, proses administrasi ekspor makin efisien, karena pemeriksaan fisik hanya berada di otoritas kepabeanan dan tak perlu lagi melibatkan surveyor. Pemerintah berharap melalui kemudahan itu, eksportir dapat memacu kinerja ekspor CPO dan produk turunannya, sehingga turut mendukung langkah pemerintah dalam memperbaiki defisit neraca perdagangan.
Wakil Ketua Umum Bidang Perdagangan dan Keberlanjutan Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia, Togar Sitanggang, Penghapusan wajib LS hanya mengurangi 'sakit kepala' eksportir saja. Tidak ada hubungannya dengan peningkatan ekspor CPO. Kalau pembeli butuh LS, ya otomatis eksportir harus pakai LS. Ekonom Core Indonesia, Mohammad Faisal juga mengatakan bahwa kebijakan tersebut terhadap ekspor CPO sangat kecil, sebab persoalan yang melanda komoditas tersebut lebih banyak berasal dari luar negeri, seperti kampanye negatif Uni Eropa dan Bea MAsuk India yang tinggi.

Dampak CEPA RI-Australia, Sapi Impor Bakal Marak

B. Wiyono 08 Mar 2019 Bisnis Indonesia
Kendati Indonesia Australia Comprehensive Economic Partnership Agreement (IA-CEPA) belum diratifikasi, pelaku bisnis persapian domestik tampaknya harus siap digempur komoditas impor. Dalam perjanjian ekonomi komprehensif tersebut, kedua negara sepakat untuk memasukkan komoditas sapi dan produk turunannya untuk dikerjasamakan. Australia akan menikmati bebas be amasuk untuk produk sapi bakalan jantan setelah ratifikasi. Negeri Kanguru akan diperbolehkan mengekspor 575.000 ekor sapi bakalan selama 5 tahun pertama pascaratifikasi dengan bea masuk 0%. pada tahun keenamdan selanjutnya, volumenya naik menjadi 700.000 ekor. Ketua Umum Perhimpunan Peternak Sapi dan Kerbau Indonesia, Teguh Boediyana menilai perjanjian itu justru menjadi lonceng kematian bagi peternak lokal, karena daging sapi yang dihasilkan petani dalam negeri tidak akan dapat bersaing. Bila asumsi harga daging sapi akan lebih terjangkau dan bisa jadi malah anjlok, peternak tidak lagi berminta memelihara sapi. Ekonom Indef, Rusli Abdullah berpendapat pemerintah harus mengimbangi perjanjian dengan Australia dengan membuat peta jalan industri peternakan nasional agar tidak terjebak sebagai pasar impor belaka.

Populasi Orang Kaya, Miliarder Asia Terus Bertambah

B. Wiyono 08 Mar 2019 Bisnis Indonesia
Isu perlambatan global tampaknya tak begitu berpengaruh terhadap pundi-pundi orang kaya di Asia. Menurut laporan yang dirilis pada Rabu, 7 Maret 2019 oleh Knight Frank LLP, Asia akan mengalami pertumbuhan populasi miliarder tercepat di dunia selama 4 tahun ke depan. Dalam laporan tersebut, Indonesia tercatat memiliki total miliarder sebanyak 43.118 orang pada 2018 dengan pertumbuhan sebesar 5% secara tahunan, dengan menempati peringkat ke-401. Sementara itu, Ibu Kota DKI Jakarta menempati peringkat ke-529. Ada sekitar 756 orang sangat kaya di Indonesia pada 2018 yang masuk daftar dari 48.245 Ultra-Hight Net Worth Individuals (UHNWI) di Asia. Menurut Kepala Peneliti Knight Frank Asia Pacific, Nicholas Holt, makin kaya seseorang, maka mereka akan makin berhati-hati dalam mengelola kekayaan. Oleh karena itu, makin banyak orang di Asia yang berencana untuk menimbun kekayaan mereka dalam bentuk tunai dan mengurangi aset yang terpapar pada kondisi di pasar yang terus berubah seperti emas atau obligasi.

Grab Inc Raih Suntikan Dana US$ 1,46 Miliar

B. Wiyono 08 Mar 2019 Kontan
Grab Holding Inc Telah mendapatkan pendanaan baru sebesar US$1,46 miliar atau sekitar Rp20,65 triliun dari SoftBank Vision Fund. Dengan putaran pendanaan tersebut, kini Grab telah mengumpulkan total pendanaan lebih dari US$4,5 miliar. Pendanaan tersebut menobatkan Grab sebagai Decacorn dengan nilai valuasi mencapai US$ 14 miliar. Grab berencana menggunakan dana tersebut untuk membangun lebih banyak layanan yang kemudian diintegrasikan melalui platform Grab. Secara khusus, Grab berencana untuk menginvestasikan sebagian besar dana investasi itu di Indonesia. Grab mengklaim menjadi pemimpin dalam layanan transportasi on-demand yang menguasai 60% pangsa pasar roda dua dan menguasai 70% pangsa pasar roda empat di Indonesia. Bisnis Grab di Indonesia berkembang pesat, dengan pendapatan dua kali lipat di tahun 2018.

Pilihan Editor