Pengelola Bandara Perkuat Layanan Kargo
Pengelola bandar udara mengandalkan angkutan kargo di tengah penurunan jumlah penumpang akibat pembatasan sosial berskala besar (PSBB). Sekretaris Perusahaan PT Angkasa Pura I (Persero), Handy Heryudhitiawan, mengatakan sudah memetakan beberapa dari 15 bandara yang unggul dalam layanan angkutan barang Setidaknya ada lima bandara dengan potensi volume kargo besar sesuai dengan karakter wilayah masing-masing, diantaranya Sentani di Jayapura yang merupakan pintu masuk utama di wilayah Papua, I Gusti Ngurah Rai di Bali transit kargo ke rute luar negeri, Juanda di Surabaya yang banyak dipakai untuk keperluan industry, Sultan Hasanuddin di Makassar yang merupakan hub transit penerbangan wilayah timur Indonesia serta Bandara Sultan Aji Muhammad Sulaiman Sepinggan di Balikpapan untuk memenuhi kebutuhan logistik daerah yang cukup besar
Senada dengan keterangan tersebut, Direktur Pemasaran dan Pelayanan PT Angkasa Pura I, Devy Suradji mengatakan Bandara Internasional Yogyakarta di Kabupaten Kulon Progo juga disiapkan sebagai sentral kargo. Direktur Utama PT Angkasa Pura II (Persero), Muhammad Awaluddin, mengatakan layanan kargo Bandara Soekarno-Hatta di Banten pun masih bergairah.
Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan, Novie Riyanto, mengatakan maskapai diwajibkan memperkuat layanan logistik di samping layanan penumpang komersial. Hal itu pun dimandatkan dalam Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 18 Tahun 2020 yang mengatur transportasi pada masa pandemi Covid-19. Sebagai contoh, Citilink Indonesia merupakan salah satu operator yang sedang menggenjot layanan kargo ujar kata Direktur Utama Citilink, Juliandra Nurtjahjo. menurutnya, jumlah kargo yang diangkut Citilink pada Maret 2020 meningkat 13 persen dibanding sebulan sebelumnya dan dalam waktu dekat, Citilink juga akan mengoperasikan pesawat khusus kargo (freighter) Boeing 737-500 untuk memaksimalkan layanan rute-rute domestik
Harga Gula Tetap Tinggi
Berdasarkan data Pusat Informasi Harga Pangan Strategis Nasional, harga gula pasir "konsisten" naik selama empat bulan terakhir, kian jauh meninggalkan acuannya yang ditetapkan melalui Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 7 Tahun 2020 tentang Harga Acuan Pembelian di Tingkat Petani dan Harga Acuan Penjualan di Tingkat Konsumen.
Sekretaris Jenderal Asosiasi Petani Tebu Rakyat Indonesia (APTRI) M Nur Khabsyin, menyatakan pemerintah tampak panik dalam mengimpor gula. Kepanikan ini justru berpotensi memukul harga di tingkat petani dan menekan kesejahteraan petani tebu.
Sebelumnya, Menteri Koordinator Perekonomian Airlangga Hartarto menyatakan, pemerintah sudah melakukan operasi pasar melalui pengalihan gula dari industri dalam negeri dan didistribusikan ke sejumlah kota besar.
Menurut Nur Khabsyin, saat ini panen tebu dan proses giling tebu di Sumatera Utara sudah berjalan, dan hasil gula diperkirakan mencapai 50.000 ton. Adapun panen dan proses giling tebu di wilayah Jawa akan dimulai akhir Mei 2020. Nur menyatakan, petani khawatir harga gula anjlok di bawah ongkos produksi dan mengancam kesejahteraan dengan adanya realisasi impor mencapai puncaknya pada Mei-Juni 2020 dan mengancam daya beli petani sebagai konsumen karena harga pangan meningkat.
Pada rapat kerja dengan Komisi IV DPR, Direktur Utama Perum Bulog Budi Waseso menyebutkan, Kementerian Perdagangan telah memberikan izin impor Gula Kristal Putih (GKP) sebanyak 50.000 ton, dan 250.000 ton gula mentah yang diimpor oleh industri gula rafinasi agar diolah menjadi GKP.
Ketua Umum Asosiasi Gula Rafinasi Indonesia (AGRI) Bernardi Dharmawan menyebutkan, ada sembilan anggota asosiasi dan satu pabrik gula yang akan mengolah gula mentah tersebut menjadi GKP dan akan disalurkan kepada distributor dan pelaku ritel.
Direktur Eksekutif Asosiasi Gula Indonesia (AGI) Budi Hidayat berpendapat, pengadaan GKP dari gula mentah impor berpotensi membanjiri pasar gula dalam negeri. Maka harus didistribusikan langsung ke daerah dengan harga gula yang tinggi, terutama di luar Pulau Jawa.
Ekspansi Saat Pandemi
Perekonomian terpukul pandemi Covid 19. Namun, masih ada pelaku usaha, khususnya segmen industri kecil menengah, yang bertahan, bahkan berekspansi ke pasar ekspor. Industri kecil menengah (IKM) yang menggeliat di tengah kondisi pandemi Covid-19 antara lain bergerak di sektor tekstil dan produk tekstil, interior rumah dan furniture, serta produk olahan pangan. Produk yang diekspor antara lain keripik, rendang siap saji, bumbu masak instan, pakaian batik, dan mebel
Ketua Komite Tetap Pengembangan Ekspor Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Handito Joewono, Senin (13/4/2020), di Jakarta, menyampaikan, dari sisi per mintaan barang dan kemampuan suplai produk, IKM yang bermain di pasar dalam negeri mampu menggenjot ekspor. Selama ini, penjualan ke luar negeri lewat jalur perseorangan dengan jumlah terbatas sehingga perlu didukung pemerintah untuk memanfaatkan percepatan momentum dan tren positif yang muncul, saat ini pengiriman dianggap masih terlalu mahal dan prosesnya masih rumit seperti perizinan serta tata niaga ekspor
Menteri Keuangan periode 2013 - 2014 M Chatib Basri menyampaikan, pandemi Covid-19 menyebabkan tiga guncangan sekaligus pada permintaan, penawaran, dan kepercayaan pasar, hal ini berbeda dengan krisis sebelumnya, respons ke kebijakan tidak bisa lagi dengan cara-cara konvensional. Jika pemerintah tidak bertindak cepat dan tepat, situasi ini akan memukul dunia usaha. Ia menambahkan, risiko kredit macet dalam 3-6 bulan mendatang akan meningkat karena daya beli melemah dan likuiditas mengetat. terutama usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Akibatnya, kinerja ekspor akan menurun dan angka pengangguran meningkat.
Kepala Ekonom UOB Indonesia Enrico Tanuwidjaja menyebutkan, pemerintah masih memiliki ruang fiskal yang cukup untuk membantu dunia usaha. Sebagaimana disebutkan Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati, bahwa Anggaran Rp 150 triliun untuk program pemulihan ekonomi nasional sudah disiapkan untuk pelaku usaha di sektor riil dan keuangan. Namun Enrico menyayangkan hingga kini sasaran dan skema program masih belum jelas. Menurut Enrico, ada tiga kelompok sektor utama yang berkontribusi paling besar terhadap pertumbuhan ekonomi dan bersifat padat karya yang harus menjadi fokus pemerintah, yaitu pertanian, kehutanan, dan perikanan; penambangan dan penggalian; serta manufaktur.
Sementara itu, Kepala Departemen Komunikasi BI Onny Widjanarko dalam siaran pers menyebutkan Indeks Manufaktur Cepat (Prompt Manufacturing Index/PMI) yang diterbitkan Bank Indonesia, Senin, memperlihatkan kinerja sektor industri pengolahan atau manufaktur pada triwulan 1-2020 turun dibandingkan dengan tri wulan IV-2019. Indeks ini menjadi indikator gambaran umum kondisi sektor manufaktur terkini serta perkiraan pada triwulan mendatang.
Menakar Aktivitas Pandemic Bond untuk mengurangi ancaman PHK
Salah satu masalah yang menghantui dunia usaha sejak virus corona atau Covid-19 merebak tak terkendali adalah menurun atau bahkan matinya berbagai aktivitas ekonomi yang berujung terjadinya Pemutusan Hubungan Kerja (PHK). Satu setengah juta pekerja dilaporkan telah dirumahkan dan hanya menerima gaji atau upah separo atau kurang dari yang biasa mereka terima bulanannya.
Untuk mengurangi jumlah korban PHK dan untuk mencegah agar angka pengangguran tidak kembali bertambah, pemerintah saat ini telah mempersiapkan program prioritas berupa surat utang pemulihan atau recovery bonds dan global bond sebagaimana dijelaskan Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati ketika menggelar video conference di Jakarta, Selasa (7/4) dan Presiden Joko Widodo juga telah menjanjikan bahwa pemerintah akan mempercepat penyaluran Kartu Prakerja untuk memastikan agar angka pengangguran tidak bertambah di tengah wabah Covid-19.
Seperti dilaporkan media massa, sejumlah perusahaan besar seperti PT Indosat Tbk, PT Krakatau Steel Tbk (KRAS) dan sejumlah perusahaan lain terpaksa melakukan PHK ratusan bahkan ribuan pegawainya.
Banyak perusahaan mengalami kesulitan mempertahan performance-nya karena sebab-sebab internal dan kondisi perekonomian global yang memang suram. Sejumlah indikator ekonomi nasional, seperti investasi, daya beli, ekspor-impor, pertumbuhan ekonomi, dan lain sebagainya bisa dilihat cenderung kurang menggembirakan.
Di tengah meluasnya wabah virus corona, target pemerintah tampaknya tidak muluk-muluk. Pemerintah tidak berharap pelaku usaha mampu meningkatkan volume produksi, melainkan cukup mereka bisa bertahan saja itu sudah lebih dari cukup. Yang penting angka pengangguran tidak bertambah dan daftar korban PHK tidak makin panjang.
Program populis seperti menyediakan jaring pengaman, memperkuat penyangga ekonomi keluarga miskin, mencegah perusahaan tidak bangkrut, dan lain sebagainya untuk saat ini adalah program prioritas yang fungsional untuk mencegah masyarakat agar tidak makin terpuruk.
Distribusi Pangan Berbasis Teknologi Diperkuat
Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo melalui telekonferensi, Selasa (14/4) mengatakan pihaknya memperkuat kerja sama dengan sejumlah perusahaan produsen, niaga daring, serta transportasi daring untuk mempermudah penyediaan dan distribusi untuk menjamin ketersediaan pangan bagi masyarakat di wilayah yang menerapkan pembatasan sosial berskala besar (PSBB)
Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementan I Ketut Diar mita menjelaskan kerja sama bersifat business to business atau antarperusahaan, sedangkan Kementan hanya menjadi fasilitator yang mempertemukan perusahaan untuk bisa bekerja sama dalam mempermudah penyediaan pangan bagi masyarakat serta membantu memperluas pasar para produsen di tengah wabah Covid-19.
Setelah sebelumnya menggandeng Gojek, kini Kementan menggandeng Grab Indonesia sebagai penyedia transportasi daring un tuk pengiriman produk kepada konsu men. Terkait hal ini, Presiden Grab Indonesia Ridzki Kramadibrata mengatakan, ratusan ribu pengemudi Grab siap membantu pendistribusian pangan masyarakat sebagai upaya mendukung kebijakan pemerintah terkait pembatasan sosial berskala besar (PSBB) demi menekan angka penyebaran Covid-19 di Indonesia.
Khusus Gojek, layanan pesan antar untuk pembelian 11 komoditas bahan pangan pokok dari Pasar Mitra Tani milik Kementan di Jakarta dan Bogor digratiskan biaya ongkos kirim karena ditanggung oleh Kementan dan berlaku selama dua bulan ke depan agar bisa membantu mengurangi aktivitas belanja masyarakat secara langsung
Konsumsi Listrik Industri Anjlok
EVP Pemasaran dan Pelayanan Pelang gan PLN Edison Sipahutar
di Jakarta, Selasa (14/4), menjelaskan, efek pandemi Covid-19 menjadi faktor
utama turun nya per tumbuhan segmen bisnis dan industri. Ia memerinci sektor
bisnis hanya tumbuh sebesar 4,07 persen dikarenakan banyak industri yang
mengalami perlambatan karena banyak yang menerapkan work from home(WFH)
sehingga menurunkan kon sumsi listrik.
Khusus di Jakarta, PLN Unit Induk Distribusi Jakarta Raya (PLN UID Disjaya) melalui
General Manager PLN Distribusi Jakarta Raya M Ikhsan Asaad mengkonfirmasi hal
yang sama. Ikhsan menambahkan, yang termasuk pelanggan sektor bisnis adalah
mal, hotel, dan kantor-kantor swasta, sedangkan untuk pelanggan industri,
seperti pabrik baja, tekstil, dan lainnya.
Disisi lain, Ikhsan mengatakan, kenaikan penjualan listrik rumah tangga tidak bisa menutupi penurunan penjualan listrik pada sektor bisnis dan industri. Meski begitu, revisi belum ditetapkan atas penjualan listrik di PLN UID Disjaya karena adanya wabah korona. Target penjualan listrik PLN UID Disjaya tahun ini Rp 46 triliun, kata Ikhsan.
Dalam konferensi video, Direktur Eksekutif Ins titute for Essential Services Reform (IESR) Fab by Tumiwa menilai stimulus insentif listrik untuk masyarakat kurang, Pemerintah dan PLN dinilai perlu melakukan perluasan insentif listrik ini ke kalangan rentan miskin padahal menurutnya kelompok masyarakat tersebut harus tetap memenuhi kebutuhannya sehari- hari. IESR pun mendorong pemerintah untuk memperluas penerima diskon listrik.
Menanggapi hal ini, Direktur Pembinaan Pengusahaan Ketenagalistrikan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Hendra Iswahyudi menjelaskan, pemerintah dan PLN sedang mengkaji perluasan insentif ini, diskon listrik telah menjangkau 40 persen masyarakat miskin dan rentan miskin, selanjutnya PLN akan mengkaji perluasan keringanan listrik bagi industri dan bisnis termasuk kemungkinan biaya beban digratiskan atau rekening minimum atau diberikan diskon 5-10 persen.
Aktivitas Belanja Daring Melonjak Selama Masa Pandemi
Ketua Umum Himpunan Penyewa Pusat Perbelanjaan Indonesia (Hippindo), Budihardjo Iduansjah, mengatakan selama masa pandemi Covid-19, transaksi dalam jaringan (daring) atau online melonjak sebesar 50 persen namun belum mampu menggantikan total penjualan offline yang turun atau baru mencapai sekitar 3 persen dari total penjualan offline
Senada, Vice President of Corporate Communications Tokopedia, Nuraini Razak, mendetailkan ada lonjakan transaksi tiga kali lipat untuk produk kesehatan. Bahkan nilai penjualan masker tercatat meningkat 197 kali dibanding pada Maret lalu dan ada satu waktu di mana dalam 42 menit, 72 ribu hand sanitizer terjual habis
Hal ini turut di amini Public Relations Lead Shopee Indonesia, Aditya Maulana Noverdi, Head of Corporate Communications Bukalapak, Intan Wibisono, Chief Executive Officer TaniHub Group, Ivan Arie Sustiawan. Berdasarkan hasil riset ADA Indonesia, perusahaan bidang data dan artificial intelligence (AI), penggunaan aplikasi belanja mengalami kenaikan hingga 300 persen sejak pembatasan jarak diumumkan. Managing Director ADA Indonesia Kirill Mankovski mengatakan kenaikan bisa mencapai 400 persen untuk aplikasi penyedia kebutuhan sehari-hari dan jual-beli barang bekas
Bank Sentral Kembali Guyur Likuiditas Perbankan
Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo dalam konferensi pers virtual rapat Dewan Gubernur BI periode April 2020, kemarin di Jakarta, mengatakan Bank Indonesia memutuskan untuk menerapkan pelonggaran kebijakan moneter melalui instrumen kuantitas atau quantitative easing guna mendukung pemulihan perekonomian nasional yang terpukul oleh wabah Covid-19. Instrumen ini memungkinkan bank sentral menambah jumlah uang yang beredar dengan menyuntikkan likuiditas ke sektor perbankan dan pasar keuangan nasional.
Ekonom PT Bank Permata Tbk, Josua Pardede, mengatakan dukungan quantitative easing untuk memperkuat likuiditas perbankan relevan dilakukan di tengah risiko perlambatan ekonomi global akibat wabah Covid-19. Apalagi, sektor perbankan mengalami peningkatan risiko kredit, yang direspons dengan meningkatnya pembentukan pencadangan guna mengantisipasi gagal bayar nasabah.
Ekonom Institute for Development of Economics and Finance (Indef), Bhima Yudhistira Adhinegara, menuturkan kebijakan OJK untuk memberi keringanan berupa restrukturisasi kredit perbankan juga turut mempengaruhi kondisi likuiditas. Bhima menambahkan, sektor perbankan juga berpotensi menghadapi risiko pengetatan likuiditas di kemudian hari, sehubungan dengan rencana pemerintah untuk melebarkan defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) di atas 5 persen.
Presiden Direktur PT Bank Mayapada International Tbk, Hariyono Tjahjarijadi, mengungkapkan hingga saat ini kondisi likuiditas industri perbankan relatif normal. Pasalnya, bank masih belum menyalurkan kredit dengan optimal. Fokus bank masih terpusat pada implementasi kebijakan restrukturisasi kredit bagi nasabah yang terkena dampak Covid-19.Stabilitas Kurs Jadi Prioritas Utama
Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo mengatakan stabilisasi nilai tukar rupiah menjadi pertimbangan Utama Bank Indonesia dalam memutuskan untuk menahan suku bunga acuan 7-Days Reverse Repo Rate sebesar 4,50 persen, meski memiliki ruang untuk menurunkannya dalam rapat Dewan Gubernur (RDG) BI bulan ini. Berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor), kurs rupiah kemarin ditutup menguat 118 poin ke level 15.722 per dolar Amerika Serikat.Pandemi yang kian meluas ke seluruh dunia, kata dia, menyebabkan peningkatan risiko resesi perekonomian global pada 2020. Risiko resesi ekonomi dunia diperkirakan akan terjadi pada triwulan II dan III, dan baru mulai membaik pada triwulan IV.
Ekonom PT Bank Permata Tbk, Josua Pardede, mengatakan tingkat suku bunga acuan di level saat ini memang dibutuhkan untuk menjaga stabilitas nilai tukar. "Karena dapat membatasi capital flight dari pasar keuangan domestik," kata dia. Ia menambahkan, tingkat kepercayaan investor terhadap pemerintah dalam penanganan Covid-19 juga turut berpengaruh. Salah satunya kebijakan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) yang diterapkan sejumlah daerah, khususnya DKI Jakarta. "Dengan adanya pengetatan ini, investor cenderung berpandangan bahwa pemerintah Indonesia serius dalam menangani dampak wabah, demi pertumbuhan ekonomi jangka panjang yang lebih solid."
Direktur TRFX Garuda Berjangka, Ibrahim, mendukung langkah bank sentral yang terpantau cukup agresif melakukan intervensi di pasar valas dan obligasi. "Intervensi yang cukup ketat dan ekstra-waspada mampu membawa mata uang kembali menguat walaupun tipis," ujar dia.
Terpapar Korona Perusahaan Migas Kaji Ulang Rencana Kerja
Tahun 2020 bakal menjadi masa-masa yang sulit perusahaan minyak dan gas (migas). Hal ini dikarenakan harga minyak mentah yang anjlok hingga level US$ 30 per barel serta efek gulir pandemi korona yang memperumit kondisi bisnis.
Alhasil, sejumlah perusahaan migas di Tanah Air ramal-ramai melakukan langkah mitigasi, khususnya dalam hal penyesuaian target atau rencana kerja di sepanjang tahun ini PT Pertamina EP, misalnya telah menyiapkan skenario penyesualan target dan rencana kerja. Direktur Utama Pertamina EP Nanang Abdul Manaf mengungkapkan, adanya perubahan asumsi ICP bakal berpengaruh terhadap dana capital expenditure (capex dan operational expenditure (opex), termasuk proyeksi pendapatan dan laba pada tahun ini
Dengan situasi yang serupa, PT Pertamina, PT Elnusa Tbk (ELSA) dan PT Energi Mega Persada (ENRG) juga tengah menyiapkan antisipasi terhadap dampak korona cengan menerapkan business continuity plan seperti dilansir Vice President Corporate Communication PT Pertamina, Fajriyah Usman, Head of Corporate Communications ELSA Wahyu Irfan, dan investor Relations PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG) Herwin Hidayat di tempat terpisah.Sedangkan PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDCO) sudah lebih dulu merevisi target dan rencana kerja pada tahun ini sebagaimana di konfirmasi Vice President Planning and Investor Relations PT Medco Energi Internasional Tbk Myrta Sri Utami









