;

Penerimaan Negara, Pertumbuhan Pajak Tidak Stabil

B. Wiyono 24 May 2019 Bisnis Indonesia

Kinerja pertumbuhan penerimaan cenderung tak stabil selama 5 tahun terakhir. Anjloknya harga komoditas serta perubahan kebijakan di sektor perpajakan menjadi salah satu penyebab ketidakstabilan di sektor penerimaan tersebut. Tahun lalu penerimaan pajak menembuh pertumbuhan alamiahnya dengan realisasi 13,2%. Capaian itu lebih banyak dibantu oleh naiknya harga komoditas Indonesia Crude Price atau minyak mentah. Perkembangan harga komoditas yang cenderung melemah, telah menyebabkan penerimaan pajak yang berbasis pada sektor usaha minyak bumi, pertambangan,dan pertanian mengalami penurunan. Sebagai imbasnya, selain prospek penerimaan pajak pada 2019 yang menghadapi risiko pelebaran target pertumbuhan menjadi 19% akibat shortfall penerimaan pajak yang terjadi pada 2018, pelemahan harga komoditas telah secara langsung menekan performa penerimaan pajak sampai dengan April 2019 yang hanya mampu tumbuh di bawah 5%. Adapun lemahnya penerimaan pajak ditengarai oleh beberapa hal. Pertama, pelemahan harga migas terutama minyak dan batu bara. Kedua, underground economy dan sektor informal yang belum tercatat baik di sistem perpajakan. Ketiga, adanya kontraksi basis pajak karena kebijakan tertentu, misalnya kenaikan PTKP, pengecualian, dan insentif pajak lainnya.

Polemik Besaran Modal, Bappebti & Asosiasi Kaji Aturan Kripto

B. Wiyono 24 May 2019 Bisnis Indonesia

Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi melakukan pembicaraan lanjutan dengan Asosiasi Blockchain Indonesia pasca dirilisnya Peraturan Bappebti No.5/2019 tentang Ketentuan Teknis Penyelenggara Pasar Fisik Aset Kripto (Crypto Asset) di Bursa Berjangka. Beleid tersebut melanjutkan peraturan Menteri Perdagangan No.99/2018 tentang Kebijakan Umum Penyelenggaraan Perdagangan Berjangka Aset Kripto (Crypto Asset) yang dirilis 20 September 2018. Permendag itu menyebutkan bahwa aset kripto sebagai komoditas yang dapat dijadikan sebagai subjek kontrak berjangka sehingga bisa diperdagangkan di bursa berjangka yang diawasi Bappebti. Dalam Peraturan Bappebti No.5/2019, setiap bursa berjangka dan lembaga kliring yang akan menyelenggarakan pasar fisik aset kripto harus menyetorkan modal awal Rp1,5 triliun dan mempertahankan saldo modal akhir paling sedikit Rp1,2 triliun. Sementara itu, untuk pedagang fisik aset kripto dan pengelola tempat penyimpanan aset kripto harus memberikan modal awal Rp1 triliun dan saldo modal akhir Rp800 juta. Namun, pengusaha merasa keberatan dengan persyaratan modal tersebut. Bappebti sendiri telah mencatat hingga saat ini terdapat 18 bursa pertukaran aset kripto yang telah beroperasi di Indonesia dan menunjukkan minatnya untuk mendaftar sebagai bursa terdaftar di Bappebti.

Sektor Andalan, Investasi Mamin Bakal Melejit

B. Wiyono 24 May 2019 Bisnis Indonesia

Investasi di industri makanan dan minuman (mamin) diproyeksikan terus bertambah pada tahun-tahun emndatang seiring dengan meningkatnya jumlah populasi penduduk di Tanah Air.  Populasi sekitar 260 juta jiwa diikuti oleh tingkat konsumsi tinggi di Indonesia, dinilai menjadi pendorong investasi di sektor mamin saat ini. Kementerian Perindustrian merilis, pada industri pengolahan, sektor mamin penyumbang utama penanaman modal dalam negeri (PMDN) senilai Rp7,1 triliun, dan kedua terbesar penanaman modal asing (PMA) senilai US$376 juta pada kuartal I/2019. Pada periode-periode sebelumnya, sektor mamin juga menjadi salah satu kontributor utama investasi, terutama untuk PMDN.

2018 Merugi, Saratoga Tetap Bagikan Dividen dan Memacu Aksi Ekspansi

Budi Suyanto 23 May 2019 Kontan

Saratoga mengalami kerugian Rp 6,2 triliun pada akhir 2018. Meski demikian, perusahaan yang 21,5% sahamnya dimiliki Sandiaga Uno ini tetap akan ekspansi, bahkan membagikan dividen. RUPS yang digelar kemarin (22/5), menyetujui pembagian dividen total Rp 298,4 miliar. Dividen tersebut berasal dari pendapatan dividen yang diterima dari anak usahanya, Nantinya, investor mendapat jatah Rp 110 per saham.

Garuda Kurangi Rute, Demi Efisiensi

Budi Suyanto 23 May 2019 Kontan

PT Garuda Indonesia Tbk (GIAA) memutuskan menutup sejumlah rute penerbangan. Hal ini dilakukan untuk mengurangi imbas kebijakan penurunan tarif batas atas tiket pesawat. Garuda menutup rute Jakarta-London, serta mengurangi frekuensi penerbangan Jakarta-Amsterdam, termasuk rute domestik seperti Morotai, Maumere, dan Bima. Langkah itu dilakukan karena beban biaya bahan bakar untuk penerbangan ke daerah terpencil lebih mahal 80% dibanding rute favorit. Semakin banyak layanan rute, beban operasional penerbangan tentunya bertambah.

OECD Pangkas Proyeksi Ekonomi

Budi Suyanto 23 May 2019 Kontan

Organisasi untuk Kerjasama Ekonomi dan Pembangunan (OECD) kembali memangkas proyeksi pertumbuhan ekonomi global. Perang dagang AS-China yang kembali memanas menjadi alasannya. OECD memproyeksi pertumbuhan ekonomi global untuk tahun 2019 menjadi 3,2% dari sebelumnya 3,3%. Meski memangkas proyeksi pertumbuhan ekonomi, lembaga itu memperkirakan ada peluang pertumbuhan lebih baik menjadi 3,4% pada tahun 2020. OECD meminta AS-China segera menyelesaikan persoalan yang menghambat negosiasi dagang.

AS Kembali Memblokir Perusahaan China

Budi Suyanto 23 May 2019 Kontan

Setelah Huawei Technologies, AS sedang mempertimbangkan sanksi untuk perusahaan pengawas video China Hikvision. Sanksi ini akan membatasi Hikvision membeli teknologi AS. Sebaliknya, perusahaan AS harus mendapat izin pemerintah untuk memasok komponen ke Hikvision. Sama seperti dengan Huawei, Hikvision tak gentar dengan sanksi dari negeri Paman Sam itu. Sebagai informasi, sekitar 42% saham Hikvision dimiliki negara.

Penjualan Ditingkatkan

Ayu Dewi 23 May 2019 Kompas

Emas masih menjadi pilihan masyarakat yang ingin berinvestasi. Sebab, harganya cenderung meningkat dalam jangka panjang kendati tak terlalu tajam. Masyarakat membeli emas secara langsung melalui toko luar jaringan dan melalui platform dalam jaringan. Direktur niaga Antam Aprilandi H Setia menyampaikan berdasarkan kinerja perusahaan, penjualan secara langsung melalui toko luring masih mendominasi pasar emas Antam yakni sekitar 95%. Namun sejak pelayanan penjualan daring dibuka melalui laman www. logammulia.com. penjualan secara daring memiliki prospek menjajikan. Oleh karena itu penjualan daring akan terus dikembangkan. 

Tahun ini penjualan emas di dalam negeri 18 ton. Adapun penjualan emas keluar negeri 12 ton. Harga emas di dalam negeri terus naik sejak 2010 yang berkisar di Rp 400.000 menjadi Rp 600.000 per gram saat ini. 

Direktur Utama PT Pegadaian (Persero) Kuswiyoto menuturkan, tabungan emas merupakan salah satu produk yang diunggulkan Pegadaian. Sekertaris perusahaan PT Hartadinata Abadi Tbk Ong deny mengutarakan produksi perhiasan emas Hartadinata rata-rata 800-900 kg per bulan. Saat menjelang lebaran ada tren kenaikan permintaan dan produksi.

Potensi Budi Daya Udang

B. Wiyono 23 May 2019 Bisnis Indonesia

Udang menjadi salah satu komoditas unggulan Indonesia. Namun, produksi udang dari beberapa negara seperti India, Vietnam, dan Ekuador mengalami kenaikan signifikan. India mencatatkan penginkatan produksi hingga lebih dari 60% dalam kurun waktu 2012-2017. Namun, Indonesia masih memiliki potensi besar untuk meningkatkan produksi udang. Beberapa lokasi pengembangan tambak budi daya udang diantaranya, Sulawesi Barat (Pasang Kayu, mamuju) dengan luas lahan 1.300 ha produksi 20.800 ton/tahun, Sulawesi Tengah (Parigi Montong, Banggai)  dengan luas lahan 900 ha produksi 14.400 ton/tahun, Jawa Barat (Karwang) dengan luas lahan 250 ha produksi 4.000 ton/tahun, Lampung (Tulang Bawang, Lampung Timur, Lampung Selatan, dan Pesisir Barat)  dengan luas lahan 1.450 ha produksi 23.200 ton/tahun, dan Sulawesi Selatan (Barru, Maros, Pangkep, dan Bulukumba)  dengan luas lahan 475 ha produksi 7.600 ton/tahun. Negara tujuan ekspor udang Indonesia pada 2018  didominasi ke AS dengan jumlah 129,9 ribu ton, kedua Jepang 31,2 ribu ton, dan wilayah Asean 11,6 ribu ton.

Proyeksi Lebaran, Ketergantungan pada Uang Tunai Tinggi

B. Wiyono 23 May 2019 Bisnis Indonesia

Ketergantungan masyarakat terhadap uang tunai masih cukup besar meskipun penggunaan uang elektronik cukup masif. Hal itu terlihat dari peningkatan kebutuhan uang tunai pada musim Lebaran. Berdasarkan data Bank Indonesia, per April 2019, nilai transaksi uang elektronik secara tahunan mencapai Rp10,67 triliun. Menurut Deputi Gubernur BI, tren positif gerakan nontunai tetap diikuti oleh kenaikan kebutuhan uang tunai selama periode idul fitri. Bank sentral mencatat kebutuhan uang pecahan kecil (UPK) tertinggi sejak 5 tahun terakhir. Secara rata-rata kenaikan UPK berkisar 13,3%, namun tahun ini sebesar 13,5%. Bank sentral menyiapak UPK sebesar Rp 217,1 triliun. Kebutuhan UPK di Jawan non-Jabodetabek Rp84 triliun, Jabodetabek Rp51,5 triliun, Sumatra Rp41,2 triliun, dan kawasan timur Indonesia Rp40,4 triliun.

Pilihan Editor