Persaingan Bank-Tekfin, Menuju Titik Keseimbangan Baru
B. Wiyono
06 Mar 2019 Bisnis Indonesia
Kendati mengincar ceruk pasar serupa, perbankan dan perusahaan financial berbasis teknologi (tekfin) memiliki karakter yang berbeda. Industri perbankan cenderung disebut konvensional, sedangkan tekfin tampil dengan wajah milenial. Hal itu pun membuat perusahaan tekfin berhasil menjadi pemenang dalam pusat pertempuran digitalisasi layanan finansial saat ini, yaitu sistem pembayaran. Seperti diketahui belum banyak aturan dari regulator yang yang membatasi laju dari inovasi perusahaan rintisan yang menjamur dalam beberapa tahun terakhir ini. Hal ini yang membuat tekfin bisa bergerak cepat dan bank jadi terkesan lambat. Ada kalanya bank menunggu lama untuk mendapatkan satu perizinan, sedangkan perusahaan tekfin bebas meluncurkan berbagai macam produk tanpa terbatas dengan perizinan. Semestinya kedua lembaga yang menawarkan jasa keuangan itu dapat bekerja sama. Inklusi keuangan dapat tumbuh lebih kencang apabila pemanfaatan data tekfin oleh perbankan dilakukan optimal. Pintu masuk kerja sama antara bank dan tekfin dapat melalui sistem pembayaran. Para bankir yakin bukan berarti kemasyhuran bank sebagai penyedia jasa sistem pembayaran akan tergerus oleh perusahaan tekfin pada masa depan. Kedua perbedaan yang dianggap sebagai keuntungan maupun kerugian, baik bagi bank dan tekfin akan saling mendekat dan menciptakan suatu titik keseimbangan baru.
Pembatasan Ekspor Bahan Baku, Industri Kuningan Mengilap
B. Wiyono
06 Mar 2019 Bisnis Indonesia
Industri kuningan mulai mengilap setelah pemerintah melakukan pembatasan ekspor scrap yang menjadi bahan baku. Utlitas pabrikan diproyeksikan meningkat 100%. Sementara itu, perusahaan asing juga tertarik membangun pabrik. Ketua Umum Gabungan Industri Peleburan Kuningan Indonesia (Gipelki) Eric Wijaya mengatakan bahwa tahun ini industri kuningan akan bertumbuh dua kali lipat, terdongkrak oleh ketersediaan bahan baku setelah pemerintah membatasi ekspor scrap tembaga, perunggu, dan aluminium. Selain itu, kebijakan yang dilakukan pemerintah tidak saja membuat industri dalam negeri menggeliat tetapi juga membua perusahaan asing tertarik menanamkan modalnya karena adanya ketersediaan bahan baku. Pabrik peleburan kuningan asal Korea Selatan menyatakan tertarik mendirikan pabrik di Indonesia. Indonesia mengekspor scrap kuningan bahan baku ke sejumlah negara seperti Korea Selatan, China, Jepang, dan Taiwan. Korea Selatan menyerap scrap bahan baku paling banyak. Berdasarkan data Gipelki, volume ekspor scrap kuningan bahan bakau pada 2018 mencapai 28.786 ton atau senilai Rp1,90 triliun, sedangkan ekspor tembaga sebesar 71.800 ton senilai Rp6 triliun. Eric meminta pemerintah agar mengenakan bea ekspor sebesar 30% untuk scrap kuningan dan ingot, dan mengenakan PPh 22 sebesar 10% untuk menghambat impor barang jadi yang bisa diproduksi dalam negeri.
Prospek Komoditas, Bagaimana Nasib 10 Andalan Ekspor?
B. Wiyono
06 Mar 2019 Bisnis Indonesia
Ekspor sejumlah komoditas nonmigas utama Indonesia, diperkirakan mengalami pertumbuhan pada tahun ini. Namun, sejumlah catatan mengiringi proyeksi positif tersebut. Adapun komoditas itu antara lain minyak kelapa sawit mentah atau crude palm oil (CPO) dan produk turunannya, kakao, kopi, karet dan produk dari karet, ikan dan hasil laut, kayu dan furnitur, Tekstil dan Produk Tekstil (TPT), kertas dan pulp, batu bara dan lignit, serta nikel. Berbagai peluang dan tantangan membayangi kinerja ekspor 10 komoditas andalan pada tahun ini. Sebagian besar dipicu oleh kondisi permintaan dan harga internasional yang fluktuatif akibat ketidakpastian arah perang dagang antara Amerika Serikat dengan China. Indonesia tidak bisa terus berharap pada peluang dari perang dagang Amerika Serikat dengan China tersebut untuk memacu ekspor. Pemerintah harus memiliki perencanaan yang matang dalam strategi memperbaiki kinerja ekspor nonmigas. Masing-masing industri harus punya roadmap yang jelas untuk jangka pendek dan jangka panjang, berikut exit stratey apabila pasar utama ekspor terganggu. Jika tidak selamanya kita akan tergantung pada kondisi di pasar global dan negara tujuan utama ekspor.
Serangan Dompet Digital Mengadang Kartu Kredit
B. Wiyono
06 Mar 2019 Kontan
Persaingan layanan transaksi pembayaran lewat aplikasi kian sengit. Tawaran cashback dan diskon pada satu merchant dari dua aplikasi berbeda semakin mudah ditemukan. Aplikasi pembayaran yang mendominasi adalah PT Visionet Internasional lewat brand OVO dan Go-Pay milik PT Aplikasi Karya Anak Bangsa. Potensi bisnis transaksi pembayaran elektronik masih besar. BUMN juga tak mau kalah dan siap mengadang OVO dan Go-Pay dengan LinkAja.
Tren masyarakat menggunakan transaksi non tunai diyakini belum mengganggu bisnis berbasis kartu perbankan seperti kartu kredit. Kehadiran tekfin justru jadi peluang bagi perbankan berkolaborasi dan berkompetisi secara sehat. Aplikasi pembayaran OVO dan Go-Pay didominasi transaksi nilai kecil. Jadi aplikasi pembayaran itu lebih mengarah ke pengganti uang tunai.
Tren masyarakat menggunakan transaksi non tunai diyakini belum mengganggu bisnis berbasis kartu perbankan seperti kartu kredit. Kehadiran tekfin justru jadi peluang bagi perbankan berkolaborasi dan berkompetisi secara sehat. Aplikasi pembayaran OVO dan Go-Pay didominasi transaksi nilai kecil. Jadi aplikasi pembayaran itu lebih mengarah ke pengganti uang tunai.
OSS Baru Koordinasikan hingga Layanan di Daerah
B. Wiyono
06 Mar 2019 Kontan
Pemerintah menyadari sistem perizinan online single submission (OSS) banyak kekurangan. Karena itu saat ini tengah memperbarui Sistem OSS. Rencananya, OSS versi upgrade akan meluncru pekan depan. Pembaruan OSS bertujuan untuk meningkatkan kualitas pelayanan dan mengatasi hambatan perizinan yang saat ini masih terjadi. Saat ini OSS belum bisa menghadirkan pelayanan perizinan investasi secara menyeluruh. Terutama pelayanan hingga tingkat daerah. Padahal, pelaksanaan investasi berada di daerah.
21 Orang Indonesia Masuk Daftar Orang Terkaya Forbes 2019
Leo Putra
06 Mar 2019 Investor Daily
Miliarder Indonesia teratas adalah R. Budi Hartono dengan kekayaan US$ 18,6 Miliar yang berasal dari perbankan dan tembakau yang menduduki peringkat 54, disusul oleh saudaranya Michael Hartono di peringkat 56 dengan kekayaan US$ 18,5 miliar. Selanjutnya ada di urutan selanjutnya adalah bos Indorama Sri Prakash Lohia yang mencapai US$ 7,3 miliar dan menduduki peringkat 200. Lalu ada bos Mayapada-Tahir, Chairul Tanjung dari CT Corp, Prajogo Pangestu dari Barito Pacific, dan Mochtar Riadi dari Lippo Group.
RI Ekspor LNG 16 Kargo Per Tahun ke Singapura
Leo Putra
06 Mar 2019 Investor Daily
Indonesia akan mengekspor gas alam cair (liquefied natural gas/LNG) sebanyak 16 kargo per tahun ke Singapura sampai 2025. Pasokan LNG ini berasal dari Train-3 Kilang LNG Tangguh yang kini tengah dibangun BP Berau. Dirjen Minyak dan Gas Bumi Kementerian ESDM, Djoko SIswanto menuturkan, ekspor LNG ke Singapura merupakan hasil lelang pengjualan LNG yang dilakukan BP. Total ekspor LNG ke Singapura ini, disebutnya mencapai 84 kargo, nantnya BP akan mengirimkan sebanyak 16 kargo per tahun.
Menkeu akan Investigasi Pajak Buku Impor Pameran BBW
Leo Putra
06 Mar 2019 Investor Daily
Menteri Keuangan, Sri Mulyani mengatakan akan menginvestigasi mengenai kewajiban pajak dan bea masuk dari seluruh buku-buku impor yang dijual di pameran Big Bad Wolf 2019. Senada dengan Menkeu, Dirjen Bea Cukai, Heru Pambudi mengatakan akan segera memeriksa ketentuan bea masuk buku-buku Big Bad Wolf 2019. Sebagai gambaran, kewajiban bea masuk untuk buku impor bisa saja mendapat pembebasan jika buku tersebut adalah buku ilmu pengetahuan, buku pelajaran, kitab suci, dan buku pelajaran agama sesuai Surat Edaran Bea dan Cukai Nomor SE-16/BC/2013. Namun perlu diteliti lebih lanjut mengenai pajak dan bea masuk buku yang termasuk dalam kategorii fiksi seperti novel.
Astra dan Go-Jek Bersinergi
Ayu Dewi
05 Mar 2019 Kompas
PT Astra International Tbk dan Go-Jek membentuk perusahaan patungan. Nantinya, perusahaan patungan ini menyediakan kendaraan roda empat yang akan dilibatkan dalam sistem aplikasi transportasi Go-Car. Selain itu grup Astra telah menempatkan investasi sekitar Rp 2 triliun ke Go-Jek. Saat itu dana investasi dari Astra digunakan Go-Jek untuk meningkatkan kualitas dan kapasitas teknologi sehingga menambah nilai tambahan layanan bagi mitra dan pelanggan.
Presiden Direktur Astra Indonesia Prijono Sugiarto, keikutsertaan Astra dalam putaran pertama pendanaan seri F maka total investasi Astra ke Gojek 250 juta dollar AS. Pendiri dan CEO Go-Jek Nadiem Makarim menjelaskan perusahaan patungan itu menyediakan angkutan sewa khusus dari pintu ke pintu menggunakan fitur Go-Car. Calon mitra pengemudi Go-Car berkesempatan mendapatkan akses terhadap aset kendaraan berkualitas prima. Terkait dana segar dari Astra, Nadiem menyebutkan akan digunakan untuk memperdalam penetrasi pasar dan memperkuat posisi Go-Jek sebagai platform layanan bergerak dan pembayaran digital. Dana itu akan dimanfaatkan untuk membantu ekspansi di pasar regional.
Mengutip crunchbase.com, Go-Jek telah mengumpulkan total pendanaan sekitar 3 miliar dollar AS selama delapan putaran. Pada akhir Oktober 201, putaran pendanaan pada tahap seri F diperoleh dari Tencent Holdings, Google dan JD.com dengan jumlah dana yang terkumpul 920 juta AS. Pada akhir 2018, Go-Jek membukukan total transaksi kotor (GTV) lebih dari 9 miliar dollar AS dengan jumlah transaksi mencapai 2 miliar. GTV Go-Pay sebesar 6,3 miliar dollar AS dan GTV Go-Food tercatat 2 miliar dollar AS.
Presiden Direktur Astra Indonesia Prijono Sugiarto, keikutsertaan Astra dalam putaran pertama pendanaan seri F maka total investasi Astra ke Gojek 250 juta dollar AS. Pendiri dan CEO Go-Jek Nadiem Makarim menjelaskan perusahaan patungan itu menyediakan angkutan sewa khusus dari pintu ke pintu menggunakan fitur Go-Car. Calon mitra pengemudi Go-Car berkesempatan mendapatkan akses terhadap aset kendaraan berkualitas prima. Terkait dana segar dari Astra, Nadiem menyebutkan akan digunakan untuk memperdalam penetrasi pasar dan memperkuat posisi Go-Jek sebagai platform layanan bergerak dan pembayaran digital. Dana itu akan dimanfaatkan untuk membantu ekspansi di pasar regional.
Mengutip crunchbase.com, Go-Jek telah mengumpulkan total pendanaan sekitar 3 miliar dollar AS selama delapan putaran. Pada akhir Oktober 201, putaran pendanaan pada tahap seri F diperoleh dari Tencent Holdings, Google dan JD.com dengan jumlah dana yang terkumpul 920 juta AS. Pada akhir 2018, Go-Jek membukukan total transaksi kotor (GTV) lebih dari 9 miliar dollar AS dengan jumlah transaksi mencapai 2 miliar. GTV Go-Pay sebesar 6,3 miliar dollar AS dan GTV Go-Food tercatat 2 miliar dollar AS.
Migrasi Tuntas di Akhir Maret
Ayu Dewi
05 Mar 2019 Kompas
Migrasi uang elektronik berbasis server milik BUMN ke platform LinkAja diharapkan tuntas pada akhir Maret 2019. Selama proses migrasi berlangsung, fokus utama pengelola LinkAja adalah mengakuisisi pelanggan serta mitra pedagang. LinkAja menggabungkan uang elektronik berbasis server yang diterbitkan sejumlah perusahaan BUMN seperti : TCash, e-cash, Tbank, UnikQu. uang elektronik bank BUMN sedang dalam proses migrasi, tim BUMN sedang mengatur sistem perangkat mesin pembaca kartu (EDC) agar bisa membaca transaksi berbasis QRcode LinkAja.







