Aturan Bank Indonesia, Alipay dan Wechatpay Wajib Ikuti Standar QR
Bank Indonesia (BI) menyebut penerapan dompet digital Alipay dan Wechat Pay harus mengikuti QR Indonesia Standar (QR) dalam transaksinya.
Deputi Gubernur Bank Indonesia Sugeng mengatakan jika kedua dompet digital tersebut tidak mengikuti aturan QRIS, maka regulator, dalam hal ini Bank Indonesia melakukan penindakan secara tegas. Masuknya Alipay dan Wechatpay saat ini masih dalam proses penyelesaian dan regulator juga akan segera memanggil pihak Alipay dan Wechat Pay. Selain belum memenuhi persyaratan dokumentasi secara penuh, Bank Indonesia masih akan meninjau sistem TI kedua dompet digital tersebut.
Alipay dan Wechat Pay dibawa oleh pihak ketiga yang masuk ke pasar Indonesia untuk melayani wisatawan China yang bertransaksi selama berwisata. Selain Indonesia, Alipay dan Wechat Pay juga masuk ke negara Jiran seperti Thailand dan Vietnam.
QRIS secara nasional efektif berlaku mulai 1 Januari 2020. QRIS nantinya akan menjadi satu-satunya jalur untuk transaksi menggunakan kode QR, termasuk untuk pemain asing di sektor tersebut.
Menggenjot Industri Tekstil, Otomotif, dan Alas Kaki
Demi menggenjot pertumbuhan manufaktur, pemerintah menetapkan lima sektor industri utama dalam fokus Making Indonesia 4.0. Kelima sektor itu adalah makanan dan minuman, tekstil dan busana, otomotif, kimia, dan elektronik. Dari kelima sektor itu, Bank Indonesia menilai tiga sektor yang bisa menjadi motor industri manufaktur, yaitu tekstil, otomotif, dan alas kaki.
Isu strategis di industri tekstil, misalnya, kebutuhan revitalisasi mesin dan peralatan modern untuk menggenjot kapasitas produksi. Di sisi lain, beberapa bahan baku industri hulu tekstil masih mengandalkan impor. Untuk memaksimalkan pengembangan industri tekstil, pemerintah merancang sejumlah program, seperti pemberian insentif, restrukturisasi mesin dan peralatan pada industri kain. Asosiasi Pertekstilan Indonesia (API) menanggapi dingin rencana pemerintah untuk merancang program prioritas industri tekstil. Saat ini, pengusaha tekstil membutuhkan kebijakan instan. Ketua API, Ade Sudrajat Usman, menilai perluasan insentif tax allowance adalah kebijakan jangka menengah sehingga akan terlambat menyelamatkan industri tekstil yang sedang gawat. Yang diperlukan segera adalah menahan gempuran produk tekstil impor yang terus membanjiri pasar.
Sasaran Tariff Adjustment 27,9 Juta Pelanggan
PLN menargetkan penerapan penyesuaian tarif atau tariff adjustment berlaku bagi 27,9 juta pelanggan pada 2020. Rinciannya, 21 pelanggan golongan 900 VA non-subsidi dan 6,9 juta pelanggan subsidi. Penetapan tariff adjustment merupakan bentuk pemberian insentif tepat sasaran. Penerapan pada pelanggan 900 VA dimungkinkan karena sudah ada pemilahan dan penggolongan antara rumah tangga mampu dan rumah tangga tidak mampu. Sejatinya, 24,4 juta pelanggan sudah mengikuti tariff edjustment, lantaran golongan 900 VA RTM sudah tidak menikmati subsidi listrik. Dengan pemberlakuan tariff adjustment, PLN bisa mengatur alliran kasnya, Penyesuaian tarif akan dilakukan setiap tiga bulan.
Swasta Tertarik Beli Tanah Negara di Ibu Kota Baru
Bappenas melaporkan biaya pemindahan ibu kota mencapai Rp 485,2 triliun Dari jumlah tersebut, Rp 265,2 triliun atau 54,6% bakal menggunakan skema kerja sama pemerintah dan badan usaha (KPBU). Selain itu ada wacana menjual tanah negara seluas 30 ha di sekitar ibu kota baru. Dengan asumsi harga tanah Rp 2 juta hingga Rp 3 juta per meter persegi, maka akan terkumpul dana Rp 600 triliun hingga Rp 900 triliun yang masuk ke kantong negara. Menanggapi rencana tersebut, pengembang menyambut baik. Pengembang masih menanti kejelasan skema dan syarat pembelian tanah negara.
Penjualan Mobil Listrik Global Anjlok 14%
Penjualan mobil listrik secara global turun 14% pada tujuh bulan pertama 2019. Penurunan tersebut setelah China mengurangi insentif pembelian kendaraan ramah lingkungan sejak 26 Juni lalu. China merupakan produsen dan konsumen terbesar mobil listrik di dunia. Meski porsinya masih kecil, produsen mobil listrik yakin dengan prospek industri ini.
Social Bella Raih Pendanaan US$ 40 Juta
Social Bella Indonesia (Social Bella), yang lebih dikenal melalui lini bisnis commerce kecantikannya sebagai Sociolla, mengumumkan pendanaan seri D sebesar US$ 40 juta, atau sekitar Rp 569 miliar. Pendanaan tersebut dipimpin oleh pemodal utama EV Group dan Temasek, bersama para investor baru lainnya, yaitu EDBI, Pavilion Capital, dan Jungle Venture. Social Bella telah menjadi ekosistem kecantikan melalui kehadiran tiga unit bisnisnya, yaitu commerce (Sociolla), media (SO.CO dan Beauty Journal) serta pengembangan merek (brand development). Social Bella menjadi satu-satunya perusahaan kecantikan berbasis teknologi digital (beauty-tech) yang terintegrasi dan merupakan distributor merek kecantikan dari hulu ke hilir di Indonesia. Menurut Co-Founder dan Presiden Social Bella, Christopher Madiam mengatakan, secara kumulatif ada lebih dari 20,2 juta pengunjung yang telah bergabung dengan platform Social Bella sejak tahun 2018, baik melalui website Sociolla, Platform SOCO dan Beauty Journal.
Inka Kembangkan Trem Bertenaga Listrik
PT Industri Kereta Api/Inka (Persero) saat ini sedang mengembangkan trem bertenaga baterai sehingga diharapkan lebih ramah lingkungan dan nyaman. "Trem bertenaga baterai ini laju keretanya lebih halus dibandingkan dengan kereta berlokomotif sehingga lebih nyaman," kata Direktur Utama PT Inka (Persero) Budi Noviantoro di Madiun, Jawa Timur. Dia mengungkapkan, prototipe trem bertenaga baterai tersebut telah selesai digarap dan saat ini mencapai tahap uji coba kekuatan baterai. Dia menambahkan, "Trem baterai tersebut cocok sebagai sarana transportasi perkotaan masa depan yang ramah lingkungan dan efisien".
Jokowi : Investasi Kunci Antisipasi Resesi Ekonomi
Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengatakan, perekonomian Indonesia perlu menyiapkan "payung" untuk mengantisipasi perkembangan ekonomi global yang telah mengalami perlambatan dan kemungkinan terjadi resesi yang semakin besar. Jalan yang dinilai paling cepat dan menjadi kunci untuk menghadapi perlambatan ekonomi global adalah investasi. " Kalau hujannya besar, kita nggak kehujanan. Syukur ngga ada hujan ngga ada gerimis. Tapi, angka-angka menunjukkan bahwa pertumbuhan ekonomi global sudah mengalami perlambatan dan kemungkinan resesi akan semakin besar," kata Jokowi saat memimpin rapat terbatas mebahas antisipasi perkembangan perekonomian dunia di Kantor Presiden, Jakarta, Rabu (4/9). Kepala Negara mencontohkan depresiasi mata uang yuan Tiongkok dan peso Filipina sudah terjadi akibat perlambatan ekonomi global. Presiden berharap, pertumbuhan ekonomi Indonesia terhindar dari resesi yang potensinya semakin besar ini. Jokowi meminta seluruh kementerian yang berkaitan dengan ekonomi, menginvetarisir regulasi-regulasi yang menghambat dan memperlambat pertumbuhan ekonomi. Menurutnya berdasarkan informasi dari investor-investor yang ditemui dan catatan yang disampaikan oleh Bank Dunia ada masalah internal di Indonesia sendiri. Presiden mencontohkan pada dua bulan yang lalu ada 33 perusahaan di Tiongkok keluar dan 23 memilih di Vietnam dan 10 lainnya pergi ke Malaysia, Thailand, dan Kamboja.
2025, Ekonomi Digital RI Capai US$ 100 M
Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian memproyeksikan nilai pasar ekonomi digital Indonesia tahun 2025 mencapai US$ 100 miliar. Nilai tersebut karena perkembangan pesat ekonomi digital di Indonesia semakin masif, terlebih menjamurnya industri financial technology (fintech) ikut mendorong peningkatan ekonomi digital. Ekonomi digital tahun 2016 berkontribusi 22% terhadap ekonomi global. Di Asia Tenggara, kontribusi ekonomi digital terhadap PDB diproyeksikan meningkat dari 2,8% PDB tahun 2019 menjadi 8% di tahun 2025. Perkembangan pesar ekonomi digital tercermin dari pengguna smartphone dan pengguna internet. Pengguna smartphone di Indonesia sudah mencapai 133% dari populasi yang sebanyak 268,2 juta orang, sedangkan pengguna internet mencapai 56% dari populasi. Adapun transaksi online sepanjang tahun 2018 meningkat signifikan 281,49% menjadi Rp 47,19 triliun dari tahun sebelumnya yang hanya sebesar Rp 12,37 triliun. Dan fintech lending, total pinjaman yang tersalurkan per Mei 2019 Rp 33,2 triliun. Dengan jumlah peminjam naik 59,7% dari periode Maret sampai Januari 2019. Sedangkan fintech pembayaran total transaksi mencapai Rp 47,1 triliun. Nilai transaksi e-money naik 22% dari Juni 2018 ke Mei 2019.
Keekonomian Jadi Pertimbangan
Beberapa hal menjadi pertimbangan konsumen untuk beralih ke kendaraan listrik, terutama soal harga, perawatan, dan daya tahan kendaraan serta kesiapan infrastruktur. Para pelaku industri berharap insentif. Setelah Peraturan Presiden No. 55 Tahun 2019 tentang percepatan program kendaraan bermotor listrik berbasis baterai untuk transportasi Jalan, pemerintah dan pelaku industri otomotif mengintensifikasikan kesiapan. Menteri perindustrian Airlangga Hartanto membahas stasiun pengisian kendaraan listrik berikut teknologi dan standar komponennya.
Menurut Airlangga, selain PT Perusahaan Listrik Negara (persero), pengusaha swasta dapat dilibatkan dalam penyediaan stasiun pengisia. Investasi fasilitas pengisian cepat (fast charger) bervariasi Rp 800 juta hingga Rp 1,5 miliar. Menteri koordinator kemaritiman Luhut Binsat Pandjaitan mengatakan Indonesia akan menutup ekspor nikel. Harapanya indutri yang memiliki teknologi di industri-industri tersebut mau merelokasi pabriknya ke Indonesia. Akibat kebijakan ini, investasi untuk baterai litium dan daur ulangnya akan masuk.









