;

Rekomendasi Revisi UU Pilkada : Napi Korupsi Disepakati Tak Bisa Jadi Calon

Ayu Dewi 27 Sep 2019 Kompas

Komisi II DPR bersama Kementerian Dalam Negeri sepakat merekomendasikan revisi Undang-Undang Pemilu dan UU Pilkada masuk dalam program legislasi nasional (prolegnas 2020). Revisi UU Pilkada juga harus segera diselesaikan agar tidak menganggu tahapan pilkada. RUU Pilkada juga harus diselesaikan agar tidak menganggu tahapan pilkada.

Selain itu, larangan narapidana korupsi untuk menjadi calon kepala daerah ataupun calon anggota legislatif juga diusulkan masuk dalam revisi dua undang-undang tersebut. Mengenai larangan tersebut, Wakil ketua Komisi II fraksi PKB Nihayatul Wafiroh dan anggota komisi II fraksi PKS Mardani Ali Sera mengusulkan agar hal tersebut diatur di dalam Undang-Undang. Sebelumnya larangan itu hanya diatur dalam peraturan KPU sehingga rentan digugat dan dibatalkan oleh Mahkamah Agung.


Koran Mati 20 Tahun Lagi?

Ayu Dewi 27 Sep 2019 Kompas

Internet bukanlah akhir dari koran cetak. Meski demikian, koran harus berubah dengan mengonsentrasikan diri pada berita-berita yang berbobot dan berkedalaman. Philip Meyer, profesor emeritus university of north Carolina dalam bukunya Vanishing Newspaper (2004) memprediksi koran akan mati pada 2043. Pada 1990 Bill Gates juga meramal bahwa koran akan berakhir pada 2000 tetapi meleset.

Menurut Budayawan sekaligus Jurnalis Senior Sindhunata, kalau koran (cetak) bisa mengoreksi dirinya dengan baik dalam dua puluh tahun mendatang perhitungan Meyer itu tidak akan terbukti. Tapi, Jurnalis Jerman Heribert Prantl koran sendiri malah mempercepat kematianya. Pendek kata, yang dipikirkan pemilik koran hanyalah sektor mana yang bisa mendatangkan uang.

Prantl mengatakan koran justru bisa mengonsentrasikan diri pada hal-hal dan nilai-nilai seperti analisis, penggalian latar belakang, komentar tajam, pencarian bahasa yang berbobot dan menarik, investigasi hal-hal yang mendasar serta pendalaman dan kedalaman. Hal-hal dan nilai-nilai itu jelas tidak diperhatikan dunia interner karena internet lebih memburu kecepatan dan aktualitas. Senada dengan  hal tersebut Sindhunata juga mengatakan, untuk bisa menjalankan itu koran membutuhkan jurnalis-jurnalis dan redaktur-redaktur tangguh yang bisa menawarkan kedalaman, analisis, dan latar belakang atas peristiwa-peristiwa yang terjadi hingga membuat pemaca merasa amat membutuhkanya.

Maskapai Penerbangan Sriwijaya Air di Ujung Tanduk

Budi Suyanto 27 Sep 2019 Kontan, 27 September 2019

Sriwijaya Air membatalkan beberapa rute penerbangan. Bahkan manajemen Sriwijaya Air disebut-sebut akan menghentikan layanan reservasi tiket mulai 27 September 2019. Sebab, PT GMF Aero Asia Tbk (GMFI) menghentikan dukungan maintenance kepada Sriwijaya. Kondisi ini merupakan buntut pecah kongsi antara Garuda Indonesia Group dan Sriwijaya Air Group. Perpecahan bermula ketika Dewan Komisaris Sriwijaya Air mengganti sepihak jajaran direksi tanpa melibatkan Garuda Indonesia Group. Sebagai balasannya, Garuda Indonesia juga mencopot logonya di pesawat Sriwijaya Air.

Otomasi Buka Peluang Kerja Baru

Ayu Dewi 26 Sep 2019 Kompas

Sebanyak 23 juta pekerjaan di Indonesia bakal digantikan oleh proses otomasi pada 2030. Meski demikian, 27 juta-46 juta lapangan pekerjaan baru bisa diciptakan dalam kurun waktu yang sama. Peluang bisa dioptimalkan jika tenaga kerja di Indonesia memiliki ketrampilan baru. 

Philia Wibowo, Preseiden Direktur PT McKinsey Indonesia mengatakan, otomasi bakal mengubah struktur dan lapangan pekerjaan di Indonesia. Aktivitas paling rentan diganti otomasi ialah pekerjaan yang mengandalkan aktivitas fisik berulang dan pengolahan data. Adapun pekerjaan yang sulit diotomasi antara laij manajerial yang butuh keahlian spesifik dan interaksi dengan para pihak. 

Disisi lain peluang pekerjaan baru muncul di era otomasi. Akan ada 27 juta, pekerjaan tambahan dari otomasi ini, 9 juta pekerjaan tambahan jika ada peningkatan bidang infrastruktur dan konstruksi, serta 10 juta jenis pekerjaan baru. Jadi Indonesia bisa mendapatkan keuntungan bersih pekerjaan 4 sampai dengan 23 juta pekerjaan pada 2030. 

Bisnis Semakin Bergantung Data dan Kecerdasan

Ayu Dewi 26 Sep 2019 Kompas

Keputusan bisnis dan pemerintah akan semakin bergantung pada dua input yaitu data dan kecerdasan. Keberadaan teknologi digital memudahkan penggunaan dua hal tersebut dalam mengambil keputusan. 

Menurut Executive Chairman and CEO of Alibaba Group Daniel Zhang, secara garis besar ada pola permintaan dan penawaran baru sebagai proses digitalisasi. Oleh karena itu Alibaba membangun platform Alibaba Business Operating system yang memperlihatkan platform bukan semata mata infrastruktur teknologi informasi. Penggunaan komputasi awan itu juga mengintegrasikan pengguna personal, bisnis dan pemerintahan. 

CTO Alibaba Group Jeff Zhang mengatakan ketergantungan pada data tak bisa lagi dihentikan ketika menggunakan teknologi digital. Perkembangan dan industri digital kian besar. Sekitar 50% dari perkonomian China digerakan ekonomi digital dalam 5 tahun terakhir.

E-Dagang Perlu Dukungan

Ayu Dewi 26 Sep 2019 Kompas

Potensi e-dagang dinilai masih besar. Namun, pengembanganya butuh dukungan dari pilar lain seperti : infrastruktur, sistem logistik dan pembayaran, serta industri manufaktur. 

CEO tha Power Group-Powercommerce Hadi Kuncoro menyatakan secara historis ekonomi digital memiliki empat pilar yakni platform, pembayaran dan teknologi finansial, logistik dan produk. Terkait platform, Indonesia memiliki laman-laman pemasaran yang menyandang predikat unicorn. Perkembangan itu diikuti munculnya pemain tekfin. Namun perkembangan itu, belum diikuti dengan perkembangan logistik. Sementara untuk pilar produk, oleh karena produk dalam negeri terbatas kebanyakan produk yang dipasarkan adalah produk impor.

Masalah lainnya adalah terbatasnya sumber daya manusia dibidang digital terutama daerah terpencil. Tantangan lainnya adalah mendorong transformasi bisnis dari konvensional ke digital. 

Ada Dugaan Fraud, Polisi Sigi Duniatex

Budi Suyanto 26 Sep 2019 Kontan

Bareskrim Polri mulai menggelar investigasi terhadap PT Delta Merlin Dunia Textile (DMDT), PT Delta Dunia Textile (DDT), PT Delta Merlin Sandang Textile (DMST), PT Delta Dunia Sandang Textile (DDST), PT Delta Setia Sandang Asia Textile (DSSAT) dan Perusahaan Dagang dan Perindustrian Damai alias Damaitex. Sejumlah bank yang menjadi kreditur mendukung langkah Bareskrim Polri yang mulai investasi kepada Duniatex Group. Investigasi dilakukan lantaran Duniatex diduga melakukan fraud, penggelapan, pengabaian, dan pencucian uang.

Aroma Politis Pemilihan Anggota BPK

Budi Suyanto 26 Sep 2019 Kontan

Dari lima anggota BPK terpilih, empat diantaranya berasal dari partai politik. Kelima pimpinan itu adalah Aqsanul Qosasih (mantan politisi Partai Demokrat), Pius Lustrilanang (politisi Gerindra), Daniel Lumban Tobing (politisi PDI Perjuangan), Hendra Susanto (Kepala Auditorat I.B BPK), dan Harry Azhar (mantan politisi Partai Golkar). Direktur Centre For Budget Analysis (CBA), Uchok Sky Khadafi, mengatakan kehadiran politisi membuat lembaga ini bekerja kurang optimal.

Belasan Perusahaan Berstatus Tersangka Pembakar Hutan

Budi Suyanto 26 Sep 2019 Kontan

Pemerintah terus berupaya memadamkan kebakaran hutan. Bersamaan dengan itu, polisi juga mengejar perusahaan yang dianggap bertanggung jawab atas kebakaran hutan. Teranyar, Polda Kalimantan Tengah menetapkan tersangka baru yakni PT Gawi Bahandep Sawit Mekar. Polisi menyebut korporasi tersebut gagal dalam mengendalikan kebakaran di arealnya. Sebelumnya sudah ada 15 korporasi yang menjadi tersangka kebakaran hutan dan lahan. Kelima belas tersangka itu adalah PT Adei Plantation, PT Sumber Sawit Sejahtera, PT Hutan Bumi Lestari, PT Mega Anugerah Sawit, PT Monrad Intan Barakat, PT Borneo Indo Tani, PT Surya Agro Palma, PT Sepanjang Inti Surya Usaha, PT Sweet Indo Lampung, PT Indo Lampung Perkasa, PTPN 7, PT Paramitra Mulya Lampung, dan PT Sweet Indo Lampung.

Uang Digital Berbasis Kartu Kian Tertinggal

Budi Suyanto 26 Sep 2019 Kontan

Data BI menunjukkan pengguna nyaman menggunakan teknologi server based dalam bertransaksi. Pelanggan server based tercatat 69,5% dari total pengguna uang elektronik, sedangkan uang elektronik berbasis cip cuma 15,4% atau 30,3 juta pengguna. Saat ini kedua jenis uang elektronik berjalan beriringan, namun ke depan masyarakat cenderung lebih nyaman menggunakan uang elektronik berbasis server lantaran lebih aman dan sederhana. Selain itu, uang elektronik server based lebih kaya fitur. Kemeterian LHK juga sudah menjatuhkan sanksi kepada 52 perusahaan. Sebanyak 14 merupakan perusahaan asing, termasuk tiga dari Malaysia, dan empat dari Singapura.

Pilihan Editor